
Happy Reading gais:)
Please like, Comment, Vote And Favorite ya:)
Follow Instagram @destiichz dan @dedefff17
#
"Mau Langsung pulang, tuan?" Tanya Pak supir.
"Iya pak" Jawab Ben.
"Tolong mampir ke supermarket dulu ya pak" Ucap Ana. Pak supir melirik ke arah Ben yang di balas dengan anggukkan kepala nya.
"Kamu Mau ngapain sayang ke supermarket?" Tanya Ben pada Ana yang dari tadi hanya Diam.
"Orang dimana-mana kalo ke supermarket pasti mau Belanja. Ga mungkin banget ke supermarket mau numpang tidur" Jawab Ana Sinis. Alex dan Pak supir Yang ada di depan Menahan tawa mereka karena mendengar penuturan Dari Ana barusan.
"Ihhh, Maksud nya mau beli Apa sayangku cintaku?" Rengek Ben yang mulai berucap Alay.
"Kepo Banget sih" Jawab Ana cepat.
"Iyalah. Aku kan suami kamu. Jadi sudah sepantasnya aku tau" Balas Ben Tegas.
"Iya deh iyaa" Ana memutar bola mata nya malas.
"Jadi, Mau beli apa nanti?" Tanya Ben lembut.
"Mau beli roti" Jawab Ana.
"Roti Ap--" Ucapan Ben terpotong.
"Berenti di depan aja pak. Itu ada Supermarket" Ucap Ana menyela pertanyaan Ben.
"Baik nyonya" Jawab Pak supir. Ben mulai diam dan mengikuti saja kemauan Ana. Pak supir mulai memasuki parkiran Supermarket dan memarkirkan mobil di basement. Ana Mengambil dompet nya.
"Yaudah Ayoo" Ajak Ana pada Ben.
"Silakan Nyonya" Pak supir membukakan pintu mobil untuk Ana keluar dari dalam mobil.
"Makasih pak" Ucap Ana pada pak supir.
"Sama-sama nyonya" Jawab Pak supir sambil menundukkan kepala nya tanda hormat.
Alex juga melakukan hal yang sama untuk Ben. Ben hanya menganggukkan kepala nya pada Alex tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Begitu keluar dari mobil, Ben langsung mendekati Ana dan berjalan beriringan dengan istri nya itu masuk ke dalam supermarket. Ana menggandeng tangan Ben.
__ADS_1
"Jangan Ganjen" Peringat Ana pada Ben.
"Astagaa sayang. Kapan aku ganjen hmm?" Tanya Ben karena merasa tak terima dengan ucapan Ana. Alex tetap mengikuti Tuan dan nyonya nya dari belakang. sedangkan Pak supir menuggu di mobil.
"Sering banget malah" Jawab Ana tepat sasaran.
"Ga Pernah. Aku ga pernah sama sekali ganjen sama cewek manapun kecuali kamu. Lagian, Selalu para cewe itu yang dengan sukarela melemparkan diri mereka pada suamimu Ini" Ucap Ben Yang mulai menyombongkan diri nya pada Ana.
"Sama aja. Udahlah, Intinya kalo sampe kamu selingkuh kita cerai!" Peringat Ana pada Ben.
"Ga percaya banget sih sayang. Tanya Aja sama Alex kalo ga percaya" Ucap Ben Pasrah. Alex yang langsung di tatap Ana pun dengan cepat menganggukkan kepala nya tanda setuhu dengan ucapan Ben. Ana mengernyitkan dahi nya.
"Kamu ngapain Lex ngangguk?" Tanya Ana bingung pada Alex. Alex Tersentak karena kaget.
"Bukan--kah tadi nyonya minta pendapat saya?" Tanya Alex Balik sambil merasa gugup.
"Ga tuh. Kan yang minta pendapat kamu Itu suami saya, Bukan saya" Jawab Ana santai.
"Maaf nyonya" Balas Alex cepat sambil menundukkan kepala nya merasa bersalah.
"Udah deh, Jangan terlalu sungkan" Seru Ana.
"Sayanggg" Rengek Ben merasa cemburu. Ben menatap Alex tajam yang langsung saja membuat Alex menelan saliva nya dengan susah payah.
"Alex, Kamu tunggu di mobil aja. Nanti kalo udah selesai belanja, Kami telpon" Ucap Ana memerintah Alex. Alex menatap Ben seolah meminta persetujuan. Ben berpikir sejenak.
"Ayoo Sayang" Ajak Ben pada Ana begitu Alex pergi.
"Yaudah Ayo" Balas Ana sambil terus menarik tangan Ben. Ana mengambil troli begitu sampai di dalam supermarket. Ana menyodorkan troli pada Ben agar Suami nya itu yang mendorong.
"Ini--? Aku yang dorong?" Tanya Ben pelan. Ana menganggukkan kepala nya.
"Serius?" Tanya Ben tak percaya.
"Udahlah jangan berisik. sekarang kita belanja dulu buat keperluan rumah" Jawab Ana.
"Aduh sayang-- Kalo kayak belanja gini itu urusan bibik di dapur. Paling nggak suruh Alex aja lah. kita tunggu di mobil Aja" Balas Ben.
"Kamu ga pernah belanja ke supermarket?" Tanya Ana yang akhirnya mengerti keadaan.
"Iyaa ga pernah. Kamu kan tau sendiri aku tuh sibuk banget. Jadi kalo cuma buat Hal kayak gini masih banyak yang masih ngelakuin" Ucap Ben.
"Udahlah kita pulang dulu aja. Trus sampe runah kamu catet keperluan kamu, Nanti biar bik Jum yang beliin keperluan kamu" Lanjut Ben.
"Kamu itu gimana sih?! Bik Jum itu udah cukup tua, kok bisa-bisa nya kamu nyuruh bik Jum?" Tanya Ana Yang mulai merasa kesal.
__ADS_1
"Kan itu emang udah tugas Bik Jum sayang. Lagiankan Ga slalu Bik Jum yang ke supermarket, Biasa nya masih ada pembantu yang lain yang gantiin Bik Jum" Jelas Ben lembut pada Ana.
"Ada berapa Asisten rumah tangga di rumah? Bik Jum tugas nya ngapain?" Tanya Ana penasaran.
"Ada sekitar 9 orang. Bik Jum tugas nya sih sebenernya sama aja kayak kepala pelayan. Bik Jum juga yang ngurus semua keperluan El sama Aku" Jelas Ben. Ana mulai mencari barang-barang yang akan dibutuhkan nya. Ben terus mengikuti Ana dari belakang sambil mendorong troli dan bercerita.
"Tugas yang lain nya ngapain?" Tanya Ana lagi.
"4 orang buat berisihin dalam rumah. 2 orang buat halaman belakang, Halaman depan, Taman sama kolam renang. Trus 2 nya lagi Supir" Jelas Ben.
"Ohh gitu" Jawab Ana.
"Kamu Kerja di tempat Kak Agus jadi Apa?" Tanya Ben mulai mencari topik pembicaraan.
"Aku jadi sekretaris Kak Agus disana" Jawab Ana.
"Ohh" Jawab Ben pelan.
"Awalnya sih aku ga mau. Apalagi saat itu aku bener-bener baru selesai wisuda. tapi ya mau gimana lagi? Saat itu kak Wanda bilang, kata nya Asisten kak Agus yang lama suka ngegodain kak Agus. Jadi nya daripada hubungan Kak Agus sama Kak Wanda Renggang, Mending Aku aja yang jadi sekretaris kak Agus kan?" Jelas Ana sembari memberitahu Ben.
"Iya ya Bener juga sih. Di tambahkan kamu juga mampu Buat jadi sekretaris" Jawab Ben.
"Pas pertama-pertama sih rasa nya berat banget. Tapi Ya karena di jalanin aja akhirnya terbiasa deh" Balas Ana sambil tersenyum hangat pada Ben.
"Kamu suka sama pekerjaan kamu sekarang?" Tanya Ben lagi.
"Suka-Suka Aja. kenapa emang?" Ana yang tadi nya sedang melihat-melihat Bahan makanan di hadapan nya pun langsung dengan cepat menatap Ben karena merasa ada yang tak beres pada Ben.
"Ga apa-apa sih. Aku cuma nanya aja" Jawab Ben.
"Serius?" Tanya Ana menatap Ben tajam.
"Iya sayang" Jawab Ben gugup.
"Awas Aja kalo kamu minta aku berenti kerja" Peringat Ana Pada Ben yang sedang gugup.
"Ngga gitu sayang" Seru Ben.
"Trus? Udahlah ngomong aja" Ucap Ana Sambil mendengus karena merasa kesal.
"Mm--Kamu ga mau kerja di perusahaan aku aja?" Tanya Ben pelan pada Ana. Ana terdiam sejenak. Kemudian, Ana kembali berbelanja tanpa menghiraukan pertanyaan Ben Sebelum nya. Ben berpikir, mungkin Ana masih perlu waktu berpikir.
#
KALO ADA YANG SALAH ATAU GA SESUAI KOMEN YA GAIS:)
__ADS_1
Aku mencintai kalian semua:*