
Happy Reading gais:)
Please like, comment, favorite and vote Okay!
follow ig @destiichz and @dedefff17 !
#
Saat ini, Ana sudah berada di Bali. Ia sekarang sedang berada di kamar hotel nya. selama di bali, Ia selalu Focus mengerjakan pekerjaan nya bersama kakak nya, agus. Setiap Ada Waktu kosong atau luang selalu digunakan Ana untuk tidur dan menonton TV.
Kamar Ana terletak bersebelahan dengan kamar kakak nya, Agus. Ana Sudah 5 Hari Berada di Bali. Selama di Bali juga, Ana selalu menggunakan Handphone Agus untuk mengambil gambar, Video, Atau men search dan mencari apapun yang di Inginkan nya.
Ana juga sudah tak perlu khawatir Dengan El yang akan mencari nya. sebelum berangkat ke Bali, Ana sudah memberi El kabar jika Ia tak Akan bisa Menghubungi El ataupun Menemani El selama Seminggu dikarenakan ada urusan, Dan El mengerti hal itu.
Ana juga yakin jika Ben pasti sudah tau dari El jika Ia tak akan bisa di hubungi selama seminggu. Ana tersenyum memikirkan Ben gagal membuat nya jatuh cinta dalam seminggu. saat ini Ana sedang bersantai di kamar hotel nya, menonton TV sambil mengerjakan pekerjaan nya di laptop.
Tok. Tok. Tok. Tok. Saat Ana sedang mengetik laporan, Ana mendengar suara ketukan pintu dari luar. Ana meletakkan laptop nya di kasur dan Mengecek penampilan nya dahulu sebelum berjalan Menuju pintu dan membukakan nya. Ceklek.
"Kenapa Kak?" Tanya Ana langsung begitu melihat Agus didepan pintu.
"Kamu belum siap?" Tanya Agus kesal sembari mengernyitkan dahi nya.
"Emang mau kemana sih?" Tanya Ana malas.
"Ck. Kan tadi kakak udah kirim pesan kalo kita mau beli oleh-oleh" Decak Agus kesal pada ana.
"Kan kakak tau kalo handphone ku ga aktif" Jawab Ana santai.
"Maka nya jangan suka buat masalah. Gini kan jadi nya ribet sendiri. Kalo kamu sendiri yang susah sih gapapa, lah ini kan kakak juga kenaa" Seru Agus marah.
"Biasa aja kali kak, Haha. Udah kaka tunggu di bawah aja, aku siap-siap dulu" Ucap Ana sembari menutup Pintu.
"Jangan Lama-lama dandan nya" Teriak Agus dari depan pintu yang sudah tertutup.
"Iyaaa" Balas Ana berteriak.
Ana Mematikan laptop nya dan mencharger nya. Lalu, Ia mematikan televisi dan berlalu ke kamar mandi. Kurang lebih 20 menit Ana memilih pakaian dan berias. Ana melihat penampakan diri nya sendiri di cermin yang ada di kamar mandi. Perfect, Batin Ana.
Setelah selesai bersiap, Ana keluar dari kamar menuju lobby tanpa membawa tas, handphone, ataupun dompet nya. Begitu melihat Kakak nya, Ana bergegas mendekati nya. Ana langsung menggandeng tangan kakak nya begitu melihat Ada wanita yang mengajak ngobrol kakak nya, Agus.
__ADS_1
"Siapa itu, Yang?" Tanya Ana lembut Seakan menggoda sembari tersenyum sinis pada 2 wanita di hadapan nya yang tadi mengobrol dengan Agus.
"Bukan siapa-siapa. Ayoo" Jawab Agus sambil menarik Ana mendekati mobil yang disewa nya untuk di gunakan selama di Bali.
"Lama banget sih dek" Ucap Agus Kesal pada Ana begitu sampai didepan mobil sewaan nya.
"Yaa maaf" jawab Ana santai.
"Lain kali cepet dong Rias nya. Kebiasaan lama banget" Dengus Agus kesal sembari memasuki kemudi mobil. Ana mendengus kesal kemudian mengikuti Agus masuk ke dalam mobil.
"Kayak kak Wanda nggak lama aja rias nya" Celetuk Ana setelah memasang seat-belt.
"Tapi Wanda ga selama kamu kalii" Hardik Agus kesal.
"Udah buruan. Jadi ga beli oleh-oleh nya?" Ucap Ana.
Agus mendengus kesal. Setelah itu, Agus melajukan mobil nya Sedangkan Ana terus melihat jalanan di sekitar nya. Ana menyalakan lagu di radio mobil dan mulai bernyanyi riang tanpa memperdulikan suasana hati kakak nya, Agus.
Ana dan Agus sekarang sudah berada di toko khusus oleh-oleh. Agus menyerahkan urusan oleh-oleh pada Ana. Ana terus memasukkan makanan dan gantungan kunci yang menurut nya bagus ke dalam keranjang belanjaan.
"Yaudah kak, Ayo bayar" Ucap Ana begitu merasa oleh-oleh nya sudah cukup.
"Kakak ikut lah. Gimana sih?" Seru Ana tak setuju.
"Kamu ga bawa uang?" Tanya Agus.
"Hehe iyaa" Jawaban Ana yang membuat Agus memutar bola mata nya jengah.
"Nih" Ucap Agus sambil menyodorkan Kartu Atm nya pada Ana.
"Sandi nya ulang tahun Zahra" lanjut Agus.
Ana mengambil kartu Atm yang disodorkan Agus tanpa malu dan membawa belanjaan nya ke kasir dengan riang. Ana langsung meninggalkan Agus yang menatap tajam ke arah nya seolah memperingati nya.
Ana menambahkan beberapa baju untuk nya dan kakak ipar nya ke dalam keranjang. Untung di bayarin kak Agus jadi ambil-ambil aja, pikir Ana. Setelah membayar belanjaan nya, Ana mendekati Agus yang sedang duduk sambil memainkan handphone nya.
"Ayo kak balik" Ucap Ana.
Agus melirik Ana yang berada di hadapan nya. Ia berdiri dan memasukkan handphone nya kedalam kantong celana. kemudian, Agus mengambil kantong belanjaan yang ada di tangan Ana dan membawa nya sendiri.
__ADS_1
"Ayoo" Ajak Agus yang kemudian berjalan menuju parkiran dengan Ana yang berjalan disamping nya.
Disisi lain, Ben sudah 6 hari merasa kesal pada semua orang. selama 6 hari ini juga ia selalu bekerja lembur. Ia tak pernah merasa begitu emosi selama ini. Ia Selalu melampiaskan kemarahan nya pada semua orang karena menurut nya mereka lah yang salah dan membuat Ana pergi dari nya.
"Ben, Ana seminggu yang lalu telpon mama. Dia bilang sama mama kalo dia mau batalin pernikahan kalian. Awalnya Mama ga setuju. Tapi karena Ana kecewa dan malu banget sama kejadian di kantor lalu, Akhir nya mama setuju. Kamu lupain Ana dan berhenti buat cari Ana yaa" Ucap Mama nya Ben waktu itu.
Begitu mendengar Ucapan Mama nya, Ben yang sedang sarapan langsung meletakkan alat makan nya. Ia langsung saja meninggalkan sarapan dan menatap tajam mama nya. Ben kembali ke perusahaan dengan cepat dan tergesa-gesa berusaha mengabaikan ucapan mama nya.
Ben merasa begitu menyesal mengapa tak terpikirkan oleh nya untuk memasang pelacak pada seluruh pakaian atau barang Ana sebelumnya. sudah 6 hari tapi tak ada kabar apapun tentang keberadaan Ana yang membuat Ben semakin murka.
"Kalian gimana sih?!! Cari seorang wanita aja ga ketemu hah?!! Kalo sampe malem ini kalian ga nemuin Ana, Besok pagi surat pengunduran diri kalian sudah harus ada di meja saya!!!" Teriak Ben Marah begitu mendengar laporan dari bawahan nya yang belum menemukan keberadaan Ana.
"Aghhhh" Ben menghempaskan seluruh Benda yang ada di meja nya.
Selama beberapa jam Ben terdiam di ruangan nya dan termenung. Alex yang merupakan asisten Ben bahkan tak berani lagi menghadap Ben. Alex takut terkena imbas emosi Ben.
Jika malam ini Ben tak menemukan Ana, Maka Sesuai Janji nya, Ben tak boleh mengganggu Ana lagi. Ben Benar-Benar merasa dipermainkan, Dan merasa sangat Frustasi.
Ben bersumpah, Jika ia menemukan Ana, Ia tak akan membiarkan Ana pergi walau hanya sejengkal dari pandangannya dan bahkan akan mengurung Ana bersama nya. Ben mungkin sudah tergila-gila pada Ana saat ini.
"Gimana?" Tanya Ben tidak sabar begitu mengangkat panggilan telepon dari salah satu Anak buah nya.
"Nona Ana sudah di temukan, Tuan" Lapor salah seorang anak buah nya dari seberang telepon.
"Dimana Ana sekarang?" Tanya Ben Antusias. Ben langsung berjalan keluar ruangan dan berlari menuju lift segera ke mobil.
"Nona Ana berada di hotel Swarna dengan seorang pemuda tampan, Tuan" Jawab Anak buah Ben yang Langsung membuat Ben Murka.
"Kirimkan detail nya lewat pesan" Ucap Ben yang dengan cepat Mematikan panggilan.
Ben berlarian menuju mobil dan melajukan mobil nya dengan cepat menuju tempat yang di kabarkan oleh anak buah nya. Akhir nya, Ia menemukan Ana. Tunggu aku sayang, Batin Ben. Selama diperjalanan Ben terus memikirkan Kemungkinan yang terjadi.
Banyak sekali pertanyaan dipikiran nya yang sedang berkecamuk sekarang. Bagi nya, Ana hanya milik nya, dan akan selalu begitu sampai kapanpun. Apa yang Ana lakukan larut malam begini di hotel? dan dengan siapa? Pasti nya, Aku tak akan membiarkan Ana pergi lagi dari pandanganku walau sebentar, Dan Ana hanya milikku, Pikir Ben.
#
KALO ADA YANG SALAH ATAU GA SESUAI KOMEN YA BIAR BISA DI PERBAIKIN:)
MAKASIH UDAH BACA:)
__ADS_1
Aku mencintaii kalian semua:*