
BEN POV
Ana. Ya, pesan itu dari ana. Isinya adalah alamat orang tua ana dan juga pertanyaan ana padaku. ughh, akhirnya sebentar lagi aku bisa nikah sama ana dan menjalani kehidupan yang bahagia, batinku.
ANA
'Haiii tampan!
Ini alamat orang tuaku ya, Jalan Melati no145 rumah pink pagar biru kota palembang' isi didalam pesannya.
kalian tau sebahagia apa aku? berarti udah bisa ngelamar dong? yeyy, batinku senang. Kayaknya aku juga udah gila sakin senengnya. ketawa-ketawa sendiri kayak orang gila, haha.
Setelah membaca pesannya. aku bergegas menelponnya. Dari sambungan Terhubung dimulai sampai Bunyin Tut, menandakan telepon tidak terjawab aku tetap tersenyum
Kulihat jam didinding. sudah pukul 2 kurang. pantes ga diangkat, udah tidur kayaknya, batinku. Aku mencoba menelepon lagi. Setelah memastikan tidak ada jawaban. aku pun membalas dengan pesan pribadi juga.
ANA
'Malam Sayang. Makasih ya alamatnya. aku bener-bener seneng banget. Mimpiin aku ya. I love you' isi pesanku.
Aku benar-benar bahagia. aku langsung menelpon mama untuk mengabarinya. akan tetapi teleponku juga tak diangkat. Hmm Saking senengnya, aku sampe lupa kalo sekarang udah malem, batinku.
Aku Men-charger handphone dan langsung tiduran dikasur. Aku mengkhayal tentang bagaimana jika nanti kami menikah? Selain aku, pasti el juga sangat bahagia. akan selucu apa ya anak kami nanti? hingga tanpa sadar aku sudah tertidur lelap.
Pagi harinya aku kesiangan, karena terbangun pukul 8 pagi. Aku Mengambil hanpdhoneku. mengeceknya. Ga ada Panggilan ataupun pesan dari ana. dia kemana ya? kok ga ngabarin lagi?
ANA
'Kamu kemana sayang?'
'Udah bangun belum?'
'Lagi sibuk ya?'
'Nanti Aku kesitu yaa'
'see you baby' Isi pesanku.
Aku terus kepikiran dengan Ana. akhirnya aku memutuskan untuk meneleponnya. Dia sedang berada dipanggilan lain. aku terus menelponinya, hingga beberapa saat kemudian baru Telepon diangkat.
"Halo" Jawabnya langsung.
"Kamu lagi apa? lagi dimana? udah bangun belum? ohya, maaf ya semalem aku pulangnya malem, jadi baru liat hehe" Ucapku sambil terkekeh geli karena bahagia.
"Semalem kemana aja? dichat dari jam 6 sampe jam 10 ditungguin ga ada belasan" balasnya ketus. dia marah?
"Semalem itu aku lagi ada kerjaan sayang. aku lembur , maaf ya" jelasku.
"Udahah terserah, bay" ucapnya bersamaan dengan telepon yang terputus.
Aku panik. Ana beneran marah? aku terus menelponinya dan tidak ada jawaban. Aku benar-benar takut sekarang. gimana kalo ana nolak lamaranku nanti? batinku gelisah.
aku bergegas merapikan berkas-berkas dan mengecek email dilaptop. setelah itu aku langsung bergegas mandi dan bersiap-siap kekantor. Tepat pukul 9, aku baru melajukan mobilku meninggalkan rumahku.
Selama perjalanan, aku terus menghujami Ana Dengan Pesan. Sesekali aku menelponnya dan Terdengar Nada sedang berada diluar jangkauan. handphonenya mati. Beberapa saat kemudian, saat aku Sudah tidak jauh dari kantor, aku menelpon ana lagi, dan masih tidak ada jawaban sama sekali.
Sesampaiku dikantor, aku langsung bergegas masuk keruanganku seperti biasa. Tidak memperdulikan sekitarku. Sesampai diruanganku, sekretarisku menjelaskan jadwalku hari ini.
"Lex, Seluruh jadwal hari ini cancel semua aja ya. saya ada urusan yang sangat penting dan mendesak. demi masa depan saya ini" ucapku sembari mengambil tas dan bergegas pergi meninggalkan perusahaanku tanpa menghiraukan panggilan alex, sekretarisku dari belakang sana.
Sesampaiku dimobil, aku langsung melajukannya meninggalakan perusahaan dan bergegas Keapartemen ana. Aku terus menelponi ana, tapi tetap saja hasilnya nihil.
Beberapa menit kemudian, aku sampai disana. Aku terus membunyikan bel. Sudah 10 menit lebih aku membunyikan bel. Ini apartemenkan pake id card bukan kode, ah elah nyusahin banget, batinku kesal.
Setelah lelah membunyikan bel, aku duduk Menekuk kakiku sambil terus menelponi ana dan mengiriminya sms. kayaknya handphone nya mati deh. tunggu dulu lah beberapa menit lagi, batinku. aku terus menunggu dan tanpa sadar tertidur dilantai.
Aku merasa seperti ada seseorang yang mencoba membangunkanku. rasanya badanku benar-benar sakit. Aku membuka mataku perlahan. Dimana aku?
"Ngapain disini?" tanyanya.
__ADS_1
Saat terbangun, aku melihat wanita yang sangat cantik didepanku. Aku terdiam. Wajahnya sangat dekat denganku. Bibir merahnya sangat menggoda.
"Kamu bidadari?" tanyaku bodoh.
"Udah bangun. Tidur didalem aja" Ajaknya sembari memutar bola mata nya.
"Kamu ana?" tanyaku saat melihatnya meletakkan kartu di tempat scan pintu.
"Iyaa buruan. jangan lupa tutup pintunya" ujarnya berjalan meninggalkanku didepan.
"Tunggu" teriakku sambil berjalan mengikutinya, tidak lupa menutup pintu juga.
Ana Berjalan kearah dapur. dia mengambilkan minum untuk diriku dan dirinya sendiri. Aku masih tetap menatap ana. Selesai meminum Airnya, ana berjalan masuk kekamarnya. Aku? tetap mengikutinya. pandanganku tak bisa lepas darinya. aku sangat merindukannya.
"Kamu ngapain?" tanya ana Begitu kami baru memasuki kamarnya.
"Hah?" jawabku ****.
"Mau sampe kapan ngikutin sama ngeliatin aku terus?" tanyanya lagi.
Aku diam sebentar. Setelah sadar sepenuhnya dari Alam bawah sadarku. aku bergerak menuju kearah kasur, dan duduk dipinggirannya sambil menyenderkan badanku.
"Sampe kapan ya? selama nya deh kayaknya" jawabku sembari tersenyum menggoda menatapnya. dia hanya mendengus kesal.
"Udah sana keluar. aku mau ganti baju" ucapnya sembari mengambil pakaian dari dalam lemari.
"Ga mau tuh" ujarku sembari Tiduran dikasurnya.
"Terserah!" Jawabnya dan bergegas memasuki kamar mandi. sepertinya juga dikunci deh, hehe.
Aku bangkit dari tidurku dan berjalan mengamati kamar ana. Dulu aku tidak terlalu memperhatikan. ternyata kamar ini sangat polos. hanya ada beberapa foto saja. sepertinya itu foto ana dengan ayahnya, batinku sambil mengamati salah satu foto.
Setelah beberapa saat, ana masih belum juga keluar. dia ngapain aja sih didalem? lama banget , batinku. aku khawatir. aku mendekati pintu kamar mandi sembari terus mengetuk pintunya. Ceklek.
"Berisik banget sih" ucapnya ketus sembari berjalan keluar dari kamar. Dia sudah memakai celana selutut dan baju kaos.
"Kan kirain kamu kenapa-napa didalem" ucapku sambil terus menerus mengikutinya
"Kamu ngapain tadi tidur diluar?" tanyanya sambil mengunyah makanan.
"Nungguin kamu" jawabku seraya mengambil susu. Dia diam.
"Kamu marah?" tanyaku karena tidak mendengar jawaban darinya.
"Nggak" jawabnya sambil mengganti chanel-chanel di Tv.
"Bener? kalo gitu kenapa telponku ga diangkat tadi?" tanyaku lagi.
"Batreku lowbat. lupa ku charger semalem" ucapnya sambil menatapku.
"Gegara nungguin balesan chat orang jadi nya lupa deh" lanjutnya. nyindir aku nih ceritanya?
"Maaf deh" Ucapku sambil merentangkan tanganku memeluknya.
"Iyaa, biasa aja. Ini buruan lepas" Jawabnya berusaha melepaskan pelukanku.
"Kalo pelukannya ga dilepas dan Ngelakuin hal aneh, Lamarannya kupastikan ditolak" lanjutnya lagi. aku kaget dan langsung melepaskan pelukannya.
"Cuma peluk bentar kali" Ucapku kesal.
"Alah bohong" ucapnya.
Dia Membersihkan tangannya dengan tisu basah dan mulai tiduran diatas pahaku. Ana aneh banget, kenapa ya? jarang-jarang dia inisiatif kagak gini, pikirku bingung.
"Kamu kenapa? sakit?" tanyaku refleks
"Mungkin" jawabnya pelan sembari memejamkan matanya
secara langsung aku memegang tangannya dan memeriksa keningnya. Aku kaget. badannya sedikit panas. Aku panik. ana demam. aku harus ngapain? aku bingung.
__ADS_1
"Kita kerumah sakit ya. badan kamu panas sayang" ucapku sembari berusaha membantunya bangkit.
"Ga usah. cuma pusing dikit. tiduran bentar juga sembuh" jawabnya sembari menenggelamkan wajahnya didadaku.
Aku tegang. aduhhh nih cewek, dia ga menggoda aja aku udah tegang banget, apalagi dia kayak gini? batinku frustasi. aku mengangkat badanna dan membawanya kembali kekamar.
"mau ngapain sih? turunin nggak?" tanyanya Sambil terus memukuliku.
"Sumpah, aku ga bakal macem-macem. aku cuma mau bantu biar kamu ga pusing lagi" Jawabku. satu macem aja paling, hehe.
mendengar ucapanku, dia berhenti memukuliku. aku.membawanya kedalam kamar dan menidurkannya dikasur. Aku ikut tiduran disampingnya juga.
"Kamu ngapain sih?" tanyanya kesal.
"Please, bentar aja. Menurut beberapa dokter, kalo lagi sakit terus pelukan kayak gini bisa ngebantu ngilangin demam juga" jelasku sembari memeluknya erat.
"Awas kalo ngambil kesempatan dalam kesempitan" ucapnya tegas.
"Iya, janji" jawabku meyakinkannya
Dia mendesah nafas lega. Lalu perlahan membalikkan badannya membelakangiku. Dengan keadaan seperti ini, membuatku semakin erat memelukina. Dia seperti sangat kelelahan, aku ga tega, batinku sedih.
Aku Melepaskan pelukanku dan mulai memijat bahunya perlahan. dia abis ngapain aja sih? kayak capek banget. sampe sakit kayak gini malahan, batinku kesal.
"Kamu ngapain aja? kayak capek banget?" tanyaku
"Kerja. Nyiapin Berkas buat presentasi dadakan. Eh malah tadi CEO nya ga ada ditempat" ucapnya kesal
"Emang berapa hari disuruh bikin?" tanyaku.
"Emang dikasih waktu berapa hari?" tanyaku lagi masih sambil memijat bahunya.
"2 hari. gila kan? capek banget sumpah. terus yang paling bikin kesel, ternyata Orang yang minta ga ada dan malah nyuruh senin" Ucapnya menggebu-gebu. marah.
"Gila tuh. Perusahaan mana si? berani banget bikin kamu capek sampe sakit kayak gini" Jawabku kesal.
"Ga tau deh, lupa" jawabnya
"Besok Kasih tau aku, apa nama perusahaannya. Awas aja kalo ternyata partner perusahaanku, bakal aku bikin bangkrut perusahaannya itu. Kuajak baku hantam sekalian" ucapku marah juga.
"Bawel deh" jawabnya
"Nanti kalo kita udah nikah, kamu ga usah kerja lagi. biar aku aja yang menuhin semua kebutuhan kamu dan anak-anak nanti" ucapku sambil kembali memeluknya erat.
"Lamarannya juga belum tentu kuterima. jadi jangan Gr" jawabnya pelan.
"Udah ga usah lamaran lagi. langsung nikah aja" ucapku
"Ga usah lamaran? Ya udah nikah sama yang lain aja sana" Ujarnya
"Ihh kan kandidatnya cuma kamu" balasku
"Bawel deh. aku capek mau tidur. tolong dong ,perutku dielusin biar aku cepet tidur" ucapnya sembari mendekatkan tanganku keperutnya. Tahan. tahan. Padahal aku tergoda banget buat Megang yang diatas perut , huhu , batinku frustasi lagi.
"Tidurlah. mimpi indah sayang" Ucapku sambil mencium bau rambutnya dan tetap mengelus perutnya.
Aku membayangkan, gimana kalo nanti ana hamil anak kami? pasti lucu banget deh liat ana yang perutnya membesar , hehe. aku terkekeh geli sendiri seperti orang gila.
Beberapa saat kemudian, sepertinya ana sudah tertidur. Aku bangkit dan mencium puncak kepala ana sekalian menjauhkan diri darinya. aku harus cepetan pulang, bahaya kalo nanti aku khilaf kan? batinku .
Aku mengendap-Ngendap mengambil hadphone ana dan men-chargernya. setelah itu, aku aku bergegas meninggalkan apartemennya dan menuju kembali kerumahku.
Aku melajukan mobilku meninggalkan apartemen ana. tidak lupa juga, aku meninggalkan secarik surat untuk ana. selama perjalanan, aku juga sudah menelpon mama untuk memberitahukan keberangkatan kami sekeluarga lusa kepalembang untuk melamar ana.
Mama sangat antusias. Semuanya akan disiapkan oleh mama. aku segera menelpon Alex agar semua berkas dikirim lewat emailku. senyumku terus mengembang selama perjalanan pulang seakan menyiratkan kebahagiaan yang mendalam.
#
Tlg bntu like,comment, favorite, and vote:)
__ADS_1
Aku butuh dukungan nih buat lanjutin ceritanya biar tetap semangat gitu,hehe:v
aku mencintaii kalian semua:*