Duda Itu Milikku

Duda Itu Milikku
Episode 16


__ADS_3

ANA POV


Tok Tok Tok. Tok Tok Tok. Seperti ada yang mengetok pintu. Aku berusaha membuka mataku. Dimana aku? aku berusaha untuk bangkit, tetapi seperti ada sesuatu yang menahanku untuk bangun.


"Mama masuk ya" terdengar suara seseorang dari luar. aku masih bingung. aku mengumpulkan seluruh ingatanku. kemarin aku nginep dirumah orang tua ben. Terus el semalem Susah tidur.Ceklek. eh sebentar,


"Aaghhhhhh Apa yang kalian lakukan?!!!" Teriak mama ben. Okee. kesadaranku benar-benar sudah terkumpul. aku langsung bangun terduduk dari tidurku.


ya tuhan. aku harus gimana? aku seorang wanita, tidur dikamar seorang pria duda anak 1 dan saat pagi ketahuan oleh ibunya, gimana ini aku jelasinnya? apalagi sekarang dikamar ben,udah deh makin negatif aja nanti.


"Apaan sih ma? pagi-pagi udah teriak aja" tanya seseorang dari arah belakang. Alda.


"Oh kirain apaan" lanjut alda begitu melihat kami. Dia akan berlalu meninggalkan kami.


"Maksud kamu apa ha?!" teriak mamanya ben. aku diam. aku takutt, huhu.


"Semalem kak ben kok yang ngajak ana kekamarnya" jawab alda berlalu menjauh.


"Apa?!!" teriak mama ben lagi, sangat nyaring.


"Hmmm--anuu-tantee, inii ga seperti yang tante pikirkan kok" jelasku.


"Apaan sih? mama berisik banget. pagi-pagi juga udah dikamar ben aja" sahut seseorang yang baru bangun dari tidurnya. aku melihat kesebalahku. Ben bangun dari tidurnya disertai dengan El yang mengucek matanya.


"Kamu tanya ada apa hah?!" teriak mama ben lagi seraya menatap tajam kearah ben.


"kenapa pa?" tanya el begitu bangun tidur mendengar suara yang mengganggu.


"nanti ben jelasin. mama kebawah duluan aja" jawab ben pada mamanya begitu sadar apa yang terjadi. aku pun sudah berdiri disamping kasur sambil menundukkan kepalaku.


"Yaudah cepetan. awas lama! el ayoo ikut nenek, nenek mandiin" ucap mama ben.


"El mau mandi sama mama aja ,ma" jawab el seraya merentangkan kedua tangannya padaku. aku langsung menggendongnya. yatuhan el, kenapa ngomong gitu ga tepat waktu banget sih, batinku kesal.


"Mama?!" tanya mama ben seraya menatapku. aku yang ditatap begitu hanya tersenyum kikuk , hihi seremm!


"Ben Buruan kebawah. Semuanya harus kamu jelasin. mama tunggu" jawab mama ben seraya meninggalkan kamar ini.


uhh akhirnya. jantungku udah mau copot lagii. ya tuhan, ada-ada aja sih,batinku. aku melihat ben yang sedang menatapku terus. aku menurunkan el dari gendonganku.


"Maaf ya" ucap ben menatapku.


"Hmm ,aku mau mandiin el dulu" jawabku seraya meninggalkan ben. aku menarik pelan tangan el menuju ke kamar mandi.


Dikamar mandi aku memandikan el. setelah kurang lebih 15 menit, kami pun keluar dari kamar mandi. Didalam kamar, aku segera memakaikan el pakaian. biar ga kedinginan.


Saat keluar dari kamar mandi. aku tidak melihat ben sama sekali. mungkin udah kebawah duluan, batinku. El sudah rapi dan terlihat menawan. Aku mengambil tas selempangku dikamar alda ditemani el. lalu kami menuruni tangga.


Sampai dibawah. aku sudah melihat ben, alda dan mama mereka sedang duduk didepan televisi. Aku berjalan bergandengan tangan dengan el. aduh, jantungku mulai deh takut.


"Papaa" teriak el yang membuat mereka semua menoleh kearah kami.


"Haii anak papa udah ganteng aja" jawab ben begitu mendengar teriakan el.


"Iyaa dong,hehe" ucap el sambil memamerkan gigi putihnya itu.


aku melepaskan genggaman tanganku begitu melihat ben merentangkan tangannya. dalam beberapa detik, el sudah berada dipelukan ben. hmm aku gugup ya tuhann huhuhu, teriak batinku.


"Hmm--Tante,ben,alda,sama el. Aku mau pamit pulang" ucapku membuat mereka semua mengalihkan pandangan padaku.


"Kenapa?" tanya ben cepat. sumpah nih orang! mau pulang aja ditanya? .


"Ada urusan kantor" jawabku singkat. Ben tersenyum dari tempatnya.

__ADS_1


"Bentar lagi aja ya. Kita sarapan dulu gimana?" ajak alda padaku.


"Maaf sebelumnya. tapi saya buru-buru, udah deadline soalnya" jawabku sambil tersenyum hangat. pliss, mau pulanggg huhu.


"El, mama mau pergi tuh. Mama ga mau nemenin el makan" Ucap ben yang membuat el langsung memeluk kakiku. dasar bre**sek. dia pasti sengajaa, batinku kesal.


"Mama mau kemana?" tanya el yang memeluk erat kakiku. mau jatoh deh gue.


"Sayangg, mama ada kerjaan nih. nanti mama telpon aja ya. trus nanti kita rencanain pergi lagi . okey?" bujukku pada el sembari mengangkatnya. takut jatoh kalo bergelayut dikaki gw, jdi mending digendong.


"Mama ga usah kerjaa" ucap el mengerucutkan bibirnya. seakan lupa ada siapa saja disana, aku mulai mengelus kepala el dengan menciumi pipinya.


"Mama harus kerja sayang. Jangan sedih ya, nanti mama temuin el lagi kalo kerjaan mama udah selesai" jelasku padanya.


"tapii nanti lamaaa" rengek el.


"Nggak. mama usahain cepet okey?" ucapku.


"bener ya cepet? janji?" jawab el.


"Iyaa sayang" ucapku. yess menang. dasar gilaaa. Bisa banget dia ngegunain anaknya, batinku kesal pada ben.


aku melirik tajam kearah ben. aku menurunkan el dari gendonganku dan berjalan kearah mamanya ben untuk menyaliminya tandaku pamit padanya.


"kalo kamu belum sarapan disini. jangan harap bisa keluar dari sini" ucap mama ben. aku kaget. what the hell?! kenapa nih keluarga hobi banget maksa sih, batinku.


"Eh gausah ,tante. saya masih kenyang juga kok" menolak secara halus, hehe.


" ga sopan kamu. udah disiapin makanan malah dicuekin aja. lagian, kamu masih harus kasih penjelasan ke saya tentang pagi tadi" jelasnya padaku. Dia berjalan berlalu menuju meja makan. aku terdiam. kesal. banget.


"Sabar aja ya. mama emang gitu" ucap alda menepuk bahuku sembari berlalu mengikuti mamanya , kemeja makan.


"ayok" ajak ben padaku.


dihadapanku atau dimeja makan saat ini, makanan sudah tertata dengan rapi. Aku melihat papa nya ben berjalan kearah kami dan duduk ditengah. Mamanya ben mengambil kan makanan untuk suaminya.


"Makan yang banyak ,Naa" ucap ben kepadaku. aku menoleh sekilas padanya.


"Hmm. el mau apa sayang? nanti mama ambilin" tanya pada el. Dia kan pasti susah ngambil makanan. kan masih kecil.


"El mau ayam sama sayur ma"jawab el. aku segera mengambilkan apa yang dia minta.


setelah menaruh makanan el tepat didepannya. Tiba-tiba, ada piring kosong yang menjulur kearahku. aku menatap tajam ke pemiliknya. apa-apaan lagi sih nih orang, udah lah cueki aja , batinku.


"Kok aku ga diambilin juga sih?" tanya ben saat aku kembali duduk dikursiku.


"Kakak minta ambilin aku?" jawab alda yang sudah mengambil bagiannya sendiri.


"Bukan kamu dek. tapi Ana" jawabnya.


"Hah? aku?" tanyaku mengulangi.


"Iyaa. buruan ambilin. masa el aja yang diambilin sih" ucapnya.


"Maaf ya pak, el saya ambilin karena dia belum sampe ngambil sendiri. sedangkan bapak ,sudah sangat bisa mengambil makanan sendiri" jelasku padanya.


"Tapi aku mau nya diambilin" rengek ben. Nih orang ga malu apa ya? didepan keluarganya ngerengek sama gue, batinku.


"Ambil sendiri aja kenapa sih kak? udah gede juga" jawab alda kesal melihat kakaknya.


"Mau nya diambilin ana. kalo ga mau yaudah, aku ga usah makan. gampang kan" jawabnya. pengen banget kutonjok deh nih orang.


"Sini" ucapku sedikit bangkit dari kursiku da mengambilkan nya makanan.

__ADS_1


"Gitu kek dari tadi" jawabnya sambil tersenyum manisssss. diabetes woi.


"Nih" ucapku sambil menjulurkan piringnya.


"Makasih sayang" ucapnya.


"Ihh papa kayak anak kecil" Ledek el.


"Biarin. El iri aja huu" balas ben. kok mereka kayak anak kecil sih?! serasa ngurus 2 bayii deh gue kalo kayak gini, batinku kesal.


"Mama suapinnn" rengek el padaku. ya tuhannn kann mulai lagii , Aku bahkann belum sempat mengambil nasi, ringisku.


"Sini el" jawabku. Mendengar itu el langsung menjulurkan lidah nya pada ben.


"Aku juga mau" ucap el sembari mendorong piringnya kepadaku. aku capek.


"Maaf pak, bisakah anda makan sendiri?" tanyaku pada ben tetap sopan.


"Mau disuapinn" rengek ben lagi.


yatuhannn, aku benar-benar lelah. tidur ga nyenyak. Pas bangun malah hampir jantungan. Dan sekarang? malah harus ngurusin 2 bayiiiiii. capek khayatii rasanya.


"udah kali kak" kesal alda melihat tingkah kakaknya. adeknya aja kesel ngeliatnya, apa lai gue kan?? sabarrr anaaa, batinku.


Ekhem. Terdengar suara dari mama ben dan papanya yang dari tadi diam memperhatikan. aduhh, aku cuma pengen pulang terus tidurrrrr, aku capekk disiniiii, kezalku.


"Ben kamu makan sendiri. jangan nyusahin orang. Dan kamu, bukankah seharusnya ada yang jelaskan pada saya?" ucap mamanya ben sembari menunjukku.


Mendengar ucapan mamanya. el langsung menarik piringnya lagi dan memakannya sendiri. Aku menyuapi el dengan telaten. begitu mendapat pertanyaan dari mama ben, aku menghembuskan nafas berat.


"Maaf sebelumnya kalo saya udah kurang ajar tan. semalem el sakit. terus saya diminta ben bantuin nidurin el, eh ga tau nya malah saya yang ikut ketiduran" Jelasku padanya.


"Hmm bener itu ben?" tanya mamanya pada ben. Ben menganggukan kepalanya sambil menyantap makanannya.


"Kenapa kamu bisa dipanggil el mama?" tanya mamanya ben sambil.menatapku.


"Ana ga sengaja nyelamatin el. terus sejak itu, el manggil dia mama" jawab ben.


"Mama ga tanya kamu ben" teriak mamanya.


" kamu suka sama ben?" tanya mama nya yang membuat ben langsung tersedak. aku langsung menyodorkan minum padanya.


"Apaan sih ma pertanyaannya" Teriak ben.


"Diam kamu! mama ga tanya kamu yaa" jawab mamanya. uhh makin takut aku.


" Kamu mau berapa?" tanya mamanya menatapku tajam.


"Hah?!" jawabku refleks


"Kamu mau uangnya keluarga kami aja kan? Sekarang saya kasih kamu uang asalkan kamu ninggalin ben. Hm kamu mau berapa? 1 milyar? 1 triliun?" tanya mamanya.


"Mah!!" teriak ben nyaring.


aku kaget. aku marah. apa semua wanita yang mendekatinya dianggap begitu? wahh harga diri gueee. udah ga bisa sabar lagi ini. akh benar-benar marah. aku balas menatap tajam kearah mamanya ben. gaada yang pernah merendahkan aku seperti ini.


#


tlng bantu like, comment,vote and favorite :)


sumpah, saat posisiku kayak gitu sih aku bakal takut dan marah banget:v


aku mencintaii kalian semuaa:*

__ADS_1


__ADS_2