Duda Itu Milikku

Duda Itu Milikku
Episode 78


__ADS_3

Happy Reading gais:)


Please like, Comment, Vote And Favorite ya:)


Follow Instagram @destiichz dan @dedefff17


#


Ana dan Ben sama-sama sudah terbiasa dengan rutinitas sehari-hari mereka. Setiap pagi, Ana atau Ben yang terbangun lebih dulu akan menatap lama wajah di hadapan nya. Setiap pagi juga, Ben selalu membuat Ana kesal dengan nya. Ana semakin hari, Semakin terbiasa menghadapi Ben. Mereka sudah kembali terbiasa dengan pekerjaan mereka.


Ben di kantor akan bersikap layak nya Bos yang kejam dan Teliti, Tetapi di rumah dia akan bersikap layak nya El yang sedang manja pada Ana. Ana pun begitu, Ia sudah bisa mengatur waktu antara pekerjaan dan juga keluarga nya. Ana tetap bekerja menjadi sekretaris kakak nya, Agus.


"Mas! Mandi nya buruan" Teriak Ana dari luar pintu kamar mandi. Hari ini, Ben kembali membuat Ana kesal. Ana sudah rapi dengan pakaian kerja nya, sedangkan Ben masih membersihkan diri.


"Iyaa bentarr!" Balas Ben yang juga berteriak dari dalam kamar mandi. Ana berdecak kesal.


"Kebiasaan Deh!" Ucap Ana kesal pada Ben begitu suami nya itu keluar dari kamar mandi.


"Iya iya maaf ya sayang" Ben dengan senyum manis nya memeluk Ana di hadapan nya cepat.


"Udahlah! Pake baju dulu. Nanti telat gimana?" Seru Ana sembari melepaskan pelukan Ben dan memberikan baju yang sudah di siap kan sebelum nya pada Ben untuk di pakai ke kantor.


"Aduh sayang. Kan aku udah sering bilang, Kalo telat juga ga bakal ada yang marah. kan itu perusahaan milik aku. siapa sih yang berani ngomelin suami kamu ini?" Jelas Ben panjang.


"Aku. Istri kamu berani. Udah buruan siap-siap. Jangan biasain. mentang-mentang itu milik kamu jadi kamu sebebas nya. Mau jadi apa ke depan nya kalo kamu santai-santai gini?" Omel Ana pada Ben.


"Iya. Bawel banget sih istriku ini" Ucap Ben.


"Kalo ga mau istri bawel kenapa nikahin aku? Lagian kalo kamu ga ngeselin juga aku ga bawel bakalan ngomel setiap hari gini" Tanya Ana.


"Iya sayang. Maafin aku lagi ya. Lagian Juga, aku cuma mau nya kamu. ga masalah mau ngomel setiap hari sama aku, karena semakin hari, aku juga semakin jatuh cinta sama kamu" Gombal Ben.


"Udah Basi! Aku ke bawah dulu. nanti kalo udah selesai langsung turun sarapan" Jawab Ana.


"Ihh sayang. Aku serius loh tadi" Ucap Ben. Ia dengan cepat menahan tangan Ana yang sudah melangkah agar tidak keluar dari kamar mereka.


"Kenapa lagi Mas?" Tanya Ana lembut dengan raut wajah kesal sambil menatap tajam pada Ben.


"Kamu kerja hari ini? Bukan nya libur hari ini ya?" Tanya Ben menatap Ana dari atas hingga ke bawah.


"Pagi Aja kok. Cuma nemenin Kak Agus meeting bentar di restoran. Mungkin Jam 10 udah pulang. Sekalian nanti juga aku mau jemput El pulang sekolah" Jelas Ana yang memutar bola mata pada Ben yang mulai menaruh kecurigaan pada nya.


"Abis itu ngapain?" Tanya Ben menyelidik.


"Ga tau. Udah Ah, Nanti aku kabarin lagi Aja. Kamu buruan siap-siap" Jawab Ana yang dengan cepat menarik tangan nya. Ia mengecup pipi Ben dan melangkah cepat pergi dari kamar mereka.

__ADS_1


Ana keluar dari kamar meninggalkan Ben yang sedang bersiap-siap untuk pergi ke kantor. Ana menuju kamar El. Begitu membuka pintu, Ia menemukan El yang Akan memakai pakaian nya di temani oleh Bik Jum. Ana menghampiri El membuat sang Anak tersenyum lebar.


"Biar mama yang pakein ya sayang" Ucap Ana.


Bik Jum yang mendengar ucapan Ana pun dengan senyum mengembang memberikan Baju seragam El pada Ana. Ana membantu El berpakaian dan Bersiap. Ana juga membantu menyusun buku pelajaran El dan memasukkan nya ke dalam tas sekolah nya. El tersenyum merasa bahagia.


"Semua nya udah siap sayang. Sekarang kita turun ya, sarapan di bawah" Ucap Ana lembut pada El.


Kamar El terletak di lantai 2 sama seperti kamar Ana dan Ben. Kamar mereka terletak tak terlalu jauh. El juga kadang-kadang tidur dengan Ana dan Ben di kamar mereka. Ana Benar-benar menyayangi El seperti Anak nya sendiri. Bagi nya, Setiap Anak kecil harus diberikan kasih sayang.


"Makasih Ma" Ucap El dengan senyuman lebar.


"Iya sayang. Ayoo! Papa pasti udah nugguin kita" Ajak Ana dengan menarik tangan El pelan.


Ana Dan El berjalan beriringan menuruni tangga dan menuju ke meja makan. Ben yang sedang duduk di ruang keluarga pun dengan cepat menghampiri Ana begitu melihat nya menuruni tangga bersama El. Ana tersenyum pada Ben dan meminta El untuk duluan ke meja makan bersama Bik Jum. Ana memasangkan dasi Ben seperti rutinitas nya setiap pagi. Ben Tersenyum bahagia.


"Udah. Ayo makan" Ucap Ana.


"Ayo sayang!" Balas Ben yang kemudian merangkul Ana dan berjalan bersamaan ke meja makan.


Ana seperti biasa melakukan kewajiban. Ia mengambilkan makanan untuk Ben maupun El. Mereka makan dalam diam. Hanya ada suara dentingan sendok yang terdengar dengan Bik Jum berdiri di sekitar meja makan menemani mereka.


"El" Panggil Ana setelah ia selesai makan.


"Kenapa Ma?" Tanya El yang masih menyantap makanan nya. Ben juga sudah selesai makan.


"Bener ya ma?" tanya El antusias.


"Iya sayang" Jawab Ana dengan senyum manis nya.


"Horee! Nanti El mau ngenalin mama sama semua nya yaa Ma" Balas El sangat bersemangat.


"Ngenalin mama lagi? Bukan nya emang kemaren El udah ya kenalin mama sama temen-temen El?" Tanya Ben mengernyitkan dahi nya bingung.


"Beda Papa. kemaren El kan ngenalin mama sama temen-temen El" Jawab El. Ana tersenyum.


"Lah terus sekarang El mau ngenalin sama siapa sayang?" Tanya Ana lembut. Ben menatap Ana kembali dengan tatapan penuh selidik.


"Apa?" Tanya Ana seolah-olah tak mengerti maksud Ben yang menatap nya tajam begitu.


"Ngapain kamu nanya?" Tanya Ben menyelidik.


"Lah emang kenapa? Kan yang mau di kenalin Aku. Masa aku ga boleh nanya sih Mas" Jawab Ana.


"El mau ngenalin mama sama siapa sayang?" Tanya Ana lagi mengabaikan ketidak sukaan Ben.

__ADS_1


"Sama guru-guru El ma" Jawab El semangat.


"Nggak. Ngapain sih?" Tanya Ben marah.


"Tapi kemaren guru El bilang mau kenalan sama Mama" Jawab El dengan polos nya.


"Siapa?" Tanya Ben menekan ucapan nya.


"Pak Ma-maltin" Jawab El takut.


"Ngga. Kalo cowo ga boleh. El gimana sih? Bukan nya jagain mama tapi malah mau ngenalin mama ke Cowo lain. Kalo mama di rebut gimana?" Omel Ben tanpa sadar Pada El yang sudah ketakutan. Ana yang mendengar ucapan Ben bergegas memeluk El.


"Kamu apa-apaan sih Mas?!" Ucap Ana kesal.


"Kamu yang apa-apaan? Oh atau memang kamu sengaja yaa buat cari selingkuhan di luar sana? Trus nanti bilang nya itu cuma guru El padahal itu selingkuhan kamu kan?" Ucap Ben yang sudah terbawa emosi. Ana mencoba untuk tak ikutan emosional. Setidaknya, tidak di hadapan El.


"Terserah kamu Mas mau mikir Apa. Lagian Aku juga cuma bercanda tadi. Aku ga bakal mau juga kenalan sama guru El kecuali emang itu berhubungan Sama Anak kita" Jelas Ana.


"Pa-Papa, Ma--afin El. El ga ba-kal kena--lin Mama sa--ma o-lang lain" Ucap El terbata-bata. Mata El jelas sudah berkaca-kaca sekarang.


"Ga kok sayang. Papa tadi cuma bercanda. kan kita barusan lagi mainin drama. El ketipu ya?" Seru Ana sambil memeluk El semakin erat di gendongan nya.


"Benel Ma?" Tanya El gugup.


"Bener sayang. Iya kan Pa?" Jawab Ana yang kemudian menatap tajam ke arah Ben.


Ben menganggukkan kepala nya. Ia sadar baru saja melakukan kesalahan. Ben segera mendekati Ana. Ia membawa Ana dan El ke dalam pelukan nya dan memeluk mereka erat. Walaupun masih merasa sangat jengkel, Ana tetap mencoba mengendalikan Emosi nya. Ia tak mau El mendapat sisi negatif.


"Oke udah Ya pelukan nya. Sekarang kita pergi okay?" Ucap Ana yang mendorong Ben pelan.


"Sayang Maaf" bisik Ben di telinga Ana.


"Ayo sayang. Biar mama anter sampe depan" Ucap Ana yang mengabaikan Ben. Ana membantu membawa tas sekolah El. Ana mengantar El sampai mobil. Setelah El pergi Ana pun kembali masuk ke dalam rumah. Ben berdiri di depan tangga.


"Sayang maaf ya" Ucap Ben lagi secara lantang. Ana mengabaikan Ben dan berjalan menaiki tangga. Ben dengan cepat menarik tangan Ana.


"Sayang maafin ya. Aku ga bakal deh gitu lagi" Mohon Ben pada Ana. ia merasa bersalah.


"Udahlah. Lagian Juga percuma kalo minta maaf masih di ulangin. Aku ga suka aja kalo kamu harus emosional di hadapan El" Jelas Ana.


"Maaf sayang. Aku cuma cemburu" Balas Ben.


"Kamu terlalu cemburuan Ben. Dan aku sangat ga suka itu" Ucap Ana tegas.


#

__ADS_1


KALO ADA YANG SALAH ATAU GA SESUAI KOMEN YA GAIS BIAR BISA DIPERBAIKIN:)


Aku mencintai kalian semua:*


__ADS_2