Duda Itu Milikku

Duda Itu Milikku
Episode 36


__ADS_3

ANA POV


"Maaf ya sayang" ucapnya. saat aku sadar melihat pergerakannya yang ingin menciumku, dengan gerakan cepat aku sudah mendorongnya dan mundur menjauh darinya. aku menatapnya tajam.


"Ayoo maa, kak" ajakku seteleh beberapa saat dan mulai berjalan keluar dari kantor menyebalkan yang ternyata milik calon suamiku.


"sayang tunggu aku dirumah yaa" teriak ben begitu aku sampai didepan pintu otomatis. sebagai jawaban aku hanya mengedikkan bahuku tak perduli. gila kali tuh orang, emang dikira kita usah serumah apa? nikah aja belom, batinku sewot.


"mama aja yang bawa" ucap mama ben saat berada didepan mobilnya yang kemudian langsung masuk kekursi kemudi.


ohya, Btw ,aku sekarang memang sudah memanggil orang tua ben dengan sebutan mama papa, sebenarnya mengikuti ben juga yang memanggil orang tuaku begitu, jelas batinku.


"Kakak langsung pulang yaaa. jangan lama-lama disini. kalo sampe lama, aku bakal potong burung kaka, dan kalo sampe kakak selingkuh karena godaan wanita penggoda disini, kakak bakal kujadiin daging cincang. ngerti?!" teriakku lantang pada kak agus.


alias menyindir halus dan menakuti Ben yang hanya memasang Watados-nya (wajah tanpa dosa). Aku menatap tajam kepada ben sampai kemudian aku berjalan memasuki mobil duduk disamping kemudi dengan el yang masih setia dipelukanku.


"Berangkat sekarang ya?" tanya mama yang kujawab anggukan kepala. setelahnya, mama mulai melajukan mobil meninggalkan perusahaan ini.


"El mau kemana nih sekarang sama mama?" tanya mama ben mencoba memecahkan keheningan.


"Iyaa-- anak mama mau main kemana hmm?" tanyaku juga sembari mengecupi pipinya. pipinya tirus, tidak empuk chubby gitu ya gais, wkwk.


"El ga tau maa, el bingung" jawab el yang menunjukkan ekspresi wajah seperti sedang berpikir keras. calon mama mertuaku dan aku hanya terkekeh geli melihat ekspresi itu.


"Yahhh terus kita pulang aja nih?" tanyaku.


"Ihh nggak maaa. El mau eskrim. el juga mau main. Hmm kita kemana yaa nek?" tanya el pada neneknya sembari mengetukkan jari telunjuknya dipipinya. aku langsung saja tertawa.


"Lucu banget sih anak mama ini" ucapku mulai mengecupi permukaan wajahnya.


"kita ke mall aja ya ,Na?" tanya mama ben atau yang bernama rarna padaku.


"Iyaa maa" jawabku.


"kalo mama capek, kita gantian aja ya nyetirnya" lanjutku.


"Gapapa, santai aja. mama udah biasa kok" balas mama ratnq tersenyum hangat sembari melirikku.


beda banget kesannya sama pas pertama kali ketemu waktu dirumah mereka, pikirku. aku, mama ratna dan el pun mulai saling bercerita dan mengobrol tentang apapun sampai--


"Kamu mau pernikahan nanti dominan warna apa?" tanya mama ratna yang tetap focus dengan pandangan didepan sesekali melirikku.


"kayaknya putih sama abu-abu deh ma" jawabku setelah berpikir sejenak.


kurasa warna itu lebih kalem ya ga? pikirku. masalah pernikahan emang semuanya mama ratna dan mamaku yang mengaturnya. aku dan ben selaku pengantin hanya dimintai pendapat saja.


"kapan kamu akan pergi dengan ben untuk memilih gaun dan cincin Na?" tanya mama.


"Hmm nanti ku bahas lagi ma sama ben" jawabku seraya mengeluarkan handphone yang bergetar didalam tas.


Ben Menelpon. Aku memasukkan kembali handphoneku dengan mode hening. beberapa saat kemudian, handphone mama berbunyi. aku yakin itu pasti ben. aku melirik kemama.


"Tolong ambilin handphone mama, Na" ucap mama padaku.


aku pun mencari handphone mama didalam tasnya. setelah menemukannya aku pun melihat nama ben yang tertera dilayar. aku mengangkat handphone agar mama melihat namanya.

__ADS_1


"Aku tolak boleh ga ma?" tanyaku pelan. apa aku kurang ajar ya? aku hanya takut suda menyinggung mama dengan meminta untuk menolak telpon anaknya, batinku.


mama melirik sekilas kearahku dan kemudian mengangguk. setelah mendapat persetujuan dari mama, aku pun langsung mengaktifkan mode hening lalu memasukkan kembali handphone mama ditas.


"Hm maaf ya maa" ucapku pelan.


"Maaf kenapa?" tanya mama sembari mengernyitkan dahinya bingung.


"Udah ga sopan minta tolak panggilan dari ben" jawabku. mama ratna tersenyum menatapku.


"Gapapa sayang. mama ngerti kok" balas mama.


"Mah, kayaknya ana mau batalin aja deh pernikahan ini" ucapku pelan.


"kenapa?" tanya mama kaget.


" sayang, ben itu baik, cuma terkadang ya gitu. jangan batal ya, kasian loh nanti el nya" lanjut mama membujukku. aku menghela nafas berat, lalu---


"maaf ma, tapi----"


Disisi lain,


"Lah kok kakak udah pulang?" tanya kak wanda bingung saat mendengar suara mobil suaminya.


"Ah mungkin aku salah dengar" lanjut kak wanda dan kembali berkutat didapur.


"Sayangg" teriak kak agus sembari memasuki rumah.


kak Wanda langsung mencuci tangannya dan beranjak kedepan. disana, dia melihat anaknya zahra sudah berada dalam pelukan suaminya agus. dia mengernyitkan dahi tanda bingung.


"Udah selesai" jawab kak agus


kemudian mencium kening kak wanda dan memberikan tasnya pada kak wanda yang sedang mengedarkan pandangan kearah belakang kak agus masih dengan zahra digendongannya.


"Ana tadi ikut mama mertuanya" ucap kak agus yang mengerti istrinya itu sedang mencari adiknya.


"Oh yaudah. Kamu udah makan belum kak?" tanya kak wanda berjalan beriringan dengan kak agus.


"Udah tadi sama Ana" jawab kak agus.


saat ini kak agus sedang menggelitiki zahra, anaknya. pemandangan yang begitu menentramkan hati, ketika melihat seorang ayah dan anak tengah tertawa bahagia bersama.


"Mama sama papa mana?" tanya kak agus pada istrinya itu.


"Istirahat diatas" jawab kak wanda yang kemudian melenggang pergi kekamarnya.


Beberapa saat kemudian, kak agus menaiki tangga dan meninggalkan anaknya yang sedang bermain dikamarnya. ia berjalan menuju kamarnya sendiri dan langsung duduk ditepi kasur sambil menatap istrinya yang sedang mengambilkan pakaian.


"Yansyah kemana?" tanya kak agus.


"Beberapa jam setelah kamu pergi, yansyah juga tadi pergi, katanya ada operasi dirumah sakit" jawab kak wanda.


"Nanti kamu mau ikut nganter ga?" tanya kak agus sembari mengambil handuk yang diberikan kak wanda.


"Nganter mama sama papa?" tanya istrinya itu yang dibalas anggukan oleh kak agus.

__ADS_1


"Kayaknya sih ikut, tapi liat nanti deh" jawab kak wanda.


"Yaudah, aku mandi dulu yaa sayang" ucap kak agus yang kemudian melenggang pergi kekamar mandi.


Setelah selesai mandi, kak agus pun menemui orang tuanya untuk mengobrol dan saling bercerita. Saat sudah akan berangkat kebandara, mereka pun semuanya bersiap untuk pergi.


Kembali keperusahaan Jackson,


Pria yang menjabat sebagai CEO itu atau pemilik perusahaan itu tampak sekali terlihat sangat gelisah. ia sibuk memikirkan kenapa mamanya dan juga istrinya tak menjawab panggilannya. eh wait, istri? kapan emang nikahnyeeee---


Dia terus berusaha focus untuk menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk seperti biasa. hanya saja, hari ini terasa lebih berat dan sangat melelahkan. semoga mereka baik-baik saja, batinnya berdoa.


orang itu adalah ben. dia terus memfocuskan diri hingga tidak terasa, saat waktunya pulang pekerjaannya sudah selesai. dia membereskan laptop dan beberapa berkas dimejanya.


Setelah selesai membereskan semua yang bisa dia kerjakan dan memasukkan beberapa file yang dapat dikerjakannya dirumah. Alex, sekretarisnya masuk dan berdiri menunggunya. Handphonenya pun berbunyi. dia melihat nama penelpon dan langsung mengangkat panggilan.


"Halo! kamu dimana?" teriak pria bernama ben itu cepat.


"..............."


"Yaudah tunggu. aku susul sekarang" ucapku yang sudah menenteng tas kerjaku.


"............."


"Kenapa?" tanyaku bingung. Dahiku mengkerut tanda bingung.


"............."


"What?! kamu bercanda kan?!" teriaknya cepat begitu mendengar suara dari seberang sana.


"............"


"Ini siapa??" tanya pria itu.


"............."


"Tunggu" ucapnya.


setelah mengucapkan itu, dia langsung berbalik pergi meninggalkan kantor dan membawa mobil dengan sangat tergesa-gesa menuju tempat yang dituju dengan hati yang berkecamuk tak tenang.


Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. bahkan, ia sampai tak memperdulikan kendaraan lain yang sibuk mengklakson atau apapun disekitarnya lagi. Yang paling penting baginya saat ini adalah sampai dengan cepat ditempat yang sedang ditujunya itu.


#


Happy Reading ya:)


Follow IG @destiichz ya!


Nih ya buat readers tercinta sekalian,


Cerita ini nanti bakal direvisi saat karya Tamat, kemungkinan nanti akan ada perubahan cerita juga , hehe. Doain okey:v


Bantu like, comment, favorite and vote ya:"


aku mencintai kalian semua:*

__ADS_1


__ADS_2