Duda Itu Milikku

Duda Itu Milikku
Episode 20


__ADS_3

ANA POV


"Kumohon, beri aku 1 kesempatan. aku akan mencoba segala hal agar bisa menjadi Suami yang baik untukmu, na" ucapnya sambil memegang tanganku dan menatap lekat mataku. aku bingung.


"Kamu pasti lebih mengerti kehidupan pernikahan, ben. aku hanya ga ingin, karena kita menikah terlalu cepat, dikemudian hari saat kita merasa tidak cocok, lalu kita memutuskan untuk bercerai. aku hanya ingin menikah sekali seumur hidupku. aku pun tak ingin ada perceraian, karena aku sangat membenci hal itu" ucapku panjang.


"Yaa, aku tau. aku janjii , akuu--" ucapannya kupotong dengan tanganku dibibirnya.


"Tolong jangan dipotong dulu. biarkan aku berbicara sampai selesai" ucapku. setelah dia mengangguk, aku mulai melanjutkan.


"Kau sadar kan, jika kita baru kenal kurang dari sebulan?" tanyaku. dia mengangguk.


"Kau, seseorang yang baru mengenalku. tiba-tiba melamarku. aku benar-benar sangat ragu. bahkan, seseorang yang mengenalku berpuluh-puluh tahun datang melamarku, aku tidak menerimanya, karena aku masih ragu" ucapku menjelaskan. mungkin aja dia ragu, dengan begitu berarti dia ga serius.


"Apa yang harus kulakukan agar aku tidak ragu denganmu?" tanyaku padanya sambil menatapnya dalam. sepertinya dia masih ga paham maksudku apa, batinku.


"kau hanya cukup percaya pada janjiku. aku berjanji, akan selalu membahagiakanmu. aku akan setia sampai hari tua bersamamu. aku akan selalu ada saat kau membutuhkanku. aku berjanji , akan mencintaimu selamanya" Balasnya lantang. aku masih ragu. sangat.


Aku menatapnya lama. Saat dia berbicara dengan lantang sambil menatapku dalam seperti itu membuat hatiku tergerak. apakah aku harus menerimanya? tapi gimana jika dia cuma menginginkan aku hanya karena beberapa hari ini aku selalu bersamanya dan juga el sangat menyukaiku? batinku bertanya


"Apakah aku boleh minta 1 hal?" akhirnya, setelah sekian lama berdiam, aku pun bertanya padanya.


"Apapun itu" jawabnya sangat cepat. dia ga mikir dulu apa ya? apa dia beneran cinta banget sama aku? batinku mulai gelisah.


"Jangan temui aku sampai hari lamaran tiba" ucapku refleks.


sumpah, aku aja ga nyangka bakal bilang kagak gitu. dia keliatan kaget banget. kalian tau alasan kenapa aku bilang kayak gitu? kali aja karena jarang ketemu dia jadi berubah pikiran, pikirku mengira dia hanya terbiasa berada didekatku.


"Kenapa?" tanyanya.


"aku hanya ingin, kita memastikan pilihan masing-masing. seminggu ini, aku kasih kamu waktu buat berpikir. aku hanya ga mau kalo ada penyesalan nantinya. aku juga perlu berpikir. gimana?" jelasku agar dia paham.


"Ga boleh 2 hari aja?" tanyanya pelan.


"Kalo kamu bisa lakuin permintaanku tadi, aku akan mengirimkan alamat orang tuaku Sabtu Pagi. Jika tidak, Maaf, sebaiknya sampai sini saja. aku hanya ingin kita memastikan rasa di hati masing-masing. aku ga ingin, nanti kamu menyesal" jelasku lagi. susah banget sih pahamnya, batinku kesal.


"Oke, aku bisa. lagian, Aku udah yakin sama keputusanku" jawabnya tegas. aku tersenyum hangat menatapnya. yakin?


"Yaudah, sekarang antar aku pulang dulu" ucapku sambil tersenyum manis.


"Okee sayang" jawabnya sembari kembali melajukan mobil dan tetap menggenggam tanganku.


Selama perjalanan, kami saling bercerita sedikit tentang kehidupan kami.Mungkin, Sekalian mengenal lebih dekat. mending bahas kayak gini daripada bahas nikah.


beberapa menit pun berlalu. akhirnya kami sampai di loby apartemenku. aku merapikan pakaian dan tasku serta melepas seat-belt untuk segera membuka pintu mobil. ughh, my apartemen my lovee, teriak batinku.


"Kamu mau masuk apa langsung pulang?" tanyaku begitu siap untuk keluar.


"Masuk dulu aja deh" jawabnya sambil melepaskan tanganku dan berusaha melepas seat-belt nya.


"Ehh, udah pulang aja sanaa. ga usah mampir" balasku cepat. ga usah mampir kalii, gatau apa orang mau istirahat, batinku.


"Lah, gimana sih kamu yang? tadi nawarin mau mampir ga" ucapnya kesal. aku hanya memutar bola mataku malas.

__ADS_1


"Kan basa-basi aja kali, hehe. yaudah sana pulang aja ya. Ohya, jangan panggil aku yang-yang ga jelas, emang kamu kira aku ini eyang-eyang apa?" ucapku padanya.


"Iya deh. kamu langsung istirahat ya"ucapnya


"iyaa, dahh" balasku sembari membuka pintu mobil.


"Eh nanti dulu, kok langsung pergi sih? ga mau pamit dulu gitu? salim tangan kek, cium pipi gitu, atau--bibir juga boleh" ucapnya sambil terkekeh geli. Gilaaaaa.


"Ga ada kayak gitu. udah ah, bay" jawabku langsung keluar dari mobil. takut ntar ditahan lagi.


Setelah keluar dari mobil, aku melambai sebentar kearahnya dan berjalan berlalu menuju kedalam lift. aku segera menuju kearah kamar apartemenku. sesampai di apartemen, aku langsung istirahat. capek badan plus batin seharian ini .


Hari berlalu semakin cepat. setiap hari , Aku mendapat kiriman bunga dari ben. setiap waktu luang juga, aku menghabiskan waktu dengan mengobrol bersama el. aku juga tau dari el, jika selama 5 hari ini ben selalu sibuk dikantor. ada apa ya? aku bingung sebenernya.


Selama 5 hari ini, ben benar-benar tidak menelponku. jangankan menelpon, Chat aku Aja ga sama sekali. kayaknya dia beneran deh mau ngelaksanain tantangan aku. Hari ini, tepat pukul 18:00 aku chat ben via WA.


BEN


'Haiii tampan!


Ini alamat orang tuaku ya, Jalan Melati no145 rumah pink pagar biru kota palembang' Pesanku Untuk ben.


aku menunggu. sekarang rasanya udah lama banget aku nunggu. bahkan aku udah selesai telponan sama el. El juga udah tidur karena besok masih harus sekolah, dan pesanku belum dibales sama sekali.


kok belum dibales sih? dia sibuk ngapain si sampe Pesanku aja ga diliat? jangankan diliat, dibaca aja belum, batinku kesal. Sekarang udah jam 21:00 atau 9 malem dan pesanku masih juga belum terbalaskan.


Aku mengecek Tugas yang harus di presentasikan besok. Aku melihat kearah jam yang sudah menunjukkan pukul 10 malam. aku bergegas merapikan pekerjaanku dan memejamkan padaku dikasur. tidur.


Paginya aku bangun jam 6 kurang. aku langsung bergegas mandi. ugh, semoga ga telat, batinku. aku hari ini jam setengah 7 ada rapat untuk presentasi jam 9 nanti. aku langsung buru-buru bersiap tanpa memperdulikan handphoneku.


sekarang sudah pukul 7 dan kemungkinan aku baru sampai di kantor masih 15 menit lagi. keadaan dijalanan saat ini macet, seperti biasanya. Untung kantor deket apartemen, kalo ga huh dem, batinku. aku menghela nafas berat.


Aku focus menyetir karena saat ini aku sedang mengebut. aku mendengar suara dari dalam tasku. Kudiamkan beberapa saat, tapi masih aja terus bunyi. aku mendengus kesal. pasti itu kak agus deh, rese banget sih.


"Halo" teriak dari seberang sana begitu aku menjawan panggilan itu.


"Iya sabar. lagi dijalan" balasku.


"Buruan! Udah jam berapa ini hah?" teriak kak agus dari seberang sana.


"Iyaa dah" balasku langsung mematikan handphone dan melemparnya kekursi disampingku.


Beberapa menit kemudian saat aku sudah sampai kekantor dan menuju keparkiran, handphoneku berbunyi lagi. aku mengabaikannya dan terus melajukann mobil untuk memarkirkannya.


Seteleh memarkirkan mobil, aku mengambil tas disampingku dan memegang handphone ditanganku. Ga sempet kumasukin tas. aku buru-buru berlari keluar mobil dan berjalan menuju ke lobby.


Sampai dilobby aku langsung mencari card untuk Absen di Tempat verifikasi. setelah scan id card berhasil, aku mengalungkan id card ku keleher dan berjalan menuju kedalam lift. didalam lift aku mendengar handphoneku berbunyi lagi. Ada panggilan masuk. dari ben.


"Halo" Jawabku cepat.


"Kamu lagi apa? lagi dimana? udah bangun belum? ohya, maaf ya semalem aku pulangnya malem, jadi baru liat hehe" jelasnya sambil terkekeh geli dari seberang telepon.


"Semalem kemana aja? dichat dari jam 6 sampe jam 10 ditungguin ga ada belasan" balasku ketus.

__ADS_1


"Semalem itu aku lagi ada kerjaan sayang. aku lembur , maaf ya" jelasnya lagi.


"Udahah terserah, bay" ucapku sembari mematikan telepon.


bertepatan dengan itu, pintu lift terbuka. aku langsung bergegas memasuki ruang rapat. sesampai ku diruang rapat, semuanya sudah berkumpul. rapat langsung dimulai. aku jadi ga enak. malu banget, huhu , batinku.


Setelah Rapat selesai , aku bergegas bersiap mengikuti Kak agus untuk presentasi diperusahaan partner. selama perjalanan aku sibuk membaca ulang isi presentasi agar nanti tidak ada kesalahan.


Sesampai kami diperusahaan partner, kami disambut oleh sekretaris pribadi pemilik perusahaan itu. Kami berjalan memasuki ruang rapat. aku segera duduk menyiapkan presentasi begitu disuruh duduk.


Setelah menunggu kurang lebih 15 menit, sekretaris yang tadi datang kembali. aku langsung berdiri. Sekretaris tadi datang sendirian. Bos nya kemana? batinku bertanya


"Maaf sebelumnya Tuan Agus, CEO saya sedang tidak berada ditempat. dia ada urusan mendadak dan sangat penting , sebelumnya atas nama CEO kami, saya minta maaf. Nanti anda bisa kembali kemari lagi hari senin, bagaimana?" jelas pria itu begitu pada kakakku.


"Oh yaudah, kami pamit ya pak, permisi" ucap kak agus sembari membantuku membereskan barang. Aku mengdengus kesal.


"Mari pak, kami antar" ujar pria itu lagi.


Kami turun beriringingan melewati lift. Aku , kak agus dan Pria itu. Sumpah ya, dilift aja lama banget. Aku menyempatkan mengecek handphone sebentar. Handphoneku lowbat. aku lupa men-charger nya semalem.


Setelah sampai dibawah. kak agus dan Sekretaris itu saling berjabat tangan. aku hanya tersenyum hangat menatap pria itu. harus tetep profesional, batinku. padahal aku kesel banget. Aku dan kak agus memasuki mobil. mobil kak agus yang kami gunakan.


"Kesel banget sumpah. udah capek-capek juga" Ucapku kesal pada kak agus


"Udah sabar aja. emang biasa kayak gitu. orang kaya mah bebas" jawab kak agus sambil terkekeh geli melihatku kesal.


"Iya deh terserah" balasku.


"mau kaka anter keapartemen?" tanya kak agus.


"kan masih harus kerja kak" aku mendesah malas.


"Kamu libur aja. kamu kayak capek banget" ucap kak agus.


"Aku kekantor dulu aja. mobilku dikantor" jawabku


"yaudah" ucap kak agus sembari melajukan mobilnya menuju kekantor.


Sampai diparkiran kantor, aku langsung pamit pada kakakku untuk langsung pulang. kak agus pun mengizinkannya. aku juga merasa ga enak badan, batinku. aku segera masuk kedalam mobil dan bergegaa melajukan mobilku menuju keapartemen.


Sampai diapartemen, aku memberikan kunci mobilku pada pak jon agar dia yang me markirkannya. ga tau kenapa ya, rasanya capek banget, batinku. aku bergegas menuju kekamar apartemenku.


Dari depan lift, aku melihat ada seseorang yang duduk menyender di depan pintu kamarku. siapa itu? ngapain dia? tidur tuh disitu? batinku bertanya. aku berjalan mendekat. semakin mendekat.


semakin dekat. dan dekat. aku melihat seseorang. Aku mengernyitkan dahiku. ngapain dia disini? batinku bertanya lagi. aku menyenggol tangannya untuk mem bangunkannya. dia tidur disini? abis ngemis kali ya? aku bingung melihatnya.


"Ngapain disini?" tanyaku begitu melihatnya sudah sedikit sadar dari tidurnya.


#


Tlng bntu like, comment, favorite, and vote yaa trims:)


Maaf ya lama update:) Kmren lagi sibuk-sibuknya ujian CBT:v

__ADS_1


aku mencintaii kalian semuaa:*


__ADS_2