
Happy Reading gais:)
Please Like, comment,favorite and vote okay!
follow ig @destiichz atau @dedefff17 ya!
#
Srekk. Brukk. Ana merasa tangan nya sedang ditarik. Tarikan yang tak terlalu kencang, akan tetapi membuat tubuh lelah Ana langsung menabrak dada bidang seseorang. Ana terjatuh di atas tubuh seseorang yang menarik nya.
"Eughhh" Lenguh Ana yang masih sedikit shock.
Ana secara perlahan mengangkat wajah nya. Mata nya langsung bertatapan dengan mata tajam seseorang. Ana membelakkan mata nya terkejut. Ben?! ya benar, pria ini adalah Ben. apa yang dilakukannya tengah malam begini? Batin Ana Bingung.
Ana melihat uluran tangan di samping nya. dari Pak Joni. Ana bangun dari Atas tubuh Ben Di bantu oleh pak Joni. Begitu Ana Berdiri, Ia melihat Ben yang juga bangkit berdiri. Serempak, Ana dan Ben membersihkan bagian belakang pakaian mereka.
"Nona Ana ga apa-apa?" tanya Pak Joni.
"nggak Apa-apa kok Pak" Jawab Ana.
Ana tersenyum hangat pada Pak Joni sekilas dan beralih menatap Ben. Tatapan Ana terfocus pada Kancing atas baju Ben yang terbuka. Wajah Ana terasa panas. Dia berdehem seraya berusaha menghilangkan ke gugup an nya.
"Eh anda siapa? Gak sopan banget sih" Ucap Pak Joni dengan menatap Ben garang.
"Sorry hmm" Ujar Ben pelan.
Ben membersihkan celana nya. Ben meringis pelan. kayak nya Ben luka deh, Pikir Ana. Ana melirik ke arah lantai tempat Dia dan Ben terjatuh tadi. Walau Ben yang duluan menarik nya, tetap saja Ben terluka pasti karena dia jatuh di atas tubuh Ben. Mengingat Hal itu membuat wajah Ana terasa panas.
"Ga apa-apa pak. Dia temen saya kok. bapak lanjut jaga aja ya. Sebelum nya makasih ya udah bantuin"Ucap Ana tulus pada Pak Joni.
"kamu gapapa?" tanya Ana pada Ben.
"Hmm Ma-maaf ya" Jawab Ben terbata-bata.
"gapapa. kamu ngapain tadi? terus kenapa Kamu bisa ada disini?" tanya Ana bingung.
"hmm--hmm" Ben gugup.
Ben benar-benar merasa sangat gugup. Dia tak mempersiapkan diri untuk pertanyaan itu. Ana yang melihat muka Ben memerah secara refleks tertawa. Ana merasa lucu. sumpah, aku baru liat kalo ada cowo yang blushing, Batin Ana.
"Yukk keatas. Sekalian kita obatin luka kamu" ajak Ana pada Ben.
__ADS_1
Ana menarik tangan Ben menuju ke lift. Tanpa sadar, Ana masih terus menggandeng tangan Ben sampai di depan apartemen nya yang membuat Wajah Ben memerah karena malu. Ben duduk di ruang tengah sedangkan Ana kembali ke kamar nya untuk mencari kotak obat.
Setelah mendapatkan Apa yang di cari nya, Ana kembali ke ruang tengah dan duduk di sebelah Ben yang tampak sedang berpikir keras. dia benar-benar lucu, Pikir Ana. Ben tersenyum Kaku pada Ana yang tersenyum manis pada nya. Deg. Deg. Deg. Deg.
"Hmm luka nya ada dimana aja? sini biar aku obatin" Ucap Ana sambil menatap Ben.
"Heii kamu mau ngapain?!" Tanya Ana panik begitu melihat Ben melepas Baju kaos nya dan juga ikat pinggang celana nya.
"tadi kata nya mau ngobatin kan? berarti aku harus buka baju sama celana dulu dong" Jawab Ben santai sambil tersenyum manis.
"Ehh maksud nya ga perlu sampe lepas pakaian juga kali. Ck. Yaudahlah, Kamu obatin sendiri aja" Decak Ana Kesal.
"Gini ya, Aku kan pake Celana panjang sama kemeja. udah pasti ketat tuh, jadi ga bakal bisa di gulung. aku gapapa deh kali ini Rugi, daripada nanti luka ku makin parah terus aku meninggal. kasian El kalo sampe ga ada aku" Jelas Ben yang mau melawak tapi tak lucu.
Ana terdiam beberapa saat. Ana mengalihkan pandangan nya dari Ben. Dia ga merasa canggung gitu? kayak nya dia udah biasa nunjukkin tubuh nya ke cewe-cewe, pikir Ana. Ana merasa jengkel. Ia bukanlah seseorang yang sabar tapi yang emosional.
"Hei kenapa ngelamun? buruan obatin dong. Ini sakit banget" Seru Ben Antusias.
"Ga enak. Obatin sendiri aja sana" Balas Ana.
"Lah kenapa ga enak? Gapapa kali. Tolong ya obatin biar aku ga sampe meninggal" jawab Ben cepat.
"Balik Badan" Perintah Ana yang langsung dituruti Ben.
"Bawahan lagi lecet juga" Ucap Ben.
"kebawah lagi dikit" Ucap Ben lagi.
"kebawah lagii dong" Perintah Ben lagi yang langsung membuat Ana murka.
"Obatin sendiri. aku mau masak mie" Sentak Ana sambil berlalu Meninggalkan Ben di ruang tengah menuju ke dapur.
Diruang tengah, Ben terus tertawa karena sudah berhasil mengerjai Ana. Ben dengan cepat mengobati satu-satu nya luka di tubuh nya yaitu di siku. Setelah mengobati luka nya, Ben berjalan ke dapur menyusul Ana.
"Bikinin Akj juga dong. laper nih" Ucap Ben begitu memasuki dapur. Sontak saja Ana Terkejut mendengar suara Ben tepat di belakang nya. Ben terkekeh geli melihat Ana.
"Iyaa iyaa, ini aku bikinin kok. duduk di meja makan Aja sana. Dasar bawel" Balas Ana.
Ben tertawa sebentar sebelum berjalan ke arah meja makan dan mendudukkan diri disana. Beberapa saat kemudian, Ana datang dengan membawa 2 mangkok Mie Goreng dan meletakkannya di hadapan Ben. Kami pun menyantap makanan. setelah selesai, Ben Menonton TV sedangkan Ana mencuci piring dan membereskan dapur serta meja makan.
"Kamu Ga pulang? udah malem Nih. pulang sana" Usir Ana secara halus Pada Ben. Ben berpikir keras agar tetap di dekat Ana.
__ADS_1
"Iyaa yaa. ini kan udah malem tuh, terus tanganku masih sakit gegara ditindih orang. kayaknya ga bakal bisa nyetir buat pulang deh. Sebelumnya makasih udah obatin tanganku ini. Yaudah aku Mau tidur di lobby aja deh" Ucap Ben yang membuat Ana tersentak. Ben berjalan memungut pakaian nya.
"Hmm ka--kamu tidur disini aja gapapa. bentar aku ambilin bantal sama selimut dulu" Ucap Ana yang merasa bersalah. Yes, Berhasil, Batin Ben semangat. Ana berjalan kembali ke kamae nya.
Ana memberikan bantal dan selimut pada Ben. Setelah itu Ana pamit ke kamar nya. Tidak lupa Ana mengunci pintu kamar nya. Ana benar-benar tidak waspada terhadap sekitar, pikir Ben. Ben memejamkan mata nya dan tertidur sangat nyenyak dengan cepat.
Keesokan hari nya. Ben masih tidur nyenyak di sofa ruang tengah. Tiba-tiba Ting. Klek. Ben seperti mendengar suara pintu apartemen terbuka. mungkin ana sudah bangun, Pikir Ben.
"Heii kamu siapa?! bagaimana bisa kamu tidur si sofa apartemen Ana hah?!" Ben langsung membuka mata nya terkejut begitu mendengar suara seorang pria.
Kesadaran nya belum pulih, Ben langsung Melebarkan mata nya terkejut begitu pria di hadapan nya memberikan pukulan yang keras pada nya. rahang Ben mengeras. Ben menyeka darah dari sudut bibir nya yang sobek. sialan, Batin Ben. Ben menatap tajam kedua lelaki yang berada di hadapan nya.
"ada apa si berisik banget, masih pagi juga" terdengar suara Ana. Lelaki yang memukul Ben tadi langsung tertahan oleh Lelaki yang satu nya. Ben ingat. Lelaki yang memukulnya adalah lelaki yang bersama Ana semalam.
"Ya tuhann. ngapain sih pagi-pagi pukul anak orang hah?!" tanya Ana pada kedua pria itu sambil membantu Ben berdiri dengan Panik.
"Harusnya kami yang panik disini. bagaimana bisa kami menemukan pria pagi-pagi begini di apartemenmu hah?!" Bentak pria yang memukul Ben tadi. Ben bertanya-tanya dalam batin nya, ada hubungan apa mereka dengan Ana?
"Dia temanku. semalam dia terluka karenaku. sebagai tanda terima kasih aku membiarkan nya menginap. tidak ada apapun yang terjadi diantara kami. mending sekarang Kalian ke kamarku aja deh" Jelas Ana panjang lebar.
"Ana kamu obatin dulu luka Pria itu, kakak akan kekamar mu dulu" Ucap Pria yang dari tadi hanya menatap Ben. Mereka ke kamar meninggalkan Ben dan Ana di ruang tengah.
Ana duduk disamping Ben sambil terus mengucapkan permintaan maaf di bibirnya. Ben hanya diam sambil sesekali meringis sakit saat ana menekan memar Ben saat mengobatinya. Aku benar-benar penasaran. siapakah mereka? apakah aku harus bertanya pada ana? pikir Ben.
"Mmm pria tadi siapa Na? yang menonjokku dan juga yang satunya" tanya Ben gugup.
"Oh tadi Yang Agak Gemuk Kakak pertamaku Kak agus , terus yang mukul kamu tadi---" ucapan Ana terpotong.
"Aku suaminya. Sekarang karena ana sudah mengobatimu ,silakan kamu pergi dari apartemen kami" Celetuk pria yang menonjok Ben tadi sambil berjalan mendekati Ana.
"Kak kamu--" ucapan ana menggantung lagi.
"Maaf tuan, saya tidak tau. kalo begitu, Ana, saya pamit yaa, Permisi" Pamit Ben sambil bergegas meninggalkan apartemen Ana.
Ben merasakan sakit dihati nya. Ini aneh, Aku bahkan baru mengenal nya beberapa hari. apakah mungkin aku langsung mencintai nya? Beginikah rasa nya cinta pandangan pertama? Pikir Ben. Rasanya benar-benar menyesakkan.
Ana sudah menikah dan aku mencintainya. mencintai wanita yang sudah menikah? apakah aku hampir menjadi orang ketiga di hubunhan Ana? hahaha, Batin Ben merasa frustasi.
Ben melajukan mobilnya dengan cepat meninggalkan apartemen Ana kembali menuju ke rumah nya. Aku pergi meninggalkan hatiku padamu yang sudah memiliki pasangan. mungkin, Cerita cinta ku memang harus berakhir sampai disini, Pikir Ben.
#
__ADS_1
KALO ADA YANG SALAH ATAU GA SESUAI KOMEN YA BIAR BISA DIPERBAIKIN:)
Aku mencintai kalian semua:*