Duda Itu Milikku

Duda Itu Milikku
Episode 44


__ADS_3

Happy Reading gais:)


Please like, comment, favorite and vote Okay!


follow ig @destiichz and @dedefff17!


#


"Mama pulang dulu ya sayang. nanti kalo ada apa-apa El telpon mama aja" Ucap Ana pada El sebelum turun dari mobil Ben.


"Kamu hati-hati. Kalo ngerasa ada yang aneh atau ada yang ga beres langsung telpon aku" Perintah Ben pada Ana. Ana yang hanya menganggukan kepala nya sebagai jawaban.


Setelah pamit sebentar pada Ben dan El, Ana pun keluar dari mobil. Ana berdiri Di depan lobby sambil melambaikan tangan nya pada El dan Ben. beberapa saat kemudian, mobil yang tadi di Gunakan nya sudah menghilang dari hadapan nya. Ana segera berjalan kembali menuju ke kamar apartemen nya.


Sampai di kamar apartemen nya, Ana langsung mengganti pakaian dan merapikan apartemen nya. Ana mulai membersihkan seluruh sudut ruangan. Setelah selesai membereskan kamar apartemen nya, Ana kembali ke kamar tidur nya.


Drtttt. Drtttt. Ana mendengar suara getaran dari atas meja. Ana berjalan mendekati meja rias nya, Dan menemukan handphone nya yang bergetar. Ana melihat di layar handphone nya terdapat panggilan dari agus.


"Halo kak" Sapa Ana begitu menerima panggilan dari kakak nya, Agus.


"Kamu dimana?" tanya Agus tanpa menjawab sapaan Ana pada nya terlebih dahulu.


"Di apartemen. Sorry, tadi aku lagi beres-beres sebelum pergi besok" Jelas Ana yang mengerti maksud kakak nya menelpon.


"Dari tadi ditelponin ga di angkat, kakak kirain kemana." Seru Agus dari seberang telepon.


"Ga kok. Tenang aja, lagian aku masih inget besok mau pergi" Ucap Ana santai.


"Besok kan kita pergi nya Pagi, jadi Kamu nginep di rumah kakak aja yaa" Minta Agus.


"Iyaa kak. aku emang udah rencana nya mau nginep kok hehe" Jawab Ana.


"Yaudah. Kamu ga usah bawa baju juga gapapa. Baju kamu kan masih ada di rumah" Ucap Agus.


"Eh iya yaa. Astagaa, kok aku bisa lupa sih? pantes aja aku cariin celana ku kemana-mana ga ada haha" Jawab Ana yang baru sadar pakaian nya di rumah agus.


"Sebenernya tadi pakaian kamu udah kakak bawa ke kantor" Seru Agus.


"Lah kenapa kaka ga bilang?"Jawab Ana Sembari mengernyitkan dahi nya bingung.


"Tadi sebenernya sih mau kakak kasihin, tapi tiba-tiba kakak inget kamu kan mau ikut kakak ke negara S, jadi nya yaa sekalian aja biar kamu ga usah beres-beres lagi" balas agus.


"Yaudahlah, Nanti Malem aku kesitu. aku juga bakal bawa baju tambahan lagi" Ucap Ana.


"Baju tambahan? Ck. Buat apa sih? jangan bawa banyak-banyak barang deh. kita itu mau kerja bukan liburan" Ujar Agus kesal.


"Iya iyaa, aku tau. Tapi kan, Baju ku yang di rumah kakak dikit banget" Jelas Ana.

__ADS_1


"Yaudah terserah kamu aja. Kakak cuma ngingetin jangan banyak bawa barang. kita mau kerja bukan liburan" Tegas Agus.


"Iya kak iyaa. aku tau kok, hehe" Jawab Ana.


"Awas aja ya kalo bawa banyak" Agus kembali memperingati Ana.


"Siap bosquee. kakak ga perlu ingetin aku kok. lagian Aku kan udah paham banget soal itu" Ana senyum-senyum sendiri membayangkan ekspresi kesal kakak nya.


"Kamu itu Setiap diajak keluar kota atau keluar negri, bawa barang banyak banget lagian, kayak orang mau pindahan aja. Jadi kali ini kakak tegaskan lagi, Kalo sampai kamu bawa barang banyak lagi, semua nya bakal kakak buang" Ancam Agus pada Ana.


"Iya iyaa santaii hehe" Jawab Ana sembari terkekeh geli. Sebenarnya Agus marah bukan karena barang nya banyak, hehe. Tapi karena semua barang itu pada akhir nya akan di bawa oleh agus sendirian, Hahaha. sungguh tegaa kau Ana sebagai adik, h**ehehe.


"Aku tutup dulu telpon nya" Ucap Agus yang kemudian langsung mematikan panggilan.


Ck. dasar kakak kurang ajar. masa aku belum jawab apa-apa langsung di matiin aja sih telpon nya, batin ana kesal. Ana Melihat banyak pesan di handphone nya dari Ben. Ana mengabaikan semua nya dan kembali meletakkan handphone nya di atas meja rias.


Ana bergegas mandi, membersihkan tubuh nya. Setelah selesai mandi, Ia mulai membereskan pakaian dan barang-barang yang akan di bawa nya besok. Ia benar-benar Berusaha untuk membawa sedikit barang.


Merasa semua barang-barang nya telah rapi di dalam tas dan totebag, Ana duduk bersantai di sofa ruang tengah sambil menonton televisi. Ana melirik jam yang berada di dinding. sudah jam 5 lewat, pikir Ana.


"Mmm kayak nya aku pergi kerumah Kak agus sekarang aja deh sekalian Mau numpang makan gitu. males banget kalo harus masak" Ucap Ana pada diri nya sendiri.


Ana kembali ke kamar nya dan mulai berganti pakaian. setelah berganti pakaian, Ana mulai memperhatikan barang-barang nya, memastikan agar semua kebutuhan nya sudah lengkap di dalam tas atau totebag.


"Halo pak Jon" Sapa Ana Pada Jon, satpam apartemen.


"Bapak lagi Jaga ga di bawah?" tanya Ana balik.


"Nggak ,Non. Bapak jaga nya besok" Jawab Pak Jon.


"Oh yaudah deh, Makasih ya pak" Balas ana.


"Emang kenapa non? Ada yang bisa bapak bantu?" tanya Pak Jon. Ana terdiam sebentar.


"Bisa minta tolong ga pak?"Ana Berpikir keras.


"Iyaa , Non. Kalo bapak bisa, pasti bapak bantu. Asal jangan minjem uang aja non, belum gajian soalnya, Hehe" Jawab Pak Jon sedikit bercanda membuat Ana terkekeg geli.


"Gini Pak, besok kalo ada Orang nyariin Ana Tolong bilang Aja Ana pergi sama Pria nya ya" Balas Ana dengan senyuman manis di bibir nya.


"Oke non siap" Setelah mendengar jawaban Pak Jon yang setuju. Ana berterima kasih lalu kemudian memutuskan panggilan.


Ana mengecek kembali apartemen nya untuk memastikan semua nya aman. Di rasa apartemen nya sudah aman untuk ditinggalkan, Ana berjalan kebawah sambil Membawa Tas dan totebag yang berisi barang-barang nya meninggalkan apartemen nya menuju ke rumah kakak nya Agus.


Beberapa saat kemudian, Ana sudah sampai di kediaman kakak pertama nya. Ia di sambut oleh kakak ipar nya. Ia membawa barang-barang nya ke kamar keponakan nya--Zahra dan di bantu oleh kakak ipar nya--Wanda.


"Kamu udah makan dek?" tanya Wanda Pada Ana.

__ADS_1


"Belum kak" Jawab Ana yang sedang merapikan barang-barang nya di lantai.


"Yaudah makan dulu yuk" Ajak Wanda.


"Iyaa kak. Tadi emang niat nya mau numpang makan kok kesini, hehe" Jawab Ana.


"Dasar kamu ini" Balas Kak wanda.


"Yaudah Ayoo" Wanda berjalan di depan dengan Ana yang mengikuti di belakang.


"Lah kok kamu disini dek?" Terdengar suara dari seseorang yang duduk di meja makan.


"Mau numpang makan dong" Jawab Ana yang berjalan mendekati kakak nya dan menarik kursi untuk duduk di meja makan.


"Ck. Dasar ga tau malu. Udah mau nikah juga" Decak Agus merasa kesal dengan adik nya.


"Udah, udah. sekarang makan dulu yaa" Ucap Wanda menengahi kedua kakak beradik itu.


"Pernikahan nya di batalin kok" Celetuk Ana.


Ana sedang memasukkan nasi ke dalam piring nya. Wanda dan Agus yang mendengar ucapan Ana sontak saja merasa sangat terkejut. Sendok yang di pegang Agus tergelincir dari tangan nya dan menatap horor Ana.


"Apa Maksud kamu?!" Tanya Agus sinis pada Adik nya. Ia mulai berpikir Adik nya gila.


"Aku membatalkan pernikahanku" Jawab Ana santai.


"Tapi kenapa dek?" Cuma Wanda yang masih tetap tenang disini.


"Aku ga suka aja sama kejadian pas di perusahaan Ben waktu itu" Jelas Ana.


"Kamu beneran gila ya dek?! Kemarin kamu debat sampe berantem sama mama dan papa cuma buat izinin kamu nikah. Lalu, Sekarang dengan gampang nya kamu bilang batal hah?!" Teriak Agus marah. Agus merasa Tak habis pikir dengan adik nya itu.


Ana Yang sudah selesai mengambil nasi pun bangkit menuju ke ruang keluarga dan makan disana. Ana mengabaikan ucapan Agus yang bertanya pada nya. sedangkan Wanda tetap menemani dan Menenangkan Agus di meja makan.


"Kita makan dulu aja. Kalo Ana batalin pernikahan nya pasti ada alasan nya" Suara Wanda seolah menenangkan hati Agus.


"Tapi--" Agus merasa sangat gelisah.


"Kita makan dulu. Baru nanti di bicarain lagi" Potong Wanda. Agus menghela nafas berat dan kembali melanjutkan makan malam nya.


Agus terus mengutuk adik nya di dalam pikiran nya. bagaimana bisa dia dengan seenaknya membatalkan pernikahan seperti ini? bagaimana nanti reaksi mama dan papa kalo tau yang sebenarnya? terlebih lagi orang tua Ben teman mama dan papa kuliah dulu, Pikiran agus terus berkelana.


Agus tak dapat makan dengan baik. ia merasa gelisah dan bingung harus melakukan apa. seperti nya aku harus menelpon Yansyah nanti, pikir Agus. Selama makan malam, Agus terus berpikir bahwa adik nya--Ana Sudah pasti gila, jadi dia harus memanggil Yansyah untuk mengobati nya.


#


KALO ADA YANG SALAH TOLONG KOMEN YA GAIS BIAR BISA DI PERBAIKIN, HEHE:)

__ADS_1


Aku mencintaii kalian semuaa:*


__ADS_2