Duda Itu Milikku

Duda Itu Milikku
Episode 31


__ADS_3

aku menarik nafas dalam dan menganggukkan kepalaku pada papa untuk memulai acara lamaran malam ini. bismillah. semoga niat baik juga akan menghasilkan hal yang baik juga, doaku


***


"Oke kita mulai aja ya" ucap papa.


"Iyaa. Bismillah" ujar om ali.


"Jadi gini, Maksud kami kesini ingin silaturahmi sekalian melamar putri kalian, ana untuk menjadi menantu kami dan juga istri dari putra kami, ben" ucap papa dalam satu tarikan nafas.


"kami harap, kalian dapat menerima niat baik kami ini" lanjut papa lagi.


jantungku berdetak sangat cepat. aku tiba-tiba merinding dan ketakutan. berkali-kali aku menarik nafas panjang untuk menenangkan jantungku yang sedang berdisko didalam.


"Kami sudah membicarakan tentang lamaran ini dari kemarin. Kami semua menerimanya , tapi setiap keputusan terserah pada ana karena dia yang akan menjalaninya nanti" balas om ali.


"Gimana ana?" tanya papa.


ya tuhan, semoga sama diterima, aamiin. jantungku sudah berdetak sangat cepat, bahkan melebihi saat sedang menaiki halilintar, batinku. aku menarik nafas panjang dan menatap ana yang juga sedang menatapku.


ana menatapku dalam, begitupun sebaliknya. dari tatapanku, aku seperti berbicara padanya plisss terimaa, jangan tolakkk, teriak batinku sembari terus menatap ana. deg. deg. deg. jantungku sudah berdisko kencang didalam sana.


"gak" jawab ana.


"What?!" teriakku kencang.


"Kenapa?!" tanyaku. aku mulai panik dan gelisah ditempat dudukku. beberapa saat semuanya terdiam. ana terdiam sebenta memandangku dan kemudian tertawa lebar.


"Ga nolak maksudnya" ucapnya sembari tertawa lebar.


"Hah?" tanyaku.


aku masih belum paham akan maksudnya. Aku terus berpikir dan sampai akhirnya aku sadar, aku berdiri dan langsung berjalan memeluknya erat. sialan, gw dikerjain, kesalku.


"Ehh ga boleh peluk-peluk" teriaknya.


aku tak memperdulikan teriakannya ataupun mereka yang ada disekitarku. aku semakin memeluknya erat dan menenggelamkan kepalaku dilehernya. Beberapa saat, dia juga membalas pelukan eratku.


"El juga mau dipelukk" teriak el sembari memeluk kami dari samping.


aku melelas pelukanku dan mulai mengangkat el, membawanya dalam gendonganku. kami kembali berpelukan erat sambil tertawa geli tanpa memperdulikan keadaan sekitar.


"Ekhem" terdengar suara deheman keras dari salah satu mereka yang ada disini.


aku melepaskan pelukanku. kemudian, kami menciumi pipi el bersamaan. aku memberikan el pada ana. sedetik kemudian, el sudah berada didalam pelukan hangat ana.


"Om, kami bakal nikah lusa" ucapku tegas.


Semua orang disana diam terpaku. tak ada yang membuka suara. hingga pukulan yang kuterima dari ana membuyarkan kekagetan mereka. Plakkk. Auwww. Sakit banget ditampar.


"Enak aja. belum selesai kali tadi aku ngomong" ucap ana.


"Aku ada 3 syarat" lanjut ana.


"Apa?" jawabku cepat.


Ana mengedarkan pandangannya pada mereka semua yang ada diruangan ini. aku ikut mengedarkan pandanganku mengikuti ini. hingga tatapan kami berhenti pada om ali, dan ia mengangguk. ana kembali melanjutkan ucapannya.


"Pertama, kamu harus mampu secara lahir dan batin buat memenuhi kebutuhan aku dan juga anak-anak. maksudku, jika suatu hari kita berada dititik terendah, kamu ga boleh nyerah untuk menghidupi keluarga kita" ucap ana.


"Aku sanggup" jawabku tegas.


"Terus apa lagi?" tanyaku tak sabar.

__ADS_1


" Kedua, Aku ga mau dimadu" ucapnya sembari menatap mataku dalam.


"Dan terakhir, Aku ingin jika kamu sampai ketahuan selingkuh, kita akan langsung bercerai dan hak asuh anak diberikan padaku sepenuhnya" lanjutnya.


"Dihadapan semua keluarga kita, aku janji ga akan pernah selingkuh ataupun menikah lagi dan akan mencintai kamu seumur hidupku" ucapku meyakinkan. aku janji. aku tak akan bisa berpaling, karena hanya ana yang kuinginkan, batinku.


"Saya pegang janjimu" ucap om ali sembari menatapku tajam. aku menganggukkan kepalaku yakin.


"Yaudah sekarang kalian duduk lagi yaa" ujar mama.


"Iyaa. kita bahas soal pernikahan kalian" lanjut tante fatimah.


"Kapan kalian ingin menikah?" tanya papa.


Ana berjalan duduk disalah satu kursi dengan El dipangkuannya. aku pun duduk disebelahnya sembari memegang bahunya dari belakang. sekarang sudah lengkap, pikirku.


"Kalo lusa kayaknya ga bisa deh, terlalu cepet" ucap tante fatimah.


"Minggu depan aja kalo gitu" jawabku.


"Bulan depan atau tidak sama sekali" balas ana.


"Yahhh kok lama bangett sih?" teriakkan tidak terima dariku.


"aku hanya ga ingin terlalu buru-buru" jawabnya.


"Yaudah, berarti bulan depan ya" balas papa. aku hanya mencebikkan bibirku kesal.


"Iyaa pa" jawabku. ana menyentil bibirku yang cemberut dan terkekeh geli. manisnya.


Kemudian, para orangtua pun mulai membahas perihal pernikahan dan juga masa kuliah mereka. kami para anak hanya bisa tertawa dan sesekali menjawab dari obrolan mereka.


"Mulai sekarang panggil mama juga ya sayang" ucap mamaku sembari menatap ana.


"Iyaa ma" jawabnya sembari tersenyum hangat. aku senang melihatnya.


"Mamah, papah , dan semuanyaaa--- ana keatas dulu ya sama el. kayaknya el ngantuk. kalian lanjut ngobrol aja, sekalian ana mau nyelesaiin pekerjaan diatas" ucap ana pada kami semua.


"Aku ikut" jawabku cepat.


"Kamu dibawah aja. Ikut bahas buat acara pernikahan kita nanti" balas ana.


"Nggak. biar itu urusan orang tua aja. aku ikut kamu aja sekalian bantuin, kan kemaren aku udah janji" seru ku. ana menghela nafas dan kemudian menganggukan kepalanya.


"Yaudah, nanti kalo kita udah mau pulang papa panggil" jawab papa.


"Kami keatas dulu ya, dah" ucap ana sembari menggendong el menaiki tangga. aku tersenyum pada mereka semua dan menyusul ana keatas.


Aku mengikuti ana masuk kesalah satu kamar yang ada. Ana Mendudukkan el dikasur. aku mengedarkan pandanganku keseluruh bagian kamar. kamar anak kecil kayaknya, pikirku begitu melihat banyak poster barbie dilemari dan dinding.


"Ini kamar zahra keponakanku" ujar ana memberitahuku. aku hanya ber-Ohh riaa.


Ana Mulai duduk dikasur sembari menyandarkan kepalanya disandaran kasur. El sudah tiduran disamping ana. Ana memangku laptopnya. Aku mulai berjalan mendekati ana dan duduk disampingnya sambil ikut menyandarkan kepalaku.


Ana mulai membuka laptop dan juga filenya. dia bernyanyi. menyanyikan el sebuah lagi tidur sambil terus mengelus puncak kepala el dengan tangan satunya. Aku tersenyum bahagia melihatnya.


aku tak akan pernah membiarkan kebahagiaan ini pergi, cukup sekali saja aku menyesal, batinku. kalian tau kenapa aku selalu buru-buru dengan ana? aku tak mau kehilangan lagi.


Sebenarnya, aku dijodohkan dengan ibunya El. aku belajar menerimanya hingga akhirnya el hadir antara kami. Aku tak ingin menyesal untuk kedua kalinya. kali ini, aku tak akan membiarkan ana pergi dariku.


"Nih kerjain" ucap ana sembari menyodorkan laptopnya padaku.


"Lah? kok aku?" tanyaku menerima pemberiannya.

__ADS_1


"Kemaren janjinya mau bantuin" ucap ana.


"Ya tapi kan ga mungkin aku kerjain sendiri" tolakku halus


"Udah ah kamu aja. El udah tidur, aku juga ngantuk banget. Kerjain ya" ucapnya. aku mengdengus kesal.


"Iya deh" jawabku. ntar dia sakit lagi, pikirku.


"Aku tidur bentar ya. pusing banget soalnya" ucapnya.


Dia langsung membaringkan tubuhnya sembari memeluk el. aku kaget. Dengan cepat aku meletakkan tanganku didahinya. ga panas. mungkin dia pusing kecapekan kali ya, pikirku.


"Tidurlah" ujarku pelan.


aku mengusap kepala ana beberapa saat hingga dia tertidur. setelah pasti ana tertidur pulas, aku pun melanjutkan mengerjakan tugas proposal ana. Semua nya udah ana pisahin, tinggal disusun aja.


aku melirik kearah el dan juga ana, dua orang tercintaku. Proposal ini sudah selesai. aku menyimpannya baik-baik dan mematikan laptop. aku meletekan laptop itu diatas meja samping kasur.


aku Menatap mereka. rasanya, hatiku menghangat. aku mencium kening masing-masing dari mereka. melihat mereka tertidur, juga membuatku mengantuk. aku mulai mengusap mataku.


aku mengecek handphoneku. udah jam 9 tapi para orang tua masih aja sibuk ngobrol, batinku. aku mulai menidurkan tubuhku disamping ana. kemudian, aku memeluk ana dan el erat dari belakang.


tidur bentar ah , nanti pasti bakal dibangunin kalo udah mau pulang, pikirku. akhirnya aku mulai memejamkan mata sembari memeluk ana dan el . aku tertidur pulas hingga tak sadar apapun yang terjadi lagi.


**


beberapa saat kemudian, aku merasa ada seseorang yang mencoba membangunkanku dengan mengguncang tubuhku pelan. aku mulai membuka mataku dan menyadarkan diriku.


"Bangun. Orang tuamu udah mau pulang" ucap papa ali yang sedang membangunkanku.


"Iya pa" jawabku. aku pun duduk dan mulai membuka handphone. gilaa, udah jam setengah 12, batinku.


"Sana cuci muka dulu" perintah calon mertuaku. aku langsung bangkit dan berjalan kearah pintu yang ditunjuknya. aku mencuci mukaku dan kembali kekamar.


"Ada yang mau papa omongin sama kamu" ucap papa.


"Apa pa?" tanyaku sembari memisahkan el dari ana dan mengangkatnya dala gendonganku.


"Jika sampai kamu menyakiti ana, putriku atau bahkan membuatnya meneteskan setetes air matanya saja, jangan salahkan aku jika aku akan langsung memisahkan kalian" ucap papa sembari menatapku tajam. aku sampai kesusahan menelan salivaku.


"Iyaa pa aku janji" jawabku.


"Satu lagi. kalo sampe kamu berani selingkuh, papa sendiri yang bakal potong itu kamu" ucap papa sembari menunjuk kemaluanku.


"Iyaa paa ga bakal" balasku sembari menelan salivaku dan menutupi kemaluanku.


"Jangan kecewakan kami" ujar papa.


Kemudian papa berjalan keluar kamar dan turun kebawah. aku mengikuti papa dari belakang sambil menggendong el. aku pamit pada calon mertuaku dan menyusul keluargaku yang sudah berada dimobil.


"Hati-hati ya nak" ucap mama mertuaku sembari mengusap kepala el.


"Iyaa ma" jawabku.


Sekarang hanya tinggal kedua mertuaku. Eh calon maksudnya. kayaknya kak agus, yansyah dan kakak iparku sudah tidur , pikirku. aku pun masuk kedalam mobil.


"Pulang yaa, Dahh" teriak mama saat papa melajukan mobil. tidak lupa, papa mengklakson mobil dulu sebelum pergi.


Aku pun tidak tertidur dimobil dengan memeluk el. beberapa saat kemudian, kami sampai dirumah dan aku langsung menuju kamarku untuk tidur. mataku sudah sangat mengantuk.


#


PLIS LIKE, KOMEN, VOTE!

__ADS_1


Rasanya udah ga semangat lagi kalo gini:(


aku mencintaii kalian semua:*


__ADS_2