
Happy Reading Gais:)
Please Like, Comment, Vote And favorite ya:)
Follow Instagram @destiichz dan @dedefff17
#
Di pagi hari, Cahaya matahari masuk melewati tirai jendela membuat seorang wanita cantik terbangun dari tidur nya. Ana dengan perlahan membuka mata nya. Ia menatap Ben yang berada tepat di hadapan nya. Pria yang sudah Sah menjadi suami nya itu masih terlelap nyenyak. Ana tersenyum. Ana bangkit dan mencium dahi Ben. Ia melangkah menyeret kaki nya menuju ke kamar mandi.
Dengan susah payah akhir nya ia sampai juga di dalam bathup. Ia menenggelamkan diri dan merileksasikan diri nya disana. butuh waktu beberapa saat untuk membersihkan seluruh badan nya. Kurang lebih 30 menit di kamar mandi, Ana keluar dari sana dengan mengenakan kimono yang memang sudah di siapkan oleh pihak hotel.
Ben sebenar nya sudah terbangun dari saat Ana mencium dahi nya. Dengan hati berbunga-bunga Ben menatap ke arah pintu kamar mandi. Ben benar-benar sudah lama tak pernah merasakan kebahagiaan seperti ini. Ia mengambil handphone dan meminta Alex mengirimkan pakaian.
Begitu mendengar suara pintu terbuka, Ben dengan cepat kembali memejamkan mata nya. Ia tak sabar ingin melihat apa yang akan Ana lakukan. apakah istriku akan menciumku lagi? ohh tuhan, lidahku terasa termanjakan saat menyebut kata 'istri' , Batin Ben. Ana tak sadar jika Ben hanya pura-pura tertidur. Ana berjalan mendekati lemari.
Ana mencari pakaian di seluruh sudut ruangan. Setelah beberapa saat, Ana yang merasa pasrah karena tidak menemukan pakaian apapun selain pakaian pengantin yang kemarin ia pakai mulai berjalan mendekati Ben yang masih tertidur nyenyak. Ana sudah mulai merasakan kedinginan.
"Ben--Ben--Bangun" Ana menggoyangkan Pelan tangan Ben berusaha membangunkan nya.
Ben yang mendengar suara Ana pun mulai menegang. Ia takut Ana sadar diri nya hanya pura-pura tidur. Ana terus memanggil dan menggoyangkan lengan Ben. Sedangkan Ben hanya pura-pura melenguh. Ana semakin menatap kesal ke arah Ben yang tak kunjung bangun juga.
"Ben buruan bangun--- Ambilin pakaian dulu ke tempat mama. Aku udah ke dinginan banget nih" Begitu mendengar ucapan Ana, Ben dengan cepat membuka mata nya. Sontak saja Ana terkejut.
"Astagaaaa" Teriak Ana kaget. Ben mengabaikan teriakan Ana dan mulai mengangkat selimut untuk menyelimuti tubuh Ana. Mana tega Ben membiarkan tubuh Ana kedinginan.
"Ahh Kamu gilaa yaa" Ana menjerit kaget sambil secara refleks memejamkan mata nya.
"Masih dingin ga?" Tanya Ben sambil memeluk Ana yang masih terdiam merasa kaku.
"Ihhh lepas---Ka--Kamu ngapain peluk-peluk" Teriak Ana sambil mendorong Ben keras.
"Kenapa sih? Aku kan cuma ga mau kamu kedinginan" Bentak Ben yang terjatuh di kasur.
"Ya tapi pake dulu dong baju nya" Teriak Ana sambil membalikkan badan membelakangi Ben yang terdiam mengernyitkan dahi nya bingung.
Ben menatap ke bawah meliha tubuh nya. Begitu mengetahui alasan Ana seperti itu, Ben langsung tersenyum menyeringai. Ben dengan santai nya kembali memeluk Ana dengan erat dari belakang dan menyandarkan kepala nya di pundak Ana.
"Aghh kamu ngapain sih?!" Teriak Ana marah berusaha kembali mendorong Ben untuk menjauh dari nya. Bukan nya menjauh, Ben malah menarik Ana jatuh bersama ke kasur dalam pelukan nya.
__ADS_1
"Ben stop" Teriak Ana cepat.
"Aku cuma bantuin kamu biar ga dingin istriku" Ucap Ben di telinga Ana membuat Ana merinding.
"Please, Jangan kayak gini. Aku udah ke dinginan dari tadi. Cariin aku baju dulu" Ucap Ana pelan.
"Baju nya bentar lagi di anterin kok sama Alex" Seru Ben. Ana memejamkan mata nya merasa lelah. Ben semakin memeluk Ana dengan erat dari luar selimut. Ana terdiam tak tahu harus apa.
"Kamu pake baju dulu gih" Perintah Ana.
"Kenapa sih sayang? Ga usah malu lah. lagian kan kamu juga udah liat semua nya" Goda Ben membuat wajah Ana memerah seketika.
"Ben Please Ihh. Ga enak nanti kalo di liat Alex. Buruan deh pake" Ucap Ana lagi.
"Aku ga bisa pake baju yang kemaren sayang. Nanti gatel trus jadi nya kulitku iritasi" Ben beralasan.
"Kalo kamu ga pake baju, Aku janji abis ini ga bakal ikut kamu pulang kerumah kamu. Aku bakal langsung pulang kerumah orangtuaku" Ancam Ana yang merasa semakin kesal dan tak nyaman.
"Iya deh iyaa" Ben menurut tapi masih belum bangkit ataupun bergerak sama sekali.
"Yaudah Buruan ihh sana" Teriak Ana kesal.
CUP "Udah" Ana mencium dahi Ben.
"Ya kali di dahi sih" Ben pun merasa tak terima.
"Disini nih" Lanjut Ben sambil menunjuk bibir nya.
"Di pipi atau ga sama sekali" Ucap Ana final.
"Yaudah Aku ga mau bangun" Rengek Ben kembali memeluk Ana dengan sangat erat.
"Yaudah Aku ga bakal ikut kamu pulang" Seru Ana.
Mendengar Ancaman Ana kembali, Ben dengan pelan mengangkat wajah nya dan dengan cepat mencuri ciuman dari bibir Ana. Setelah itu, Ben bangkit dari kasur dan berjalan dengan santai nya menuju ke dalam kamar mandi meninggalkan Ana yang masih terdiam mematung di kasur.
Ben mulai membersihkan diri nya. Ana Aneh banget sih, Semalem biasa aja tuh. sekarang cuma minta cium doang sampe ngancem segitu nya, Pikir Ben. Walau begitu, Ben terus tersenyum karena bahagia. Ana yang tidak terbiasa dengan hal yang terjadi barusan mulai harus membiasakan diri nya.
Sekitar 15 menit kemudian, Ana mendengar Suara Bel berbunyi. Ana bingung harus apa. Ia mendengar dengan jelas suara air dari kamar mandi yang berarti Ben masih mandi. Ana dengan perlahan bangkit dari Kasur masih dengan selimut yang melilit tubuh nya, Ia berjalan ke arah pintu.
__ADS_1
Ben yang berada di kamar mandi dengan cepat memakai kimono nya begitu mendengar suara Bel. Ia keluar dari kamar mandi dan melihat Ana dengan Di tutupi selimut berjalan pelan menuju ke pintu. Belum sempat Ana membuka pintu kamar mereka, Ben terlebih dahulu menarik nya.
"Kamu mau kemana?" Tanya Ben tajam.
"Eh kamu udah selesai?" Tanya Ana lega.
"Kamu mau kemana?" Tanya Ben lagi.
"Tadi sih rencana nya mau bukain pintu" Jawab Ana jujur sambil menatap Ben lembut.
"Tunggu disini" Perintah Ben.
Setelah itu, Ben melepaskan pegangan nya pada Ana dan Berjalan keluar dari kamar. Ben membukakan pintu dan melihat Alex berdiri di sana sambil menenteng totebag. Ben langsung mengambil totebag yang di bawa Alex dan menutup pintu dengan cepat Lalu kembali kekamar. Ana duduk di pinggiran kasur.
Ceklek. "Mana baju nya?" Tanya Ana langsung begitu Ben memasuki kamar mereka.
Ben tak menjawab pertanyaan Ana tetapi hanya menyodorkan totebag yang dia ambil dari Alex. Ana tersenyum hangat menatap Ben dan mulai mengeluarkan satu persatu pakaian yang ada di dalam sana. Ana menaruh pakaian Ben di kasur dan mengambil pakaiannya untuk di bawa ke kamar mandi. Ana berjalan pelan.
"Aghh" Teriak Ana kaget begitu Ben menarik tangan nya kasar membuat Ia menabrak dada bidang Ben. Ana mengelus dahi nya lembut.
"Kenapa sih?!" Tanya Ana kesal. Ana menatap Ben yang juga sedang menatap nya tajam.
"Kamu kenapa sih?" Tanya Ana sambil berusaha menjauh dari Ben. Dengan cepat, Ben kembali membawa Ana ke dalam pelukan nya.
"Dengar. Kamu milikku dan hanya milikku. seluruh tubuhmu milikku. hatimu juga milikku. Ingat baik-baik. Kamu ga akan pernah boleh mempertontonkan tubuhmu pada siapapun kecuali aku" Ucap Ben mengancam Ana yang terdiam.
Ana mencerna semua ucapan Ben. apa maksudnya itu? Batin Ana sedih. Ben berusaha mengatur emosi nya agar tak lepas kendali. Ana bingung, Apa yang membuat ia di katakan 'mempertontonkan tubuh nya' di hari kedua pernikahan mereka? Mendadak Hati Ana terasa sakit. Ana menatap Ben lembut.
"Apa maksudmu?" Ucap Ana sangat lirih.
"Kapan aku mempertontonkan tubuhku Ben?" Lanjut Ana bertanya dengan sorot mata yang berkaca-kaca seakan ingin menangis. Deg. Ben terdiam. Ia tak sadar dengan apa yang barusan dia katakan.
#
KALO ADA YANG SALAH ATAU GA SESUAI KOMEN YA BIAR BISA DI PERBAIKIN:)
MAKASIH UDAH BACA:)
Aku mencintai kalian semua:*
__ADS_1