
Happy Reading gais:)
Please Like, comment,favorite and vote okay!
follow ig @destiichz atau @dedefff17 ya!
#
Tok Tok Tok. Tingnong. Tingnong. Itu pasti Ben sama El, Pikir Ana. Ana langsung bergegas merapikan pakaian nya dan mengambil tas selempang yang ada di atas kasur yang sudah ia siapkan sebelum nya. setelah merasa Ia sudah siap, Ana keluar dari kamar menuju pintu masuk.
Ana bergegas membuka pintu masuk. Klek. ting. What? Kok malah kak Yansyah sih, Teriak Batin Ana. Ana syok. banget. Ia merasa kaget. Yahh, susah nih mau pergi jalan, ah elah pake ga ngomong lagi nih orang mau kesini, berasa apartemen sendiri aja, batin Ana kesal sambil menatap Yansyah.
"Ngapain sih kak kesini?" Tanya Ana langsung. Yansyah dengan santai berjalan berlalu melewati Ana yang berada di depan pintu dan memasuki apartemen. Ana merasa sangat kesal dengan orang yang sekarang berada di apartemen nya. dasar pengganggu, Batin Ana.
"Mau numpang tidur, ntar sore kakak mau ke rumah sakit deket sini" Kata Yansyah sambil berjalan menuju dapur.
"Ihh ngapain kesini sih? pesen hotel aja sana" Jawab Ana kesal.
"Ngapain bayar kalo ada yang gratis" ucap Yansyah sambil mencari minuman dari kulkas.
"Dasar! cowok ga modal" Delik Ana.
"Cari apaan sih?!" Tanya Ana kesal.
Belum sempat Yansyah menjawab pertanyaan Ana. tiba-tiba, tok tok tok tingnong tingnong. Pintu kembali di ketuk. okey itu pasti Ben sama El, ga mungkin kan kak Agus? nasib banget emang punya kakak cowok, Pikir Ana. Ana berjalan membukakan pintu. Ia tersenyum hangat menatap Ben dan El yang ada disitu.
"Haii mama" Sapa El begitu pintu terbuka. Dalam sekejap, El langsung berada di gendongan Ana. Ben tersenyum canggung menatap Ana.
"Ayoo sini masuk dulu ya bentar" Ajak Ana sopan.
Ben dan El memasuki Apartemen Ana. Begitu melihat ke dapur, Terdapat seorang pria yang sibuk memasak disana. Ben tertegun di depan dapur membuat Yansyah menoleh dan tersenyum sinis pada Ben. Deg. Aduh ada suami Ana lagi. Gimana nih? Ga enak jadi nya kan, Batin Ben gelisah.
"Heii ngelamunin apa?" Tanya Ana menyenggol tangan Ben. El sudah turun dari gendongan Ana dan mendekat menyalimi suami ana. Deg. Deg. Deg.
"Maa, Om ini siapa?" tanya El polos.
"Halo sayang, nama Om Yansyah. Panggil om Ganteng aja ya. Oh yaa nama kamu siapa?" Jawab Yansyah sambil Jongkok mensejajarkan tinggi nya dengan El. oh namanya Yansyah, batin Ben.
"Haloo om, namaku El" Ucap El Antusias
"Ohh El. Tadi yang dipanggil mama tante Ana ya sayang?"Tanya pria itu. Deg. Deg. Aduh aku harus jelasin gimana nih?apa bakal jadi perang dunia ketiga ya? Aduh gimana kalo El kena imbas? pikir Ben.
"Iyaa om. Itu mamaku, dan itu papaku"Jawab El sambil berjalan mendekati Ana lagi. Mendengar itu, Ben merasa dunia nya terkena hantaman besar. Sedangkan Ana langsung menggendong El dan menciumi pipi nya dengan lembut dan kasih sayang.
__ADS_1
"Kamu bukannya pria yang minggu kemarin menginap disini? kamu juga, kamu dipanggil mama Na?"Tanya Yansyah sambil terus memperhatikan Ben dan Ana dari atas hingga ke bawah.
"Hmm--I--iyaa--"Jawab Ben gugup. Ben takut di anggap sebagai pebinor.
"Iyaa , kenapa hah?"Jawab Ana lantang sambil memutar bola mata nya jengah. Ben menatap Ana bingung dan sangat gelisah.
"Hmm--Anuu, Itu Naa Aku sama El pulang aja yaa" Pamit Ben pada Ana.
Ben mendekat untuk mengambil El dari gendongan Ana. tapi Ana malah menggeleng seraya semakin menguatkan pelukan nya pada El. Aduh ya tuhan, Ana gimana sih? Aku harus gimana ni sekarang? Teriak Batin Ben frustasi. Ben terdiam sejenak.
"Hahahaha Lo dipanggil mama? gilaa yaa. kayak nya emang wajah kamu udah keliatan tua banget yaa haha" Ben kaget mendengar teriakan Tawa dari Yansyah. Se. nih keluarga kok aneh banget, batin Ben .
"Udah deh kak, ganggu aja" Jawab Ana sambil menarik Ben keruang tamu dengan El yang berada digendongan nya.
Tangan Ana dan Ben terpaut. Deg. Ben merasa pipi nya terasa terbakar kepanasan. Setelah Ben dan El duduk di ruang tengah, Ana pergi dari hadapan mereka. El duduk dengan santai sambil menonton TV. Beberapa menit kemudian, Ana datang kembali sambil membawa minuman.
"Nih diminum ya" Ana memberikan Gelas berisi minum pada El dan Ben dengan lembut.
"Makasih ya" Ucap Ben pada Ana.
"iyaa. kita mau langsung pergi apa makan dulu?" tanya Ana pada Ben . senyum dibibir Ana tak pernah hilang.
"Hmm lebih baik nya gimana? aku nurut aja" jawab Ben.
"Udah maa, ayo kita mainn" Jawab El semangat. Ben hanya menganggukkan kepala nya saja. Ana berjalan menggandeng tangan El menuju ke dapur. Ben mengikuti Ana dari belakang.
"Kak, aku pergi dulu ya" ucap Ana pada Yansyah. Ana menyalimi nya , begitu juga El.
"mau kemana?" Tanya Yansyah.
"ke dufan , ngajak El main. Nanti kalo mau pergi kunci apartemen kasih di pak jon ya" Jawab Ana.
"Ber 3 doang? udah kayak keluarga bahagia aja sih" Ucap Yansyah sambil menatap sinis Ana.
"Hmm kalo anda mau ikut juga gapapa kok. saya ga mau nanti malah dikira rebut bini orang, haha" Ucap Ben canggung pada Yansyah. Yansyah tertegun sejenak kemudian tertawa.
"Kenalin, gue Yansyah. Kakak Kedua nya Ana, Haha" Ucapan Yansyah sontak saja membuat Ben terdiam membisu karena terkejut.
"lu beneran ngira gue lakinya ana?" Tanya Yansyah sambil tertawa ringan.
"Hmm yaa , Emang nya bukan ya?" tanya Ben.
"Yah jelas bukan, gue udah ada calon kali. lagian siapa sih yang suka sama cewek galak kayak dia" Jawab Yansyah Santai.
__ADS_1
" Udah ah kak, aku pergi dulu ya" Pamit Ana.
"Eh El, Om titip mama kamu ya. jagain mama ya, jangan sampe dimakan papa" Ucap Yansyah.
"Eh kak. masih waras ga sih ngomong kayak gitu sama anak kecil? dasar perusak pikiran" Tanya Ana sambil menatap kesal pada Yansyah.
"Iya om, El pasti jagain mama kok" Jawab El.
"Pergi yaa, bayy assalamualaikum" Pamit Ana, El dan Ben bersamaan meninggalkan apartemen.
Mereka berjalan melewati lobby. Begitu sampai dimobil, Ana duduk di depan samping kemudi. El duduk dipangkuan Ana. Sedangkan Ben sebagai pengemudi. Mereka berlalu meninggalkan Apartemen dengan tidak lupa memakai sabuk pengaman.
" El pindah ke belakang aja ya? kasian nanti tante Ana nya pegel" Ucap Ben memecahkan keheningan yang ada. pasti Ana keberatan, El kan berat udah gede, nanti kakinya sakit gimana? Pikir Ben.
" El mau sama mama, Pa" Jawab El sambil menenggelamkan kepala nya pada pelukan Ana.
"El, tapi nantii--" Ucapan Ben menggantung.
"Udah gapapa. Aku ga keberatan kok" potong Ana.
"eh iyaa" jawab Ben. setelah itu , keheningan kembali menyelimuti mereka. Ben sesekali melirik Ana. Ia benar-benar ingin menanyakan tentang kebenaran status Ana atau siapa itu Yansyah.
"Kalo mau nanya ya tanya aja kali ben, haha " Seru Ana sambil terkekeh geli.
"Hmm kok kamu bisa tau kalo aku pengen nanya?" Tanya Ben bingung menatap Ana.
"Dahi mu itu tembus pandang Ben. jadi mudah banget dibaca, haha"Jawab Ana sambil tertawa. El dari tadi sudah memejamkan mata nya. seperti nya El sudah tertidur, Pikir Ana.
"hah? emang iya?" tanya Ben refleks.
"Haha lucu banget si. Ya ga lah" Ana tertawa lagi.
" Hmm jadi Yansyah tadi kakakmu atau Hmm suamimu?" tanya Ben tak nyaman merasa terlalu ikut campur urusan pribadi Ana. Tiba-Tiba suasana kembali hening membuat Ben tegang seketika.
"Kalo aku bilang, dia suamiku, apakah kamu percaya?" Ucap Ana. Deg.Deg.Deg.
jantung Ben berdetak lebih kencang dari Biasanya. rasa sakit kembali menyelimuti dada Ben. Ana terlihat serius saat mengatakan nya. apa Yansyah memang suami ana? batin Ben kembali mempertanyakan hal yang sama terus menerus.
#
KALO ADA YANG SALAH TOLONG KOMEN YA:)
aku mencintaii kalian semua:*
__ADS_1