
Happy Reading gais:)
Please like, Comment, Vote And Favorite ya:)
Follow Instagram @destiichz dan @dedefff17
#
Ana membeli banyak sekali bahan. Ia memasukkan semua belanjaan nya ke dalam troli yang di dorong Oleh Ben. Kayak nya ada yang kurang deh, Mmmm apaan ya? Pikir Ana. Setelah berpikir sejenak, mata Ana langsung membulat, ia mengingat nya.
"Kamu masih ada yang mau di beli Ga ,Mas?" Tanya Ana. Ben mendongak menatap Ana dan berpikir sejenak. kemudian, Ben menggelengkan kepala nya. seperti nya Ia tak ingin membeli apapun lagi.
"Aku boleh minta tolong?" Tanya Ana sambil mengedipkan mata nya genit, Menggoda Ben.
"Minta tolong apa Mmm?" Tanya Ben balik. Ben yang merasa gemas pun langsung menarik Ana ke dalam pelukan nya dan menciumi Pipi Ana. Dengan cepat, Ana mendorong Ben menjauh. Ben terkekeh geli melihat Wajah Ana yang sudah memerah.
"Ck. Ga malu apa di liat orang?!" Decak Ana kesal.
"Kalo Aku sih nggak. Tapi ga tau deh kalo istriku ini" Ben berucap dengan genit sembari mencolek dagu Ana yang wajah nya memerah karena malu.
"Udah stop. Mau bantuin apa nggak?!" Tanya Ana memasang wajah garang karena merasa marah.
"Mau lah sayang" Jawab Ben.
"Aduh beruntung banget ya Mbak nya punya suami kayak Mas nya" Ucap Seseorang.
"Aduh coba belum punya istri, Mau deh gw pepetin tuh cowo" Ucap seseorang.
"Aduhh mereka serasi banget ya mereka, sama-sama cantik dan ganteng" Ucap seseorang lagi. Ana yang mendengar pembicaraan beberapa orang disekitar diri nya pun hanya mengabaikan nya saja.
"Sinii" Ana menarik Ben ke tempat yang tak terlalu ramai. Ia merasa malu menjadi pusat perhatian disana. Ben mengikuti Ana dengan tenang masih dengan tetap mendorong troli belanjaan mereka.
"Mau minta tolong apa tadi sayang?" Tanya Ben begitu Ana berhenti menarik tangan nya.
"Tolong beliin aku roti yaa. Kamu cari aja atau tanya siapa gitu dimana tempat nya. Aku bakal langsung ke kasir. tunggu kamu disana" Jawab Ana.
"Roti Apa?" Tanya Ben lembut.
"Roti 'Jepang' Yaa nama nya" Jawab Ana dengan Senyum yang mengembang. wajah Ana memerah.
"Okee" Jawab Ben yang tanpa sadar ikut tersenyum lebar sambil menatap Ana begitu lekat.
__ADS_1
"Beneran?" Tanya Ana Antusias.
"Iya sayang. Apa sih yang nggak buat kamu?" Goda Ben. Ana yang mendengar nya hanya tersenyum tipis sambil memutar bola mata nya malas.
"Sini troli nya. BTW, Emang nya kamu tau Barang yang aku cari bentuk nya kayak gimana?" Tanya Ana menyelidik.
"Nggak. Nanti Aku tanya Aja sama orang" Jawab Ben. Ana mengambil Alih Troli belanjaan mereka dari Ben. Ana kemudian menuju kasir sedangkan Ben terus mencari barang yang Ana butuhkan.
Ben terus mencari satu persatu makanan yang Ada. Ben mencari di rak khusus roti untuk mencari nya. Setelah beberapa menit Ben mencari, Ia masih tak dapat menemukan nya. Kemudian, Ben terus mencari. Begitu Ia lelah, Ia menghampiri Pegawai supermarket yang sedang menyusun barang di Rak.
"Mas, Permisi" Ucap Ben.
"Eh iya pak. Ada yang bisa saya bantu?" Jawab Pria itu yang langsung menghentikan kegiatan nya.
"Mas tau ga tempat roti 'jepang' dimana?" Tanya Ben langsung yang membuat Orang di depan nya langsung berdehem beberapa kali.
"Eh I-iyaa tau Pak" Jawab Pegawai tersebut.
"Dimana ya mas?" Tanya Ben lagi.
"Di baris ke 4 paling pojok ya Pak" Jawab Pegawai itu. Ben mengucapkan terima kasih pada pegawai tersebut, Kemudian Ia melangkahkan kaki nya menuju Tempat yang di ucap kan pegawai tadi.
"Ini yang mana?" Tanya Ben pada diri nya sendiri.
"Mau cari Apa pak?" Tanya Seorang pegawai wanita yang tiba-tiba mendekat ke arah Ben.
"Mau beli Roti 'Jepang' Mbak, Yang mana ya?" Jawab Ben sembari bertanya balik pada pegawai itu. Ben tak tau barang apa yang ada di depan nya.
"Bapak mau saya bantu pilih?" disaat Ben Sedang kebingungan, pegawai wanita tadi membuka suara nya lagi untuk bertanya begitu melihat Ben.
"Eh, Iya deh boleh mbak" Jawab Ben. Ia merasa begitu risih sedari tadi di perhatikan trus menerus oleh beberapa wanita yang lewat.
"Mau merk apa pak? Ukuran berapa Ya? Buat pacar nya ya?" Tanya pegawai itu.
"Buat istri saya Mbak" Jawab Ben. Pegawai wanita itu dan beberapa orang yang melihat mulai bergosipan tentang Ben yang sangat baik.
"Oh, Ukuran berapa Pak? Terus biasa nya istri bapak pake merk apa?" Tanya Pegawai wanita itu lagi sambil tersenyum ramah menatap pada Ben.
"Eh-Bukan nya cuma ada satu ya? Roti pun ada ukuran sama merk nya?" Tanya Ben bingung.
"Aduhh, Bapak kira itu roti maksudnya makanan ya? Haha" Pegawai itu terkekeh geli.
__ADS_1
"Emang bukan?" Ben bertambah bingung.
"Bukan pak. Roti jepang itu nama lain dari pembalut loh" Jawab pegawai itu tanpa malu.
"Pembalut?" Tanya Ben yang mencoba mengerti.
"Iyaa pak. Masa bapak ga pernah liat istri bapak pake? Kalo lagi masa Haid para wanita harus pake itu pak" Jelas Pegawai itu pada Ben.
"Eh--Mmm ambilin aja mbak yang mana" Jawab Ben malu. Ia sudah paham sekarang. Wajah Ben memerah karena merasa begitu Malu.
"Aduh saya kan ga tau pak ukuran istri bapak berapa sama merk apa" Jawab Pegawai itu.
"Tolong ambilkan semua ukuran dengan merk terbaik" Ucap Ben dengan wajah yang berasap karena merasa begitu malu dan kesal.
"Baik pak" Jawab Pegawai itu sembari tersenyu. Ia mengambilkan beberapa pack yang Ben sendiri tak ingin mengatakan nya lagi.
"Ini pak" Ucap Pegawai wanita itu sembari menyodorkan pembalut ke arah Ben yang malu.
"Ma-makasih" Seru Ben sembari mengambil pembalut yang disodorkan pegawai tersebut.
Ben dengan cepat Membawa Roti 'Jepang' Yang Istri nya maksud itu ke arah kasir. Ben mengabaikan tatapan orang yang melihat dan menbicarakan nya. Ia mencari keberadaan istri menyebalkan nya itu. Begitu menemukan nya, Ben sedikit berlarian mendekati Ana yang masih berdiri di samping troli menunggu nya.
"Nih" Ucap Ben dengan wajah cemberut begitu sampai di dekat Ana. Ia langsung melemparkan Roti 'Jepang' Ana ke dalam troli.
"Kok lama banget sih Ben?" Tanya Ana yang merasa kesal karena sedari tadi menunggu Ben.
"Pikir Aja sendiri" Jawab Ben ketus.
"Yaudahlah, ayo bayar dulu" Ajak Ana. Ia mendorong troli ke kasir. Ben mengeluarkan kartu dari dompet nya dan memberikan nya pada Ana.
"Ini--?" Ucapan Ana menggantung.
"Buat Bayar" Celetuk Ben cepat. Ana menganggukkan kepala nya. Ben Berdiri di samping Ana, Ia dengan cepat mengambil alih plastik berisi belanjaan mereka yang di sodorkan oleh pegawai kasir itu. Ana tersenyum Senang.
"Makasih suamiku" Ucap Ana sambil tersenyum dengan sangat manis. Ben yang awal nya merasa marah pun berangsur-angsur merasa senang. Mereka Berjalan bersama meninggalkan supermarket itu.
#
KALO ADA YANG SALAH ATAU GA SESUAI KOMEN YA GAIS:)
Aku mencintai kalian semua:*
__ADS_1