
BEN POV
Aku sedang Makan malam dibawah bersama dengan papa dan mamaku. yaa, dari hari ini sampai nanti hari lamaran aku bakal tetap tinggal disini sama el. Sekarang aku dan mama sedang membahas apa saja yang perlu dibeli untuk kebutuhkan lamaran lusa.
Aku sibuk menulis apa saja yang menurut mama diperlukan. Saat sedang focus memikirkan semuanya, tiba-tiba saja el teriak dari atas. Aku menajamkan pendengaranku sejenak.
Kok aku denger El nyebut kata mama ya? aku berpikir sejenak. yang dipanggil el mama kan cuma ana. kenapa sama ana? batinku bingung. setelah berpikir beberapa saat, aku langsung Melesat cepat kearah kamarku.
Melihat ku yang berlari-lari dan sudah berdiri didepan kamar, el yang sedang memegang handphone-ku langsung menyodorkannya padaku. aku buru-buru mengambilnya dan mengangkat panggilan itu.
"Halo Sayang" Sapaku pada ana yang ada diseberang telepon
"kamu lagi ngapain?" tanyanya. Kayak nya dia sadar kalo aku Capek.
"Tadi dari bawah. terus lari-lari keatas" jawabku sambil mengontrol nafasku.
"ngapain lari-lari?" tanyanya lagi. kalo bukan ana yang nelpon sih aku ga bakal mau lari-lari, batinku.
"Tadi handphone ku dikamar sama kenzo. terus kenzo manggil bilang kalo ada telepon dari kamu. makanya aku langsung lari kekamar" jelasku.
"Eh, ada kenzo ya disitu?" tanyanya. aku mengernyitkan dahiku.
"iya. kenapa?" tanyaku.
"Mau ngomong dong" Ujarnya sangat bersemangat. enak aja mau ngomong sama kenzo , nanti aku dikacangin lagi, batinku.
"Nggak. Kenzo udah tidur dikamar mama. sekarang aku lagi tiduran dikamar kita nanti" ucapku padanya. sebenernya kenzo masih dikamar, tapi aku yakin dia bakal ngerti kalo papa nya lagi berusaha ngambil hati mamanya.
"Yahhh" teriaknya.
"Udah, sama aku aja. kenzo masih kecil" ucapku asal. kan gawat kalo nanti udah nikah, dia malah mau nya deket kenzo terus, batinku cemburu.
"Hah? ngomong apaan sih?" tanyanya.
"Ya intinya aku cemburu kalo kamu lebih mentingin kenzo" Ucapku berdecak kesal.
"Dasar gila. Ya kali sama anak sendiri cemburu" teriaknya. biarin. lagian kan banyak di cerita-cerita anak tiri sama ibu tiri punya hubungan, pikiran gilaku.
"Ya intinya aku ga suka kalo kamu perhatian sama cowok selain aku" tegasku.
"Terserah. Lagi males debat" jawabnya
"Ohya, kamu jarang-jarang nelpon duluan. ada apa? kangen ya dipeluk aku?" ucapku sambil terkekeh geli.
"Oh iyaa. aku sampe lupa kan jadinya. kamu sih ngajak debat trus" ucapnya kesal. dia mau ngomongin apa ya? ga mungkin kan kalo mau batalin lamaran? batinku khawatir.
"Kenapa emangnya?" tanyaku lagi
"Tadi aku udah ngabarin keluargaku, terus kata papaku, kamu sama keluargamu ga usah kepalembang. Nanti biar Papa sama mama yang ke jakarta" jelasnya.
"Oh terus lamarannya diapartemen kamu?" tanyaku.
"nggak" jawabnya. hah? jantungku mulai berdetak cepat.
"Lah terus dimana? kan kamu sendiri bilang ga mau nikah kalo ga lamaran dulu. aku sih mau nya langsung nikah aja kalo bisa" ucapku cepat. aku khawatir. aku panik.
"Sabar kenapa? Asal motong aja orang ngomong" Decaknya kesal.
"Hehe, iyaa maaf sayang" jawabku pelan sambil terkekeh ringan.
"Jadi, nanti acara lamarannya dirumah kak agus , kakak pertamaku. Nanti kukirimin deh alamatnya" Balasnya membuatku mendesah nafas lega.
"Oke siapp. Inget ya, nanti harus diterima" ucapku bahagiaa.
"Kalo nggak?" tanyanya. apa dia ada niat buat nolak ya? batinku khawatir.
"Kalo aku nggak bisa milikin kamu, berarti ga ada juga satupun orang yang boleh milikin kamu" ancamku. intinya, ana cuma buat aku, kekehku.
"Dasar gilaa" aku terkekeh geli mendengar ucapan tak terimanya. gini aja, aku udah bahagia, apalagi kalo nanti kami nikah?
"Kamu lagi ngapain?" tanyaku
"Lagi tiduran doang" jawabnya
"Yaudahh yuk tidur" ajakku
"Sono tidur aja duluan" Balasnya
"Ayok tidur barengan" Ucapku
"Belum muhrim" jawabnya. belum? berarti nanti diterima dong. btw, pikirannya udah kesana duluan ya , wkwk.
"Maksudnya bukan tidur sekasurr, tapi tidur diwaktu yang sama" jelasku, wkwk.
"Yaudah, night ben" ucapnya
"Night sayang. Jangan mimpiin indah ya, ntar dikira lesbi. jadi , mimpiin aku aja, haha" balasku sambil tertawa. kudengar , dia juga terkekeh geli diseberang sana.
"Nyanyiin dong" mintanya. aku mengernyitkan dahiku. nyanyi?
"Siap sayang" jawabku begitu sadar permintaannya.
__ADS_1
~Teman Tapi Cinta~
ft.Atta Halilintar
Teman tapi cinta---aaa---aaa
Teman tapi cinta---aaa---aaa
Ku terjebak suasana
Cinta karna terbiasa
Apa kau rasakan yang sama
Bila di dekatmu, Hey
Kurasakan nyaman denganmu
Kau teman terbaikku
Ku takut menyakitimu
Ku tak pernah bisa bayangkan
Ku tak rela bila kau tinggalkan
Semoga kau dikirim Tuhan
Atas doa yang ku panjatkan
Awalnya kita berteman
Kamu tempat ku bercerita
Ku yakin kamu masa depan
Inikah yang dinamakan
Inikah yang dinamakan
Cinta-----
Inikah yang dinamakan cinta
Inikah yang dinamakan cinta❤
"Sayang" panggilku setelah nyanyianku selesai
Saat kurasa sudah tak ada jawaban lagi dari seberang sana dan rasanya ana sudah tidur. aku berdoa sebentar dan ikut tertidur hingga tanpa sadar panggilan telepon sudah mati dan kami sudah tertidur nyenyak ditempat masing-masing.
***
Dipagi hari. Saat mama membangunkanku, aku bergegas mandi dan bersiap. setelah selesai, aku turun kebawah untuk sarapak bersama dengan orang tuaku. El masih tertidur nyenyak dikamar.
Hari ini rencananya aku dan mama akan membeli barang-barang yang sekiranya diperlukan untuk lamaran, seperti cincin, pakaian, make up, dan lain sebagainya. Kami melanjutkan sarapan sambil membahas acara lamaran besok.
"Ayoo ma" ajakku pada mama begitu melihatnya telah selesai makan.
"Masih pagi kali" celetuk papa
"Agak siangan dikit ben, jam 9 atau 10 an aja" jawab mama
"Yahh, emang keburu ma? mama kan kalo belanja lama banget" ucapku
"Keburu. kan nanti adikmu juga ikut. jadi bisa bagi-bagi tugas" balas mama
"Yaudah deh. aku periksa email dulu, kali aja ada proyek penting" ujarku sembari bangkit dari dudukku dan berjalan menuju kekamar.
"Sekalian bangunin el sama alda" teriak mama yang hanya kuancungi jempol saat aku sudah berada ditangga.
aku berjalan menaiki tangga satu persatu dengan pelan. aku menuju kekamar alda, adikku dulu untuk membangunkannya. Setelah sampai dikamar alda, aku mengetuk pintunya terlebih dahulu.
saat tak mendengar jawaban dari dalam, aku langsung membukanya. Ceklek. kulihat, alda masih terbungkuskan selimut. aku berjalan membuka gorden kamarnya dan berjalan mendekatinya.
"Bangunn Woi" ucapku begitu cahaya matahari menyerebak masuk kedalam kamarnya.
"ah elah, iya ini udah bangun" balasnya berusaha duduk sambil mengucek matanya
"Yaudah buruan kebawah" ucapku sembari berjalan keluar kamarnya
"Eh tutup dulu kali kak gordennya" teriaknya saat aku sudah mendekati pintu
"Bangun sana, biar sekalian tutup tuh gordennya. dah" jawabku keluar dari kamarnya dan menutup pintu pelan.
Setelah dari kamar alda, sekarang aku baru menuju kearah kamarku. Saat aku masuk kedalam, keadaannya sudah sangat terang, berbeda dengan kamar adikku tadi. El sedang tidur sambil memeluk gulingnya.
aku berjalan mendekati el dan duduk dipinggiran kasur dekat dia tertidur. Aku mulai menundukkan kepalaku dan mendekati wajahnya. aku menciumi seluruh wajah el yang menggemaskan itu.
"Bangun sayang" Ucapku sembari terus menciuminya
"Ih papaa iyaa" jawabnya merasa terganggu denganku
__ADS_1
"Udah pagi nih" jawabku
"Iyaa ihhh" balasnya kemudian duduk dari tidurnya.
"Yaudah ayo" ajakku sambil merentangkan tangan untuk menggendongnya
"El tidur bentar lagi yaa paa-- 5 menit aja" jawabnya sembari tertidur kembali
"Bener nih ga mau bangun?" tanyaku yang hanya dibalasnya dengan menenggelamkan dirinya didalam selimut.
"Okee" jawabku dengan langsung menarik selimutnya. aku mulai mendekatinya lagi , dann---
"Ihhh papa geliii" teriak el begitu aku menggelitiki perut dan kakinya.
"Yakin nih ga mau bangun?" tanyaku lagi masih sambil terus menggelitikinya
"Haha iyaa paa--ell bangunn--ampunnn paaa" teriaknya diiringi tawa.
aku tersenyum begitu melihatnya langsung berdiri dari tidurnya dan berlarian kearah kamar mandi. Saat dia sudah masuk kekamar mandi, aku mulai merapikan tempat tidurku terlebih dahulu.
"Papaa buruannn" Teriak el dari dalam kamar mandi
"Iyaa" balasku sembari berjalan menyusulnya
"Udah selesai sikat giginya?" tanyaku begitu melihatnya berdiri ditangga kecil yang ada dibawah wastafel. emang disiapin buat el, sengaja.
"Udah" jawabnya sambil berusaha melepas pakaiannya. aku langsung membantunya.
Aku memandikan el dan membantunya memakai pakaian. setelah selesai, aku menyuruh el kebawah buat sarapan. aku langsung bergegas membuka laptop dan melihat beberapa email disana.
Aku juga sudah meminta agar sekretarisku memberitahu klien bahwa, seluruh rapat akan dilaksanakan hari senin sesuai jadwal seharian full. aku termasuk Pengusaha ternama yang mempunyai bisnis diberbagai bidang.
Sejenak aku focus pada pekerjaanku. Tok. Tok. Tok. aku mendengar alda yang mengetuk dari luar dan berteriak jikalau kami sudah akan pergi untuk membeli seserahan untuk lamaran. Aku langsung merapikan Laptopku dan Bergegas keluar kamar.
"Ayoo" ajakku begitu sampai diruang keluarga
"Yaudah ayoo" jawab mama sambil diikuti dengan alda yang sedang menggendong el
"El ikut?" tanyaku sambil berjalan mendekat beriringan
"Iyaa" Jawab mama
"Kenapa ga dirumah aja sama papa?" tanyak lagi. takutnya nanti el kecapek-an terus jadinya sakit, pikirku.
"Papa kerja. Udah buruan" celetuk alda sembari memasuki mobil.
Adikku, El dan mama duduk dikursi tengah. sedangkan aku duduk disamping pengemudi. mama sengaja menyuruh supir yang mengantar kami agar nanti dapat membantu memudahkan pekerjaan kami.
"Kak, Emang Lu tau ukuran Ana?" tanya alda dari belakang setelah beberapa saat kami meninggalkan halaman rumah
"Ukuran apaan?" tanyaku balik sambil mengernyitkan dahi bingung
"Lu ga tau? Dasar gila. ya ukuran cincin, pakaian dalam, baju, dan lain-lain lah. ga mungkin kan nanti pake ukuran gw?" jawab alda sewot.
"Eh iya ya" balasku
"Udah sana buruan telpon" celetuk mama. aku langsung mencari nomor ana dan menelponnya.
"Halo" ucapku begitu mendengar telepon sudah tidak berdering
"Kenapa?" tanya ana dari seberang telepon
"Ukuran Jari kamu berapa? ukuran pakaian dalam juga berapa? trus ukuran baju? oh iya, kamu pake make up merk apa? Hmm, yang kamu butuhin sekarang ada nggak?" tanyaku langsung. Beberapa saat, ana terdiam
"Hah?" responnya
"Ngomong apa sih?" Ucapnya kesal
"Yaaa nanyain ukuran kamu" jawabku
"Buat apa?" tanyanya
"Udah jawab aja" balasku
"Yaudah nanti ku Chat atau Dm aja" jawabnya
"Okee. kamu lagi apa?" tanyaku
"Lagi sibuk. Udah ya, mau masak laper. kamu dimana?" ucapnya
"Lagi dijalan nih. semangat ya sayangg" ujarku
"Iyaa. hati-hati aja ya, Dah" jawabnya dari seberang telepon dan sedetik berikutnya, panggilan terputus.
#
Bntu like, comment, vote and favorite ya:) trims.
Follow Ig @destiichz ya!
Semuanya sudah diatur oleh yang maha kuasa:v
__ADS_1
aku mencintaii kalian semua:*