Duda Itu Milikku

Duda Itu Milikku
Episode 76


__ADS_3

Happy Reading gais:)


Please like, Comment, Vote And Favorite ya:)


Follow Instagram @destiichz dan @dedefff17


#


Setelah selesai menjelaskan maksudnya, Ana meninggalkan Ben dan berjalan menuju wastafel sembari membawa piring kotor. Ia membersihkan piring kotor selama beberapa menit hingga bersih. setelah selesai, Ana Langsung mencari Ben.


***


Ana menemukan Ben sedang berada di ruang keluarga sedang menonton Berita di TV. Sebelum Ana berjalan mendekati Ben, ia kembali ke kamar terlebih dahulu untuk mengambil tas tangan nya. Begitu merasa sudah siap, Ana berjalan mendekati Ben yang masih berada di ruang keluarga.


"Yuk!" Ajak Ana begitu sampai di dekat Ben. Ben mendongak dan menatap Ana dari atas sampai ke bawah. Aman, Batin Ben. Ia tersenyum pada Ana.


"Kenapa?" Tanya Ana yang sadar di pandangi.


"Ga apa-apa. Cuma seneng aja kamu udah ngerti harus pake baju yang lebih tertutup kayak gini" Jelas Ben dengan senyuman lebar khas nya.


"Kan baju yang ada di lemari semua nya kayak gini. baju yang kamu beli juga kayak gini. Lagian Ya, Kapan Aku pernah pake baju yang ke buka banget?! perasaan aku ga pernah deh" Balas Ana kesal.


"Pernah!" Jawab Ben santai sambil bangkit dari duduk nya. Ana mengernyitkan dahi nya.


"Kapan?!" Tanya Ana kesal dengan suara lebih keras. Aku emosian banget sih hari ini! lagian aku emang ga pernah kok pake baju yany ke buka banget sampe lekukan tubuh keliatan, Batin Ana.


"Waktu itu pas di pesta, Yang kamu pergi sama kak Yansyah dan akhirnya aku nyusulin kamu ke apartemen" Ucap Ben seolah mengenang.


"Apaan sih mas! itu baju udah tertutup banget. Ga ada lekukan tubuhku yang keliatan" Tolak Ana.


"Masa sih? tapi kenapa aku ngerasa liat semua ya?" Tanya Ben dengan tangan nya yang sudah berada di pinggang Ana. Ia menarik Ana lebih dekat.


"Ck. Itu sih kamu nya aja yang mesum! udahlah buruan ayoo jemput El" Decak Ana kesal.


"Yaudah Ayoo" Ben berjalan bersamaan dengan Ana. Bik Jum mengikuti dari belakang. Ia mengantar tuan dan nyonya nya keluar.


"Tuan, nyonya, Hati-hati yaa di jalan" Ucap Bik Jum begitu mereka sampai di depan pintu.


"Iya bik. Bik Jum juga hati-hati ya dirumah, hehe. intinya Kalo ada apa-apa langsung telpon aku atau Ben, Okay?" Balas Ana dengan senyuman manis.


"Baik nyonya" Bik Jum tersenyum membalas Ana.


"Ayo!" Ucap Ben yang sedang berdiri sambil membukakan pintu untuk Ana di samping nya.


"Silakan Ratu-ku" Ucap Ben dengan senyum manis.

__ADS_1


"Ihhh. Aku tuh tuan putri bukan ratu" Jawab Ana.


"Tuan putri kan untuk panggilan Anak kita, Ratu-ku" Balas Ben sambil menyeringai Nakal yang membuat wajah Ana memerah karena malu dan Kesal. Bik Jum tersenyum hangat melihat kebahagiaan majikan nya itu. Ya tuhan, Jagalah kebahagiaan tuan dan nyonya terus seperti ini. Semoga tak akan ada lagi rintangan dalam perjalanan hidup mereka, Batin Bik Jum Berharap.


"Bik kami pergi dulu yaa, Dahh" Begitu Ana memasuki kursi di samping kemudi, Ben dengan cepat duduk di kursi kemudi. Bik Jum tersenyum.


"Hati-hati dijalan nyonya, tuan" Ucap Bik Jum lagi.


"Dadahhh" Ana berucap sedikit keras sembari melambaikan tangan nya lewat jendela mobil begitu Ben melajukan mobil dengan perlahan.


Selama perjalanan, Ana menemani Ben dengan mengobrolkan Hal-hal ringan. ia menyalakan lagu dan terus melihat keluar jendela. Ben sadar, Jika Ana ingin memainkan HP nya, tapi, Karena tau Ben akan cemburu, Ana lebih memilih melihat jalanan. Ben tak bisa untuk tak tersenyum bahagia. Ana sedang belajar untuk memahami dan mengerti nya.


Setelah beberapa waktu, Mereka pun sampai di halaman rumah Mama Ratna dan Papa Alan. Ana ikut keluar dari mobil begitu melihat Ben juga Keluar. Ia hanya tak ingin selalu dibukakan pintu. Ben menatap Ana yang sudah berdiri di samping nya. Ia tak bisa Protes pada Ana yang sudah mencoba mengerti nya. Ana menggandeng tangan Ben. Mereka pun memasuki rumah bersamaan.


"Nah pengantin baru udah dateng. Mamaa! Mamaa! ada menantu mamah nih dateng" Teriak Alda Begitu melihat kehadiran Ana dan Ben.


"Dek! Jangan berisik deh" Ucap Ben sambil memutar bola mata nya malas. Ana memukul pelan tangan Ben. Alda mengabaikan kakak nya dan berjalan mendekati Ana lalu salim Pada Ana.


"Eh, Kakak nya di salim dong. ga sopan banget dasar! pantes ga ada cowo yang mau" Seru Ben saat Alda hanya menyalimi Ana saja.


"Ehh enak aja! banyak kali yang suka sama aku. Cuma aku nya aja yang ga mau" Teriak Ana tak terima. Ia menginjak Kaki Ben dengan kencang.


"Awww!!!" Teriak Ben yang langsung menarik kaki nya dan mundur beberapa langkah menjauhi Alda.


"Tuh kan! baru di bilang. pantes aja si Lana ninggalin kamu. Kaka juga ga mau kali kalo punya pasangan segalak dan sekasar kamu" Lanjut Ben berucap kesal sembari Mengusap kaki nya.


"Udah udah. Kalian Ini udah besar masih aja berantem! Ga malu apa hah kalian berantem di depan Ana?" Teriak Mama Ratna Yang berjalan dari Lantai atas menuju ke arah Ana, Ben, dan Alda.


"Mama! Papa!" Teriak El yang berlarian menghampiri Ana Dan langsung memeluk nya.


"Haii sayang" Sapa Ana yang kemudian membawa El ke dalam gendongan nya. Ana menciumi pipi El.


"Hai Maa" Sapa Ben Ana dan Ben pada Ratna. Mereka serempak bergantian menyalimi Ratna.


"Kalian Kok pagi banget sih dateng nya?" tanya Ratna bingung pada Anak dan menantu nya.


"Mama kirain minggu depan baru bakal dateng kesini, hehe" Lanjut Ratna sambil terkekeh geli.


"Alda kira juga kakak mau cepet-cepet bikin adek buat El" Celetuk Alda Membalas.


"Aku sih juga berharap nya gitu. Tapi Yaa, Ana nya--" Jawab Ben menggantung ucapan nya dengan raut wajah yang cukup menyedihkan.


"Emang nya kakak kenapa?" Tanya Alda Bingung.


"Kamu kenapa sayang? Khawatir sama El ya? kamu tenang aja Nak. El baik-baik aja kok disini" Jelas Ratna sambil tersenyum bahagia menatap Ana.

__ADS_1


"Bukan gitu Maa" Jawab Ana sambil tersenyum kikuk menatap Alda Dan juga Ratna.


"Terus? Kakak belum siap ya ngasih aku keponakan?" Tanya Alda yang semakin penasaran.


"Bukan itu juga dek" Jawab Ana pelan.


"Terus kenapa sayang?" desak Ratna tak sabar.


"Soal nya Aku lagi halangan Ma, Dek" Beritahu Ana.


"Kakak Uzur?" Tanya Alda Lagi.


"iyaa" Jawab Ana pelan.


Setelah Ana mengatakan nya, Keheningan Pun terjadi. Pemikiran mereka masing-masing Berbeda. El tetap setia menatap Tiga orang dewasa di hadapan nya dengan mengernyitkan dahi bingung karena tak mengerti yang mereka bicarakan. El juga masih setiap di dalam gendonga Ana. Ia. merasa senang karena akhir nya, Ia memiliki Seorang Ibu.


"Bwahahahahaha" Alda Tertawa dengan kencang sambil memegangi perut nya merasa geli. sedangkan Ratna Hanya tersenyum geli.


"Jadi gagal dong kak? Hahahaha" Tanya Alda yang di iringi tawa menggelegar di rumah itu.


"Dasar! adek ga ada akhlak" Ucap Ben kesal.


"Udahlah Dek. Kalian udah sarapan?" Tanya Ratna mencoba menengahi kedua Anak nya itu.


"Udah Ma" Jawab Ana lembut.


"El udah mandi ma? Makan?" Lanjut Ana bertanya.


"Udah kok. Tadi nya dia mau di ajak pergi sama Alda" Jawaban Ratna membuat Ben menatap Alda dengan tajam seolah memperingati.


"Kamu mau ajak El Kemana Da?" Tanya Ana yang tak ingin Ben kembali memulai Pertengkaran.


"Ke Mall kak. Belanja gitu" Jawab Alda sambil cengir tak jelas. Ana tersenyum maklum.


"Kamu sama siapa emang Dek?" Tanya Ana lagi dengan lembut mengabaikan Ben yang marah.


"Sama temen-temenku juga sih kak" Jawab Alda.


"Yaudah, kamu aja ya yang pergi sama temen-temen kamu. soalnya El mau kaka ajak pulang nih" Balas Ana sambil tersenyum hangat.


"Oh yaudah kak ga apa-apa kok" Ucap Alda sambil membalas senyum Ana.


"Yaudah Kakak ke atas dulu yaa. Ma, Ana ke atas dulu ya sama El" Seru Ana yang kemudian berjalan meninggalkan Ratna, dan Alda menuju ke kamar Ben yang waktu itu pernah Ana tempati. Ben tersenyum bahagia pada Alda Dan Ratna. Kemudian, Ben segera menyusul Ana dan El.


#

__ADS_1


KALO ADA YANG SALAH ATAU GA SESUAI KOMEN YA BIAR BISA DIPERBAIKIN:)


Aku mencintai kalian semua:*


__ADS_2