
Happy Reading gais:)
Please like, Comment, Vote And Favorite ya:)
Follow Instagram @destiichz dan @dedefff17
#
Ana menatap Ben dengan lembut tetapi menusuk sangat dalam. Ben yang mendengar ucapan Ana sontak saja terdiam dan tak menjawab ataupun beralasan lagi. Ia sendiri tak mengerti apa yang salah pada diri nya hingga membuat nya semudah ini untuk cemburu. Ben dengan perlahan melepas pegangan nya pada pergelangan tangan Ana.
"Aku ga pernah cemburu sama kamu Mas. Aku cuma minta kamu jangan gampang emosian kayak tadi. Kalo cuma kita berdua aja sih aku ga masalah. kamu sadar ga sih mas, kalo kamu tadi bikin El hampir nangis?" Ucap Ana yang tanpa sadar mengeluarkan seluruh kegelisahan di hati nya.
"Iya! kamu bener. aku yang salah. Aku yang terlalu cemburuan. aku juga yang terlalu gampang emosioan. iya! semua nya emang gegara aku! Apa kamu pernah mikirin perasaan aku? Aku kayak gini juga karena aku mencintai kamu Ana. Aku takut kehilangan kamu. Aku takut kamu pergi karena lebih memilih pria yang lebih baik dari aku" Teriak Ben marah setelah terdiam beberapa saat.
Ben benar-benar sudah merasa muak. Ia lelah karena selalu di anggap salah. Ana yang mendengar teriakan Ben tepat di hadapan nya hanya bisa tersentak kaget dan membisu. Ben menatap tepat di mata Ana dengan tatapan sayu.
"Aku juga capek. Aku capek harus selalu di salahin. Kalo bisa, Aku juga mau kayak kamu yang ga ada rasa cemburu karena tak cinta. Mungkin aku juga pengen ga memiliki rasa cinta ini untukmu Ana. Aku tau kalo kamu sayang banget sama El. Aku juga tau kalo karena itu juga kamu mau menikah sama Aku. Tapi, Tak bisakah kamu belajar mencintaiku seperti aku mencintaimu Ana?" Ucap Ben Lirih.
"Mas--" Setelah terdiam sejenak, lidah Ana terasa keluh. Ia tak tau harus mengatakan Apa. Ia sadar jika saat ini suami nya itu benar-benar marah. Ana merasa bersalah dan cukup tertekan.
"Bukankah pada akhir nya hanya akan terjadi perceraian saja jika terus seperti ini?" Tanya Ben.
Ana langsung merasa ketakutan seketika. Cerai? Ia tak mau itu terjadi. Setelah menatap Ana dengan senyum tipis, Ben pun berbalik, Ia berjalan keluar rumah, memasuki mobil nya dan dengan cepat meninggalkan perkarangan rumah nya. Ben meninggalkan Ana yang tanpa sadar terdiam mematung sendirian di tangga.
__ADS_1
Ben mengendalikan mobil dengan penuh Amarah. Dia mengendarai mobil juga dengan kecepatan penuh. Ia bahkan sudah tak perduli dengan nyawa nya lagi. Begitu ia hampir menabrak seseorang, ia langsung menge-rem dengan mendadak.
Ben sontak saja langsung mendapatkan bunyi klakson dari sekitar nya. Ia langsung meminggirkan mobil nya terlebih dahulu. Ahh sial!!!! Batin Ben Berteriak frustasi. Ben menjambak rambut nya sendiri dan memukul setir kemudi dengan kencang hingga membuat tangan nya sendiri merasa sakit.
Ana masih berada di tempat nya berada. Ia terduduk di lantai dan langsung menangis. Ia tak sadar jika apa yang ia lakukan akan membuat Ben sangat terpukul dan bersedih. Ia menangis dengan kencang. Ia menyesali apa yang telah ia lakukan. Ia sadar jika ia juga mencintai Ben, Akan tetapi ia hanya tak ingin mengakui nya. karena kejadian dahulu, Ia jadi takut dengan perselingkuhan.
Bik Jum yang berdiri di sekitar mereka pun melihat semua nya. Ia menonton kejadian dari awal hingga akhir. Ia tau bahwa tak ada yang bisa ia salahkan. Ia mendekati Ana yang masih menangis di lantai. Ia memeluk Ana dan mencoba menenangkan nya.
"Bik Jum--Hiks Hiks. Sa-yaa Sa--lah Bik. Hiks Hiks Sa--yaa Jugaa cin-ta sama Ben Hiks Hiks. Ta--pi saya cu-ma takut!" Ana berucap sambil memeluk Bik Jum dengan erat dan terus menangis meraung dengan kencang. Ia merasa sangat terluka saat ini.
Beberapa saat kemudian, Ben sudah tenang dan kembali melajukan mobil nya menuju kantor. sedangkan Ana masih menangis segugukan di pelukan Bik Jum. Ia sudah mulai menenangkan diri dan dengan perlahan melepaskan pelukan Bik Jum.
"Bik--Tolong Ja-ngan bilang apa-apa Ya sama Mas Ben" Ucap Ana masih dengan segugukan.
"Tapi nyonya, bukankah lebih baik tuan tau?" Tanya Bik Jum. Ana yang masih menenangkan diri pun menggelengkan kepala nya dengan cepat.
"Ohya Bik, kira-kira Mas Ben suka suasana yang kayak gimana ya? Trus makan apa?" Tanya Ana. Ia juga baru sadar jika diri nya tak banyak mengetahui apapun tentang Ben yang Notabe nya suami nya.
"Tuan Suka suasana pantai nyonya. Kalo makanan tuan ga pernah pilih-pilih" Jawab Bik Jum.
"Oke deh. Kalo gitu nanti abis jemput El aku akan bakal ke pasar buat beli kebutuhan masak. Aku bakal masak buat makan malem yang banyak nanti untuk mas Ben dan kita makan Bik. Trus besok baru deh aku ajak Mas Ben sama El pergi ke pantai. Gimana Bik? rencana aku bagus kan? Trus bru deh besok aku ngungkapin rasa cinta aku sama Mas Ben" Jelas Ana panjang lebar dengan semangat.
Bik Jum dengan setia menjadi pendengar tetap setiap ucapan Ana yang begitu antusias. Bik jum tersenyum hangat pada Ana dan menganggukkan kepala nya tanda setuju. Ana kembali memeluk Bik Jum dengan terus mengucapkan terima kasih.
__ADS_1
"Iya nyonya. Kalo ada yang bisa saya bantu kabarin saya ya" Ucap Bik Jum pada Akhir nya.
"Siap Bik" Jawab Ana semangat.
"Bik, Ana ke atas dulu ya mau ngambil tas. Soal nya sekarang pasti udah di tungguin, hehe. Oh yaa, Jangan bilang-bilang Ben ya bik" Lanjut Ana.
"Baik nyonya. Semoga berhasil ya kejutan buat Tuan nya" Balas Bik Jum tulus.
Ana tersenyum hangat menerima jawaban positif dari bik Jum. Ia berlarian kecil menaiki tangga dengan semangat seperti Ank kecil menuju kamar nya. Sampai di kamar, Ana mencari barang-barang yang mungkin Akan dibutuhkan dalam rapat dan memasukkan nya ke dalam tas kerja nya.
Ana juga merapikan kembali riasan wajah dan juga pakaian nya. Setelah merasa semua nya beres, Ana berjalan menuruni tangga dengan membawa Tas kerja nya. Begitu sampai di bawah, Ana langsung saja mencari keberadaan Bik Jum.
"Bik Jum--Ohh Bik Jum" Panggil Ana.
"Iya nyonya?" Bik Jum yang tadi nya berada di dapur bergegas menghampiri Ana begitu mendengar suara Ana yang memanggil nya.
"Hehe ga apa-apa sih Bik. Ana cuma mau pamit pergi ke kantor" Ucap Ana sambil terkekeh geli.
"Eh iya, Nyonya Hati-hati ya dijalan" Ucap Bik Jum sembari tersenyum dengan lebar menatap Ana.
"Iya bik. Ana pergi dulu ya, dadah" Ucap Ana yang kemudian menyalimi Bik Jum. Ana kemudian berlalu meninggalkan Bik Jum menuju mobil nya dan melajukan nya menuju restoran tempat rapat dimana Agus berada.
#
__ADS_1
KALO ADA YANG SALAH ATAU GA SESUAI KOMEN YA:)
Aku mencintai kalian semua:*