Duda Itu Milikku

Duda Itu Milikku
Episode 75


__ADS_3

Happy Reading gais:)


Please like, Comment, Vote And Favorite ya:)


Follow Instagram @destiichz dan @dedefff17


#


"Sini nyonya biar saya aja" Ucap Bik Jum menjulurkan tangan nya ingin mengambil piring dari tangan Ana yang langsung menjauhkan nya.


"Ga usah Bik. Biar saya aja" jawab Ana tersenyum manis pada Bik Jum. Ana kembali berjalan menuju wastafel dan mulai mencuci piring hingga bersih.


Setelah selesai mencuci piring, Ana mengalihkan pandangan nya ke arah meja makan. tak ada Ben disana, Batin Ana. Ana mengelap tangan nya dengan kain kering dan berjalar keluar dari dapur.


"Nyonya mau kemana?" Tanya Bik Jum.


"Nyari Tuan ya?" Lanjut Bik Jum kembali bertanya.


"Iya Bik. Ben kemana ya?" Jawab Ana lembut.


"Tuan Ada di ruang kerja nya, Nyony" Balas Bik Jum. Ana mengernyitkan dahi nya tanda tak suka.


"Ruang kerja nya dimana ya Bik?" Tanya Ana.


"Mari saya Antar nyonya" Jawab Bik Jum. Ana berjalan mengikuti bik Jum. Begitu sampai di depan salah satu pintu yang menurut bik Jum ruang kerja Ben, Ana tersenyum lembut dan meminta Bik Jum untuk kembali melanjutkan pekerjaan nya.


"Tok. Tok. Tok. Mas, Aku masuk ya" Ucap Ana yang kemudian memutar gagang pintu secara perlahan.


"Mmm" Jawab Ben dari dalam.


Begitu Membuka pintu, Ana melihat Ben yang sedang focus dengan laptop nya. Ia secara perlahan berjalan mendekati Ben dan duduk di hadapan Ben. Ana membiarkan Ben yang mengabaikan nya.


"Ekhem" Ben berdehem kencang mencoba mengkode Ana yang masih pura-pura tak paham.


"Uhuk. Uhuk" Ben pura-pura batuk dan menunggu reaksi Ana. Tanpa di ketahui oleh Ben, Ana tersenyum geli melihat tingkah Ben yang lucu.


"Kamu kenapa? Haus ya? bentar yaa. Aku ambilin minum dulu" Tanya Ana yang dengan cepat bangkit dari duduk nya dan berjalan ke pintu.

__ADS_1


Deg. Deg. Jantung Ben dan Ana berdetak seirama. Ana yang tadi nya akan keluar dari ruangan kerja Ben langsung tertahan karena Ben dengan cepat sudah membawa Ana ke dalam pelukan nya. Cup. Ben kembali membuat Tanda di sisi leher Ana yang lain membuat Ana langsung mendorong Ben dan memasang sikap waspada. Ben menjauh dari Ana.


"Kamu gimana sih, Yang? Suami ngambek bukan nya di bujuk tapi malah diam balik" Keluh Ben.


"Iya deh Iya maaf" Ucap Ana yang berjalan mendekati Ben dan menggandeng tangan nya erat.


"Kamu ga beneran kerja kan tadi? Kita balik ke kamar aja ya" Lanjut Ana yang kemudian menarik tangan Ben menuju ke kamar mereka di atas.


Sesampai di kamar, Ana mulai mengajak Ben bercerita sembari tiduran di atas kasur. Mereka mulai membahas Apa saja yang terlitas di pikiran mereka. Ben juga sudah tak ngambek lagi pada Ana. Beberapa saat kemudian, Tanpa mereka sadari atau tidak sadari, Mereka sudah tertidur nyenyak, dengan Ben yang memeluk Ana dari belakang.


Dipagi Hari,


Ben terlebih dahulu membuka mata nya. Begitu mata nya terbuka, Ia melihat wajah Ana tepat di hadapan nya. Semoga kedepan nya aku akan terus melihat wajah cantik Ana di setiap bangun tidurku, hingga ajal menjemput nanti, Batin Ben berharap.


Ben melihat mata Ana bergerak. Ia dengan cepat kembali menutup mata nya. Ana yang melihat Ben masih tidur Pun dengan perlahan mencoba melepaskan pelukan Ben. Akan tetapi, Semakin Ia mencoba, semakin Ben akan memeluk nya dengan erat. Ana mengernitkan dahi nya tanda bingung.


"Ben" Panggil Ana pelan. Tak ada jawaban.


"Mas" Panggil Ana lagi cukup keras.


"Mmm" jawab Ben yang masih pura-pura tidur.


"Mass!" Panggil Ana sekali lagi.


"Mmm" Jawab Ben lagi.


"Tangan nya geser dulu. Aku mau mandii" Beritahu Ana. Ben membuka mata nya dan menatap Ana yang memerah malu karena wajah nya tepat berada berhadapan dengan Ben. Tampan, Batin Ana.


"Ngapain mandi se-pagi ini sayang? Kan kita masih cuti pernikahan" Ucap Ben memberitahu Ana.


"Kan kita mau jemput El, Mas" Jawab Ana.


"Masih pagi banget sayang" Jawab Ben yang kembali memeluk Ana dengan Erat.


"Udah siang ini. Buruan Ihh bangun" Ana mulai merasa kesal dengan sikap Ben yang mendominasi.


"Bangun!!!!" Teriak Ana emosi. Ben melepaskan pelukan Ana dan menutup telinga nya.

__ADS_1


"Iyaa. Udah sana mandi" Ucap Ben yang kembali ngambek. kemudian ia membelakangi Ana.


Ana mengabaikan Ben yang memasang mode ngambek. ia berjalan menuju kamar mandi dan langsung membersihkan diri di dalam. Setelah selesai, Ana berjalan mendekati Ben dan memaksa Ben untuk Mandi. Ben dengan malas bangkit dari tidur nya. Ia berjalan ke kamar mandi dengan mata nya yang masih belum sadar sepenuh nya.


Setelah Ben memasuki kamar mandi, Ana berjalan memasuki ruang ganti dan memakai pakaiannya disana. Saat merasa sudah siap untuk pergi ke rumah mertua nya, Ana keluar dari ruang ganti dan langsung berjalan menuju meja makan.


Selesai Mandi dengan bersih, Ben berjalan dengan rasa Malas ke ruang ganti dan memakai pakaian nya. Saat tak melihat Ana di kamar dan ruang ganti, Ben dengan cepat memakai pakaian nya dan berjalan menuju ke meja makan. Ben merasa sedikit trauma dan merasa jika Ana aman meninggalkan nya jika Ia lengah sedikit saja.


"Udah selesai mandi nya?" Tanya Ana begitu melihat Ben berjalan menuruni tangga.


"Udah" jawab Ben singkat. Ana tersenyum lembut.


"Yaudah sini duduk. kita makan dulu" Ajak Ana.


Salah satu pembantu menarik kursi yang berada di samping Ana untuk Ben. Ben melangkahkan kaki nya mendekati Ana dan duduk di samping Ana. Begitu Ben duduk di kursi nya, Ana dengan perlahan mengambilkan Makanan Untuk Ben.


"Abis ini mau langsung jemput El?" Tanya Ben.


"Nggak sih. Temenin Aku ke butik temenku bentar ya ada yang mau diambil" Jawab Ana lembut.


"Dimana? jauh nggak?" Tanya Ben lagi.


"Nggak jauh kok. Lagian searah juga kalo mau ke rumah mama"Jawab Ana sambil tersenyum hangat.


"Yaudah. Nanti tunjukkin Aja ya jalan nya" Balas Ben lembut sambil tersenyum tipis.


Mereka mulai menyantap sarapan mereka. Tidak ada yang membuka suara ataupun yang berbicara di meja makan saat ini. Para pembantu di sana sudah kembali mengerjakan tugas mereka. Setelah beberapa saat, Mereka sudah selesai menyantap sarapan. Ana kembali mengambil piring kotor Ben.


"Udah. Biar bibik Aja yang cuci piring nya" Ucap Ben sembari memegang lengan Ana yang sudah akan bangkit menuju ke arah dapur.


"Mas" Panggil Ana.


"Kalo buat masakin kamu makanan, Nyiapin makanan kamu ataupun cuci piring biar aku aja yaa. Tolong, Jangan bikin aku jadi istri yang ga berguna disini. Aku ngerasa ga nyaman kalo semua nya di kerjain sama pembantu. lagian aku udah bilangkan, Pembantu itu tugas nya membantu, Bukan mengerjakan segala sesuatu" Lanjut Ana.


Setelah selesai menjelaskan maksudnya, Ana meninggalkan Ben dan berjalan menuju wastafel sembari membawa piring kotor. Ia membersihkan piring kotor selama beberapa menit hingga bersih. setelah selesai, Ana Langsung mencari Ben.


#

__ADS_1


KALO ADA YANG SALAH ATAU GA SESUAI KOMEN YA:)


Aku mencintai kalian semua:*


__ADS_2