Duda Itu Milikku

Duda Itu Milikku
Episode 17


__ADS_3

BEN POV


"ayok" ajakku padanya begitu melihatnya hanya diam mematung ditempatnya. aku benar-benar senang sekaliii:)


flashback on


setelah melihat Ana dan el berlalu kekamar mandi, aku pun keluar dari kamar. Menuju keruang keluarga. disana sudah ada mama dan papa yang sedang menonton televisi.


"Hai pap, Mam" sapaku. aku langsung duduk disamping papa.


"Siapa wanita itu?!" tanya mama sambil menatap tajam kearahku.


"mamanya el" jawabku santai. Aku mengalihkan pandanganku kearah tv.


"Heii mama serius!" teriak mamaku. kudengar helaan nafas berat dari papaku.


"Tanya el aja kalo ga percaya" ucapku santai sambil mulai memakan cemilan didepanku.


"bennnn" geram mama.


"Ben, jawab papa. siapa wanita itu?" tanya papa lembut sambil menatapku. emang aneh banget ya orang tuaku. bokap kayak cewek sedangkan nyokap jangan ditanya lagi.


" calon istri ben" jawabanku yang membuat mama dan papa terkejut. diam.


"Itu pun kalo dia nya mau" lanjutku sembari menyenderkan bahuku disofa.


"Lah kok kalo mau? harus mau lah. udah pepett terus jangan kasih longgar ben" jawab papa terkekeh geli menyemangatiku.


"Lah--Kok papa kayak ngedukung ben sih?!" teriak mama lagi yang baru sadar dari keterkejutannya. aku dan papa terkekeh.


"Kenapa ga ma? keliatannya dia anak baik kok" jawab papa santai.


"Baik apanya?! Anak Cewek kok tidur sama cowok yang bukan suaminya" sinis mama.


"Ana baik kok maa. Semalem kak ben aja yang maksa dia. aku sih pura-pura ga tau aja" ucap seseorang yang baru menuruni tangga. aku tersenyum mendengarnya.


"Kok kamu kegatelan sih bennn?!" geram mama menatapku.


"Udah ah, papa kekamar dulu" ucap papa berlalu meninggalkan kami.


"eh paa, mau kemana?" teriak mama begitu melihat papa menjauh menuju kamarnya.


"mama nih aneh banget sih. giliran kak ben ga deket sama cewek, mama sibuk nyariin. eh giliran kak ben udah bawa pulang cewek malah marah-marah" ujar alda sembari mengambil makanan didalam toples.


"Yaa kan kalo yang mama cariii, berartii mama tauu jelas orangnya. lah ini? cuma tau namanya aja. kalo ntar dia cuma mau harta kita doang gimana" jelas mama.


"nggak akan maa. Dia baik kok. cocok banget buat ben sama el" jawabku


"Kenapa kamu yakin banget?" tanya mama nenatap tajam kearahku.


"karena aku mencintainya" jawabku santai.


"Kamu makan gatau jelas asal usul dia ben. udah cari yang lain aja" elak mama lagi.


"Udahlah maa. Ana emang baik kok. dia juga kesini bukan buat kak ben tapi buat el. lagian belum tentu juga dia mau nikah sama kak ben" jawab alda membuatku kesal. ya pasti mau lah! kalo ga mau kuhamilin dia, batinku.


"Eh enak ajaa, mau pasti dia. siapa si yang bisa nolak aku?" ucapku percaya diri pada adikku. kalo ga mau tinggal paksa.


"Mama periksa dulu" ucap mama sambil melirik kearah tangga. aku menoleh. Aku melihat El berjalan menggandeng tangan ana menuju kearahku. pengen digandeng juga ihhh, kesalku melihat kearah tangan mereka.


Saat sampai didepanku. ana Permisi pamit. Ga bolehh, aku masih mau liat ana. lagian kalo dia ga kerja terus nemenin hidupku aja juga ga bakal susah, batinku. harta gw kan ga habis istilahnya 7 turunan, wkwk.

__ADS_1


aku mencari seribu alasan agar dia tetap disini. padahal cuma el alasan terberatnya, hehe. El gagal. ana tetap bersikeras ingin pergi. sampai akhirnya mama angkat suara, membuat ana nengikutiku. Yeyyy!


flashback off


Aku menarik tangannya dan el. aku menggandeng mereka menuju kemeja makan. aku menarik kursi untuk mereka duduk. Dia menuruti semua arahanku. apa kalo misal aku suruh nikah juga dia nurut ya? batinku bertanya. hehe.


"Makan yang banyak ,Naa" ucapku kepada ana. dia menoleh sekilas padaku.


"Hmm. el mau apa sayang? nanti mama ambilin" tanyanya pada el. mencoba mengacuhkanku huh?


"El mau ayam sama sayur ma"jawab el sangat bersemangat.


setelah menaruh makanan el tepat didepannya. aku segera menyodorkan piringku untuk diambilkan makanan juga. ya kali El doang. aku kan juga mau kali diambilin, batinku iri.


"Kok aku ga diambilin juga sih?" tanyaku saat melihatnya kembali duduk dikursinya. mengabaikanku, batinku.


"Kakak minta ambilin aku?" jawab alda yang sedang mengambil bagiannya sendiri.


"Bukan kamu dek. tapi Ana" jawabku sedikit lantang. biar pekaaa.


"Hah? aku?" tanyanya.


"Iyaa. buruan ambilin. masa el aja yang diambilin sih" ucapku kesal.


"Maaf ya pak, el saya ambilin karena dia belum sampe ngambil sendiri. sedangkan bapak ,sudah sangat bisa mengambil makanan sendiri" jelasnya padanku.


"Tapi aku mau nya diambilin" Aku merengek, kekeh ingin diambilkan. aku bahkan melupakan kehadiran mama dan papa yang focus menatapku.


"Ambil sendiri aja kenapa sih kak? udah gede juga" jawab alda kesal melihat ku.


"Mau nya diambilin ana. kalo ga mau yaudah, aku ga usah makan. gampang kan" jawabku. sengaja gitu. biar ana ga enakan. Hehe pasti dalam hatinya dia kesel banget, batinku.


"Sini" ucapnya sedikit bangkit dari kursinya dan mengambilkanku makanan.


"Nih" ucapnya sambil menjulurkan piringku yang tadinya dia ambil.


"Makasih sayang" ucapku sembari tersenyum manis menatapnya hangat.


"Ihh papa kayak anak kecil" Ledek el begitu melihatku bahagia diambilkan makan oleh ana seperti dirinya.


"Biarin. El iri aja huu" balasku sambil menjulurkan lidahku juga. kok aku jadi kayak anak kecik juga si? ana pasti lagi kesel banget deh,keliatan banget diwajah cantiknya itu kalo lagi kesel, batinku.


"Mama suapinnn" rengek el pada ana. nih orang anak siapa sih? kayak dendaman banget, batinku sambil menatap el tajam.


"Sini el" jawab ana. Mendengar jawaban itu el langsung menjulurkan lidah nya padaku. tuh kan bener pembalasan, batinku kesal.


"Aku juga mau" ucapku merengek pada ana sembari mendorong piringku kepadanya.


"Maaf pak, bisakah anda makan sendiri?" tanya ana sopan padaku. ga adil huhu:(


"Mau disuapinn" rengekku lagi. pokoknya ga boleh kalah sama el, batinku semangat.


Dia terlihat berhenti menyuapi el. menatapku dan menghela nafas berat. apa susah nya sih cuma nyuapin aku doang kayak el? batinku kesal. Dia diam menatapku.


"udah kali kak" Alda menyaut. Sepertinya dia kesal. belain kakaknya kek, batinku sambil memutar mata malas pada adikku.


Ekhem. Terdengar suara dari mama dan papa yang dari tadi diam memperhatikan kami. aku sih bodo amat dengernya. lagian harusnya mereka seneng dong , aku udah bawa menantu buat mereka, pikirku.


"Ben kamu makan sendiri. jangan nyusahin orang. Dan kamu, bukankah seharusnya ada yang jelaskan pada saya?" ucap mama sembari menunjuk ana.


Mendengar ucapan mamaku, aku langsung menarik piringku lagi dan memakannya sendiri. gapapa ga disuapin. tapi ga bakal ada lain kali, kesalku. ana masih menyuapi el dengan telaten. kudengar dia menghebuskan nafas lelah mendengar suara mama.

__ADS_1


"Maaf sebelumnya kalo saya udah kurang ajar tan. semalem el sakit. terus saya diminta ben bantuin nidurin el, eh ga tau nya malah saya yang ikut ketiduran" Jelasnya. aku tersenyum , hehe.


"Hmm bener itu ben?" tanya mama padaku yang kujawab dengan menganggukan kepala ku masih sambil menyantap makanan.


"Kenapa kamu bisa dipanggil el mama?" tanya mama sambil menatap ana. mulai deh introgasi nya. aku memutar bola mata malas.


"Ana ga sengaja nyelamatin el. terus sejak itu, el manggil dia mama" jawabku kesal karena mama sudah mulai acara introgasinya.


"Mama ga tanya kamu ben" teriak mama padaku yang menghembuskan nafas kesal.


" kamu suka sama ben?" tanya mama yang membuatku langsung tersedak. ana langsung menyodorkan minum padaku. nih mama ga bisa jaga wibawa ben dulu apa? masa langsung to the point sih, kesalku.


"Apaan sih ma pertanyaannya" Teriakku kaget. masih shock. aku aja belum nyatain cinta. ya kali kan mama duluan, maluu aku.


"Diam kamu! mama ga tanya kamu yaa" jawab mama lagi. ana sepertinya sudah mulai bingung harus jawab apa.


" Kamu mau berapa?" tanya mamaku sambil menatap tajam kearah ana. ana kelihatan bingung sekali, nampak dari kerutan didahinya.


"Hah?!" jawabnya. aku tersenyum.


"Kamu mau uangnya keluarga kami aja kan? Sekarang saya kasih kamu uang asalkan kamu ninggalin ben. Hm kamu mau berapa? 1 milyar? 1 triliun?" tanya mama. gilaa, mama yang bener ajaaa dong. aduhh ntar ana ngejauh gimana coba? batinku gelisah.


"Mah!!" teriakku kencang begitu mendengar pertanyaan mama. kelewatan ini udah.


ana kaget. dia marah. Dia menatap tajam kearah mama. sepertinya sebentar lagi dia bakal ngamuk deh, batinku gelisah. ana tersinggung. dia berusaha menenangkan emosinya. lalu menatap lembut kearah mama ,tidak lupa masih menyuapi el.


" 1 triliun tan?" jawab ana. Aku bingung. Itu pertanyaan atau pernyataan sih?


"Sudah saya tebak. kamu cuma mau uang doang" sinis mama pada ana.


"1 triliun buat apa tan?" tanya ana.


"Hah? ya jelas buat kamu ambur-amburin lah" jawab mama yang masih menatap tajam kearah ana. suasananya sudah mulai mencekam. aku bingung harus ngapain.


"Diambur-amburin beli apa tan? coba deh jawab yang jelas" ucap ana masih tenang.


"Bisa buat beli rumah mewah, mobil sport, barang branded, banyak deh" jawab mama cepat.


"Hmm--saya rumah udah ada. mobil juga ada. barang branded juga banyak. Jadi buat apa uang tante?" tanya ana lagi.


"tante minta saya ngejauhin ben? oke gapapa saya ga masalah. lagian cuman ben kan bukan el?" tanya ana membuatku panik. apa-apaan dia, pikirku.


"Heii apaan sih?!" teriakku begitu mendengar ucapan ana. aku panik. aku kaget. shock malah. pokoknya aku ga bakal ngelepasin ana lagi, cukup kemarin aja salah paham sama yansyah, batinku kesal.


"Apa maksudmu?" tanya mama. sumpah, aku bener-bener nggak dianggep kayaknya.


" tante nyuruh aku jauhin ben kan? sekarang aku tanya. sedeket apa sih emang aku sama dia sampe harus ngejauh?" tanya ana. wahh gue beneran nggak dianggep. berarti kita ga deket gitu? batinku bertanya.


Selama pembicaraan antara mama dan ana, suasana benar-benar hening. hamya terdengar suara dentingan sendok saat ana menyuapi el. Bahkan, papa dan alda sudah diam menatap perdebatan itu.


"Ben" panggil mama. aku menoleh menatap mama. pokoknya kalo sampe aku beneran jauh sama ana, aku ga bakal pulang setahun. titik. batinku berjanji.


"kamu dan ana nikah bulan depan. mama restuin. eh, kalo bisa minggu depan. bahkan kalo bisa lebih cepet besok. intinya jangan dilepas calon mantu mama ini" Ucap mama membuat kami semua melongo. aku kaget. what? berarti dari tadi beneran dikerjain dong gue? huahh gapapa


"Yess!! tengkyu mam" teriakku bahagia.


#


bantu like, comment, favorite, and vote:v


What the hell?!

__ADS_1


nikah?gue? teriak ana kesal.


aku mencintai kalian semuaa:*


__ADS_2