
Happy Reading gais:)
Please like, Comment, Vote And Favorite ya:)
Follow Instagram @destiichz dan @dedefff17
#
Sinar Matahari menyelinap dari jendela di samping Ana. Ia membuka mata nya secara perlahan dan seperti biasa menemukan Ben di hadapan nya. Ana tersenyum tanpa sadar setiap melakukan rutinitas nya setiap pagi. Kurang lebih sudah seminggu Ana dan Ben menikah. Ana juga sudah terbiasa dengan Kehadiran Ben begitupun Dengan El.
"Pagi!" Ucap Ana serak sembari mengecup dahi Ben. Ana dengan perlahan mengangkat tangan Ben yang melingkari pinggang nya untuk keluar dari pelukan Ben. Ben yang seperti biasa nya akan semakin mengeratkan pelukan nya pada Ana.
"Pagi sayang!" Balas Ben yang masih memejamkan mata nya dan semakin memeluk Ana dengan Erat. Ana hanya memutar bola mata nya merasa malas.
"Mas! Udah ihhh" Rengek Ana Kesal.
"Mmm" Ben hanya Membalas dengan pelan.
"Lepas Ih! Kamu mah kebiasaan banget sih. Ini kita udah kesiangan lagi, Tau ga sih?! Kasian El nanti telat ke sekolah karena kelamaan nungguin kita buat sarapan Mas!" Omel Ana kesal pada Ben.
"Sebentar!" Ucap Ben yang kembali memeluk Ana dengan erat. Ben selalu merasa bahagia sepanjang hari, setelah hari pernikahan nya. Semoga aku selalu bisa menatap wajah ini setiap saat, Memeluk tubuh ini setiap waktu. Tuhan, jagalah kebahagiaan kami untuk selama nya, Batin Ben memohon.
"Mas! Lepas Ihh. Aku mau siap-siap. lagian Kamu juga harus mandi" Ucap Ana mengingatkan.
"Yaudah kita mandi bareng aja!" Jawab Ben semangat yang dengan cepat membuka mata nya.
"Nggak! Kita udah telat mas! Kita hari ini ke kantor. El kan juga harus kesekolah" Tolak Ana.
"Yaudah berarti 5 menit lagi" Seru Ben yang kembali memeluk Ana dengan sangat erat.
"5 menit ya. Awas Kalo sampe lebih!" beritahu Ana.
"Mmm" Jawab Ben.
Ana benar-benar menghitung setiap detik hingga menjadi menit. sedangkan Ben memeluk Ana sembari menciumi harum tubuh Ana yang begitu memabukkan dan menggoda bagi nya. Ia juga menciumi leher Ana hingga terdapat tanda disana.
"Mas, udah 5 menit. Lepas!" Beritahu Ana setelah selesai ia menghitung. Ben mendengus kesal.
"Ga usah Kerja lah sayang. kita istirahat dulu ajaa" Tolak Ben. Ia hanya tak ingin kehilangan kenyamanan seperti saat ini walau hanya seperkian detik. Ana yang mendengar ucapan Ben langsung mengerutkan dahi nya merasa tak suka.
__ADS_1
"Kamu apa-apaan sih mas?! Kita udah libur selama seminggu. Mau istirahat apaan lagi hah?! Udahlah hari ini kerja dulu. Kerjaanku pasti udah numpuk banget di kantor. Lagian kamu udah janji kan bakal bolehin aku kerja" Seru Ana menjelskan mencoba membuat Ben mengerti pada keadaan nya saat ini.
"Yaudah yaudah. sana mandi" Ucap Ben dengan raut wajah cemberut.
Ia melepaskan pelukan nya pada Ana dan langsung membalikkan badan nya membelakangi Ana. Ana terkekeh geli karena tingkah Ben yang seperti anak kecil. Ia mendekat ke arah Ben dan mencium pipi kanan nya. kemudian, Ana melangkahkan kaki nya memasuki kamar mandi. Ia mulai membersihkan diri nya dan juga bersiap-siap untuk kembali bekerja ke kantor. Ben tersenyum di tempat nya.
Setelah beberapa menit, Ana keluar dari ruang ganti sudah dengan berpakaian rapi. Ben saat ini sedang membersihkan diri nya. Ana mengeluarkan pakaian yang akan Ben pakai dari dalam lemari dan meletakkannya di atas kasur. Ia memasukkan barang-barang yang perlu di bawa nya kekantor ke dalam tas sembari menunggu Ben selesai Mandi.
Kurang lebih 10 menit, Ben berjalan keluar dari kamar mandi menggunakan boxer dengan rambut yang masih basah. Ana mendekat ke arah Ben. Ia mengambil alih handuk di tangan Ben dan mengeringkan rambut nya. Ben dengan sigap membawa Ana ke dalam pelukan hangat nya.
"Udah kering Mas!" Ucap Ana setelah selesai dan merasa rambut Ben sudah cukup kering.
"Makasih ya sayang" Ucap Ben. Kemudian, Ia mencium bibir Ana. Mereka tersenyum bersamaan.
"Iya sama-sama Mas. Emang udah kewajiban aku kok!" Seru Ana membenarkan. Entah sejak kapan, Ia sudah terbiasa memanggil Ben dengan sebutan Mas. Ben sendiri merasa cukup senang karena merasa akrab dan lebih di hormati karena hal itu.
"Kamu cantik banget sih! ga usah kerja yaa. kita di rumah aja" Rengek Ben pada Ana.
"Kita udah libur seminggu Mas. Nanti aja ya kita libur lagi, Sekarang Kamu pake baju dulu. Aku tunggu di bawah yaa" Ucap Ana yang perlahan melepaskan pelukan Ben dan mengecup kedua pipi Ben.
Ana kemudian berjalan menuju dapur meninggalkan Ben Yang senyum-senyum sendiri di kamar. Begitu sampai di meja makan, Ana menemukan El yang sudah duduk di sana dengan wajah cemberut di temani oleh Bik Jum.
"Mama Lama banget sih. El kan udah telat kesekolah. El juga telat makan" Jawab El mengeluh.
"Maafin mama ya sayang" Ucap Ana lembut pada El yang hanya mengabaikan nya. El sangat lucu jika sedang marah seperti sekarang, Batin Ana.
"Nanti pas mama pulang kerja, Mama beliin ice cream deh. Gimana? Mau nggak? Bujuk Ana.
"Yaudah tapi beli yang banyak yaa Maa. soalnya papa pelit. kalo beliin El ice cream pasti dikit banget" Ucap El antusias. Ben yang sedang melangkahkan kaki nya mendekati Meja makan pun mendengar apa yang Di ucap kan El pada Ana.
"Kayak nya ada yang ngomongin papa nih?" Seru Ben yang pura-pura tak tahu.
"Eh papa udah ganteng nih" Ucap Ana yang langsung bangkit dari duduk nya dan menghadap ke arah Ben. Ia mengambil dasi dari tangan Ben dan mulai mengikatkan dasi pada Leher Ben.
"Ma, Kayak nya tadi ada yang ngomongin papa pelit deh" Ucap Ben dengan Ana di hadapan nya.
"Mmm" Jawab Ana tenang. El semakin gelisah.
"Trus ada yang bilang, papa kalo beli ice cream dikit banget loh. kayak nya lain kali papa ga usah beli lagi aja ya ma" Ucap Ben menakuti El.
__ADS_1
"Ihh papa ga gituu. Maksud El ga gitu" Bantah El.
"Oh, Trus gimana?" Tanya Ben penasaran.
"Ihh Ya ga gitu papa" Jawab El takut.
"Udahlah. El minta maaf aja ya ke Papa" Ana yang sudah mengikatkan dasi Ben pun mencoba menengahi perdebatan antara Ayah dan Anak itu.
"Papa maafin El" El menuruti perintah Ana. Ia meminta maaf pada Ben sambil menundukkan kepala nya karena merasa cukup bersalah.
"Sini peluk Papa" Ucap Ben disertai senyuman manis. El yang melihat papa nya sudah tak marah lagi bergegas turun dari kursi dan mendekati papa nya lalu kemudian memeluk nya erat.
"Papa sayang El" Ucap Ben.
"El jugaa sayang banget sama papa" Jawab El.
"Udah , Udah. Kita sarapa dulu yaa. karena sekarang udah telat jadi harus buru-buru" Beritahu Ana. Ia dengan cepat juha ikut membantu menyiapkan makanan untuk Ben dan juga El.
Mereka menyantap makanan mereka dengan sesekali bersenda gurau. Beberapa menit kemudian, Mereka sudah selesai menyantap sarapan mereka. Ana dengan cepat mengambilkan Tas kantor Ben dan juga Tas sekolah El yang berada di atas kursi ruang keluarga. Ana dengan cepat menarik tangan Suami dan juga Anak nya.
"Kami pergi ya bik" mereka semua pamit pada bik Jum dan berjalan keluar dari rumah.
"Kamu hati-hati ya Mas. El jangan lupa di anterin sampe ke sekolah" Ucap Ana yang kemudian menyalimi tangan Ben. El juga melakukan hal yang sama Pada Ana. Ben mengecup dahi Ana lama.
"Kamu yakin bawa mobil sendiri? ga mau di setirin sama supir aja sayang?" Tanya Ben lembut.
"Iyaa mas. aku sendiri aja. lagian biasa nya juga gitu. kamu tenang aja. Udahlah kamu hati-hati aja ya" Jawab Ana mencoba meyakinkan Ben.
"Yaudah. Nyetir nya pelan-pelan aja. Kalo ada apa-apa jug langsung kabarin aku ya. Trus Kalo udah sampe di kantor juga harus langsung telpon aku" Perintah Ben yang mengkhwatirkan Ana.
"Iya Mas. Bawel banget sih. tenang pasti aku kabarin" Ucap Ana menatap Ben dalam seolah menenangkan. El mencium kedua pipi Ana.
"Yaudah kami pergi ya, dahh" Seru Ben dan El yang kemudian berjalan memasuki mobil dan pergi.
Ana memasuki mobil dan mulai melajukan nya menuju tempat bekerja nya dengan kecepatan pelan.
#
KALO ADA YANG SALAH ATAU GA SESUAI KOMEN:)
__ADS_1
Aku mencintai kalian semua:*