Duda Itu Milikku

Duda Itu Milikku
Episode 54


__ADS_3

Happy Reading gais:)


Please like, comment, favorite and vote Okay!


follow ig @destiichz and @dedefff17 !


#


Setelah merasa cukup Aman, Ana berjalan mendekati pintu bersama dengan Yansyah. Jantung Ana dan Yansyah sama-sama berdetak begitu cepat. ya tuhan lindungi kami, Doa Ana dalam hati nya. Ana memutar Kunci pintu pada rumah nya perlahan. Lalu, Ia memutar gagang pintu nya Dan DEG----


***


"Kenapa ya pak?" Tanya Ana pada beberapa orang di hadapan nya.


"Periksa!" perintah salah seorang pria.


"Ehh kalian mau ngapain?!" Teriak Ana kaget. kurang lebih 5 lelaki memasuki kamar apartemen Ana dan memeriksa ke semua sudut. apa yang sebenarnya mereka cari sih? pikir Ana kesal.


"Kalian cari Apa hah?!" teriak Yansyah mendekati salah seorang pria yang akan memasuki kamar Ana.


"Keluar sekarang. kalian semua keluarr!!!" Teriak Yansyah marah sambil mendorong mereka keluar.


"Tangkap!" Begitu orang di hadapan Ana berbicara, para pria yang berada di dalam apartemen Ana dengan cepat mengunci gerakan Yansyah.


"Kalian ngapain?! Lepasin kakakku!!!" Teriak Ana memberontak berusaha melepaskan Pegangan orang-orang itu dari kakak nya, Yansyah.


"Lepasss!!!" Teriak Ana marah. Begitu mendapat Anggukan kepala dari ketua nya yang berdiri di depan pintu, Para pria itu melepaskan pegangan nya dan kembali memeriksa ruangan.


"Ahh sialannn!!" Teriak Yansyah marah.


"Kakak gak apa-apa kan? Kakak tenang dulu yaa" Ucap Ana sambil mengelus lengan Yansyah.


"Kalian sebenernya cari apa sih?" Tanya Ana pada pria yang berdiri di depan pintu.


"Maaf nona. Kami disini hanya untuk mencari hal-hal yang mungkin membahayakan nona" Jawab pria itu. kayak nya dia ketua nya deh. trus apa kata dia tadi? membahayakan? Sudah jelas mereka yang sangat membahayakan, Batin Ana.


"Gak Ada apa-apa disini. lagian kalo emang ada, Pasti nya kalian yang membahayakan Aku" Ucap Ana lantang membuat mereka semua terdiam di tempat.


"Mohon maaf nona. kami tak ada maksud apapun dan juga tak berniat membahayakan ataupun menyakiti nona sama sekali" Jelas Pria yang Ana yakini sebagai ketua dari sekelompok pria tersebut.


"Baru saja kalian menyakiti kakakku" Bentak Ana.


"Maaf nona. Kami hanya menjalankan perintah untuk memeriksa ruangan ini. Kakak Anda berusaha menghalangi kami. kami di izinkan untuk menyakiti bahkan menembak nya jika ada apapun yang menghalangi kami untuk melindungi nona" Jelas Pria itu lagi. dasarr gilaa, Batin Ana.


"Tapi dia Kakakku" Teriak Ana kesal.


"Siapa yang memerintahkan kalian untuk melakukan Hal menjengkelkan seperti ini?" Tanya Ana sambil menatap tajam pria di hadapan nya.


"Ahh iyaa, Maafkan saya lupa memperkenal kan diri pada Nona. Saya Arya. awal nya saya adalah tangan kanan Tuan Ben. sekarang saya di perintahkan untuk menjadi bodyguard pribadi Nona yang merupakan Calon istri Tuan untuk melindungi dan menjaga Nona dari banyak nya bahaya. untuk Seterusnya saya mohon bantuan nya yaa Nona" Jelas pria tersebut yang diketahui Bernama Arya sambil menundukkan kepala nya tanda hormat.

__ADS_1


*Deg. Ben?! Apa Ben?! What the Hell!!! Ben sialan. Kampret. Ahhh dasar gilaaaa. Ana terus berteriak marah dalam batin nya*. Ana berdiri mematung di tempat nya, sedangkan Yansyah langsung merilekskan tubuh nya dan berjalan mendekati sofa ruang tengah, Lalu duduk disana.


"Nonaa--Nonaa-Nonaa" panggil Arya beberapa kali mencoba menyadarkan Nona nya dari lamunan.


"Tadi kamu bilang kamu suruhan Ben?" Tanya Ana ragu.


"Iyaa Nona" Jawab Arya.


"Berarti Ben yang minta kamu ga bolehin aku keluar dari sini?" Tanya Ana lagi.


"Benar Nona" Jawab Arya lagi.


"Ben pemilik jackson group kan?" Tanya Ana mencoba meyakinkan diri dalam kekesalan nya lagi.


"Iya nona Benar" Jawab Arya lagi dengan sabar.


"Aghhhh Benn sialannnn!!!" Teriak Ana frustasi sambil jongkok dan menenggelam kan kepala nya di antara kedua kaki nya. Ben gila, Pikir Ana.


"Nona--Nonaa, Anda tak apa-apa?" Tanya Arya panik begitu melihat Ana langsung berteriak dan menutup wajah nya. Ana diam tak menjawab.


"Nonaa, Anda baik-baik saja?" Tanya Arya lagi. Ana kembali berdiri dan menatap arya yang menatap khawatir pada nya.


"Aku gak apa-apa" Jawab Ana.


"Sekarang, Aku udah boleh pergi kan dari sini?" Lanjut Ana bertanya.


"Maaf nona. Tuan Ben tak mengizinkan Anda pergi kemanapun. Tanpa seizin nya, Saya tak bisa membiarkan nona pergi" Jawab Arya tegas.


"Kemungkinan begitu nona" Jawab Arya.


"Yaudah tunggu dia dateng Aja" Balas Ana pasrah.


"Buat kalian sekarang boleh keluar dari sini dan kembali ke tempat masing-masing" Perintah Ana. Mereka mengangguk patuh dan berangsur-angsur berjalan keluar dari kamar apartemen Ana.


"Kecuali kamu, Arya" Ucap Ana pada Aya begitu bodyguard pribadi nya itu sampai di depan pintu.


"Ada apa nona?" Tanya Arya bingung.


"Bukankah kamu bodyguard pribadi ku? arti nya kamu harus tetap di sampingku. Jadi, Kamu tetap disini sampai Ben datang" Putus Ana mutlak.


"Baik nona" Jawab Arya patuh.


"Sekarang kamu tunggu di ruang tengah sama kakakku. jangan lupa buat minta maaf sama dia. Aku mau ke dapur dulu" Jelas Ana.


"Saya bantu nona di dapur" Ucap Arya.


"Gak. Kamu duduk di depan sama kakakku. Ga ada bantahan" Perintah Ana sambil menatap tajam pada Arya.


"Baik nona" Jawab Arya setuju.

__ADS_1


Arya berjalan melewati Ana dan mendekati ruang tengah. Ana sudah tak ambil pikir dengan apa yang akan menjadi pembicaraan antara kakak nya dan Arya. Ana segera bergegas mengunci pintu apartemen nya dan berjalan ke dapur.


Sampai di dapur, Ana bergegas membuatkan minuman untuk kakak dan juga pengawal nya. Tiba-tiba saja, Ana terpikir untuk memberikan Ben sebuah hadiah. Ana tersenyum misterius dan mulai menyiapkan hadiah nya untuk Ben.


Ana membawa minuman yang dia siapkan ke ruang tengah dan memberikan nya pada Yansyah dan juga Arya. Begitu melihat Ana, Arya secara refleks berdiri. Ana tak memperdulikan nya dan tetap berjalan meletakkan Minuman yang di bawa nya ke atas meja.


"Ga usah terlalu formal , Yaa" Ucap Ana pada Arya.


"Maaf nona. tapi---" Jawab Arya.


"udahlah, Ga usah terlalu formal. Udah sini duduk lagi. minum kopi dulu. Buatan Adik gue enak loh. cobain nih" Potong Yansyah santai sambil menyodorkan gelas yang berisi kopi pada Arya.


"Terima kasih" Ucap Arya tulus.


"Kita tunggu Ben dateng dulu ya kak" Ucap Ana pada kakak nya.


"Yaudah. Kakak juga udah telepon kak Agus kok tadi" Beritahu Yansyah.


"Apa kata kak Agus?" Tanya Ana.


"Kak Agus bilang, Mungkin Ben takut kamu pergi lagi dan kali ini beneran. Kan ulang tahun nya udah lewat, jadi ga mungkin kalo kamu pergi alasan nya mau prank dia" Jelas Yansyah Meng copy ucapan Agus saat ber telponan sebelum nya.


Ana memutar bola mata nya malas mendengar kakak pertama nya seolah membeli Ben. Ana duduk di samping Yansyah dan mulai menonton televisi bersama. Ana tersenyum jika membayangkan betapa menyenangkan nya hadiah nya nanti.


"Arya, Nanti tolongin aku ya" Ucap Ana pada Arya.


"Minta tolong apa Nona?" Tanya Arya bingung.


"Nanti deh kamu tau" Jawab Ana sambil tersenyum.


"Baik nona" Balas Arya.


"Ben masih lama gak?" Tanya Yansyah.


"Ga tau deh" Jawab Ana sambil mengedikkan bahu nya.


"Kemungkinan Sebentar lagi Tuan sampai" Seru Arya.


Tok. Tok. Tok. Selesai Arya berucap, Suara ketukan pintu pun terdengar. Yansyah Dan Arya menatap ke arah Ana. Begitu Arya berdiri ingin membukakan pintu untuk Majikan nya, Ana menahan tangan nya sembari menggelengkan kepala nya.


"Kamu tunggu sini sebentar"perintah Ana pada Arya.


Ana tersenyum kemudian berjalan meninggalkan Arya Dan Yansyah yang kebingungan menatap ke arah nya. Beberapa saat kemudian Ana kembali dengan membawa hadiah nya Lalu tersenyum hangat pada mereka yang terkejut menatapnya.


#


KALO ADA YANG SALAH ATAU GA SESUAI KOMEN YA BIAR BISA DI PERBAIKIN:)


MAKASIH UDAH BACA:)

__ADS_1


Aku mencintai kalian semua:*


__ADS_2