Duda Itu Milikku

Duda Itu Milikku
Episode 61


__ADS_3

Happy Reading gais:)


Please like, comment, favorite and vote Okay!


follow ig @destiichz and @dedefff17 !


#


"Kamu kenapa?" Tanya Ana sambil berbisik pelan pada Ben karena merasa bingung.


"Eh, ga--gapapa" Jawab Ben gugup.


"Ben, Apa kamu sudah siap?" Tanya Pak penghulu sambil menatap kearah Ben.


"Sudah pak" Jawab Ben yang merasa yakin sambil menganggukkan kepala nya.


"Ana, apakah kamu juga sudah siap?" Sekarang gantian Ana yang menganggukkan kepala nya.


"Apakah akad nya sudah bisa di mulai?" Tanya pak penghulu pada Ana, Ben dan semua orang yang ada di aula.


"Bisa pak" sahut beberapa orang.


Ana dan Ben sontak secara serempak menganggukkan kepala nya. Ana tersenyum lembut dan mulai menundukkan kepala nya. sedangkan Ben, Ia menatap Uluran Tangan Papa Ana di depan nya. Dengan gemetar karena gugup, Ben menjabat tangan Papa Ana dengan Tegas.


"Bismillahirrohmanirrohim" Ucap Ali. Deg. Deg. Ben merasa jantung nya berdetak begitu cepat seakan-akan sedang berdisko di dalam sana. ia merasa sangat gugup sekarang.


"Saya nikahkan dan kawinkan, Engkau ananda Ben Jackson bin Alan Jackson, dengan Anak saya Anastasia Binti Ali dengan Mahar emas 5 suku, Uang 99.999.999 rupiah, dan seperangkat alat shalat dibayar tunai" Ucap Papa Ali dengan tangan dan hati yang yakin. Deg. Deg. Saat ucapan Ali selesai, Jantung Ben semakin bergemuruh kencang di dalam sana. seakan-akan memberontak keluar.


"Saya terima nikah dan kawin nya Anastasia binti Ali dengan Mas kawin tersebut di bayar tunai" Setelah tarikan nafas panjang, Ben mengucapkan Hal sakral dalam satu tarikan nafas. Ben merasa sangat gugup. Tangan nya bahkan terasa dingin.


"Bagaimana para saksi?" Tanya penghulu cepat.


"SAH. SAH. SAH" Para saksi dan semua orang mengucapkan hal yang sama.


Ana dan Ben sama-sama merasa jantung mereka berdetak dengan begitu cepat. Secara bersamaan juga, Mereka merasa begitu lega dan tenang seakan-akan beban berat mereka baru terlepas dengan begitu saja. Akhirnya, Penantian Ben berakhir juga. Ana tersenyum lembut.


"Alhamdulillah" Penghulu mulai memimpin doa.


Setelah Doa selesai, Ana dan Ben saling memasangkan cincin di jari manis masing-masing. Ana Mencium tangan Ben dan Ben mencium dahi Ana. Setiap Hal yang mereka lakukan di foto oleh fotografer dengan cepat. Mereka melakukan sesi foto dengan menampilkan cincin, dan buku nikah.


"Sekarang saat nya sesi foto keluarga dulu ya buat kedua mempelai" Ucap Pembawa Acara.


Ana dan Ben berdiri bersampingan. El pun dengan cepat mendekati Ana dan memeluknya. El berdiri di tengah antara Ben dan Ana. Ben merasa bahagia melihat Ana yang tersenyum hangat pada El. Mereka melakukan sesi foto keluarga.


Pertama sekali, Fotografer mengambil foto antara Ana, Ben dan El. Setelah itu, fotografer meminta keluarga Ben seperti orangtua Ben dan Alda. Saat keluarga Ben selesai, Giliran keluarga Ana yang ikut berfoto seperti orangtua Ana, Dan kakak-kakak nya. Setelah Masing-masing keluarga, Akhirnya Seluruh keluarga ikut berfoto dalam satu gambar.

__ADS_1


Setelah Selesai berfoto Ana dan Ben memasuki ruangan rias dengan El yang juga mengikuti untuk mengganti pakaian. Mereka Bersiap untuk acara resepsi pernikahan mereka. Begitu sampai di ruang rias, Para penata rias langsung melepaskan perhiasan yang melekat pada tubuh Ana.


"Thanks" Kata pertama yang Ben ucapkan pada Ana setelah selesai Akad nikah.


"For what?" Tanya Ana santai.


Ben menarik kursi dan mendudukkan diri nya di samping Ana sambil memangku El. Ben focus menatap Ana yang sedang dilepas hiasan di kepala nya. El terus merasa bahagia. sedangkan Ben tak perlu di tanya lagi. Ben masih merasa tak percaya jika Ana sudah mennadi istri nya saat ini.


"Apaan sih ngeliatin trus?" Tanya Ana yang merasa risih dengan Ben terus meratapinya.


"Seneng aja. ngerasa masih kayak mimpi" Jawab Ben dengan senyum memancar di wajah nya.


Begitu mendengar ucapan Ben, Ana langsung menarik El kepangkuan nya dan terkekeh geli. Sedetik kemudian, Ana Langsung mencubit Ben dengan kencang membuat Ben langsung memekik kaget. Ana dan El tertawa melihat wajah kesal Ben yang lucu menurut mereka.


"Kok di cubit sih sayang?" Keluh Ben sambil mengelus tangan nya yang terkena cubitan Ana.


"Biar kamu sadar kalo ini bukan mimpi" Jawab Ana.


Ben yang merasa kesal pun sontak tersenyum tipis mendengar ucapan Ana. Riasan kepala Ana sudah selesai dilepas. Ana menurunkan El dari pangkuannya dan berjalan memasuki kamar ganti untuk mengganti pakaian nya dengan yang lain.


"Kamu ganti baju gih sana" Perintah Ana begitu selesai dan keluar dari ruang ganti.


"Mama cantik" Puji El saat melihat Ana.


"Kamu cantik banget sayang" Puji Ben juga.


"Udah deh buruan ganti baju. Kalo ga ganti baju, batalin aja resepsi nya" Ucap Ana santai.


"Yaudah ga usah ganti baju aja. Malah bagus kan kalo ga resepsi, Jadi nya kita bisa langsung pulang, hehe" Seru Ben antusias sambil terkekeh geli membuat Ana mendelik kesal pada Ben.


"Ck. Buruan deh. Ayoo El kita duluan Aja" Decak Ana kesal karena ancaman nya sudah tak mempan.


"Ehh iya deh iyaa. tunggu bentar. aku ganti baju dulu" Ucap Ben yang dengan cepat berlalu memasuki ruang ganti untuk mengganti pakaian.


Ana menggandeng tangan El yang bersemangat. Ana memangku El di paha nya dan mulai mengambil foto bersama dengan El menggunakan handphone El. Ana juga merasakan kebahagiaan.


"Ayoo" Ucap Ben begitu keluar dari ruang ganti.


"Yaudah Ayo" Jawab Ana menurunkan El dari pangkuannya dan mulai menggandeng tangan nya.


"Eh tunggu bentar" Ucapan Ben membuat Ana dan El sontak menoleh kebelakang menghadap Ben.


"Kalian tadi ngapain?" Lanjut Ben bertanya.


"Foto" Jawab Ana malas.

__ADS_1


"Yaudah kita foto dulu"Balas Ben sambil mengeluarkan handphone nya.


"Tolong fotoin ya mbak" Ucap Ben sambik menyodorkan handphone pada penata rias disampingnya. Ana memutar bola mata nya malas. Mereka bertiga pun mengambil banyak foto bersama dengan berbagai macam gaya.


"Udah buruan. kasian orang-orang udah nungu" Ucap Ana yang langsung menarik tangan El keluar sebelah kanan keluar.


Ben dengan cepat mengambil handphone nya dari penata rias dan memegang tangan El yang sebelah kiri. Mereka bertiga bergandengan tangan kembali menuju aula. Semua orang menatap mereka yang sudah berpakaian seperti raja, ratu dan pangeran.


Ben dan Ana duduk di kursi mempelai. sedangkan El duduk di antara mereka. Pembawa acara memulai kembali acara. Mereka mengikuti satu persatu kegiatan yang ada di daftar acara. Baru setengah jam duduk di pelaminan, El sudah turun dari sana dan mendekati Alda yang sedang makan.


"Ngapain berdiri?" Tanya Ben yang bingung melihat Ana berdiri.


Ana tak menjawab. Ia malah berjalan mendekati penari dan ikut menari dengan menggerakkan tangan nya membuat Ben semakin bingung. Ana mengikuti gerakan tarian seperti yang sudah dia pelajari. Setelah selesai menari, Dia kembali duduk di kursi pelaminan dengan di tuntun Para penari disamping nya. Ben kembali menatap Ana bingung.


"Kamu ngapain sih barusan?" Tanya Ben berbisik.


"Kamu ga gau kalo itu adat?" Tanya Ana balik.


"Ohh nggak hehe" Jawab Ben sambil terkekeh geli membuat Ana memutar bola mata malas.


Mereka menyelesaikan semua acara. sampai saatnya para tamu menyantap hidangan, sesi foto bersama dan salim-saliman mereka mulai berdiri untuk menyambut tamu dan berfoto bersama. mereka benar-benar merasa sangat kelelahan.


"Kamu capek nggak?" Tanya Ana pada Ben.


"Kenapa? kamu udah capek ya?" jawab Ben kembali bertanya masih dengan sesi salim-saliman dengan para tamu yang datang.


sudah tak terhitung berapa lama mereka berdiri untuk menyambut para tamu dan juga berfoto dengan orang-orang penting lainnya. mereka sudah merasa cukup lelah dan lapar pasti nya. Ben melirik Alex sebagai tanda meminta nya mendekat.


"Iyaa capek bangettt" Jawab Ana lesu.


"Ada apa tuan?" Tanya Alex yang baru datang.


"Kyaaa" Teriak Ana kaget saat Ben menggendongnya dengan cara bridalstyle.


"Kamu Urus Keadaan disini" Perintah Ben.


"Ehh kamu ngapain?" Teriak Ana yang marah dan kaget secara bersamaan saat Ben menggendong nya turun dari pelaminan. semua orang menatap mereka. Para tamu mulai bersiul meledek.


Ben tak menjawab pertanyaan Ana. Ana yang awal nya memberontak di turunkan mulai menenggelamkan kepala nya di dada bidang Ben. Ia benar-benar merasa malu di tatap semua orang.


#


KALO ADA YANG SALAH KOMEN YA:)


Aku mencintai kalian semua:*

__ADS_1


__ADS_2