Duda Itu Milikku

Duda Itu Milikku
Episode 23


__ADS_3

"Dek" panggil kak agus begitu telepon mama papa tertutup


"Kalo kamu nikah, nanti yang bakal jadi sekretaris kaka siapa?" tanya nya.


"Gila ya lu kak. gw kira lu bakal sedih adek lu mau nikah. eh malah mikirin masalah sekretaris pengganti doang" ucap gilang kesal.


"Aku usahain ga akan berhenti kerja kak, aku juga kan mau jadi wanita karir" jawabku


"Ya tuhan, sumpah sedih banget gw, ya kali ntar gw ga ada temen nya lagi" ucap gilang.


"Makanya, cari Pacar sana. Jangan manfaatin gw mulu" jawabku yang dibalas gelakan tawa oleh kak agus.


"Yeee, lu tau sendiri kan. kebanyakan cewek tuh ngincar harta gw doang" ucap gilang


"Udahlah. Ga usah Sok Kaya lu, kalo emang ga laku bilang aja , ga usah gengsi" jawab kak agus sembari tertawa


"Enak ajaa" teriak tidak terima terdengar dari gilang


"Udah yaa kakak-kakakku sayang. sekarang, aku mau ngabarin calon suamiku duluu" teriakku


"Alahh, Jiji banget dengernyaa. suamii??" celetuk gilang


"Haha iri aja lu, dasar jomblo" ucapku sembari tertawa ringan bersama kak agus


"Enak ajaa. Mentang-mentang kalian udah ga jomblo yaa. awas aja nanti" ancam gilang


"Udah ahh terserah. babayy kesayangankuu" ucapku sambil melambaikan tangan dan menutup panggilan.


Gilang Sekarang sudah bekerja diperusahaan ayahnya, menggantikannya. gilang anak tunggal. Ibu dari gilang adalah saudara satu-satu nya papa. Jadi, gilang itu sepupuku dan juga orang yang paling deket sama aku. Gilang biasanya suka manfaatin aku buat nemenin dia. biar ga dikira jones tuh, jomblo ngenes, wkwk.


Aku Tiduran dikasur. Aku mencari nomor ben, kemudian menelponnya. Aku menunggu beberapa saat dan tak diangkat. setelah itu, aku mencoba menelpon lagi. didering ke empat , telepon itu diangkat oleh yang punya.


"Halo Sayang" Sapa ben dari seberang telepon


"kamu lagi ngapain?" tanyaku begitu mendengar suara nafasnya.


"Tadi dari bawah. terus lari-lari keatas" jawabnya masih dengan mengontrol nafasnya


"ngapain lari-lari?" tanyaku lagi.


"Tadi handphone ku dikamar kenzo. terus kenzo manggil bilang kalo ada telepon dari kamu. makanya aku langsung lari kekamarnya" jelasnya


"Eh, ada kenzo ya disitu?" tanyaku


"iya. kenapa?" ucapnya


"Mau ngomong dong" Ujarku bersemangat


"Nggak. Kenzo udah tidur dikamarnya. sekarang aku lagi tiduran dikamar kita nanti" ucapnya padaku. hah? kamar kita? kepercayaan dirinya tinggi banget eww, batinku geli.


"Yahhh" teriakku pura-pura kecewa


"Udah, sama aku aja. kenzo masih kecil" ucapnya aneh. maksudnya apa coba? haha


"Hah? ngomong apaan sih?" tanyaku sok ga ngerti plus bingung gitu.


"Ya intinya aku cemburu kalo kamu lebih mentingin kenzo" Ucapnya sambil berdecak keras.


"Dasar gila. Ya kali sama anak sendiri cemburu" ucapku ga habis pikir. haha , cemburu sama darah daging sendiri wkwk.


"Ya intinya aku ga suka kalo kamu perhatian sama cowok selain aku" ucapnya tegas


"Terserah. Lagi males debat" jawabku


"Ohya, kamu jarang-jarang nelpon duluan. ada apa? kangen ya dipeluk aku?" ucapnya sangat percaya diri, ihh geli sumpah, wkwk.


"Oh iyaa. aku sampe lupa kan jadinya. kamu sih ngajak debat trus" ucapkku kesal.


"Kenapa emangnya?" tanya ben lagi


"Tadi aku udah ngabarin keluargaku, terus kata papaku, kamu sama keluargamu ga usah kepalembang. Nanti biar Papa sama mama yang ke jakarta" jelasku


"Oh terus lamarannya diapartemen kamu?" tanyanya


"nggak" jawabku

__ADS_1


"Lah terus dimana? kan kamu sendiri bilang ga mau nikah kalo ga lamaran dulu. aku sih mau nya langsung nikah aja kalo bisa" cerocosnya cepat. belum juga selesai ngomong, batinku kesal.


"Sabar kenapa? Asal motong aja orang ngomong" Decakku kesal.


"Hehe, iyaa maaf sayang" jawabnya pelan sambil terkekeh ringan. susah emang kalo sama cowok yang kayak gini. jadi ga bisa marah kan. cepet banget sih nih hati luluhnya, batinku.


"Jadi, nanti acara lamarannya dirumah kak agus , kakak pertamaku. Nanti kukirimin deh alamatnya" Balasku.


"Oke siapp. Inget ya, nanti harus diterima" ucapnya


"Kalo nggak?" tanyaku menantang


"Kalo aku nggak bisa milikin kamu, berarti ga ada juga satupun orang yang boleh milikin kamu" ancamnya.


"Dasar gilaa" ucapku refleks. dia terkekeh geli mendengarku.


"Kamu lagi ngapain?" tanyanya


"Lagi tiduran doang" jawabku


"Yaudahh yuk tidur" ajaknya


"Sono tidur aja duluan" Balasku


"Ayok tidur barengan" Ucapnya


"Belum muhrim" jawabku seadanya


"Maksudnya bukan tidur sekasurr, tapi tidur diwaktu yang sama" jelas ben


"Yaudah, night ben" ucapku


"Night sayang. Jangan mimpiin indah ya, ntar dikira lesbi. jadi , mimpiin aku aja, haha" Ujarnya sambil tertawa membuatku terkekeh geli.


"Nyanyiin dong" mintaku.


"Siap sayang" jawabnya yang hanya kubales deheman.


~Teman Tapi Cinta~


Teman tapi cinta---aaa---aaa


Teman tapi cinta---aaa---aaa


Ku terjebak suasana


Cinta karna terbiasa


Apa kau rasakan yang sama


Bila di dekatmu, Hey


Kurasakan nyaman denganmu


Kau teman terbaikku


Ku takut menyakitimu


Ku tak pernah bisa bayangkan


Ku tak rela bila kau tinggalkan


Semoga kau dikirim Tuhan


Atas doa yang ku panjatkan


Awalnya kita berteman


Kamu tempat ku bercerita


Ku yakin kamu masa depan


Inikah yang dinamakan


Inikah yang dinamakan

__ADS_1


Cinta-----


Inikah yang dinamakan cinta


Inikah yang dinamakan cinta❤


Setelah itu, Secara perlahan tapi pasti, aku terhanyut dalam suaranya yang indah. suaranya memang tak seindah Penyanyi diluar sana, tapi rasanya itu sudah cukup membuatku tak tersadar. mataku sudah terpejam . Nyanyiannya, membuatku Tertidur nyenyak dan tenang sepanjang malam.


***


Pagi harinya. Ceklek.


"Woii dek bangun" teriak seseorang seraya mengguncang tubuhku keras


"Ck. apaan sih berisik banget" ucapku sambil menutup telingaku dengan bantal


"Woi bangun ga?!" teriak orang gila itu lagi


aku mengabaikannya. Rasanya sangat melelahkan, aku bahkan lupa, semalem tidur jam berapa. beberapa saat tidak terdengar suara apapun. saat aku sudah hampir sampai dialam bawah sadarku lagi, tiba-tiba---byurrr.


"Ah gilaa" teriakku langsung bangkit dari tidurku.


aku kaget. gila gw disiram, masih pagi juga aghh elahhh, batinku kesal. aku langsung menoleh dan menatap tajam kearah seorang pria yang masih memakai jas putih dan menunjukkan watados. wajah tanpa dosa. padahal dosa lu banyak, batinku.


"Apa-Apaan sih?!" aku marah.


"Lagian, dibangunin ga bangun-bangun. udah sana ngapain kek, jangan tidur terus. udah mau nikah ,tapi masih aja bangun kesiangan. ga malu apa?" jawab kak yansyah. yahh, si pengganggu di pagi yang harusnya indah ini adalah kakakku itu.


"Dasar gila. Lu ngapain pagi-pagi disini hah?" teriakku kesal


"Mau numpang tidur bentar elah. udah sana masak. gw laper nih baru pulang jaga, capek banget" ucapnya seraya melepas jas putihnya dan meletakkannya di atas meja lalu, menidurkan dirinya dikasur yang sedang kutempati.


aku memutar bola mataku malas mendengarnya. dasar gelandangan, tau nya serba numpang aja, batinku kesal. dipikir-pikir, kasian juga ya cewek yang bakal jadi kaka ipar gw nanti atau yang notabenya istrinya tuh si pengganggu.


"Ngapain sih kesini? kayak ga punya tempat tinggal aja" ucapku sembari bangkit dan mengikat rambutku


"Lu ga liat grup keluarga?" tanyanya yang sudah berbaring memejamkan matanya.


"Nggak. apaan emang?" tanyaku


"makanya jangan tidur terus. udah jam 9 masih aja tidur. ga malu apa?" jawabnya yang pengen banget kutampar


"Bawel deh" ujarku berlalu kekamar mandi.


Aku masuk kamar mandi dan langsung menguncinya. Aku segera cuci muka dan sikat gigi. mandinya ntaran aja, hehe. Setelah itu aku langsung keluar dan melihat kak yansyah sedang tertidur.


"Kak" panggilku


"Kak yansyahhh woiiii" teriakku saat tak mendengar jawaban darinya


"Apaan sih? ngantuk banget nih" ucapnya membuka mata dan menatapku


"Ada apaan digrup keluarga?" tanyaku


"Mama sama papa Jam 10 take off. paling ntar jam 1 kita otw kerumah kak agus. jadi nanti kita nginep disitu disuruh papa. trus, gw diminta kak agus jemput lu, dan sekarang gw mau tidur dulu. lu masak sana, ntar bangunin aja kalo udah" jelasnya seraya membalikkan badan membelakangiku dan kembali tidur.


Setelah mendengar penjelasannya, aku berjalan keluar kamar dengan membawa handphoneku. aku bingung. Aku ragu. apakah aku beneran harus menerimanya? apa ga bisa kutolak aja? tapi rasanya tanggung banget udah sejauh ini, batinku.


aku meletakkan handphoneku diatas meja dapur. kemudian, aku bergegas mengeluarkan bahan-bahan makanan dari kulkas. Aku membersihkan Ayam terlebih dahulu. aku ingin membuat ayam krispy untuk makan aku dan kak yansyah nanti.


Handphoneku diatas meja berbunyi. Kuabaikan. setelah selesai membersihkan ayam, aku merendamnya dengan air dan meletakkannya diatas meja. Handphoneku masih terdengar berbunyi. aku mencuci tanganku dan menuju kemeja makan.


"Ben" ucapku begitu melihat namanya yang tertera dilayar handphoneku, menelpon. Aku mengernyitkan dahiku. ngapain dia nelpon?


#


Bntu Like,comment, favorite, and vote ya:)


Trims ya:v


Makasih ya kak atas dukungannya:"


Follow ya Ig kita--- @Destiichz


aku mencintai kalian semua:*

__ADS_1


__ADS_2