Duda Itu Milikku

Duda Itu Milikku
Episode 64


__ADS_3

Happy Reading gais:)


Please like, Comment, Vote And Favorite ya:)


Follow Instagram @destiichz dan @dedefff17


#


"Maaf--maaf---maaf" Ucap Ben di pelukan Ana.


"Aku ga maksud buat ngomong kaya gitu. Maafin aku. Sekali lagi maaf" Lanjut Ben


Ana tak membalas pelukan Ben. Ia hanya membiarkan air mata nya mengalir dengan sendiri nya. Ben semakin merasa bersalah karena itu. Ana bahkan tak tau kenapa dia menjadi begitu sensitif.


"Hiks hiks hiks" Ana tak bisa berhenti menangis.


"Sayang maafin aku" Ucap Ben yang terus menerus mengulangi permintaan Maaf nya.


"Ka-muu hiks kena-pa bilang hiks hiks aku peng-goda--Hiks--Hiks" tanya Ana.


Ben semakin membawa Ana ke dalam pelukan nya. Ia memeluk Ana erat seakan-akan saat ia melepaskan pelukan nya, Ana akan menghilang dari hadapan nya. Ana semakin menangis.


"Maaf. A--aku cuma ga mau kamu di liat cowo lain. Aku cemburu waktu kamu mau ke depan bukain pintu buat Alex" Ucap Ben jujur.


Ana terdiam. Dia berhenti menangis seketika dan mencerna apa yang baru saja Ben katakan. Setelah kedadaran nya pulih, Dengan cepat Ana mendorong Ben menjauh dan melepas paksa pelukan nya hingga Ben jatuh terjungkal di lantai.


"Jangan bilang kalo kamu ngatain aku penggoda cuma karena aku mau bukain pintu?" Teriak Ana dengan tatapan tak percaya.


"Iyaa. Maaf sayang. aku cuma cemburu dan ga bisa kontrol emosi" Ucap Ben Bersalah.


"Dasar gilaa!" Teriak Ana marah. Ana kembali berjalan ke kamar mandi untuk memakai pakaian.


Ben yang di tinggalkan Ana terdiam di tempat karena merasa Aneh dengan sikap Ana. perasaan baru semenit yang lalu nangis-nangis, kok sekarang sifat serem nya udah keluar lagi sih? batin Ben bingung sembari menatap pintu kamar mandi.


Di dalam kamar mandi, Ana terus berpikir bisa-bisa nya dia menangis di hadapan Ben cuma karena Hal tak jelas seperti ini. Aku kenapa sih? Pikir Ana bingung. Ana memikirkan kemungkinan apakah diri nya hamil? Tapi itu sangat tidak mungkin.


Ana menarik nafas dalam dan mendengus kesal. Ceklek. Setelah merasa penampilan nya sudah rapi, Ana keluar dari dalam kamar mandi dengan memakai dress berwarna biru selutut yang terdapat di dalam totebag tadi. Ana terlihat sangat Anggun dengan pakaian yang dikenakan nya. Ben menatap dengan dengan tatapan memuja.


"Kamu cantik banget sih" Ucap Ben tak terima.

__ADS_1


"Jangan pake baju kayak gini. Tunggu bentar" Perintah Ben pada Ana sambil mengambil handphone nya dan menelpon Asisten nya.


"Sekarang juga bawa baju yang lebih tertutup buat Ana. Cepat" Teriak Ben begitu telpon terhubung. Alex yang awal nya terkejut dengan cepat berlarian pergi untuk mencarikan pakaian bagi nyonya nya.


"Kamu apa-apaan sih?!" Tanya Ana marah. Emosi Ana sudah berada di ubun-ubun.


"Kamu jangan pake baju kayak gini. Aku ga mau kamu di liatin sama orang lain. Cuma aku yang boleh liat kamu cantik kayak gini" Ucap Ben cemburu.


"Stop Bertingkah seperti anak kecil! Sekarang juga pake baju kamu dan aku ga mau ganti pakaian lagi. Titik." Teriak Ana keras di hadapan Ben.


"Tapi sayang--" Bantah Ben.


"Ga ada tapi-tapian. Cepet!!!" Teriak Ana kesal.


"SEKARANG!" Bentak Ana.


Ben dengan cepat melemparkan ponsel nya ke kasur dan mengambil pakaian nya yang sudah di siapkan Ana. Ben dengan cepat berlari memasuki kamar mandi untuk memakai pakaian nya. Ben hanya tak ingin membuat Ana semakin marah pada nya.


Mereka baru saja menikah, Dan rasa nya Akan tak baik jika mereka sudah bertengkar di hari kedua pernikahan mereka. Ben memakai pakaian nya dengan cepat. Sementara Ana terus saja mengelus dada nya mencoba mengendalikan emosi nya yang sudah akan meluap-luap keluar.


"Oh ya tuhan. Ini saja baru hari kedua pernikahanku, Akan tetapi aku sudah merasa mengalami kesulitan ini bertahun-tahun. akan bagaimana jadi nya aku beberapa tahun ke depan jika trus menghadapi Ben seperti ini?" Keluh Ana.


"Kenapa?" Tanya Ana lembut mencoba tak terbawa emosi nya. Ia mendongak ke arah Ben.


"Maaf yaa" Ucap Ben sambil menghirup bau tubuh Ana yang merupakan candu tersendiri bagi nya.


"Udahlah ga usah di bahas lagi" Jawab Ana.


"Sekarang lepasin dulu. Kita beres-beres abis itu pergi ke bawah buat sarapan bareng yang lain nya" Lanjut Ana sembari mencoba menjauhkan Ben.


"Sebentar" Jawab Ben yang sedang merasa tenang.


Tok. Tok. Tok. Suara Bel dan ketukan pintu terdengar. Ben berdecak kesal sedangkan Ana terkekeh geli. Ana mendorong Ben menjauhi nya yang membuat Ben memasang muka kesal.


"Ganggu banget sih" Decak Ben kesal.


"Itu pasti Alex. Lagian kan kamu sendiri yang panggil dia" Ucap Ana mengingatkan Ben.


"Ck" Ben berjalan Meninggalkan kamar nya dan menuju ke luar untuk membukakan pintu.

__ADS_1


"Suruh Alex tunggu ya. Aku mau titip barang buat di masukin ke mobil" Ucap Ana pada Ben yang di jawab dengan anggukan kepala nya. Ben membukakan pintu untuk Alex yang menunduk.


"Masuk!" Ucap Ben sambil berjalan meninggalkan Alex yang terdiam bingung di depan pintu. Beberapa detik kemudian, Alex berjalan dengan cepat mengikuti Ben dari belakang nya.


"Tutup Pintu!" Perintah Ben. Alex yang mendengar nya langsung membalikkan badan untuk menutup pintu.


Oh my gosh, Kesalahan apa yang kubuat sampai Bos terlihat sangat mengerikan? Batin Alex. Ben duduk di salah satu kursi. Alex berdiri sambil menundukkan kepala nya dengan tangan yang membawa totebag berisi pakaian Nyonya nya.


Alex terus berpikir kesalahan Apa yang ia lakukan sampai Ben memasang wajah seakan-akan ingin memakan nya hidup-hidup seperti itu. Beberapa saat kemudian, Ana keluar dari kamar sambil membawa totebag. Ana tersenyum menatap Alex.


"Selamat pagi, Nyonya" Sapa Alex sambil menundukkan kepala nya.


"Pagii. Jangan terlalu sungkan ya sama aku. terus panggilnya Nona aja. Aku belum setua itu sampai harus di panggil nyonya" Jawab Ana tersenyum.


"Baik Nona" Balas Alex sopan.


"Ini pakaian kami tolong taruh di mobil yaa. Kami masih harus ke bawah dulu buat ketemu keluarga yang lain" Perintah Ana sambil menyodorkan totebag yang di pegang nya Pada Alex.


"Baik Nona. Apa ada lagi?" Tanya Alex sambil menerima totebag dari tangan Ana.


"Ga ada lagi kayak nya. Kamu abis ini langsung tunggu di bawah aja ya. kamu juga ikut sarapan dulu sama kami nanti" Ucap Ana. Alex menganggukkan kepala nya patuh. Lalu, Ia menyodorkan totebag yang di bawa nya pada Ana.


"Apa itu isi nya?" Tanya Ana penasaran.


"Baju pesanan Tuan tadi Nona" Jawab Alex.


"Oh, Yaudah sekalian langsung kamu bawa ke mobil aja yaa" Ucap Ana sambil tersenyum lembut.


"Oh. Baik Nona" Alex menatap Totebag di tangan nya dengan kesal. Ia sudah dengan cepat mencarikan pakaian untuk nyonya nya, Karena ia mengira itu akan di pakai secepat nya, Tapi ternyata---


"Kalau begitu saya permisi" Lanjut Alex.


Ana dan Ben menganggukkan kepala nya secara serentak. Setelah itu, masih Dengan perasaan Kesal, Alex menghilang dari pandangan Majikan nya. Ana menatap Ben yang dari tadi hanya terdiam memperhatikan. Ia berjalan mendekat dan duduk di samping Ben yang melamun.


"Kenapa?" Tanya Ana lembut. Ben mendongak menatap Ana dengan tatapan yang tak bisa di artikan. Ana mengernyitkan dahi nya bingung.


#


KALO ADA YANG SALAH ATAU GA SESUAI KOMEN YA BIAR BISA DI PERBAIKIN SECEPAT NYA. TRIMS:)

__ADS_1


Aku mencintai kalian semua:*


__ADS_2