
Happy Reading gais:)
Please like, comment, favorite and vote Okay!
follow ig @destiichz ya!
#
"Good night my life" ucap ben sembari mengecup puncak kepala el dan juga kepalaku.
"good night too ben" jawabku.
aku langsung memejamkan mataku dan mencoba tertidur. tak tau hitungan domba keberapa, aku sudah dengan lelapnya tertidur. El bahkan tertidur sangat cepat diantara ben dan aku. aku yang merasa tak sadar apa-apa lagi mulai memasuki alam bawah sadarku.
***
Di pagi hari yang cerah, Ana terbangun Dari tidur nyenyak nya. Ia merenggangkan tubuh nya dan menatap ke samping. pemandangan yang sungguh indah, batin Ana begitu melihat Ben dan El yang tertidur nyenyak tanpa beban.
Ana bangkit dari tidur nya dan mulai berjalan memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri. Beberapa menit kemudian, Ia sudah Selesai bebersih dan bersiap.
Begitu Ana keluar dari kamar mandi, Ia sudah melihat Ben Duduk menyender pada kepala ranjang sembari memainkan handphone nya. Ana berjalan mendekati meja rias dan mendudukkan diri disana.
"Kamu Mandi gihh" perintah Ana pada ben.
Ben Bangkit dari duduk nya dan berjalan mendekati ana yang sedang mengeringkan rambut nya. Mengecup pipi kanan ana pelan. Ana Tertegun seketika akan hal itu, begitu sadar--
"Don't miss me okay!" teriak Ben yang kemudian menghilang di balik pintu kamar mandi.
Ana Menghela nafas dan berusaha mengabaikan detak jantung nya yang sedang menggila. Ia pun berjalan mendekati kasur dan mendudukkan diri di samping El yang tertidur.
"El" panggil ana sembari menggoncang pelan badan El berusaha unyuk membangunkannya.
"Eughh---" El mengeliat untuk menemukan posisi yang nyaman Saat Ia tertidur.
Ca**ntik, pikir ana begitu melihat bulu mata El. Ana yang tak kehilangan akal pun mulai menggelitik telapak kaki El membuatnya memberontak dan terbangun seketika karena kegelian.
"Bangun El" ucap ana pada Ben yang baru membuka mata ya.
"El masih ngantuk maaa" rengek El yang kemudian beralih memeluk perut Ana.
"Bangun sayang-- El kan harus sekolah hari ini" ucap Ana pengertian.
"Ga mauu--" Rengek El kembali. Ana menghembuskan nafas nya kasar.
__ADS_1
"Yaudah, Tapi hari ini aja yaa?" El langsung menganggukkan kepala nya dengan semangat.
"Sekarang El masuk ke kamar mandi, terus mandi sama Papa yaa" ucap Ana sembari mengelus rambut El.
"Mama mau masak dulu buat kita sarapan" lanjut Ana yang kemudian Bangkit lalu berjalan meninggalkan kamar menuju dapur.
El yang melihat Mama nya sudah menghilang di balik pintu pun langsung bergegas bangkit dan berjalan menuju kamar mandi. Begitu membuka pintu, El berjalan mendekati Ben nya dan mengabaikan tatapan terkejut dari nya.
"El ngapain?" tanya Ben yang baru sadar dari keterkejutan nya.
"Disuruh Mama mandi sama papa tadi" jawab El yang mulai melepas pakaian nya.
Ben mengangguk paham. Mereka pun mandi bersama atau lebih tepat nya, Ben yang memandikan El karena Ia sendiri sudah selesai mandi dsn hanya tinggal bersiap.
Sedangkan Di tempat lainnya, Ana sedang memasak nasi goreng dan ayam goreng untuk santapan pagi nya. Ana sudah selesai menyiapkan makanan di meja makan.
mereka kok lama ya? pikir ana bingung. Ana Melepas Celemek nya dan berjalan kembali menuju kamar tidur. Ceklek. Begitu membuka pintu, Ia malah di suguhi pemandangan yang membuatnya mengernyit bingung.
"Kalian kenapa belum pake baju?" tanya Ana. Ana merasa bingung begitu melihat Ben Dan El yang belum menggunakan pakaian. Ga takut dingin apa? batin ana kesal. Alih-Alih malu menatap Ben, Ia malah mendengus kesal.
"Ga ada baju. Yang kemaren kotor" jawab ben.
"Ck. Ya terus ga pake baju gitu?! lagian kenapa baru bilang sekarang sih?! kalo masuk angin gimana?! Harus nya sebelum kamu mandi kasih tau ke aku, biar aku bisa pergi keluar beli baju" Ana menatap kesal pada ben.
"Yaa, nggak---" ucapan Ben terpotong.
Kemudian, Ana Berjalan terburu-buru mendekati kasur dan membalutkan selimut ke tubuh El. Setelah itu, Ia mengambil kunci mobil dan bergegas berlarian keluar kamar. Begitu sampai Di depan ruang tamu, Tangan Ana di tarik pelan hingga membuatnya terhenti.
"Apaan sih?!" tanya Ana kesal sembari menatap sengit Pada Pria yang sedang memegangi tangan nya dengan lembut.
"Kamu mau kemana?" Ben Bertanya kembali pada Ana. Melihat itu, Ana mendengus kesal.
"Mau beli baju lah. kalo nanti kalian masuk angin terus sakit gimana hah?" jawab ana kesal yang kemudian menghentak tangan Ben kasar dan kembali berjalan mendekati pintu.
"Ga usah" ucap ben lantang.
"Ga usah apa nya hah?!" Ana berteriak pada ben dan berbalik menatap Ben Nyalang.
"Soalnya---" ucapan ben terpotong.
Tok. Tok. Tok.(anggep aja suara bel ya hehe). Ben yang mendengar suara bel berbunyi pun berjalan mendekati pintu. Ana menatap ben. Disana berdiri seorang pria yang memberikan totebag pada ben. Ana mengernyitkan dahi nya.
Lah i**tu bukan nya pria yang di perusahaan ben? kalo ga salah asisten nya deh, pikir Ana. Ana pun melihat Ben mengambik totebag itu dan kembali menutup pintu apartemen nya.
__ADS_1
"Soalnya aku udah minta Alex buat bawa-in" ucap Ben yang sekarang sedang berjalan ke arah Ana dengan senyuman manis diwajah nya. Ana bingung harus bereaksi seperti apa.
"Maaf" setelah mengucapkan itu, Ana langsung membalikkan badan nya.
Ana mengabaikan Ben yang Secara Terus menerus memanggil nama nya. Ben menatap Punggung Ana sembari terkekeh geli. apaan sih yang lucu? dasar orang gila, batin ana.
Ana Berjalan kembali ke kamar dan melihat El yang memainkan handphone nya dengan badan terbungkus selimut. Ana mulai Menjauhkan selimut yang menutupi tubuh El.
"Nih" ucap Ben Sembari Menyodorkan pakaian El. Ana mengambil nya dan mulai membantu El memakai pakaian. Begitu selesai, Ana memegang handuk Yang dipakai El dan membalikkan badan nya. Eh waittt---
"Aghhh gilaaa" teriak Ana kaget yang secara refleks melemparkan handuk yang dipegang nya dan mulai membalikkan badan nya lagi menghadap El dengan mata tertutup.
"Mama kenapa?" tanya El bingung sembari menatap Mama dan Papa nya bergantian.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Ben lembut sembari tersenyum lebar. hihihi, batin ben.
"Sayang" panggil ben lagi sembari mendekatkan diri nya pada Ana.
"Sanaaa jauh-jauh dasarr gilaa!!! Huss huss pergii sanaa" teriak Ana Frustasi.
"Mama kenapa?" tanya El lagi yang kebingungan mendengar teriakan mama nya.
"Ell bikin salah yaa hiks hiks" merasa tak ada jawaban dari mama nya.
El mulai mengeluarkan Air mata nya. Ia berjongkok di lantai dan terus menangis. Ana tersentak kaget mendengar suara tangisan El, Secepat mungkin ia mendekati El dan memeluknya.
"Nggak sayang---mama gapapa" jawab Ana Atas pertanyaan El tadi.
"hiks hiks El minta maaf hiks" balas el yang masih menangis.
"Nggak sayang. kamu ga salah kok, mama yang salah karena tadi teriak. mama minta maaf yaa" ucap Ana lembut sambil terus mengelusi rambut El. Ana mengangkat El dan membawa nya kedalam gendongan nya.
"Hiks iyaa, El hiks udah maafin mama kok" jawab El yang kemudian menenggelamkan kepala nya di leher Ana. Ana tersenyum mendengarnya, Hingga---
"Akhhhh Dasar gilaaa!!! ngapain peluk-peluk akuu?!!!" teriakan ana panik bersamaan dengan ana yang langsung melompat menjauh masih dengan El di gendongannya.
#
BUAT SEMUA NYA KALO ADA YANG SALAH ATAU GA SESUAI TOLONG KOMENTAR YA BIAR AKU TAU HEHE:)
MAKASIH UDAH BACA!
**Gini, kalian yang baca pasti bingungkan hehe. Sebenernya, buat Episode 1 sampe 40 lagi di revisi. Jadi, kalo kalian ngerasa bingung atau ada yang beda mohon bersabar ya.
__ADS_1
semuanya butuh proses:v**
aku mencintai kalian semua:*