
Happy Reading gais:)
Please like, Comment, Vote And Favorite ya:)
Follow Instagram @destiichz dan @dedefff17
#
Saat Nyonya nya meminta nya menunggu, Alex berdiri tepat di depan pintu supermarket. Lama Alex menuggu Hingga dari kejauhan Alex melihat seseorang yang di kenal nya. Pasangan itu berjalan semakin dekat ke arah Alex yang menegang.
"Ohh, Bukankah ini Alex?" Sapa seorang wanita yang di balas senyum canggung oleh Alex
"Sinta?" Seru Alex kaget tanpa sadar.
"Siapa sayang?" Tanya pria di samping nya. Alex menatap pria tua itu bingung.
Alex bertemu dengan sinta. Sinta merupakan Cinta pertama Alex dan juga pacar terakhir Alex. Mereka mengakhiri hubungan mereka karena Sinta selalu merasa Alex tak pernah ada waktu untuk nya. Padahal, Alex selama ini mencari uang untuk Sinta.
"Cuma pembantu Mas" Jawab Wanita itu sambil melirik Alex dengan tatapan jijik. Alex diam dan berusaha untuk tak terpancing emosi saat ini.
"Pembantu?" Tanya sang pria yang masih merasa bingung dan tak paham. Alex mulai terpancing.
"Mantanku" Beritahu Sang wanita menjelaskan.
"Ohh, Mantanmu yang jadi pembantu itu ya?" Tanya Pria nya dengan menatap Alex dari atas kepala sampai ujung kaki dengan tatapan mata meremehkan. Alex merasa geram melihat itu.
"Tolong jaga ucapan Anda" Ucap Alex Dingin.
"Apa yang harus di jaga hah? Emang bener kan?" Tanya Wanita itu pada Alex seperti meremehkan.
"Setidak nya bukan hanya aku yang akhirnya menjadi pembantu" Jawab Alex menatap sang wanita atau mantan nya itu dengan sinis.
"Heii! Lancang sekali Kau" Teriak Sinta marah.
"Dasar, doggy!" Lanjut Wanita itu Emosional.
"Cih, Menjijikkan" Seru Alex sembari menatap Sinta dengan tatapan jijik. Alex sudah paham dengan apa yang dilakukan mantan nya itu dengan pria tua yang kaya raya. Sinta Menatap Alex Geram.
"Heii Kau! dasar Anak Miskin" Teriak Pria tua yang bersama Sinta mulai marah pada Alex.
__ADS_1
"Tuan, sebaiknya Anda segera membawa Simpanan Anda pergi dari sini" Peringat Alex.
"Kau! Pasti kau menyesalkan putus denganku, Haha" Ucap Sinta dengan percaya diri. Alex menatap Sinta dengan pandangan menjijikkan.
"Sudah pastilah sayang. Siapa sih yang bisa menolak pesona Wanita secantik kamu ini" Ucap Pria tua Itu sembari mencolek dagu Sinta. Alex semakin merasa jijik melihat pemandangan di depan nya. Sinta tersenyum penuh kemenangan menatap Alex.
"Iya dong sayang. Untung aja aku langsung putus sama dia" Jawab Sinta percaya diri.
"Kalo ga, Aduh ga tau deh, apa mungkin aku juga bakal jadi Doggy kayak dia, Haha" Lanjut Sinta sembari menggandeng tangan Pria tua itu. Alex benar-benar sudah tak bisa bersabar lagi.
Plak. Plak. Alex tersentak kaget. Ia tak sadar dengan kehadiran Nyonya dan Tuan nya. Hal yang paling membuat nya terkejut adalah nyonya nya yang langsung menampar kedua pipi Sinta.
"Kau!!!" Sinta Yang terkejut langsung menunjuk Ana sambil berteriak marah.
"Apa? Hah? Apa?" Ana Bertanya dengan menantang. Ana mendorong Sinta hingga membuatnya terhuyung ke belakang.
"Kauu!!" Pria itu dengan cepat mendorong Ana hingga hampir saja terjatuh ke lantai jika Alex tak dengan cepat menahan Ana. Ben yang sedang membawa belanjaan pun merasa emosi.
"Nyonya, ga apa-apa?" Tanya Alex panik menatap ke arah nyonya nya. Ana berusaha berdiri dengan tegap sedangkan pria tua itu membantu Sinta untuk berdiri. Tangan Alex mengepal Erat.
"Heh Kau! Berani sekali Kau mendorongku" Teriak Sinta marah sambil berusaha mendekat untuk menggapai Ana.
Ben yang melihat Itu dengan cepat menaruh belanjaan yang di bawa nya ke lantai. Ben langsung menarik Sinta dan menghempaskan nya Kasar hingga membuat Sinta mengerang kesakitan.
"Aku ga apa-apa kok Lex" Jawab Ana sambil tersenyum lembut menatap Alex.
Alex menganggukkan kepala nya merasa lega. Alex Langsung menatap Ben dan Akan menghampiri nya. Belum sempat Alex bergerak, Ana sudah menahan tangan Alex sebagai kode untuk Alex agar tetap diam di tempat. Alex bingung.
Ben yang emosi nya sudah terpancing daritadi dan tak menemukan pelampiasan pun dengan cepat menghentakkan tangan pria tua itu dan langsung menghajarnya. Sinta berteriak histeris karena panik, sedangkan Ana menyunggingkan senyum nya lebar. Alex tak berani bergerak sama sekali.
"Sudah Cukup!!! Tolong!!!" Teriak Sinta panik.
"Tahan Ben" Perintah Ana pada Alex.
Alex yang mendengar ucapan Ana dengan cepat Memeluk Ben yang terus memukuli pria tua tu hingga Pria tua itu terkapar di lantai dengan darah yang memenuhi seluruh tubuh nya itu. Ana dengan senyum sinis berjalan mendekati Sinta yang akan memapah pria tua nya itu untuk berdiri.
"Kauu!!" tunjuk Sinta saat melihat Ana di hadapan nya. Ana dengan cepat menyentak Tangan Sinta yang lancang menunjuk nya.
"Kalian! Kalian Tunggu aja. Ukhh. Akan kubuat Kalian bertiga hancur" Teriak Pria tua Itu marah.
__ADS_1
Ben yang melihat Ana di teriaki di depan hadapan nya pun langsung saja mendorong Alex cepat dan melangkah mendekati Ana. Ben langsung kembali melayangkan tangan nya pada Pria tua Itu. Saat ini, mereka bertiga menjadi pusat perhatian di supermarket itu. Ana kembali tersenyum.
Ben terus memukul pria tua itu tanpa henti, Sedangkan Ana berjalan mendekati Sinta yang kembali berteriak histeris. Ana langsung saja menarik Rambut Sinta hingga Ia terlempar ke lantai. Alex bingung di posisi nya sekarang. Ia tak tahu harus menghentikan Nyonya atau Tuan nya.
"Aghhh" Teriak Histeris Sinta dan Pria tua Itu.
"Alex" Panggil Ana yang berdiri di hadapan Sinta.
"Hentikan Ben" Perintah Ana lagi. Alex dengan cepat menghentikan Ben dengan memeluk nya.
Pak supir yang berada di dalam mobil langsung keluar dari mobil saat melihat Keadaan orang yang ramai berkumpul di depan Supermarket. Ia kaget melihat Bos nya sedang menjadi pusat perhatian. Pak supir dengan cepat mendekat ke arah Alex.
"Tuan, ada apa?" Tanya Pak supir bingung.
Ben yang masih di dalam pelukan Alex pun mendorong Alex pelan. Ben mengabaikan pertanyaan pak Supir membuat Pak supir menatap Alex dengan tatapan bingung. Alex hanya diam.
"Kau berurusan dengan orang yang salah Nona" Ucap Ana sinis pada Sinta yang ketakutan.
"Oh ya, Denger baik-baik. Alex bukan Doggy seperti yang Lu kira. Dia sudah aku anggap sebagai kakakku sendiri" Beritahu Ana Lantang.
"Tapi sebaliknya, Disini Yang Doggy Itu Lu. Gw bersyukur banget Kakak Gw, Alex Udah putus sama wanita simpanan kayak Lu. Saran Gw ya, Berhenti jadi seorang penggoda. Dan buat Lu Pak tua, Lu udah tua harus nya fokus aja sama keluarga, Bukan nya malah cari Perempuan di luar" Lanjut Ana.
Setelah selesai mengucapkan Apa yang ingin di ucapkan nya, Ana pun berbalik menjauh dari dua orang menjijikkan itu dan mendekati Ben. Ana langsung saja menggandeng tangan Ben.
Semua orang yang awal nya memaki Ana dan Ben bersalah langsung beralih menghina Sinta dan Pria tua itu. Ana tersenyum pada Alex yang terharu. Pak supir pun akhir nya mengerti keadaan.
"Alex" Panggil Ben yang sudah merasa tenang karena Ana sudah berada di dekat nya.
"Ya--Tu--tuan?" Jawab Alex terbata-bata karena merasa gugup. Ia langsung Waspada.
"Kalo lain kali ada kejadian kayak gini, Langsung habisi. Jangan menungu Aku ataupun Ana untuk bertindak. Dari dulu hingga sekarang, Kau saudaraku dan itu tak akan pernah berubah" Jelas Ben tegas pada Alex yang sekarang membeku.
"Yaudah ayoo" Ajak Ana sembari tersenyum setelah melirik Alex yang masih terdiam di tempat nya.
"Ba-Baik Tuan" jawab Alex gugup.
Pak supir tersenyum. Ben kembali mengambil belanjaan mereka dan berjalan menuju mobil nya dengan Ana yang masih menggandeng tangan nya dengan erat. Ben tersenyum lembut karena itu.
#
__ADS_1
KALO ADA YANG SALAH ATAU GA SESUAI KOMEN YA BIAR BISA DIPERBAIKIN:)
Aku mencintai kalian semua:*