
Happy Reading gais:)
Please like, Comment, Vote And Favorite ya:)
Follow Instagram @destiichz dan @dedefff17
#
Ana kembali melajukan mobil nya menuju ke sekolah El. Setengah jam lagi El pulang nih, Aku harus cepet, Batin Ana. Ia mengendarai mobil nya dengan kecepatan di atas rata-rata. Ia takut El akan menunggu nya cukup lama. Tak sampai 30 menit, Ana sudah sampai di sekolah El. Ia memarkirkan mobil di depan sekolah El dan turun dengan cepat dari mobil. Ana berlarian memasuki sekolah El dan segera mengedarkan pandangan nya mencari El.
"Mama!" Teriak El yang langsung berlarian menghamburkan diri ke dalam pelukan Ana begitu melihat Ana memasuk gerbang sekolah nya.
"Haii sayang" Sapa Ana yang langsung mengangkat El ke dalam gendongan nya. Ana menciumi kedua pipi El dengan gemas. Ana tersenyum merasa lega.
"Udah boleh pulang kan?" Tanya Ana lembut.
"Udah Maa" Jawab El yang sudah melingkarkan tangan nya erat di leher Ana. Ia merasa senang.
"Yaudah, Kita pulang sekarang ya sayang?" Tanya Ana sambil menatap El dengan penuh kasih.
"Iyaa Maa Ayoo!" Jawab El semangat.
"Ayo sayang!" Balas Ana sama semangat nya. Ana sudah membalikkan badan nya untuk berjalan menuju mobil nya dengan El di gendongan nya.
"Permisi!" Teriak seseorang dari belakang Ana. El menoleh dan mendapati guru nya sedangkan Ana terus berjalan mengabaikan nya.
"Mama El!" Panggil Guru El lagi. Ana mengernyitkan dahi nya begitu mendengar nya.
"Mama Di panggil bapak gulu" Beritahu El yang mengira mama nya tak mendengar panggilan guru nya tadi. Ana sontak saja menatap El sejenak dan segera membalikkan badan nya dengan cepat.
"Bapak panggil saya?" Tanya Ana sopan pada pria di hadapan nya yang tak lain adalah guru El.
"Eh iya Buk. Mama nya El kan?" Tanya Balik guru itu. Ana merasa sangat tak nyaman sekarang.
"Iya pak. Kenapa ya?" Tanya Ana dengan sopan.
"Eh ga apa-apa kok Buk" Jawab guru itu gugup.
__ADS_1
"Trus ngapain manggil?" Tanya Ana sinis.
"Eh, cuma mau kenalan aja hehe" Jawab guru itu sedikit merasa tak nyaman dengan tatapan Ana.
"Saya mama nya El dan istri dari Ben, Papa nya El. Udah kenal kan pak?" Balas Ana merasa malas.
"Eh iyaa buk" Guru El itu merasa bingung harus bersikap bagaimana sekarang di depan Ana.
"Ga ada lagi kan pak? Kalo gitu saya duluan ya sama El" Jawab Ana cepat. Ia tak terlalu suka berkenalan dengan pria, apalagi sekarang dia sudah menikah. Ia merasa tak nyaman setiap berada di dekat pria, Aneh nya itu tidak berlaku pada Ben. Hal itu juga yang membuat Ana mau menikah dengan Ben, Bukan Karena El saja.
"Eh tunggu buk" Panggil Guru El lagi begitu Ana membalikkan badan nya ingin pergi menjauh.
"Kenapa lagi pak?!" Tanya Ana merasa emosi.
"Gini Buk, boleh minta Nomor handphone nya ga?" Tanya Balik bapak guru El itu dengan berani nya.
"Buat apa ya pak?" tanya Ana dengan nada tak suka. Ia hanya tak ingin menghadirkan masalah dalam keluarga nya nanti nya. Ia sadar jika Ben sangat cemburuan dan ia tak ingin Ben marah lagi.
"Mmm Gini Buk---" Jawab Guru itu bingung.
"Buat keperluan sekolah El Buk. Nanti kalo ada apa-apa sama El bisa saya kabarin" Jawab pria itu cepat. Ia harus mendapatkan nomor telpon Ana.
"Gini ya pak. Kalo emang buat Keperluan El udah ada wali kelas El. Lagian bapak juga bukan wali kelas El kan?" Ana kembali menolak.
"Saya wali kelas El Buk" Bohong Pria itu. Ana tersenyum tipis. Ia jelas sudah mempunyai nomor wali kelas El dan juga kepala sekolah El.
"Oh yaudah. Sini Hp bapak" Ucap Ana. Ia sudah merasa malas berdebat dan ingin pulang secepat nya agar bisa memasak untuk makan malam.
"Nih Buk" Pria itu memberikan handphone nya dengan cepat pada Ana. Ana mengetik sebuah nomor di log dan menyimpan nomor nya di kontak.
"Udah pak" Ana mengembalikan handphone itu pada pemilik nya. Pria itu tersenyum manis.
"Kalo ga penting ga usah telpon ya pak. Lagian kalo ada apa-apa sama El juga biasa nya langsung kepala sekolah yang telpon saya atau suami saya. Bapak juga ga perlu khawatir tentang El, karena dia di awasi 24 jam penuh walau tanpa pengawasan anda sebagai Wali kelas nya" Jelas Ana dengan sedikit menekankan ucapan nya.
Pria yang tak lain guru El langsung tertegun sejenak. Ana membalikkan badan nya dan pergi meninggalkan pria itu. Ana berjalan dengan El yang dari tadi diam memperhatikan di dalam gendongan nya. mereka menuju ke mobil Ana.
"Kita mau langsung pulang ma?" Tanya El begitu Ana mendudukkan nya di samping kursi kemudi.
__ADS_1
"Iya sayang. kita ke mall dulu ya" Jawab Ana lembut sembari mengusap puncak kepala El dengan pelan.
"Oke ma. El mau beli mainan balu ya. El juga mau beli banyak makanan" Balas El dengan semangat.
"Iya sayang. Sabuk pengaman nya di pake dulu ya ganteng" Ucap Ana sembari memasangkan seat-belt pada El yang duduk di samping nya.
"El sayang Mama" El dengan Antusias kembali memeluk Ana sambil mencium pipi kedua Ana.
"Mama juga sayang banget sama El" Jawab Ana.
El melepaskan pelukan nya pada Ana dan duduk dengan tenang. Ana mulai menyalakan mobil nya dan melajukannya meninggalkan halaman sekolah El. Ana mengendarai mobil nya dengan kecepatan rata-rata. El di samping Ana duduk dengan tenang. Mata El memandangi jalanan diluar jendela.
"Kamu mau makan dirumah apa di mall aja sayang?" Tanya Ana memulai percakapan dengan El yang sedari tadi hanya diam menatap jalanan.
"Mmm ga gau Maa" Jawab El merasa bingung.
"Yaudah, Dirumah aja ya El. nanti mama masakin, Okey?" Balas Ana kembali bersemangat.
"Okee mama" Jawab El yang sama antusias nya dengan Ana. Mereka berdua tertawa bersamaan.
Ana memegang tangan kecil El dan mengusap nya dengan lembut. El tersenyum sembari mendongak menatap Ana yang tatapan nya sudah kembali focus pada jalanan. Ana melajukan mobil nya menuju salah satu supermarket yang paling dekat dengan rumah nya. El kembali melihat jalanan.
Beberapa puluh menit kemudian, Ana sudah memberhentikan mobil nya di parkiran Mall yang berada sampingan dengan supermarket yang Ana tuju. Ana melepas sabuk pengaman nya dan juga sabuk pengaman El. Ana mengambil tas sekolah El dan meletakkan nya di kursi belakang.
"Mau mama Gendong Ga sayang?" Tanya Ana.
"Ga Ma. El jalan aja" Jawab El pelan.
"Yaudah tapi lewat sini aja ya sayang" Ucap Ana yang kemudian keluar dari mobil.
El mulai menginjakkan kaki nya di kursi dan keluar lewat pintu Ana sebelum nya. Begitu El sampai di kursi nya duduk tadi, Ana langsung menggendong El dan menurunkan nya. Ana tersenyum lembut. Setelah mengunci pintu mobil, Ana menggandeng tangan El memasuki supermarket bersamaan.
#
KALO ADA YANG SALAH ATAU GA SESUAI KOMEN YA BIAR BISA DIPERBAIKIN:)
Aku mencintai kalian semua:*
__ADS_1