Duda Itu Milikku

Duda Itu Milikku
Episode 15


__ADS_3

Happy Reading gais:)


Please like, Comment, Vote And Favorite ya:)


Follow Instagram @destiichz dan @dedefff17


#


Ana tersenyum kikuk pada Mama Ben yang menatap Ana dengan tatapan tak suka. Ana merasa sangat gugup. mama Ben menatap nya dengan tatapan sinis. Ana tak tau harus bersikap seperti Apa. Ia dari awal sudah tau jika akan seperti ini. Itulah Yang menyebabkan Ia tak mau menginap di rumah Ben. Apalagi dengan bodoh nya Ben malah meletakkan tangan nya di pinggang kecil Ana.


Mereka berjalan beriringan memasuki rumah yang lebih dari kata besar itu. Rumah orang tua Ben sangat luas. Ben masih tetap membawa El ke dalam gendongan nya. Ana benar-benar merasa ingin kabur saja karena Ben yang terus merangkul nya.


"Eh udah pada pulang? jarang banget pada pulang kesini. biasanya sibuk sampe ga pernah nelponin papa lagi" Sindir pria paruh baya yang sedang duduk sembari focus menonton televisi.


"Papa ngomong apa sih? Aku kangen---banget sama papa" Teriak Alda yang langsung berhambur ke dalam pelukan Papa yang di rindukan nya itu.


"Kamu juga. masih inget ada orang tua hah?!" Tanya papa Ben sambil menatap Ben tajam dan pura-pura marah pada Alda. Ben terkekeh geli.


Papa Ben melirik sejenak ke arah Ana. Ia baru sadar jika Anak pertama nya itu sedang merangkul seorang wanita cantik. Tatapan mata papa Ben benar-benar sangat menakutkan. Ana terus menggerutu dalam hati nya. Ia merasa gugup.


"Ini siapa?" tanya papa Ben sambil menatap Ana.


Di satu sisi, mama nya Ben berusaha mengambil Alih El dari gendongan Ben, Ayah nya. El yang merasa terganggu pun Perlahan-lahan bangun dari tidur nya. Begitu melihat sekitar dan sadar Ia berada dimana. ia langsung turun dari gendongan Ben dan beralih memeluk kakek dan nenek nya.


"Ehh cucu kakek udah bangun" Ucap Papa Ben begitu El menghampiri nya. Ana merasa lega.


"El kangen bangett sama kakek sama nenek" ucap El dengan suara cempreng nya seraya memeluk dan mencium kakek dan neneknya itu.


"Udah yaa, sekarang El ke kamar papa ya. udah malem. kita tidur sekarang, okey?" Ucap Alda.


"Ana, ayoo ke kamarku" Lanjut Alda berucap.


Ana yang merasa gugup pun dengan cepat menyentak kasar tangan Ben di pinggang nya. Ia tak tau harus bersikap seperti Apa. Ana berjalan mendekati orangtua Ben dan menyalami mereka tanda hormat nya. Saat melihat Alda berjalan menaiki tangga, Ana dengan cepat pamit singkat pada orangtua Ben dan berjalan menyusul Alda.


"Eh tunggu dulu. kamu siapa?" tanya mama Ben. Ana sontak saja membalikkan badan nya menghadap Mama Ben yang terus menatap nya.

__ADS_1


"Mmm--Perkenalkan nama saya anastasia Nyonya" jawab Ana sambil menundukkan kepala nya. Ana merasa telah melakukan kesalahan besar.


"Udah maaa, Alda capek banget nih. Kalo mau interogasi besok aja lanjut lagii" Seru Alda menengahi. Ia mendekat an menghampiri Ana. Ia menarik tangan Ana untuk mengikuti nya.


Dari jauh Ana dapat melihat Mama Ben menatap nya tajam. El sendiri sedang di gendong oleh kakek nya. sedangkan orang yang membuat Ana berada di posisi sekarang ini malah pura-pura tidak tau. Aku sungguh menyesal, Batin Ana marah.


Mereka memasuki salah satu ruangan yang mana diyakini Ana sebagai kamar Alda. Kamar Ini bernuansa laut dan langit. cat yang berwarna biru. kamar Alda bahkan lebih luas daripada kamar diapartemen Ana. Dekorasi kamar Alda ini sungguh sangat menyenangkan mata Ana.


"Kamu mau mandi dulu? kamu bisa pake bajuku kok" ujar Alda seraya mendekati lemari dan memberikan handuk serta baju ganti pada Ana.


"makasih ya" Ucap Ana tulus seraya mengambil Handuk dan baju dari tangan Alda.


"ga usah sungkan. anggep aja rumah sendiri. nanti abis mandi langsung tidur aja ya soalnya aku mau tidur duluan. males mandi, hehe" Ucap Alda sambil terkekeh geli dengan kejujuran nya itu.


"Iya. aku mandi dulu ya" Ucap Ana pada Alda.


Ana memasuki kamar mandi. Setelah selesai Membersihkan diri beberapa menit, dengan rambut yang masih basah, Ana keluar dari kamar mandi. Ia menggunakan baju tidur yang di berikan Alda. Baju daster itu untuk muat pada Ana. Begitu Keluar, Ia melihat Alda yang sudah berbaring diatas kasur.


Ana menjemur handuk di kursi dan mulai mendekati kasur. Ia duduk dipinggiran kasur sambil memainkan Handphone nya. ia Mengecek beberapa email di handphone. Tidak banyak yang dikerjakan nya. Tiba-tiba , Ana mendengar suara pintu yang diketuk. Ia sontak mendongak ke pintu.


"Udah mau tidur ya?" tanya orang didepan Ana.


"Belum. kenapa Ben?" tanya Ana.


"Hmm El ga mau tidur dari tadi. kayaknya dia demam lagi deh. bisa tolong kamu liat dulu?" ucap Ben sambil menatap Ana dengan memohon.


"Yaudah ayo" jawab Ana cepat seraya menutup pintu kamar. Ben berlalu berjalan didepan Ana.


"Silakan Masuk!" Ucap Ben begitu melihat Ana hanya berdiri di depan kamar nya dan tak mengikuti nya yang sudah masuk ke dalam kamar.


"Ga enak.El nya di bawa ke kamar Alda aja ya" jawab Ana dari luar ruangan. Ia merasa tak enak.


"Ga Apa-apa. Kamu masuk aja" jawab Ben sembari menarik tangan Ana dengan pelan. Ana kembali merasa gugup dan cukup takut sekarang.


Ana perlahan masuk ke dalam dan berjalan mendekati kasur bersama Ben. Benar! disana Terdapat El yang sedang membaringkan tubuh nya. El belum tidur. Ana mendekati El dan smduduk dipinggiran kasur. Ana mengelus dan mencium puncak kepala El yang mendongak menatap nya.

__ADS_1


"El kenapa hm? pusing?" tanya Ana dengan lembut dan halus pada El yang menatap nya.


"El ga tau maa. El bingung nih" jawab El sambil bangkit dari tidur nya. ia dengan cepat memeluk Ana dengan erat seolah takut kehilangan.


"El laper?" tanya Ana lembut Sembari membelas pelukan El dan mengelus rambut nya. El menggelengkan kepala nya sebagai jawaban.


"El pusing?" tanya Ana lagi. Jawaban El tetap sama, Yaitu dengan menggelengkan kepala nya.


"El mau apa hm?" tanya Ana lagi.


"El mau tidur sama mama sama papa kayak temen El. El juga mau dipeluk mama sama papa pas lagi tidur kayak temen-temen El" Ucapan El membuat Ana tersentak kaget. Ia merasa sedih. aku tau bagaimana rasa nya menginginkan hal seperti ini. rasa nya iri. aku pernah di posisi itu dan tak akan kubiarkan orang lain merasakan nya, Batin Ana.


"Sama Mama aja ya sayang" jawab Ana.


"Kenapa ma? temen-temen El sama mama dan papa nya kok" jawab El. Ana merasa bimbang.


"Ya ga--" ucapan Ana terpotong.


"Bisa kok. yaudah sekarang kita tidur ya" jawab Ben seraya mendekati Ana dan membaringkan El di tengah tempat tidur.


"Yeyy, akhirnyaa El bisa juga tidur di peluk mama sama papa" teriak El antusias merasa senang. Ana yang kaget dengan ucapan Ben hanya bisa menatap Ben tajam. Ana tak habis pikir dengan Ben.


"Kumohon. kali ini aja. El sangat bahagia sekarang" Ucap Ben seraya mengelus kepala El.


"Awas aja kalo lu macem-macem" sinis Ana. Ia merasa hati nya begitu lemah jika bersangkutan dengan El. Ia tak ingin El sama sepertinya.


"Tenang aja. Nanti kalo El udah tidur. kamu bisa balik ke kamar Alda lagi" ucap Ben meyakinkan.


Ana perlahan memeluk El dari samping. El memeluk nya dengan erat. Ana memejamkan mata nya agar El juga tertidur. tanpa sadar Ana benar-benar tertidur nyenyak bersama dengan El. Ben juga ikut tidur di samping El dan ikut memejamkan mata nya. Mereka tertidur dengan El yang tersenyum merasa bahagia.


#


KALO ADA YANG SALAH ATAU GA SESUAI KOMEN YA GAIS BIAR BISA DI PERBAIKIN:)


aku mencintai kalian semua:*

__ADS_1


__ADS_2