Duda Itu Milikku

Duda Itu Milikku
Episode 80


__ADS_3

Happy Reading gais:)


Please like, Comment, Vote And Favorite ya:)


Follow Instagram @destiichz dan @dedefff17


#


Ana melajukan mobil nya dengan kecepatan di bawah rata-rata menuju Agus berada saat ini. Ana yang tak pernah mengucapkan cinta pada lawan jenis, sekarang justru trus berpikir bagaimana cara mengungkapkan rasa cinta pada Ben. ia yakin sudah mencintai Ben. Ia juga sibuk memikirkan apa saja yang akan di masak untuk suami nya itu. Mmm, Kayak nya nanti aku bikin rendang aja deh, pikir Ana. Pikiran Ana terus berganti-ganti.


Agus sudah merasa emosi di restoran karena Ana yang belum datang daritadi. Ia sudah menunggu kurang lebih 15 menit. Agus juga menelponi Ana akan tetapi tak ada jawaban. Agus dengan gusar menunggu adik nya itu. kemana sih nih orang? batin Agus kesal. Ia terus menatap ke arah pintu.


"Selamat pagi, Mr.Agus" Sapa salah seorang dari dua pria yang baru saja datang. Agus tersenyum.


"Selamat pagi, Mr.Brian" Sapa Agus balik. Ia dengan cepat mengulurkan tangan nya yang langsung di sambut dengan baik oleh kedua nya.


"Silakan duduk Tuan" Ucap Agus mempersilahkan mereka untuk duduk tepat di hadapan nya.


"Mau minum apa Tuan? Kita sekalian makan dulu yaa, Haha" Ucap Agus setelah dua pria yang tidak lain rekan bisnis nya itu duduk di depan nya.


"Pelayan!" Seorang pria yang bersama Mr.Brian atau tak lain sekretaris nya bergegas memanggil pelayan untuk datang menghampiri mereka dan mencatat pesanan makanan untuk mereka.


Ana masih dalam perjalanan. sedangkan Agus terus mengajak Mr.Brian untuk mengobrol sembari menunggu Ana. Beberapa menit kemudian, Ana sampai di restoran. Ia bergegas memarkirkan mobil nya. Dengan langkah cepat Ana memasuki restoran sambil membawa Tas kerja nya.


Ana mencari keberadaan Kakak nya. Begitu menemukan Agus yang sudah duduk bersama dengan klien mereka, Ana sedikit merapikan pakaian nya dan menghampiri mereka sambil tersenyum hangat. Agus mendesah lega begitu melihat Ana yang berjalan mendekat.


"Semua nya maaf saya terlambat!" ucap Ana cepat begitu sampai di meja tempat Agus berada.


Agus, Brian Dan sekretaris nya bangkit dari duduk mereka dan menatap Ana bersamaan. Agus tersenyum hangat pada Brian akan tetapi sangat menyeramkan pada Ana. Ana mengulurkan tangan nya ke arah Brian. Salam sebagai bentuk sopan.


"Anastasia, Sekretaris Tuan Agus" Ucap Ana sopan Begitu Brian membalas uluran tangan nya. Brian menganggukkan kepala nya tanda paham.


"Ny.Jackson" Sapa Sekretaris Brian sambil tersenyum dan mengulurkan tangan nya pada Ana.


"Ana saja" Balas Ana sembari membalas Uluran tangan Sekretaris Brian. Ia tersenyum lembut.

__ADS_1


"Ny.Jackson? Ohh Anda istri dari Mr.Jackson kah?" Tanya Brian Antusias begitu mendengar ucapan sekretaris nya itu. Ana hanya tersenyum lembut.


"Iyaa Mr.Brian" Jawab Ana.


"Ohh selamat atas pernikahan kalian yaa. maafkan saya karena kemarin tak dapat hadir. Saya masih di negara K saat itu" Ucap Brian lembut pada Ana.


"Tidak apa-apa. Silakan duduk Tuan" Seru Ana.


Mr.Brian dan sekretaris nya kembali duduk di kursi mereka saat Ana mempersilahkan mereka. Ana pun menarik kursi di samping Agus dan duduk di sana. Agus yang daritadi hanya diam memperhatikan mereka pun juga kembali duduk di kursi nya.


"Mr.Brian? Bisa kita mulai sekarang rapat nya?" Tanya Ana. Ia harus cepat menyelesaikan pekerjaan nya karena akan menjemput El pulang sekolah.


"Silakan!" Jawab Mr.Brian


"Baiklah---" Ana langsung memulai rapat mereka.


Agus menjelaskan dengan seksama. Begitu pun dengan Mr.Brian yang terus memberikan pendapat pada ucapan Agus. Ana sebagai sekretaris berkewajiban mencatat hasil dari rapat saat ini. Setelah beberapa jam, Akhir nya mereka mencapai suatu kesepakatan. Ana merasa tak sabar dari tadi. Ia terus menerus menatap Jam di tangan nya.


"Oke baiklah sampai sini ada lagi Tuan?" Tanya Agus pada Mr.Brian setelah selesai menjelaskan.


"Seperti nya sudah tak ada lagi yang perlu di ubah atau perbaiki" Jawab Mr.Brian


"Tentu saja Ny.Jackson, Haha" Jawab Mr.Brian yang sadar Ana sudah tak sabar dari tadi. Ana tersenyum kikuk pada mereka. Kemudian, ia mengeluarkan surat kontrak kerjasama dari dalam tas kerja nya dan menyodorkan nya pada Kakak nya, Agus.


"Ini tuan, silakan di tanda tangani" Ucap Agus sembari menyodorkan pulpen dan surat kontrak yang disodorkan Ana. Brian mengambil alih kertas dan pulpen kemudian menandatangani nya.


"Semoga kerja sama kita sukses" Begitu Selesai tanda tangan, Brian dan sekretaris nya Bangkit dari duduk nya.Begitupun dengan Agus dan Ana yang bangkit. Brian juga langsung menyodorkan tangan nya lada Agus yang di terima cepat oleh agus.


"Oke sekarang kita sudah pergi" Ucap Brian sambil melirik Ana dengan senyuman menawan nya.


"Ah, Maaf ya. Saya ga maksud" Jawab Ana begitu sadar ia di sindir. Ia hanya merasa tak sabar untuk memberikan Ben Kejutan yang menakjubkan.


"tidak apa-apa Nyonya. Saya hanya bercanda. Muka Anda gampang sekali memerah. Seperti nya Tuan Jackson memilih istri yang sangat cantik yaa" Puji Brian Pada Ana yang wajah nya memerah.


Ana memerah bukan karena pria tampan di sekitar nya, akan tetapi karena pria di hadapan nya terus menyebut diri nya Ny.Jackson. Ana tersenyum lembut pada Brian karena tak tau harus menjawab apa lagi. Ia memang kurang focus selama rapat berlangsung dan itu cukup tidak profesional.

__ADS_1


"Maaf Tuan. Saya tadi hanya memikirkan hal lain" Ucap Ana merendah dan merasa bersalah.


"Ohh, memikirkan Tuan Jackson kah? Ahh, Ternyata kalian cukup romantis ya, haha. Beruntung nya tuan Jackson" Ucap Brian sambil terkekeh geli. Ana sungguh merasa tak nyaman sekarang. Ana menyenggol tangan Agus Kode.


"Oke baiklah Tuan rapat kita akhiri sekarang ya. Saya dan Ana sudah ditunggu di rumah. Seperti nya juga Ana sudah ditunggu oleh saumi nya, Haha" Ucap Agus pura-pura menggoda Ana.


"Ahh baiklah. Kalau begitu kami pamit duluan" Ucap Brian kembali menyodorkan tangan nya pada Agus maupun Ana. Mereka saling bersalaman.


Setelah itu, Brian dan sekretaris nya pergi dari restoran meninggalkan Ana dan Agus berdua. Walaupum Tuan Jackson bukan tandinganku. Bukankah cukup menyenangkan sedikit menggoda istri nya? Pikir Brian. Ia tersenyum sinis.


"Dari tadi kali kak!" Kesal Ana pada Agus yang tak paham rasa tak nyaman nya tadi.


"Udahlah. lagian kamu kenapa sih? kayak ga sabaran banget deh!" Balas Agus yang juga kesal.


"Ga ada apa-apa sih kak" Jawab Ana pelan. Ia merasa tak mungkin menceritakan kejadian pagi tadi dan juga rencana nya pada kakak nya itu.


"Aku cuma ga nyaman aja sama pandangan nya Mr.Brian tadi" Lanjut Ana menjelaskan.


"Mmm kakak juga sebenernya ngerasa ada yang aneh sama sikap Brian tadi. Tapi kamu sebenernya ini mau kemana sih?" Lanjut Agus bertanya.


"Eh iyaa! aku mau jemput El" Jawab Ana cepat.


"Aku tinggal ga apa-apa kan kak?"Lanjut Ana bertanya. Ia merasa tak enak meninggalkan Agus.


"Iyaa udah. Sanaa. Nanti El kelamaan nunggu kan kasian. Kaka juga mau langsung pulang sekarang" Jawab Agus lembut pada Adik nya.


"Yaudah aku tinggal ya" ucap Ana yang kemudian mendekat untuk memeluk Agus singkat.


"Kamu hati-hati ya. Kalo ada apa-apa cepet kasih tau kakak" Peringat Agus pada Ana.


"Iyaa kakak tenang Aja. Kakak juga hati-hati ya dijalan" Ucap Ana yang juga mengingatkan Agus.


"Dah Kak" Ucap Ana sembari melepaskan pelukan nya pada Agus dan dengan cepat menarik tas kerja nya lalu membawa nya keluar kembali menuju ke parkiran letak mobil nya berada.


#

__ADS_1


KALO ADA YANG SALAH ATAU GA SESUAI KOMEN YA GAIS:)


Aku mencintai Kalian semua:*


__ADS_2