Duda Itu Milikku

Duda Itu Milikku
Episode 33


__ADS_3

ANA POV


"Semangat ya. Aku mau ke Minimarket bentar abis itu baru kembali kekantor soalnya bentar lagi bakal ada rapa lagi. aku duluan ya sayang" jelasnya padaku.


"Yaudah, hati-hati yaa" jawabku. kemudian, aku bangkit untuk memeluknya sebentar.


"Kami juga udah mau pergi" ucap kak agus.


Aku melirik kak agus sejenak. kurasakan, ben semakin mengencangkan pelukannya padaku. sangat erat. nih orang ngapain sih lama banget peluknya, batinku risih. aku memutar bola mataku malas.


"Aku pergi yaa, dah" pamitnya sembari mengecup pipiku dan langsung berlarian keluar. nyesel gw peluk kalo akhirnya gini, batinku kesal. aku menatap tajam kepergiannya.


Aku membereskan barang-barangku. begitu pun dengan kak agus yang juga membereskan barangnya. kami mulai memasuki mobil dan melajukannya hingga parkir didepan loby perusahaan itu.


"duduk dulu aja ya dek, sampe nanti dijemput sama asistennya" ucap kak agus. aku menganggukkan kepalaku tanda setuju.


Begitu sampai, aku dan kak agus tidak langsung naik keatas. kami memutuskan untuk menunggu dikursi yang ada didekat resepsionis. aku melihat kearah sekitarku. sepertinya ada yang aneh, pikirku.


aku melihat banyak wanita yang sedang berbicara. aku tak tau apa yang mereka bicarakan. tapi, satu yang ku tau. Disini, tempat yang sangat menjijikkan.


para wanita memakai pakaian seperti seorang penggoda. aku menatap kearah salah satu wanita yang berjalan dengan menggoda dan menuju kearah pintu masuk. lalu, tiba-tiba sajaa--- Brukk---


"Aduh maaf pak ga sengaja" ucap wanita itu yang kuyakin dengan sengaja menabrakkan diri kearah seseorang.


Aku mengernyitkan dahiku dan mulai menajamkan penglihatanku. aku seperti mengenal pria yang barusan saja ditabrak oleh wanita menjijikkan itu. itu jelas ben. Dengan kondisi emosi, aku berjalan menghampiri mereka.


"dasar ganjen" ucapku yang langsung menepis tangan wanita itu dari kemeja ben. berani sekaliii wanitaa menjijikkan inii menyentuh priaku, geramku.


"Kamu juga sama aja ganjen nya" ucapku menatap tajam kearah ben.


Ben langsung memegangi tanganku yang akhirnya kehentakkan dengan kasar hingga langsung terlepas. aku menatap tajam kearah wanita menjijikkan itu. dia menatap meremehkan kearahku.


"Eh lu siapa? ga sopan banget sih" ucap wanita itu sembari menatapku sinis.


"Lu yang ga sopan. dasar wanita penggoda" teriakku lantang.


sudah cukup. aku ga perduli dengan kesopanan lagi. walau aku belum mencintai ben, setidaknya aku tak akan membiarkan pria yang akan menjadi suamiku disentuh wanita menjijikkan seperti ini.


"Eh jaga ya ucapan lu" geramnya sembari menunjukku.


"Apa hah?!" teriakku sembari menepis jarinya yang berada didepanku.

__ADS_1


"Eh lu cewek ******. lu cuma mau ngajuin kerja sama kan? udah sana pulang aja. Lu udah pasti ditolak" ucap wanita itu sembari tersenyum meremehkan menatapku.


dasar wanitaa ******. wanita penggoda. wanita iblis. menjijikkan , geramku. Aku langsung maju untuk menarik rambut nya dalam sekali hentakkan hingga membuatnya terduduk dilantai.


"Denger baik-baik. Gw juga ga sudi ngejalin kerja sama dengan kalian. menjijikkan. Ini yang namanya perusahaan besar hah?! Mana buktinya hah?! Ini namanya club malam bukan perusahaan!" teriakku kesal mengeluarkan seluruh amarahku.


"Lu--- satpammmm!!! seret cewe gila ini keluar" teriak wanita itu bangkit dari duduknya sembari memegangi kepalanya yang habis kujambak.


"Cihh Sangat menjijikkan. Kak, ayoo pulang" ucapku lantang sembari menatap kak agus yang masih dengan santainya duduk dikursi.


kak agus menghela nafas berat. kemudian, ia mulai membereskan pekerjaannya yang ada diatas meja. Saat, kakakku sedang membereskaj pekerjaannya. tiba-tiba saja, pria yang kemarin atau yang notabenya asisten CEO menghampiri kak agus.


BEN POV


Demi apapun. aku baru pertama kali liat ana semarah ini. aku panik. ana sama sekali tidak menatapku. dia sibuk memaki wanita yang merupakan pegawaiku. bahkan, aku tak tau namanya.


Aku tak perduli lagi pada apa yang menjadi perdebatan ana dengan wanita didepanku. memang benar ucapan ana. wanita itu, memakai pakaian seperti wanita penggoda. Sejak kapan perusahaanku jadi club malam? pikirku.


Wanita itu meminta satpam untuk menyeret ana. Aku langsung menatap tajam kearah satpam itu. awas aja kalo sampai kau berani macam-macam dengan calon istriku, arti dari tatapanku.


Setelah tanganku dihempaskan dengan kasar tadi, aku tak berani untuk mengganggunya lagi. dia terlihat sangat menyeramkan. aku hanya berdiri dibelakangnya sembari menatapnya.


"Tuan, Silakan langsung menuju ruang rapat" ucap alex pada kak agus yang langsung beralih menatapku dan ana. aku mengernyitkan dahiku. Hah? Rapat?


"Mana CEO nya?" teriak ana pada alex. aku langsung membelalakkan mataku. aku terkejut. jangan bilang---


"Hmm Ituu no--naa" ucapan alex menjadi kaku saat aku menatap tajam kearahnya. awas kalo sampe lu bilang lex, batinku.


"Mana hah?! Siniii! suruh kesini" teriak ana lagi. ya tuhan, bagaimana caraku menenangkan singa betina ini?


"Hmm--ituu--" ucap alex gugup. aku semakin menajamkan tatapanku padanya.


"Hmm--memang--nyaa ke-napaa, nona?" tanya alex terbata-bata. sekarang, suasananya benar-benar hening. tak ada pembicaraan kecuali suara ana dan alex.


"Lu tanya kenapa hah?!" desis ana.


"Gw mau bilang tuh orang niat bikin perusahaan apa club malam hah? gila kali ya tuh orang. Kemaren dengan seenaknya batalin rapat dan sekarang? ga tau kemana hah?! " teriak ana mengeluarkan seluruh emosinya.


What? jangan-jangan aku yang bikin ana sakit? hah sumpah? aku panik. aku kaget. jantungku berdetak sangat cepat. pokoknya, ana ga boleh tau dulu kalo ini perusahaanku. waktunya ga tepat.


"Jaga ucapan anda ya" desis wanita yang tadi membuat masalah pada ana.

__ADS_1


"Apa hah?! gw ga tau kalo nih perusahaan menjijikkan banget. gw yakin seratus persen. kalo emang ini perusahaan terbaik, lu pasti masuk sini dengan menjalangkan diri lu itu sama CEO disini" ucap ana.


what? sumpah demi tuhan aku ga pernah dekat dengan wanita manapun. aku aja ga tau nama mereka. ya tuhan, aku harus gimana? batinku gelisah. aku mulai berkeringat dingin.


"Jaga ucapan lu yaa" balas wanita itu sembari menatap ana tajam.


"Emang bener kan? gw liat kali yaa, dari awal lu sama temen-temen menjijikkan lu itu emang sengaja mau nabrak ben. Dan, bisa diliat disekitar , cewe yang ga menggunakan pakaian ****** kayak lu bisa dihitung pake jari" ujar ana sembari menatap kesekeliling.


aku mengikuti ana, Mulai mengedarkan pandanganku kesekelilingku. jadi mereka sengaja? dan sejak kapan wanita diperusahaan ini menggunakan pakaian ****** kayak gini, geram batinku.


"Satpammm!!!! Cepat usir wanita ini. Berani sekali diaaa!!! cepat!!!" teriak wanita itu.


aku mulai mengarahkan pandanganku pada satpam dan menatapnya tajam agar dia tetap diam ditempatnya. satpam itu langsung terdiam sambil menundukkan kepalanya.


"Eh kok lu diem?! lu mau dipecat hah?!" teriak wanita itu lagi.


Aku kembali menatap tajam kearah satpam itu. Terdengar dengan jelas olehku, ana baru saja menghembuskan nafas lelah dan mendengus sebentar. kemudian, ia berjalan mendekati kak agus dan alex.


"Pak, Saya mohon maaf atas keributan yang saya buat. anda ga perlu memecat satpam yang ga bersalah" ucap ana pada alex. aku tertegun sebentar.


"Ayoo kak kita pulang aja" ajak ana pada kak agus sembari mengambil tas dan laptopnya.


"Dek" ucap kak agus yang menyadarkanku dari lamunan. sepertinya aku sudah memilih pasangan hidup yang benar, batinku.


"Udah kak. Kita udah diusir, jadi pulang aja" ujar ana sembari menarik tangan kak agus.


Ana Berjalan kearahku dengan senyumannya. aku terdiam sembari menatap senyum manisnya itu. ya tuhan, aku benar-benar sangat mencintai wanita ini, batinku.


"Kamu mau ikut pulang apa masih apa kerja?" tanya ana begitu sampai didepanku. aku terdiam. aku bingung. rasanya lidahku keluh.


"Ana" panggil seseorang dari arah belakangku. Ana langsung menatap kearahnya, aku pun membalikkan badanku. ternyata---


#


PLIS LIKE, KOMEN, AND VOTE:)


Apasih susahnya bantu like? komen? vote? sedih deh jadinya:(


Sorry, jarang update ya. masih ujian. doain aja cepet selesai tanpa remedi, aamiin.


aku mencintai kalian semua:*

__ADS_1


__ADS_2