Duda Itu Milikku

Duda Itu Milikku
Episode 6


__ADS_3

Happy Reading gais:)


Please Like, comment,favorite and vote okay!


follow ig @destiichz atau @dedefff17 ya!


#


"Apaan sih kak?" Ana berteriak pada kakak nya, Yansyah.


"Ya ga kenapa-kenapa. Cuman mau ngusir lalat yang ganggu aja" Jawab Yansyah santai.


"Ck. gak gitu juga kali!" Decak Ana kesal.


"Lebay banget sih dek. tempo hari juga biasa aja ga pake marah-marah kayak gini. kenapa sekarang jadi marah-marah?"Tanya Yansyah sambil mengernyitkan dahi nya bingung.


benar juga yaa, selama ini aku tak pernah marah kalo kak Yansyah mengaku-ngaku jadi suamiku. tapi kenapa sekarang aku merasa kesal?, Pikir Ana. Sebenarnya, Hal seperti ini sudah cukup sering terjadi. Ana disukai oleh banyak pria yang akhirnya membuat Yansyah slalu mengaku sebagai pacar atau suami Ana.


"Udah-udah. Sekarang kamu siap-siap ya Na. kita kan bakal pulang ke pedalaman hari ini, Jadi sekarang Beresin dulu pakaianmu. Tadi kakak liat, kopermu aja masih diatas lemari" Ucap Agus yang menengahi Ana dan Yansyah.


astagaa, Kenapa aku bisa lupa lagi? pikir Ana. Ana menghela nafas berat. Ia merasa begitu lelah hari ini. Ana berjalan kembali ke kamar nya meninggalkan Agus dan Yansyah di ruang tengah. kurang lebih 1 jam Ana keluar dari kamar dengan membawa koper beserta tas tangan.


"Ayo kak" ajak Ana pada Yansyah dan Agus.


Mereka pun meninggalkan apartemen Ana menuju kearah bandara. mereka datang memang sengaja untuk menjemput Ana. Mereka memilih menggunakan pesawat supaya lebih cepat sampai di pedalaman. keadaan di airpor**t tidak terlalu ramai. Mereka memasuki Ruang tunggu dan duduk disalah satu kursi yang tersedia. Beberapa menit kemudian, Mereka memasuki pesawat.


Ana duduk di tengah Antara kedua kakak nya. Setelah kurang lebih 1 jam perjalanan,mereka pun sampai. Mereka mengambil koper di kabin dan turun dari pesawat. setelah semua Barang aman, mereka memesan taksi untuk membawa mereka kerumah orang tua mereka. Selama perjalanan kembali, Ana tertidur sangat nyenyak. sedangkan Agus dan Yansyah Sibuk memainkan Handphone.


"Dek bangun. udah sampe. ayo buruan turun" Ana mengerjapkan mata nya. seluruh badan Ana terasa sakit semua nya.


Ana turun dari mobil, Berjalan mendekati kedua orang tua nya dan menyalimi mereka. Ana,Yansyah dan Agus masuk ke dalam rumah, dan membawa koper mereka menuju kamar masing-masing. Sampai kamar Ana langsung kembali tertidur nyenyak. Saat waktu menunjukkan pukul 5 sore, Ana bangun dari tidur nya dan bergegas membersihkan diri. Wanda, Kaka ipar Ana atau Istri Agus tidak Ikut ke pedalaman dikarenakan harus menemani Zahra di rumah yang sedang demam ringan.


Sudah seminggu berlalu setelah kejadian Ben yang ditonjok diapartemen Ana. Ben Terus menyibukkan diri nya dengan bekerja. Slalu pergi jam 6 pagi dan pulang jam 12 malam hanya agar dapat melupakan ana. dulu aku tak percaya dengan yang nama nya cinta pandangan pertama, Dan ternyata sekarang aku benar-benar mengalami nya, Pikir Ben.


Sekarang Weekend. Ben masih terlelap tidur dikamar. Ia pulang jam 12 semalam. bekerja dikantor berhari-hari membuat Ben sampai melupakan keberadaan El. Begitu membuka mata, Ben langsung berjalan menuju kamar El. Beberapa hari ini Ben terlalu sibuk yang pasti nya membuat El bersedih.

__ADS_1


"Iyaa maa haha" Terdengar suara El Tertawa riang membuat Ben mengernyitkan dahi nya bingung.


"El, papa masuk yaa" Ucap Ben sambil membuka pintu. Begitu Ben masuk,Ia melihat El tertawa dengan handphone di tangan nya.


Begitu El melihat Ben, Ia pun langsung melepas earphone yang tersambung di telinga nya dan berlarian menghampiri Ben yang berdiri di depan pintu sambil tersenyum manis ke arah El. Ben sontak saja langsung memeluk dan membawa El ke dalam gendongan nya. Ben tersenyum bahagia melihat Anak nya yang dia kira sedang bersedih malah tertawa bahagia.


"Papa kemana aja sii? bebelapa hari ini kok ga pernah temenin El" Ucap El kesal.


"Hai sayang" Sapa Ben sambil mengecuo Pipi El.


"papa cuma lagi sibuk kerja aja kok.sekarang kan weekend, jadi sekarang papa libur dan bisa main sama El seharian" Lanjut Ben.


"Okee. Kita main ya paa yeyy" Teriak El senang.


"Ohyaa, Papa waktu itu kenapa pulang wajah nya biru-biru?" Lanjut El bertanya pada Ben.


"Gapapa kok. papa kemaren cuma abis di pukul sama suami orang aja" jawab Ben.


"Benel gapapa?" Tanya El lagi mengkhawatirkan papa nya.


"Iya sayang. udah ya ga usah bahas lagi. Mm jadi hari ini kita mau jalan kemana nih?" Tanya Ben yang langsung Membuat El ber semangat dan kegirangan di pelukan Ben.


"iya deh. apasih yang nggak buat Anak papa" Jawab Ben sembari mencium pipi El gemas.


"Tapi kita ajak mama ya pa" Ucap El sembari tersenyum lebar yang membuat Ben tertegun.


"Hah? mama siapa?" Tanya Ben Bingung.


"Mama Ana Pa. Ya ya ya plisss" Jawab El. deg. what! apa-apaan ini, batin Ben .


"Ga usah ya sayang. tante Ana nya pasti lagi sibuk ngurusin suami nya. kita ga boleh nyusahin dia. lagian belum tentu tante Ana nya mau" ucap Ben membuat penjelasan dan pengertian pada El, Anak nya. kan sia-sia dong usaha aku buat move on kalo harus ketemu Ana, yang ada nanti malah aku makin suka sama Ana, Pikir Ben.


"Kalo tante Ana nya mau boleh kan Pa?" tanya El sembari turun dari gendongan Ben.


"Iya boleh. tapi lebih baik ga usah ya sayang. nanti suami tante Ana marah gimana? kan nggak enak juga" jawab Ben kembali memberi pengertian pada El agar tak mengajak Ana.

__ADS_1


El menarik tangan Ben untuk duduk dikasur, Lalu El duduk dipangkuan Ben. El melepas earphone yang terhubung di handphone nya. aku merasa bingung akan tetapi tetap menuruti El yang sedang menyalakan handphone nya dan menunjukkan layar pada Ben. Deg. Deg. Deg. WTF?!!! Ben syok.


"Ma. Mama mau ya ikut el sama papa?" Tanya El pada Ana yang berada di layar handphone. Ben tertegun sejenak. berarti dari tadi Ana denger semua nya? pikir Ben. Di seberang telepon, Ana tersenyum ramah melihat Ben.


"Kalo Papa bolehin, mama sih mau aja" jawab Ana. Deg. jantung Ben terus berdetak cepat. Ana harus meluruskan ke salah pahaman yang kakak nya lakukan dan meminta maaf pada Ben. Karena itu, Ana mau ikut El pergi.


"Gimana Pa? boleh Ya?" tanya El pada Ben sambil menunjukkan wajah Puppy eyes nya.


"Kalo mama kamu ga ada yang marahin jalan sama kita ya gapapa sayang" balas Ben.


"Yeyyy, Mama siap-siap ya. nanti El sama papa jemput. ya kan pa?" tanya El yang Ben balas dengan anggukkan kepala nya tanda setuju.


"Okee deh. mama mau siap-siap dulu . El suruh papa mandi yaa. Nanti kalo udah mau berangkat ke apartemen mama ,El telepon mama dulu soalnya mama mau beres-beres dulu. by El , by Papa" jelas Ana tersenyum hangat sambil mengakhiri pangilan. Ahh bisa Diabetes nih aku kalo liat senyum Ana terus, Batin Ben.


"Iyaa Ma, dahh" Balas El pada Ana.


Tuttt. panggilan pun mati. tunggu dulu. ana manggil aku apa? papa? ahh, kenapa aku merasa sangat senang? mungkin aja Ana gitu buat bikin El bahagia aja kan? huahhh, pertahan aku runtuh lagiii, batin Ben frustasi. aku terus melamun memikirkan apa yang baru saja terjadi.


"Ihhh papa kenaoa ngelamun? buruan mandii Pa. mama ntar nunggu nya kelamaan. ihhh Papa Mandiiii" Teriakan El membuat Ben sadar.


"Iyaa ini mau mandii kok sayang" jawab Ben sambil mencium pipi El.


Ben berjalan meninggalkan kamar El. Ia meminta Bik Jum untuk menyiapkan keperluan El. Bik Jum adalah kepala pelayan dirumah Ben. Ben pun langsung bergegas mandi. pikiran Ben masih terus melayang pada Ana yang memanggil nya dengan sebutan papa dengan senyuman manis yang membuat hati Ben menghangat seketika. Selesai mandi Ben langsung bersiap-siap.


"Ihh anak papa udah cakep aja" Puji Ben begitu melihat El sudah berada di ruang TV dengan pakaian yang membuatnya semakin tampan.


"Iyalah, kan mau jalan sama mama. Ayo pa buruan" Ajak El yang sudah tak sabar lagi.


"Iya sayang sabar dong" Ucap Ben.


Ben menggandeng tangan El sampai mobil. Ben mengendarai mobil nya menuju ke apartemen Ana dengan El yang duduk di samping nya. El sudah menelpon Ana untuk mengabarkan tentang El dan Ben yang sudah di jalan. Ben tersenyum yang melihat El yang tersenyum bahagia. Semoga senyum itu tak akan pernah hilang dari bibirmu nak, batin Ben.


Selama perjalanan, El sibuk menceritakan tentang diri nya dan Ana. Ben tertegun kaget. Ternyata selama seminggu ini, El terus berkomunikasi dengan Ana lewat sosmed. mungkin aku sedikit kelewatan karena tak bisa menemani El untuk beberapa hari ini. maafkan papa ya El , batin Ben merasa bersalah. Ben Tersenyum hangat mendengar El.


#

__ADS_1


KALO ADA YANG SALAH ATAU GA SESUAI KOMEN YA BIAR BISA DI PERBAIKIN HEHE:)


aku mencintaii kaliann semua:*


__ADS_2