Duda Itu Milikku

Duda Itu Milikku
Episode 52


__ADS_3

Happy Reading gais:)


Please like, comment, favorite and vote Okay!


follow ig @destiichz and @dedefff17 !


#


Begitu paham dengan situasi sekitar, Ia mulai Menenangkan diri nya sendiri dan menatap waspada pada sekitar nya. Sialan! siapa mereka? apakah musuh Ben ataukah musuh perusahaan kak Agus? Batin Yansyah.


***


"Kalian sebenarnya siapa?" Tanya Ana pelan.


"Maaf Nona. Kami hanya menjalankan perintah" Ucap Seorang pria yang berdiri di depan Ana.


"Silakan Nona kembali ke apartemen" Lanjut Pria yang lain sambil menggiring Ana ke lift.


"Heii" Yansyah yang baru saja akan berteriak dan menghajar dua orang di hadapan nya langsung di tarik oleh Ana.


Ana menatap ke sekeliling nya dan melihat banyak orang mulai maju. Ana menarik koper nya beserta dengan kakak nya, Yansyah kembali ke dalam lift. Yansyah memberontak.


"Lepas dekk! emang mereka siapa sih?!!!" Bentak Yansyah pada Ana yang terus mendorong nya kembali memasuki lift.


"Sabar dulu kak" Ucap Ana pada Yansyah begitu mereka memasuki lift.


"Sabar gimana hah?!" Yansyah Yang masih berapi-api membentak Ana tanpa sadar.


"Mereka bukan orang jahat kak" Ucap Ana.


"Kamu gila Ya?! udah jelas mereka jahat kayak gitu dan kamu masih bisa bilang mereka ga jahat hah?!" Teriak Yansyah Frustasi. Ia merasa mengerti dengan Pikiran Ana.


"Dengerin dulu" Ana memutar bola mata nya malas melihat kakak nya terus saja emosian.


"Mereka ga ngizinin aku keluar apartemen, tapi mereka ga nangkep aku kan?" Lanjut Ana bertanya mencoba membuka pikiran kakak nya.


"Ya trus? Sama aja kalii" Jawab Yansyah kesal.


"Beda kak. Pikir deh, Cuma aku yang ga boleh keluar kak. Kakak masih boleh kalo mau keluar. lagian, Kalo emang mereka mau culik aku, harus nya mereka ngambil handphone aku Kan? tapi ini nggak kan?" Jelas Ana.


"Apa mungkin mereka cuma mau nyandra kamu?" Tanya Yansyah setelah berpikir beberapa saat.


"Mungkin aja sih. Mending kita bahas di apartemen aja" Seru Ana.


Setelah itu, Mereka Berjalan menuju Kamar apartemen Ana dalam keheningan. Ana sibuk tenggelam dalam pemikiran nya sendiri. Begitu juga dengan Yansyah. Mereka terus berpikir dengan keras atas apa yang baru saja terjadi.


"Pintu nya jangan lupa di kunci dek" perintah Yansyah Begitu diri nya dan Ana memasuki Apartemen.


"Iya kak. Kakak coba telpon kak Agus dulu Sana" Ucap Ana pada Yansyah Yang sudah berjalan menuju ruang tengah sambil membawa koper dan tas Tangan Ana.

__ADS_1


Ana Mengunci Pintu dengan Semua pengamanan. Ia berjalan ke dapur dan mengambil pisau juga gunting untuk persiapan. Ana Mengintip keadaan di luar lewat kaca balkon apartemen nya. Tak banyak yang dapat dilihat, pikir Ana.


"Kak, Yang penting jangan ada yang deketin Kaca Balkon. takut nya ada penempak jitu gitu kak" Ucap Ana yang berjalan mendekat pada Yansyah dan duduk di samping nya.


"Ck. Jangan kebanyakan nonton film deh" Decak Yansyah kesal.


"Kan bener kak. Bisa langsung tertembak matii kitaa" Ucap Ana Ngeri.


"Udah Udah jangan ngomongin mati. Lagian kan kata kamu yang di incer kamu, Berarti yang bakal mati juga kamu" Ucap Yansyah.


"Ehh gila Ngomong nya sembarangan banget sih Ga ada Simpati banget Kak" Balas Ana Kesal sambil menampar asal mulut Yansyah.


"Sakit Begee" Yansyah sontak terkejut.


"Maka nya punya mulut di jaga. jangan asal ngomong" Ucap Ana Marah.


"Udahlah. Ini gimana jadi?" Tanya Yansyah pasrah.


"Ya telpon kak Agus lahhh. Astagaaaa kan daritadi udah kubilang telpon kak Agus. Ga ada pikiran banget sih" Jawab Ana Kesal.


"Udah ditelpon dari tadi woi. Tapi ga diangkat sama kak Agus. Lagian , Sebelum ngomongin orang ga ada pikiran tolong intropeksi dulu ya Mbak" Balas Yansyah Sinis Pada Ana yang emosional.


"Gitu aja baperrr" Celetuk Ana.


"Serah dah serah" Balas Yansyah.


Ana mengeluarkan handphone nya dari dalam Tas tangan dan mencari kontak kakak nya, Agus. Begitu mendapatkan nya, Ia langsung memanggil nya. Pada dering ke 6, panggilan pun di jawab oleh Agus.


"Kenapa dek?" Tanya Agus begitu menjawab panggilan.


"Kakak kemana aja sih? Kenapa baru di angkat hah?" Tanya Ana Balik dengan kesal.


"Tadi dibawah masakin Kakak ipar mu" Jawab Agus.


"Kenapa emang nya?" Lanjut Agus bertanya.


"Kakak lagi ada musuh ya?" Tanya Ana lagi.


"Hah?! Musuh apaan?!" Tanya Agus bingung dengan mengernyitkan dahi nya dalam.


"Ya musuh perusahaan gitu?" Tanya Ana lagi


"Kayak nya ga ada deh. kan kamu tau sendiri kakak paling males nyari musuh kayak gitu. emang nya kenapa sih kamu tanya-tanya kayak gitu? kamu dimana sekarang? Yansyah udah sampe belum? tadi Yansyah bilang mau jemput kamu terus kesini" Jelas Agus pada Ana.


"Ughhh demm" Lenguh Ana kesal.


"Udah aku tebak pasti kakak ga tau" Lanjut Ana.


"Ada apa sih? Ck. Kebiasaan deh bikin penasaran kayak gini" Decak Agus mulai kesal.

__ADS_1


"Kak Yansyah udah dari tadi disini kak" Ucap Ana.


"Yaudah buruan kesini. Mau ikut makan malem ga sih?" Tanya Agus tak sabar.


"Loudspeaker dek" Perintah Yansyah. Ana langsung Mengaktifkan loudspeaker pada Handphone nya.


"Gini ya kak. Aku sama Ana udah mau pergi dari tadi. Tapi Pas di lobby ada yang nahan kami" Yansyah berusaha menjelaskan.


"Nahan? Ban mobil kamu bocor? Bensin atau aki nya abis? Kalo itu kan bisa pake mobil Ana Kali Syah. Ana juga kalo ke kantor bisa barengan kakak" Celetuk Agus yang terburu-buru.


Ditempat nya, Agus baru selesai memasak kan makanan untuk istri nya, Wanda yang sedang hamil anak kedua mereka. Saat kembali ke kamar untuk mengambil ikat rambut, Agus mendengar Handphone nya berbunyi dan mendapat panggilan telepon dari Ana.


"Ck. Dengerin orang dulu Sampe selesai kaliii. Tadi kami di depan lobby di tahan sama beberapa orang. Mereka ga bolehin Ana keluar dari apartemen" Jelas Yansyah kesal.


"Hahh?! trus? jadi kalian di culik?" Agus Panik.


"Itu aneh nya kak. Mereka ga culik ataupun nyakitin kami. Dan Yang paling aneh, Mereka cuma ga bolehin Ana keluar sedangkan aku boleh. Apa mungkin mereka cuma mau nyandra Ana? Soal nya telpon kami sama sekali ga di ambil" Jelas Yansyah Lagi.


"Gini ya dek, Dunia perbisnisan emang keras. Tapi Kakak bener-bener ga ngerasa pernah nyinggung siapapun. Kalo dari cerita kamu tadi, Kemungkinan nya ini hubungan nya cuma sama Ana. Coba tanya Ana, Dia pernah nyinggung siapa gitu?" Agus Berpikir keras.


"Aduhh kak. Ana kan selalu ikut kakak. Kalo kakak ga pernah berarti Ana juga ga pernah dong" Jawab Ana yang daritadi mendengarkan.


"Coba deh pikirin lagi" Ucap Yansyah. Ana dan Agus berusaha berusaha berpikir dengan keras dan mengingat-ngingat apakah mereka pernah menyinggung seseorang yang berpengaruh.


"Kamu udah telpon Ben dek?" Tiba-tiba Agus bertanya.


"Belum kak. Kenapa?" Tanya Ana bingung.


"Coba kamu telpon Ben. Mungkin dia tau" Jawab Agus.


"Lah ngapain kak? Kan masalah nya di Aku" Balas Ana yang masih merasa kesal pada Ben.


"Kamu kan calon istri nya Ben, Dek. Jadi, Kemungkinan Besar Ben tau siapa mereka. Lagian, dalam hal bisnis Ben memiliki musuh lebih banyak pasti nya" Jelas Agus pada Ana.


"Yaa tapi kan ga ada yang tau kak kalo aku calon istri nya Ben" Ana kembali berusaha menolak.


"Karena Kejadian di perusahaan Ben terakhir kali, Mungkin membuat banyak orang tau siapa kamu" Jawab Agus berusaha tenang.


"Yaudah sih, Telpon aja kenapa?" Seru Yansyah.


"Iya iyaa. Udah dulu ya kak, Nanti Ana telpon lagi" Ucap Ana mengakhiri panggilan. Agus standby memegang handphone nya kemanapun dia pergi.


#


KALO ADA YANG SALAH ATAU GA SESUAI TOLONG KOMEN YA BIAR BISA AKU PERBAIKIN SECEPATNYA HEHE:)


MAKASIH UDAH BACA:v


Aku mencintai kalian:*

__ADS_1


__ADS_2