Duda Itu Milikku

Duda Itu Milikku
Episode 28


__ADS_3

BEN POV


Seharian ini , mama, alda dan aku sudah membeli semua keperluan yang akan digunakan besok. Kami juga sudah membeli pakaian Seragam untuk digunakan saat lamaran besok.


Setelah semuanya beres, kami pun pulang kerumah. Sampai dirumah pun, hari sudah sore. Tadi siang, aku mendapat pesan dari ana yang memberitahu jika ia akan kerumah kakaknya.


Sampai sekarang, belum ada balasan sama sekali dari ana. Kemudian, setelah selesai mandi dan makan malam, aku langsung kekamar. aku gugup. Demi mengalihkan pikiranku akan acara besok, aku mulai membuka laptop.


Sudah banyak sekali email dari alex, sekretarisku. aku mulai memeriksa satu persatu email. huh, hari senin bakal capek banget nih, batinku mengeluh. Semua rapat yang kutunda, akan dilaksanakan hari senin.


Saat sedang ingin mengganti lagu yang kuputar dari laptop, tiba-tiba ada suara lain berbunyi. aku mencari sebentar suara tersebut yang ternyata datang dari handphone disebelahku. Begitu melihat nama sang penelpon, aku segera menggeser layar kearah hijau.


"Haloo" Ucapku tepat setelah telpon kuangkat.


"Hai juga" jawab seseorang dari seberang telepon


"Kamu lagi ngapain?" tanyanya


"Ini lagi periksa email" jawabku


"kamu sendiri lagi ngapain?" aku pun bertanya padanya


"Lagi bikin proposal" jawabnya


"Kerjaan ya?" tanyaku


"Iya nih. perusahaan kemaren nyebelin banget" balasnya


"kenapa emang?" tanyaku penasaran


"Aku disuruh bikin proposal ulang gegara yang kemaren gatau dikemanain ama tuh direktur. kan ngeselin banget" ceritanya


"Kamu udah tau belum perusahaan mana?" tanyaku lagi


"Ga tau. ga peduli juga" jawabnya


"yaudah sabar ya. nanti kalo udah tau, kabarin aku. bakal aku bikin nyesel tuh orang" balasku.


pokoknya nanti kalo udah nikah, ana boleh tetap kerja, tapi cuma diperusahaanku. ya kali aja, masa istri ben jackson disuruh-suruh kayak gini. terus tuh direktur malah sampe bikin ana kecapekan dan sakit, batinku kesal.


"liatin aja nanti. Ntar senin aku kasih tau nama perusahaannya. jangan lupa dibikin nyesel ya" ucapnya seakan meremehkanku


"Iya pasti. liat aja nanti. aku bikin bangkrut nanti. biar dia kapok. lagian, siapa suruh dia berani bikin istri-ku ini kecapekan sampe sakit" ujarku meyakinkan. iyalah, liat aja nanti.


"Kamu kenapa?" tanyaku begitu tak mendengar jawaban apapun darinya. Dia tiba-tiba saja terdiam.


"Gapapa" jawabnya. pasti ada yang ga beres, pikirku.


"Jujur deh, ada apa sih?" tanyaku penasaran


"ga ada apa-apa" jawabnya lagi. aku ga percaya tuh. cewek kalo bilang gapapa pasti ada apa-apa nya tuh, batinku.


"Oh come on. Ngomong aja. jangan bikin penasaran kayak gini" ucapku tegas. dia terdiam beberapa saat, kemudian--


"Tadi, aku makan malam sama keluargaku" ucapnya. makan malam? terus apa hubungannya sama makan malam?


"terus?" tanyaku agar dia melanjutkan ceritanya


"Kami membahas soal lamaranmu besok" lanjutnya lagi. aku terdiam. jantungku mulai berdetak cepat.


"teruss?" teriakku cepat


"kata keluargaku--" ucapannya berjeda lama.


"Apaaa?! yang jelas dongg" bentakku panik.


"besok kamu diminta dateng jam 7, hehe" ucapnya diiringi kekehan geli. oh my gosh, jantungku beneran panik ini, batinku.


"Kamu jangan kayak gitu dong nada ngomongnya. kan aku jadi takut. kirain tadi ada apaan" jawabku refleks


"takut? emangnya kenapa?" tanyanya


"kan kirain keluargamu ga mau nerima aku" jawabku. dia terdiam beberapa saat.


"Sayang" panggilku yang hanya dibalas deheman saja.

__ADS_1


"Ngomong dong. jangan bikin takut gini" ucapku. sumpah ya, sekarang aja aku udah ga focus lagi sama laptop didepanku, batinku.


"Iyaa. Ngapain coba takut? kayak anak kecil aja. El aja ga segitu penakutnya tuh" ujarnya yang membuat hatiku tenang seketika.


"Ck. iya deh iya" jawabku kesal.


"Kamu udah makan? udah mandi? udah mau tidur?" tanya berurutan diajukan ana padaku


"udahh" jawabku pelan. aku masih kesal. kok bisa sih aku dibandingin sama el?


"kamu marah?" tanyanya


"Nggak" jawabku ketus


"Alah bohong" balasnya


"nggak marah, cuman kesel doang" ucapku


"lah kenapa?" tanyanya lagi. dasar ga peka.


"Pikir aja" jawabku


"Kasih tau aja kali. Kalo ga mau kasih tau, matiin aja telponnya. kesel dulu aja sana. ntar kalo udah ga kesel baru telpon lagi" ujarnya yang membuatku langsung panik


"Ehh nggakk. dasar ga peka banget sih, sayang" ucapku


"Ya lagian" balasnya


"kenapa emang?" tanyanya lagi


"Kamu sih ga peka. lagian, aku ga suka tau ga sih kalo kamu banding-bandingin aku sama el" jawabku sambil memcebikkan bibir.


"Kamu cemburu?" tanyanya lagi. emang susah ya kalo punya cewek ga peka tuh, batinku kesal.


"Ck. iyalah" jawabku kesal


"Dasar gila. masa sama anak sendiri cemburu" balasnya kaget


"ya gapapa" ucapku santai


"ngusir nih ceritanya?" tanyaku


"iyaa. udah buruan tidur" jawabnya


"Ayo tidurnya barengan aja" ajakku


"Aku masih harus selesaiin proposal" balasnya. aku mulai merapikan laptop yang ada dihadapanku.


"Yaudah, berarti aku juga ga tidur" ucapku


"Ck. Nggak ngertiin banget sih. aku tuh harus nyelesaiin proposal ini. soalnya penting banget" ujarnya sembari mendengus kesal.


"Udah santai aja. besok aku bantuin deh nyelesaiinnya. jadi, sekarang kita tidur ya" bujukku lagi


"bantuin sampe selesai ya?" tanyanya


"Iya. apa sih yang nggak buat kamu?" rayuku


"Oke. kita tidur sekarang , hehe" jawabnya


"Dasar. bilang aja sengaja kan biar dibantuin?" tanyaku


"yaiyalah" jawabnya. kemudian dia terdiam beberapa saat. aku merapikan pekerjaanku dan tiduran dikasur.


"Kamu lagi ngapain?" tanyaku


"lagi beresin berkas bentar" jawabnya


"yaudah buruan" ucapku


"iya sabar" jawabnya keras. aku diam. menunggunya membereskan pekerjaannya. setelah beberapa saat, dia---


"Yaudah ayo tidur" ajaknya setelah beberapa saat terdiam.


"Ayoo" jawabku yang sudah menenggelamkan badanku didalam selimut.

__ADS_1


"Mau dinyanyiin ga?" tanyaku


"ga usah" jawabnya


"kenapa?" tanyaku sambil mengernyit bingung


"Ntar yang ada aku malah mimpi buruk lagian telingaku juga sakit" balasnya


"Kemarenn ada tuh yang tidurnya nyenyak buangettttt" sindirku.


"Haha, udah ga usah. Good night ben" jawabnya


"Good night and sleep too sayang" balasku


Setelah itu aku mulai memejamkan mataku. Pernah ga sih kalian sebelum tidur ngekhayal dulu? nah kayak gitu aku sekara**ng. aku ngehalu kalo nanti, aku sama ana nikah, terus ana hamil adik-adiknya el pasti bakal seru banget!


Tanpa sadar, Dengan Meng-khayal hal-hal yang membuatku senang, aku dapat tidur dengan cepat dan juga nyenyak. rasanya bahagia banget ya kalo hidup sesimple itu? batinku


**


Dipagi Hari


Begitu mendengar teriakan mama didepan pintu, aku mulai membuka mataku. Aku membalas teriakan mama dan mulai meraba disampingku, mencari handphone. begitu mendapatnya, ternyata handphoneku mati.


Habis batre. aku Bangkit untuk men-charger handphoneku. kemudian, aku langsung memasuki kamar mandi. mencuci muka san sikat gigi, setelah itu aku keluar untuk sarapan bersama dimeja makan. kalo ada yang tanya el kemana? jawabannya el lagi tidur sama alda.


Setelah selesai bersih-bersih, aku berjalan kekamar alda. El sedang tertidur disana. aku mendekatinya dan mulai menciuminya. Saat, dia sedikit sadar, aku menggendongnya kedalam pelukanku dan membawanya kebawah untuk sarapan.


"Kok ga diajak sih el nya turun, Dek?" tanyaku pada alda begitu sampai dimeja makan.


"Kasian kak. kayak ngantuk banget soalnya" jawab alda sembari mengambil nasi goreng


aku beranjak berjalan kedalam kamar mandi. menemani el mencuci muka dan sikat gigi. kemudian, aku kembali menggendongnya kembali kemeja makan. disana, sudah ada papa dan mama. aku menarik kursi dan duduk disana dengan el dipangkuanku.


"El kenapa ben?" tanya papaku begitu melihat el yang terus memelukku


"masih ngantuk pa. ga tau deh tidur jam berapa semalem" jawabku sambil melirik sinis adikku. sedangkan dia, hanya mengabaikanku.


"Kirain mama lagi sakit" celetuk mama


"nggak ma" balasku lagi.


Kami mulai menyantap sarapan kami masing-masing. Aku makan sembari menyuapi el. Kami membahas sedikit tentang lamaran hari ini. mama pun sudah membahas kearah pernikahan. aku takut.


aku baru sadar. apa mungkin orang tua ana mau menerimaku? aku yang seorang duda ber-anak satu ini? gimana kalo mereka ga mau? pikiran-pikiran yang menakutkan itu mulai hinggap dikepalaku.


perasaanku tak tenang. hatiku gelisah. aku menarik nafas dalam lalu menghembuskan nya pelan, upaya menenangkan diriku. Aku melamun sampai obrolan antusias mama menyadarkanku kembali. Semoga saja tuhan, tidak akan ada hal buruk yang terjadi, doaku.


ANA POV


Setelah semalam bercerita sebentar dengan ben, aku pun tertidur. Begitu bangun dipagi hari, aku langsung mengecek handphoneku. Panggilan sudah berakhir. aku bergegas memasuki wc dan membersihkan diri didalam sana.


Kemudian, aku langsung turun kebawah untuk membantu kak wanda menyiapkan sarapan. jika ada yang bertanya zahra dimana? dia tidur bersama orang tuanya. aku melihat mama dan kak wanda sudah berkutat didapur.


"Hai kak" sapaku yang membuat mereka langsung mengalihkan pandangannya padaku.


"Udah bangun?" tanya kak wanda


"udahlah kak. Kalo belum, ga mungkin aku udah disini, hehe" jawabku sambil terkekeh geli. emang ya, kadang-kadang orang tuh nanya ga bermutu gitu, batinku.


"Eh iya ya" balasnya.


mulai deh, jangan-jangan kak wanda kayak hamil zahra dulu lagi. kalian tau ga sih? dulu pas hamil zahra, kak iparku itu, yang ku tau pinter banget jadi kayak orang bodoh gitu sumpah deh. aku sampe bingung banget pas liatnya, kalo kak agus sih ga usah ditanya, dia udah kayak orang stres, wkwk.


"Sini. biar ana aja. kaka duduk aja, okey" ucapku pada kak wanda kemudian menggantikan hal yang dikerjakannya.


"Ck. Mulai deh overprotektif nya" decak kak wanda kesal menatapku. aku hanya terkekeh geli sebagai jawaban.


#


PLIS BANGET. LIKE, KOMEN, AND VOTE:)


kalian tau ga sih? aku ngerasa kayak ga ada yang baca ceritaku. sumpah sedih banget:((((


Jangan lupa Follow Ig @destiichz ya!

__ADS_1


aku mencintai kalian semua:*


__ADS_2