
Happy Reading gais:)
Please like, comment, favorite and vote Okay!
follow ig @destiichz and @dedefff17 !
#
Hari ini merupakan hari yang membahagiakan bagi Ana Dan El. Tapi tidak dengan Ben. Ben sepanjang hari terus merasa khawatir dan takut akan apa yang Ana katakan pada nya kemarin saat berteleponan dengan nya. Sampai sekarang, Ana masih tak dapat dihubungi oleh Ben. Handphone nya tidak aktif.
"Anaa" Panggil Mama nya saat Ana sedang di rias.
"Kenapa ma?" Tanya Ana melirik mama nya.
"Ben telpon" Beritahu Mama fatimah.
Ana tersenyum menatap mama nya dan mengambil handphone yang Fatimah sodorkan pada Ana. Ana menatap sebentar ke telepon dan tersenyum geli. Ana mengabaikan dan mendiamkan Ben yang terus mengucapkan 'Halo' dari seberang telepon.
"Ga usah telpon mama lagi. Liat aja nanti gimana. jangan lupa buat doa ya" Ucap Ana.
Setelah itu Ana langsung mematikan panggilan dan meminta salah seorang penata rias nya memberikan handphone yang di pegang nya pada mama nya, Fatimah. Cukup banyak orang yang melihat Ana dengan tatapan Aneh dan bingung.
"Belum nikah aja udah ga sopan gitu sama suami nya. Gimana udah nikah yaa. Aduhh bisa-bisa cepet cerai tuh" Celetuk Tante Sri.
Ana mengabaikan ucapan tante nya. Semua keluarga yang ada di ruang rias mulai bergosip seperti orang yang tak berpendidikan. Ana tak terlalu memperdulikannya dan terus saja di rias.
"TONG KOSONG NYARING BUNYI NYA" Tiba-tiba Ana berteriak membuat sema orang di ruang itu terkejut.
Semua orang meresapi ucapan Ana dan secara tiba-tiba juga ruangan yang tadi nya ramai oleh gosipan orang menjadi sunyi. Bude yang baru saja dari luar merasa aneh dengan atmosfir ruangan tempat Ana di rias. Ia menatap bingung sekitar.
"Kenapa?" Tanya Bude langsung.
"Ini loh mbak--" Ucapan Sri terpotong
"Biasa Bude. Ada burung nyanyi-nyanyi terus. bikin ganggu banget. Ohya, boleh minta tolong ga bude?" Ucap Ana cepat.
"Eh? Minta tolong apa?" Tanya Bude masih dengan raut wajah bingung nya.
"Tolongin panggilin bodyguard di depan, bude. Handphone Ana di tas soalnya" Jawab Ana.
__ADS_1
"Mau apa emang nya?" Tanya Bude terlebih dahulu.
"Tadi nya mau telpon Calon suamiku biar bisa bikin PARA BURUNG ga punya kerjaan dan ga bisa makan lagi" Ucap Ana pada semua orang.
"Tapi aku masih punya hati. Jadi kayak nya panggil bodyguard di depan aja biar bisa ngusir para burung yang bernyanyi dan terus mengganggu kenyamanan" Lanjut Ana membuat semua orang terdiam dan menunduk takut Kecuali Sri.
"Aduh belum jadi istri aja udah asal manfaatin suami. Ck ck ck keliatan banget ya matre nya ihhh kasian ya cowo nya" Celetuk Sri lagi.
"ARYAAA!!!" Teriak seorang wanita yang baru memasuki kamar rias Ana. Arya dengan cepat memasuki kamar rias dan menunduk hormat.
"Iya nyonya?" Tanya Arya.
"Mama ngapain disini? udah selesai rias nya?" Tanya Ana langsung pada Mama Ben.
"Oh ini calon mertua Ana ya?" Sri dengan cepat mendekati Mama Ben, Ratna. Sedangkan Bude mendekati Ana yang di rias.
"Maafin Keponakan saya ya Mbak. Dia emang gitu. Ga tau sopan santun dan matrek. Jadi di masa depan tolong maafin yaa. saya ngasih tau biar mbak ga nyesel aja" Ucap Sri memegang tangan Ratna yang langsung dihempaskan Ratna dengan kasar.
"Cih, Berani sekali Anda memegang tangan saya. Menjijikkan!" Desis Ratna Di depan Sri.
"Lanjut Rias Aja mbak" Ucap Ana pada penata rias nya yang tercengang. Bude menatap tak percaya pada Ana yang masih bisa bersikap santai.
"Aryaa! Kamu ini gimana sih?! Kok bisa wanita gila ini masuk ke ruang rias Ana Hah?! Dan mereka semua kenapa bisa masuk kesini?! Kan saya sudah bilang kalo ruangan Ana harus khusus!" Teriak Ratna Marah Pada Arya.
"Kalian mau kemana hah?!" Bentak Ratna membuat semua orang terdiam di tempat nya.
"Maaf nyonya. tapi semua orang di dalam sini merupakan keluarga dari Nona Ana" Jawab Arya takut dengan menundukkan kepala nya dalam.
"Arya kamu bodoh atau apa hah? Kalo keluarga ga akan mungkin bersikap menjijikkan seperti ini" Ucap Ratna sambil menunjuk Sri yang sudah menundukkan kepala geram dan tak berani.
"Maafkan saya nyonya" Sesal Arya.
"Saya kecewa sama kamu. Bisa-bisa nya kamu ga becus jaga calon ny.jackson" Ucapan Ratna semakin membuat arya merasa gelisah.
"Tangkap mereka semua dan kurung di salah satu ruangan yang ada di gedung ini" Perintah Ratna mutlak yang langsung dijalankan Arya.
"Tangkap mereka semua" Perintah Arya pada Anak buah nya. Setelah itu, Berpuluh-puluh bodyguard masuk untuk menyeret semua yang di ruang rias.
"Eh mbak, Yang kami omongin ini bener loh. Ihh lepasin saya. saya ini tante nya mempelai wanita heii. Heii lepas. Anaa tolongin tante dulu ini" Teriak Sri Sembari memberontak di bawa pergi.
__ADS_1
"Aduh Ana itu tolongin dulu" Bude merasa panik. Sedangkan Ana hanya diam dengan memegang tangan nya sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Maafkan saya nyonya Ratna. Maafkan saya juga Nona Ana" Ucap Arya merasa bersalah.
"Jangan sampai hal seperti ini terulang lagi. Jika sampai terulang lagi. Kamu tau sendiri akibat nya" Ucapan Ratna membuat Arya bergidik ngeri.
"Baik nyonya. saya berjanji hal seperti ini tak akan terulang lagi" Ucap Arya meyakinkan.
"Udahlah Ma. Arya ga salah kok. Kan tapi emang disuruh masuk sama mamaku" Bela Ana.
"Setelah acara selesai saya mau mereka semua tidak memiliki pekerjaan lagi. Satu lagi, pastikan Wanita menjijikkan tadi jadi tikus jalanan. Saya tau nya besok semua sudah beres. sekarang kamu boleh pergi" Perintah Ratna mengabaikan ucapan Ana.
"Baik nyonya. Kalau begitu saya permisi dulu" Arya dengan cepat keluar dari ruang Rias Ana.
"Udahlah maa. Ga usah di bales orang kayak gitu. mereka emang udah biasa kok kayak gitu. Orang waras kan harus ngalah sama yang gila, Haha" Ucap Ana pada Ratna sambil terkekeh geli.
Sepanjang adegan penyeretan dan pembicaraan barusan, Bude Ana dan para penata rias menelan saliva nya dengan susah payah. mereka selama ini hanya mendengar saja rumor tentang keluarga Jackson. Tapi kali ini mereka menyaksikannya secara langsung di depan mata mereka sendiri.
"Sebagai kerurunan keluarga Jackson, Kita ga boleh diem aja di tindas kayak gitu. Mereka harus dikasih pelajaran setimpal. Masih mending loh Mama cuma bikin mereka cuma kayak gitu, Kalo Ben tau kamu di apa-apain bisa lebih sadis Kali Sayang dari mama" Seru Mama Ratna Pada Ana.
Bude dan para penata rias kembali bergidik ngeri dan menutup mulut rapat-rapar. Penata rias Ana saja sudah gemetar. jika Nyonya jackson bilang ia tidak terlalu sadis, maka Bagaimana dengan Tuan jackson yang dibilang lebih sadis? Pikir mereka.
"Udahlah maa. Kasih peringatan Aja. Lagian mereka masih keluarga aku juga. Kalo buat ngasih mereka pelajarin itu biar urusan aku. Aku sendiri yang akan buat mereka mengemis bahkan hanya untuk secuil nasi" Ucap Ana sambil tersenyum sinis membuat semua orang merinding kecuali Ratna.
"Biarkan saja. Anggap saja ini pembalasan dari Mama sayang" Jawab Ratna.
"Tenang saja. Cukup kita berdua. Ben tak akan ikut membalas. Bermain dengan Ben sangat tidak seru. Ben biasanya langsung menghapus tanpa memulai tantangan lebih dulu" Ucapan Ratna membuat Ana terkekeh geli dan Bude semakin takut.
"Yah, mungkin Ben hanya malas bermain maa. Dia kan sibuk. Jadi dia lebih suka langsung menghapus pemain, haha" Ucap Ana sembari tertawa.
"Ana" Panggil bude takut-takut.
"Tenanglah Bude. Tante Sri tak akan Sampai dibunuh kok. Mama Ratna juga pasti hanya Akan bermain-main sebentar. Ya kan Ma?" Ucap Ana.
"Iya tenanglah" Ucap Ratna tersenyum lembut pada Bude kesayangan Ana.
"Ayo cepetan riasin nya" Perintah Ratna pada penata Rias Ana.
#
__ADS_1
KALO ADA YANG SALAH ATAU GA SESUAI KOMEN YA:)
Aku mencintai kalian semua:*