
Happy Reading gais:)
Please like, Comment, Vote And Favorite ya:)
Follow Instagram @destiichz dan @dedefff17
#
Ana menyuapi El dan juga Ben makanan dengan sabar. Mereka saling bercanda-gurau di meja makan itu. Aku mungkin tak sempurna, Tapi aku akan terus berusaha untuk menciptakan kesempurnaanku sendiri untuk keluarga tercintaku, Batin Ana. Ia tersenyum bahagia.
"Kalian mau pulang kemana habis ini?" Tanya Agus. Ana sontak saja langsung menatap Ben.
"Kayak nya bakal langsung pulang deh kak" Jawab Ben.
"Maksud kakak, Kalian mau pulang ke rumah Mama Ratna atau mama Mama Fatimah?" Tanya Agus sambil menjelaskan maksud nya.
"Ohh" Paham Ben sambil menyengir tak jelas. Ana hanya memutar bola mata nya malas pada Suami nya itu. Suami? menggelikan, Batin Ana.
"Kami bakal langsung ke rumah Kami kak. Ga enak kalo harus nginep di rumah Mama sama Papa" Jawab Ben. Ana hanya dapat menuruti Ben saja.
"El juga langsung ikut kalian?" Tanya Yansyah yang sedari tadi hanya diam memperhatikan.
"Ya ikut lah kak" Hardik Ana tajam pada Yansyah.
"Selow kali dek. santai napa" Jawab Yansyah.
"Sama orang kayak kakak tuh ga bakal bisa di bawa santai tau ga?!" Balas Ana Sinis pada Yansyah.
"Hehehe" Yansyah terkekeh geli sambil menatap adik nya yang sangat emosional.
"Tapi Bener juga loh dek yang Yansyah tanya. El bakal langsung ikut?" Celetuk Wanda bertanya.
"Iyalah kak. Kan sekarang Aku sama Ben orangtua El, Jadi udah pasti El ikut kami" Jawab Ana.
"El nginep di rumah Mama dulu aja kak" Seru Alda.
"Iyaa Bener. El nginep tempat mama kamu dulu aja. Lagian kalian juga ga terlalu lama kenal atau bisa di bilang baru banget kenal" Ucap Agus.
"Ya trus?" Tanya Ana yang masih tak paham.
"Dasar Bege" Seru Yansyah Kesal.
"Gini ya, Kamu kan belum tau banget Ben kayak gimana. Maksud kakak biar kalian berdua saling adaptasi bersama dulu. Sekalian waktu Kalian buat bikin adek Untuk El. Kalo El sekarang dirumah kan, Kalian bakal susah dong" Jelas Agus dengan sabar.
"Aku setuju" Sahut Ben cepat setelah paham keadaan yang terjadi saat ini.
"Ga. El bakal tetep pulang sama aku. Gini ya, Aku menikah sama Ben bukan cuma untuk menjadi istri Ben aja, Melainkan juga ibu dari Anak nya yaitu Ben. Jadi tolong biarkan aku melakukan kewajiban dan tugasku Kak" Ucap Ana memberi pengertian pada keluarga nya.
Di sisi lain, Para orangtua yang juga sedang sarapan sesekali mendengar percakapan para Anak-anak mereka yang sedang sarapan bersama pengantin baru. orangtua Ana dan orangtua Ben begitu bahagia Melihat keharmonisan mereka.
__ADS_1
Ratna Tersenyum penuh kasih saat melihat Ana nenyuapi El dan juga Ben. Mereka benar-benar seperti keluarga bahagia. Sampai saat Ratna mendengar Ana mengatakan sesuatu yang membuat diri nya gemetar karena bahagia, lalu Air mata nya tanpa sadar terjatuh dengan sendiri nya.
"Kenapa Mbak?" Tanya Fatimah langsung begitu melihat calon besan nya menitikkan air mata. Mereka secara serentak menoleh ke arah Ratna.
"Mbak ga kenapa-kenapa kok" Jawab Ratna sembari menghapus air mata nya dengan cepat.
"Trus kenapa kamu nangis sayang?" Pertanyaan Lembut dari suami nya membuat Ratna tersenyum hangat sembari menatap yang lain nya.
"Tadi aku ga sengaja denger omongan Ana Mas. Dia anak yang baik. Kalian beruntung memiliki putri seperti Ana Dan kami juga beruntung mendapatkan menantu seperti dia" Jelas Ratna.
"Makasih Mbak. Aku juga bersyukur banget, Ana bisa seperti sekarang ini." Ucap Fatimah tersenyum bahagia. Sedangkan Ali dan Alan hanya dapat tersenyum dengan lembut menatap istri mereka.
Kebahagiaan orangtua adalah Ketika Ia dapat melihat Anak nya berbahagia. Mama yakin, Kamu akan jadi ibu yang lebih baik dari mama ,Nak. Sayangilah dan cintailah El sebagaimana Ibu kandung nya. Maafkan Mama untuk kurang nya kasih sayangmu, Batin Fatimah berurai air mata.
Ana, Ben, Agus, Yansyah, Wanda Dan Alda bangkit dari duduk mereka secara bergantian yang sontak membuat pars orangtua juga ikut bangkit dan berjalan mendekati Anak-Anak mereka semua.
"Ben" Panggil Alan yang membuat para Anak menoleh.
"Kenapa pa?" Tanya Ben sembari menatap papa nya.
"Kamu mau langsung pulang kerumah kalian atau kerumah Mama sama papa dulu?" Tanya Alan.
"Langsung pulang aja pa. El juga langsung ikut kami aja" Jawab Ben sambil tersenyum hangat.
"El ikut mama dulu aja" Seru Ratna, Mama Ben.
"Ga usah Ma. Biar El langsung ikut kami aja. Biar Ana bisa lakuin tanggung jawab Ana" Jawab Ana.
"Tuh kan, Apa yang tadi kami bilang. Ngeyel Maa tuh Anak Cewe Mama satu ini" Seru Yansyah.
"Tapi Ma--" Ana Ingin menolak Lagi.
"Yaudahlah sayang Ga apa-apa. Ada Alda juga yang bisa jagain El" Celetuk Ben memotong.
"Iyaa Kakak ipar, Aku juga semingguan Ini masih Disini kok sebelum nanti balik ke kampus lagi. Jadi Izinin aku main sama keponakanku dulu ya selama aku disini" Ucap Alda dengan tatapan memohon.
"El" Ana Memanggil Anak nya.
"Mau ikut mama pulang kerumah papa atau ikut tante Alda kerumah Nenek sama Kakek?" Tanya Ana pada Anak nya. El terdiam memikirkan nya.
"Mmm" El menatap kedua orangtua nya bergantian.
"El ikut tante Aja Yaa. Trus nanti kita main bareng. Tante cuma bentar loh disini" Ucap Alda.
"El mau adik kan? Kalo El ikut sama mama dan papa nanti adik nya ga jadi loh" Seru Yansyah.
"Kak! apaan sih ngomong nya gitu" Ucap Ana kesal.
"Apa? Tapi benerkan?" Tanya Yansyah tak mau di salahkan. Ana mendelik kesal melihat Yansyah yang mulut nya tak Bisa di saring terlebih dahulu.
__ADS_1
"Mama, El ikut Tante Alda aja kerumah kakek sama Nenek" Jawab El dengan suara imut nya.
"Kamu yakin sayang?" Tanya Ana lagi.
"Iyaa ma" Jawab El antusias. Ana menghebuskan nafas berat, Lalu mengangguk Menatap Alda.
"Yaudah Yuk kita pulang" Ajak Ali pada semua nya.
"Yaudah Ayoo Pa" Sahut Para Anak.
Mereka saling menyalimi dan saling mengucapkan salam perpisahan. Orangtua Ana pergi terlebih dahulu meninggalkan hotel bersama dengan Yansyah, Agus, Wanda, Dan Zahra. Ana dan El melambaikan tangan secara bersamaan disana.
"Mama sama papa Juga pulang duluan Ya" Ucap Ratna Pada Ana dan Ben.
"Iyaa Ma. Ana Titip El ya ma" Ucap Ana.
"iyaa Kamu tenang Aja nak. Mama pasti bakal jagain cucu Mama" Ujar Ratna disertai senyuman. Ana membalas senyuman Mertua nya sembari menganggukkan kepala nya pelan lalu menatap El.
"El jangan nakal yaa. Anak mama harus dengerin apa yang diomngin kakek sama Nenek. Oke sayang?" Ucap Ana pada Anak nya.
"Iyaaa Maa" Jawab El yang dengan cepat memeluk Kaki Ana. Ben merasa hati nya menghangat.
"Kalo ada apa-apa langsung telpon mama atau papa ya sayang" Ana mengingati El.
"Siap Maa" Jawab El sambil menganggukkan kepala nya.
"Yaudah, Mama pamit yaa. Ayo El" Ucap Ratna.
Keluarga Ben pun berlalu bersamaan dengan El yang terus melambaikan tangan nya dari dalam mobil. Setelah mereka Menjauh, Ben pun tersenyum dan Menarik Ana untuk mendekati nya.
"Makasih Yaa" Ucap Ben tepat di telinga Ana.
"Iyaa udahlah. Ga perlu ngomong itu lagi" Jawab Ana. Ia kemudian Menarik Ben mendekati Alex yang sudah berdiri tegap di luar mobil.
"Kita juga harus pulang kan?" Tanya Ana dengan senyum menggoda nya yang membuat Ben gemas dan langsung mencium Pipi Ana didepan Alex.
"Mas!" Seru Ana yang kaget dan merasa malu.
"Tuan, Nyonya" Sapa Alex sambil menunduk hormat.
"Ayoo sayang buruan masuk" Ajak Ben dengan santai nya seakan tak perduli dengan Rasa Malu Ana. Dengan cemberut dan kesal, Ana langsung memasuki mobil yang pintu nya sudah di bukakan oleh Alex. Ben tersenyum Melihat tingkah Ana.
"Silakan Tuan" Ucap Alex sambil menunggu dengan sabar Ben masuk ke dalam mobil.
Ben menganggukkan Kepala nya dan menepuk bahu Alex pelan. Ia pun duduk di samping Ana yang langsung membuang wajah nya dengan menghadap Kaca karena tak ingin melihat Ben. Ben tersenyum sambil menatap Istri nya yang mudah marah itu. Setelah Alex juga masuk ke kursi samping kemudi, Pak supir pun mulai melajukan mobil dengan perlahan.
#
KALO ADA YANG SALAH TOLONG KOMEN YA:)
__ADS_1
Aku mencintai kalian semua:*