
Happy Reading gais:)
Please like, Comment, Vote And Favorite ya:)
Follow Instagram @destiichz dan @dedefff17
#
"Hehe maaf ya kak. Ohya, sebenernya aku bukan kekasih kak Ben kok" ucap wanita itu. Ana semakin merasa bingung dengan keadaan yang terjadi.
"Maksudnya apa ya?" tanya Ana berusaha agar tetap sopan terhadap lawan bicara nya.
"aku bukan kekasih kak Ben"Jawab wanita itu.
"Oh terus kamu istri nya ya?" Tanya Ana langsung.
"Kalo iya kenapa? kamu cemburu?" tanya wanitu itu sembari menaik turunkan alis nya seolah-olah sedang menggoda Ana yang penasaran.
"ehh--Ya--nggak kok" jawab Ana gugup.
"Ck. Udah deh kelamaan. Bikin orang kesel aja, kalo mau ngerjain orang jangan dia, dia beda okey?" Ucap Ben berdecak kesal menatap wanita itu.
"Hehe iya maaf kak. Kamu kalo mau cemburu juga ga apa-apa kok" Ucap Wanita itu sambil tersenyum manis kepada Ana yang masih kebingungan.
"Kenapa?" Tanya Ana refleks. Sontak saja, Ana langsung menutup mulut nya dengan tangan.
"berarti kamu sayang sama kakakku" jawab Wanita itu dengan sangat bersemangat. what? kakak? Batin Ana. Ana pura-pura tak melihat Ben yang nenatap nya dengan senyuman penuh arti.
"Jadi sekarang udah tau kan?" tanya Ben sambil terkekeh geli nenatap Ana menggoda.
"Hah? tau apa?" Ben menghela nafas berat begitu Ana bertanya balik pada nya.
"dasar! pinter banget sih" ucap Ben ketus.
"Apaan si? Ngehina banget aku pinter, mentang-mentang kamu bodoh gitu?" Seru Ana.
"Kamu ngatain aku bodoh?" tanya Ben menatap Ana tajam. Ana hanya memutar bola mata nya.
"menurut kamu?" tanya Ana menantang.
"Ya aku lah, masa alda" Jawab Ben cepat.
"Udah tau ngapain nanya?" Tanya Ana sembari menurunkan El dari gendongan nya merasa berat.
__ADS_1
"Lah kok kamu malah--" ucapan Ben menggantung.
"Udah stop. kenapa jadi kalian yang berantem?" tanya Alda pada Ana dan Ben.
"kita kenalan dulu ya. aku Alda. aku bukan kekasih kak Ben apalagi istrinya. aku adik nya" lanjut Alda sambil menyodorkan tangan nya pada Ana.
Hah? Apa? Aku ga salah denger kan? Tadi dia bilang Adik? Batin Ana. Ana terkejut selama beberapa detik. begitu menyadari keterkejutan itu, Ana langsung bersikap seolah biasa saja karena ia merasa cukup malu. Ben terkekeh geli melihat nya.
"eh iyaa. kenalkan aku Anastasia" jawab Ana sambil membalas uluran tangan Alda. Ana sekarang bingung harus bersikap seperti apa.
"Jadi sekarang udah ga cemburu lagi kan?" tanya Alda menggoda pada Ana di depan nya.
"Eh, si-apa yang cem-buru" jawab Ana gugup.
"Oh iya deh ga cemburu" Alda terkekeh geli.
Mereka sudah kembali ke tempat duduk masing-masing. Ben bersebelahan dengan Alda, sedangkan Ana bersebelahan dengan El. Secara bersamaan, Ana merasa malu dan senang. Ia bukan senang karena Ben, Melainkan karena ia bukan pelakor.
"Udah Ah. Dari tadi ketawa trus" Ucap Ana sedikit kesal menatap Alda yang terus terkekeh geli melihat Ke arah Ana. Ben sudah memalingkan wajah nya mendengar godaan Ana sedangkan El terus melanjutkan makan nya.
"eh kak, kok jadi kamu yang wajah nya merah sih? aneh banget" ucap Alda sambil meledek Ben.
El sudah selesai makan. Ben , Alda dan Ana dari tadi sibuk mengobrol. Alda meminta maaf pada Ana karena sudah mengerjai nya. Ana pun juga meminta maaf pada nya. Ben Tersenyum hangat menatap mereka. Ben merasa hati nya tiba-tiba terasa hangat. Ben tersenyum menatap mereka.
"Yaudah kalian pulang aja ya , kamu ga usah nganter aku okey" Ucap Ana pada Ben.
"Sayang, ini udah malem. mama pulang dulu ya, nanti mama telepon oke" lanjut Ana pada El.
"Ga mauu, besok kan libur Ma. El mau nya bobok sama mama aja" jawab El Lalu memeluk kaki Ana dan menatap nya sendu.
"Hmm Izin sama papa dulu coba sayang" Ana menatap Ben sambil menggendong El lagi.
"Papaa boleh yaa?" tanya El dengan menunjukkan wajah memohon nya pada Ben.
"Sayang, kamu kan tau kalo papa ga bisa jauh dari kamu" Jawab Ben dengan suara sedih. Ia berjalan mendekat kearah Ana dan mengelus rambut El. Cih, Yakin ga bisa jauh? Ulangin?! lah Tempo hari itu malah ninggalin El main sendirian, batin Ana.
"Yaudah Papa ikut nginep dirumah mama aja. boleh kan maa?" tanya El pada Ana. Ana memutar bola mata nya begitu melihat Ben.
"Ga bisa sayang, apartemen mama kan kecil, jadi cukupnya buat El sama mama aja. kan kasian kalo papa tidur di sofa" Jawab Ana memberi pengertian pada El sambil terus mengelus punggung dan puncak kepala El dengan lembut dan pelan.
"Ga apa-apa kok. aku juga udah terbiasa tidur disofa" Jawab Ben Cepat sambil tersenyum hangat. Ana mendengus kesal mendengar nya.
"Tuh kan maa, boleh yaa?" minta El pada Ana.
__ADS_1
"Sayang ga bisa. ga enak diliat orang kalo mama sama papa tinggal serumah" Ucap Ana lembut pada El sembari menatap tajam pada Ben.
"Udah stop. mau pulang aja ribet banget sih" ujar Alda yang sudah bosan menonton pertunjukkan kakak dan mungkin calon kakak ipar nya itu. Alda berjalan mendekat ke arah Ana dan El.
"Gimana kalo kamu nginep rumah aja?" tanya Alda pada Ana. Ana kebingungan saat ini.
"Kayaknya ga usah deh" Jawab Ana pada Alda.
"Kenapa?" Tanya Alda lagi.
"Ga apa-apa. aku mau pulang aja" jawab Ana sambil melirik sinis dan kesal ke arah Ben.
"Yaudah. kalo gitu kamu punya 2 pilihan. Aku sama El nginep di apartemen kamu, atau kamu ikut kerumahku dengan El?" tanya Ben tegas.
"Aku dan El nginep diapartemenku. kamu sama Alda pulang kerumah. itu pilihanku" jawab Ana sambil mendengus kesal menatap Ben.
"Yaudah aku ikut kamu keapartemen" Jawab Ben sambil menarik tangan Ana. tidak ingin El terjatuh karena masih digendongan nya, Ana pun membiarkan Ben menarik tangan nya.
"Nginep dirumahmu aja" Jawab Ana begitu mereka sampai didepan mobil Ben. Ana tak mungkin membawa mereka kembali ke apartemen, Bisa-bisa Kakak nya, Yansyah akan banyak bertanya. Karena tak akan dapat menolak, lebih baik Ana mengikuti
"Gitu kek dari tadi" Ujar Ben sambil tersenyum. Ana memutar mata nya melihat itu.
Cih, Dasar licik, batin Ana. Ana memasuki mobil Ben. awalnya Ia ingin duduk dibelakang bersama El. Akan tetapi Alda bilang dia ingin istirahat. Jadi akhir nya Ana duduk didepan dengan Ben.
Selama perjalanan El tertidur di pangkuan Alda yang sedang sibuk memainkan HP nya sambil sesekali menguap karena merasa mengantuk. Ana focus melihat ke arah jalanan. Ana merasa ada yang aneh saat ini. Ia mengernyitkan dahi nya.
"Kita mau kemana? ini kan bukan kearah rumahmu?" tanya Ana langsung begitu sadar jalan yang dilewati berbeda dengan arah rumah Ben.
"Kita mau kerumah orangtuaku" Jawab Ben santai Sambil terus melajukan mobil dengan tenang.
"Apa?! kenapa ga bilang? aku ga mau. turunin aku didepan sekarang!" Ucap Ana marah Sembari menatap Ben dengan emosi yang meluap. Dasar Gila, Batin Ana nengumpat Pada Ben.
"Turunin atau aku lompat?!" teriak Ana saat Ben tidak kunjung menjawab ucapan nya.
Ana melepas sabuk pengaman nya. Melihat itu, Ben semakin mempercepat laju kendaraan nya. Ana tak perduli dan malah mencoba membuka pintu untuk segera melompat. Sedetik kemudian, Ana merasa badan nya melayang. waktu pun rasa nya berlalu sangat cepat. Ana tak sadar lagi dengan apa yang terjadi. Ia tak menyangka jika diri nya bisa senekat itu. Apapun yang terjadi, Ana bersyukur Atas hidup.
#
KALO ADA YANG SALAH ATAU GA SESUAI KOMEN YA BIAR BISA DI PERBAIKIN GAIS:)
MAKASIH:)
Aku mencintai kalian semua:*
__ADS_1