
Happy Reading gais:)
Please like, Comment, Vote And Favorite ya:)
Follow Instagram @destiichz dan @dedefff17
#
Ana terbangun di sore hari. Ia membuka mata nya dengan perlahan. Begitu membuka mata nya, Ia melihat dada bidang seseorang di hadapan nya. Ana mendongak dan menatap Ben yang masih tertidur. Ben sangat tampan saat sedang tertidur. bagi Ana, Ini adalah pertama kali nya ia nyaman dalam tidur nya pada saat masa datang bulan nya.
"Ben" Panggil Ana sembari mencoba melepaskan diri nya dari pelukan erat Ben.
"Mm" Ben hanya melenguh tanpa membuka mata
Ana tersenyum hangat menatap Ben. Ia lalu secara perlahan mengangkat tangan Ben yang melingkar di pinggang nya dan memeluk nya erat. Ben tanpa sadar membalikkan badan nya membelakangi Ana. Ana secara perlahan turun dari kasur dan berjalan memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri.
Beberapa menit setelah Ana memasuki kamar mandi, Ben mulai membuka mata nya. Awal nya, Begitu tak mendapatkan Ana di samping nya, Ben langsung mencari ke seluruh sudut. Tapi saat mendengar suara air dari kamar mandi, Ben pun tersenyum. Ia keluar dari kamar menuju ke bawah.
"Bik Jum" Teriak Ben memanggil Bik Jum.
"Iya tuan? Ada apa?" Tanya Bik Jum yang langsung mendatangi Ben dengan cepat dan terburu-buru.
"Makanan udah siap?" Tanya Ben.
"Sudah tuan. Tuan mau makan sekarang?" Jawab Bik Jum sambil tersenyum menatap Ben.
"Nggak. entar aja. Saya mau mandi dulu Trus baru makan barengan sama Ana. Saya ke atas dulu ya, Bik" Balas Ben dengan wajah datar nya.
"Baik Tuan" Ucap Bik Jum.
Ben kembali melangkahkan kaki nya menuju kamar nya. Disisi lain, Ana sudah selesai Mandi, Begitu Membuka pintu, Ia tak melihat keberadaan Ben lagi di atas kasur. Ana tak terlalu ambil pusing dan berjalan ke ruang ganti untuk memakai pakaian.
Ben yang tak mendengar suara air dari kamar mandi lagi sadar jika Ana sudah selesai mandi. Ben mengambil handuk nya dan memutar gagang pintu kamar mandi. Tak terkunci, pikir Ben. Begitu pintu terbuka, Ben tak melihat keberadaan Ana di dalam.
Saat tak mendapatkan keberadaan Ana, Ben dengan cepat keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang ganti. Ceklek. Ben membuka pintu ruang ganti dan tersenyum hangat begitu mendapati Ana sedang memakai pakaian.
"Aghhh. Keluar!!!" Teriak Ana kaget begitu mendengar suara pintu terbuka dan mendapati Ben berdiri di sana dengan senyum menyeringai nakal.
"Kenapa aku harus keluar dari ruang gantiku sendiri, sayang?" Tanya Ben sembari berjalan mendekati Ana yang menutupi bagian dada nya dengan tangan. Ana menatap Ben sangat waspada.
__ADS_1
"Ka-kamu ngapain?" Tanya Ana gugup.
Ana merasa malu. Ben mengabaikan pertanyaan Ana dan dengan cepat mendekati Ana lalu memeluknya erat membuat Ana memekik karena terkejut. Ana Memberontak untuk melepaskan pelukan Ben yang semakin erat pada perut nya.
"Lepas Ihhh" Rengek Ana.
"Nggak mau tuh" Jawab Ben. Ana memukuli tangan Ben yang berada di perut nya cukup kencang.
"Sakit sayang" Rengek Ben manja.
"Lepas Dulu!" Minta Ana.
"Kamu mandi gih. aku udah laper banget nih. tadi siang kan lupa makan" Keluh Ana merasa lapar.
"Nggak" Jawab Ben sembari meletakkan kepala nya di leher Ana dan mencium bau yang harum disana. Cup. Ben membuat tanda di leher Ana. kissmark.
"Udah. Sana buruan siap-siap. tungguin aku ya, Aku mau mandi dulu" Ucap Ben sembari melepaskan pelukan nya pada Ana dan tersenyum puas menatap Ana yang menahan emosi pada nya.
Ben mencium kedua pipi Ana. Terakhir Ia menatap bibir Ana dan mengecup nya cepat. Ana Menampar lengan Ben kencang membuat Ben terkekeh geli. Ben berjalan keluar dari ruang ganti meninggalkan Ana yang sudah mengepalkan tangan nya disana.
"Dasar gila!" Ana mengumpat pada Ben begitu pinyu tertutup. Ia memegang baju di tangan nya.
"Keluarrr!!!" Teriak Ana kesal sambil melempar baju yang di pegang nya ke arah pintu secara refleks.
Ana berjalan dengan menghentakkan kaki nya dan mengambil kembali baju yang di lempar lalu memakai nya cepat. Dasar orang gila! kan dari tadi yang bikin lama dia, Batin Ana merasa kesal.
Setelah selesai memakai pakaian nya, Ana keluar dari ruang ganti dan mendengar suara air dari kamar mandi. Ia keluar dari kamar dan berjalan menuruni tangga sembari melihat ke sekitar.
"Bik Jum" Panggil Ana begitu melihat Bik Jum sedang menyusun makanan di meja makan.
"Eh, Nyonya. Kenapa nyonya?" Tanya Bik Jum.
"Ga apa-apa bik"Jawab Ana.
"Udah ga ada lagi yang mau di masak ya Bik?" Tanya Ana dengan mata nya melihat ke arah dapur.
"Ga ada Nyonya" Jawab Bik Jum tersenyum lembut pada Ana yang memukai di hadapan nya.
"Yah---Maaf ya Bik. Ana tadi ga sempe bantu" Ucap Ana yang merasa cukup bersalah.
__ADS_1
"Ga apa-apa nyonya. Itu udah tugas kami yang para pembantu ini kok" Jawab Bik Jum sambil terkekeh geli sedikit bercanda dengan Ana.
"Aduh Bik, Ana jadi nya ga enak nih" Balas Ana sambil tersenyum hangat pada Bik Jum.
"Udah gapapa kok. Udah sini nyonya duduk dulu" Ucap Bik Jum sembari menarik kursi dimeja makan.
"Makasih Bik" Seru Ana setelah mendudukkan diri nya di kursi yang Bik Jum Tarik Untuk nya.
"Sama-sama Nyonya" Jawab Bik Jum.
"Sayang" Panggil Ben yang sedang menuruni tangga.
"Kenapa?" Tanya Ana menoleh ke arah Ben.
"Kenapa nggak tungguin aku Mm?" Tanya Ben lembut. Ia dengan cepat menarik kursi di samping Ana dan duduk di sana sambil menatap Ana intens.
"Kenapa harus tungguin kamu?" Tanya Ana balik.
"Ihh sayangg! Harus nya kan kamu tungguin aku dulu" Rengek Ben Manja pada Ana. Ben lebay banget sih. Plus alay, Batin Ana mengeluh.
Ana mengabaikan ucapan Ben dan mulai mengambilkan makanan untuk Ben. Ana langsung saja menyantap makanan nya dan membiarkan Ben yang trus cemberut secara berkepanjangan. Setelah beberapa menit, Mereka sudah menghabiskan makanan di piring mereka. Ana langsung bangkit dan mengambil piring kotor Ben begitu melihat Ben selesai menyantap makanan nya.
"Eh Kenapa?" Tanya Ana saat Ben memegangi tangan nya. Ben menatap tak suka ke arah Ana.
"Kamu ngapain?" Tanya Ben ketus.
"Kamu ga liat emang nya?" Tanya Ana balik sembari menghentakkan tangan Ben pelan.
"Ngapain piring kotor nya di ambilin? Itu tugas para pelayan!" Beritahu Ben secara Jelas.
"Pembantu tugas nya itu membantu. bukan mengerjakan segala sesuatu" Jawab Ana santai.
"Ngapain bayar mahal-mahal kalo masih harus kamu yang kerjain?" Tanya Ben lagi.
"Kamu duluan aja ke kamar. nanti aku nyusul" Ana mengabaikan Pertanyaan Ben dan tersenyum lembut pada nya. Ana berjalan menuju wastafel sembari membawa piring kotor di tangan nya.
#
KALO ADA YANG SALAH ATAU GA SESUAI KOMEN YA GAIS BIAR BISA DI PERBAIKIN SECEPATNYA HEHE:)
__ADS_1
Aku mencintai kalian semua:*