
Happy Reading gais:)
Please like, Comment, Vote And Favorite ya:)
Follow Instagram @destiichz dan @dedefff17
#
"Aku ga apa-apa" Jawab Ben pelan.
"Udahlah jujur aja. Kamu kenapa?" Tanya Ana lagi karena merasa ada yang tak beres dengan Ben.
"Aku takut" Ucap Ben lembut sambil menatap Ana.
"Takut kenapa?" Tanya Ana bingung.
"Aku takut kamu ninggalin aku" Jawab Ben jujur. Ana tertegun sebentar berusaha untuk mencerna.
"Kenapa kamu bisa mikir kayak gitu?" Tanya Ana sambil mengerutkan dahi nya tak suka.
"Gimana mungkin aku ga kepikiran kayak gitu sih?" Tanya Ben balik sambil menatap Ana Serius dengan raut wajah yang bersedih memikirkan nya.
"Ya kenapa sih? udah deh Cerita aja. Gini ya, Aku tuh ga bisa sama sekali buat baca pikiran orang. Jadi daripada kita salah paham satu sama lain terus dan akhirnya membuat kita malah jadi jauh, mendingan kita sepakat kalo mulai sekarang apapun yang menurut kita mengganggu, kita harus langsung saling memberi tau" Jelas Ana.
Ana menatap dalam tepat di manik bola mata Ben yang indah. Ben menghela nafas dalam sembari mencoba untuk membuka suara. Ben merasa ragu. Ia berpikir apakah ia harus mengatakan pada Ana atau tidak hal yang terus mengganggu pikiran nya ini? Apakah Ana akan berpikir jika ia berlebihan?
"Udahlah aku ga apa-apa. Ya udah Yuk buruan kita ke bawah buat sarapan. Keluarga kita sama yang lainnya pasti udah nungguin di bawah" Ucap Ben sembari bangkit dari duduk nya. Ana dengan cepat kembali menarik tangan Ben untuk duduk.
"Ga usah ngalihin pembicaraan deh" Decak Ana.
"Ben. Kamu sekarang suamiku. apapun yang mengganggumu, Kamu harus memberitahuku. Kita harus saling menjaga komunikasi satu sama lain. Aku ga mau, Kalo sampe kita berakhir hanya karena kurang nya komunikasi" Lanjut Ana menjelaskan.
"Janji ya ga nganggep aku berlebihan?" Tanya Ben setelah diam beberapa saat untuk berpikir.
"Iya. Lagian, Apapun itu mau aku nganggep nya berlebihan atau nggak, Kamu harus tetep kasih tau aku. Kemarin-Kemarin kalo kamu ada masalah dan ga ngasih tau aku, Yaudah gapapa. tapi sekarang ga bisa kayak gitu. kita harus saling susah seneng sama-sama" Jawab Ana meyakinkan Ben.
"Oke" Ben tersenyum senang mendengar ucapan Ana yang begitu mengharukan bagi nya.
Ana yang merasa suasana hati Ben sudah membaik pun tanpa sadar ikut tersenyum. Bagaimanapun juga, Ana tetap melakukan kewajiban nya sebagai istri dan juga ibu yang baik untuk Ben juga El.
"Aku takut kalo kamu bakal berpaling hati dari Aku. Kamu sendiri juga tau kalo Perbedaan umur kita itu 8 tahun. itu memungkinkan banget buat kamu cari suami yang lebih tampan dan muda dariku. Aku takut itu terjadi" Jelas Ben sambil menatap Ana.
__ADS_1
"Apa karena itu tadi kamu marah ga jelas di kamar?" Tanya Ana dengan tatapan tak percaya.
"Mm mungkin" Jawab Ben pelan sambil menundukkan kepala nya merasa bersalah.
Ana menarik nafas dalam dan menghembuskan nya pelan. Ia tersenyum menatap Ben yang menunduk. Perlahan tapi pasti, Ana langsung memeluk Ben dengan erat yang sontak membuat Ben terlonjak kaget. Ben mengangkat kepala nya.
"Dengarkan aku baik-baik" Ucap Ana sambil tersenyum. Dengan lembut pula, Ana mengelus punggung Ben seolah menenangkan nya.
"Kamu mau tau kenapa aku terus-terusan merasa ragu buat menikah?" Tanya Ana pelan. Setelah itu, Ana merasakan jika Ben menggelengkan kepala nya di dalam pelukan nya. Ana terkekeh geli.
"Aku cuma mau menikah sekali. Aku juga cuma mau punya satu suami. Ben, Apapun yang terjadi, Aku akan selalu mendampingi sampai maut memisahkan kita. Kamu ingat syarat yang ku minta saat lamaran beberapa waktu lalu?" Jelas Ana. Ben menganggukkan kepalan nya dengan semangat.
"Jangan pernah melanggarnya Ben. Di saat kamu melanggar salah satu nya, Aku akan langsung pergi jauh darimu. Kemungkinan juga, saat itu Kesetiaanku akan ikut pergi" Ucap Ana mengingatkan Ben dengan Perjanjian nya.
"Terima kasih. aku berjanji akan menepati nya dan tidak akan pernah melanggar nya. Aku mencintaimu Ana. Selalu" Ucap Ben sambil kembali membalas pelukan Ana dengan sangat Erat sampai membuat Ana merasa sesak. Ana sedikit mendorong tubuh Ben.
"Se-sak" Ucap Ana terbata-bata. Begitu Ben mendengar nya, Ia langsung melepaskan pelukan nya pada Ana dengan cepat.
"Eh maaf maaf" Ucap Ben kaget.
"Ga-Papa" Jawab Ana sambil tersenyum hangat.
"Aku mencintaimu. Ana. Istriku" Ucap Ben pelan.
"Kenapa tak membalas pernyataan cintaku? apakah kau tak mencintaiku seperti aku mencintaimu?" Ben bertanya dengan nada sedih. Ana tersenyum lembut sembari memegang kedua bahu Ben.
"Aku menyukaimu. Akan tetapi untuk mencintaimu, Itu membutuhkan sedikit Waktu. Tapi kamu jangan khawatir. kamu bisa percaya padaku cintaku hanya untuk suamiku seorang, Kamu Ben" Ucap Ana menatap Ben dalam.
"Mmm" Jawab Ben sedih karena merasa cinta nya bertepuk sebelah tangan pada Ana.
"Ben, semua hal membutuhkan proses. Ga ada yang nama nya langsung jadi. Sabar yaa suamiku" Ucap Ana sambil memeluk Ben.
Ben yang awal nya merasa sedih pun langsung membalas pelukan Ana. Ia memikirkan Perkataan Ana barusan. Ana benar, dia pasti akan mencintaiku yang merupakan suami nya. Dia hanya perlu terbiasa dan aku akan membantu nya untuk secepat nya mencintaiku, Pikir Ben.
"Baiklah. Aku akan menunggu sampai saat itu tiba" Ucap Ben dengan senyuman di bibir nya.
"Terima kasih karena sudah mau menungguku Sayang" Ucap Ana tersenyum tulus sambil melepaskan pelukan nya pada Ben.
"Tentu" Jawab Ben semangat.
"Yaudah Ayo turun buat sarapan. Semua nya pasti udah nungguin dari tadi" Beritahu Ana.
__ADS_1
"Oke Ayoo" Ajak Ben sambil bangkit dari duduk nya. Ben menarik tangan Ana untuk ikut berdiri.
"Yaa, ayoo" Jawab Ana yang langsung menggandeng tangan Ben dengan semangat.
"Barang-barang kita udah ga ada lagi kan?" Tanya Ben pada Ana begitu mereka berjalan keluar.
"Udah ga ada. Semua nya udah aku beresin dan tadi ku kasih sama Alex kan?" Jawab Ana sambil tersenyum manis menatap Ben. Mereka berjalan keluar kamar.
"Handphone kamu semalem ga di bawa kan? Handphoneku ku tinggal di mama kayak nya" Tanya Ana pada Ben.
"Iyaa. Abis aku nelpon mama, Handphone nya ku taruh di tas Alda" Jawab Ben sambil menggandeng tangan Ana memasuki lift.
"Bagus deh" Balas Ana sambil tersenyum manis.
Ana masuk ke dalam lift masih dengan terus menggandeng tangan Ben. di dalam lift juga terdapat beberapa orang yang sudah menunggu. Salah satu wanita menatap Ben seakan-akan ingin memakan nya membuat Ana berdecak karena kesal.
"Mata nya tolong di jaga ya mbak!" Seru Ana.
"Cih. Apa sih?!" Jawab Perempuan itu sambil berdecih melihat Ana. Saat Ana akan menghampiri nya untuk melayangkan tangan atau kaki nya, Ben dengan cepat menahan gerakan Ana karena takut Ana akan Memukul nya.
"Maaf ya mbak" Ucap Ben pada wanita itu.
"Apa kamu bilang?!" Desis Ana marah pada Ben.
"Siapa nya sih Mas? Lengket banget kayak Lem. Mas nya ga risih apa?" Tanya wanita itu yang semakin membuat Ana murka.
"Eh mbak, Situ yaa yang ga sopan banget liatin Suami orang. Ga pernah liat cowo ganteng atau emang Perebut suami orang hah?!" Bentak Ana.
"Cih, Kok mau sih mas ngambil istri sembarangan kayak gini" Ucap wanita itu sambil menatap Ana sinis. Ana semakin emosional.
"Eh dari sudut manapun masih mending Gw kali. Setidak nya Gw bisa jaga mata buat ga jadi perusak rumah tangga Orang. Ga kayak Lu murahan. sangat Menjijikkan" Desis Ana menatap jijik wanita itu
"Lu---" Teriak Marah wanita itu terpotong oleh Ucapan Ana yang sangat tajam.
"Udahlah ga usah bacot. Kalo sampe sekali lagi Gw liat mata lu ngeliatin suami gw dengan tatapan PELAKOR lu. Gw colok mata Lu" Ana menekan ucapan nya dan menatap tajam wanita itu. Ana bingung dengan emosi nya yang tak bisa ia kendalikan. Ia merasa hati nya sangat panas dan ingin sekali memukul wanita itu.
Wanita terlonjak kaget dan langsung terdiam karena takut dengan tatapan Ana yang menghunus tajam. Pintu lift terbuka, Ana langsung menarik Ben keluar dari sana dan memasuki Ruang makan dengan emosi yang sudah memuncak. seperti nya sebentar lagi aku akan 'datang' , Batin Ana.
#
KALO ADA YANG SALAH KOMEN YA BIAR BISA DI PERBAIKIN HEHE:)
__ADS_1
TRIMS.
Aku mencintai kalian semua:*