
****
"Om Joy itu adalah adik yang paling bontot. Orangnya paling baik, hanya saja tidak punya anak. Jadi Mas hanya punya Veno. Sepupu satu-satunya. Karena ayah Mas dan papinya Veno itu sama-sama anak tunggal," terang Ardi.
"Apa tante Yulia dan om baskoro bercerai?" tanya Rianti yang sudah mulai penasaran.
Ardi mengangguk pelan.
"Udah jangan nangis lagi ya ... mending kamu buka hadiah yang Mas belikan untukmu tadi waktu kita ke mall." Ardi melirik bag paper yang ada di atas nakas.
Rianti pun mengambil bag paper itu dan membukanya.
"Mas ini apaan!" pekik Rianti dengan kedua tangannya memegang langerie berwarna pink yang super tipis. Matanya sedikit membelalak melihat pakaian tipis itu.
Ardi hanya terkekeh geli melihat ekspresi Rianti.
"Coba buka yang lainnya." Pinta Ardi lagi.
Rianti yang masih kesal dengan hadiah tak terduga itu tetap menurut saat sang suami menyuruhnya membuka bag paper yang lain.
"Maaaas apaan lagi ini!" Kini mata Rianti melotot saat melihat langerie berwarna hitam mirip kostum cat woman bahkan ada topengnya.
Ardi lagi-lagi tertawa renyah melihat sang istri yang mulai merasa kesal.
"Ya udah, ayo buka yang lainnya lagi. Siapa tau kamu dapat doorprize." Kelakar Ardi.
Rianti membuka bag paper yang lainnya. Lagi-lagi matanya membulat dengan sempurna melihat isi di dalamnya.
"Maaasss kamu ini ya ...."
Kini Rianti memegang ****** ***** dan bra yang berwarna merah menyala.
"Hahaha ...."
Ardi tak mampu menahan tawanya saat Rianti mulai cemberut dan melemparkan semua hadiah yang ia belikan ke wajah Ardi.
"Ini semua isinya pakean dalem!" ucap Rianti dengan nada naik satu oktaf.
Rianti mulai emosi apalagi sang suami hanya menertawakannya.
"Ya udah deh ... makan tuh pakean dalem. Aku mau mandi!" sungut Rianti.
Saat Rianti mulai beranjak dari kasur tiba-tiba Ardi menarik tangannya hingga ia terduduk di pangkuannya
"Bagaimana bisa Mas makan pakean dalem, hmm ... tapi Kalau yang di dalem daleman, Mas doyan memakannya ... " goda Ardi sambil tertawa genit.
__ADS_1
Wajah Rianti mendadak merah setelah mendengar bisikan ajaib dari suami mesumnya itu.
"Iihh apaan sih Mas," ucap Rianti sambil menyikut perut suaminya itu.
"Udah ah ... aku mau mandi." Rianti mencoba melepaskan pelukan Ardi, namun Ardi semakin erat memeluknya.
"Boleh kok kamu mandi, tapi nanti keluarnya pake ini ya ...."
Ardi memberikan langerie yang berwarna pink.
"Ihh kok pake begituan. Aku malu Mas ... tipis banget itu ... nanti aku masuk angin bagaimana?" ujar Rianti mencoba mengelak akan permintaan Ardi.
"Gak bakalan masuk angin kok, Mas pasti angetin terus bandan kamu biar anginnya minggat,' kilah Ardi tak mau kalah.
Rianti masih terdiam memikirkan permintaan aneh suaminya itu.
"Ayo cepat! nolak permintaan suami itu dooooosaaaaa!" ucap Ardi penuh penekanan.
"Ya udah deh, aku pake."
Dengan wajah cemberut ia ambil baju tipis itu dan masuk ke kamar mandi.
Tidak berapa lama Rianti keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobs. Ardi hanya mengernyitkan dahi karena mengira kalau istrinya itu akan memakai langerie seksi pemberiannya. Ia pun berdiri mendekati Rianti.
Rianti menjadi gugup. wajahnya kembali merona.
"Udah ... udah kok Mas," ucap Rianti terbata-bata.
Rianti membuka tali bathrobs dan terlihatlah kain tipis menutupi tubuhnya.
Tubuhmu sangat indah, Stella.
Ardi tersenyum genit dan memeluk tubuh Rianti dari belakang.
"Nah gitu dong ... nurut kata suami. Itu baru namanya istri soleha."
Ardi meniup leher Rianti dengan perlahan hingga Rianti menggeliat karena geli.
"Aahh Mas ... geli. Udah dong ...."
Rianti mencoba melepaskan tubuhnya dari pelukan Ardi, tapi lagi-lagi Ardi bisa membalik situasi sehingga tubuh Rianti kembali ke dalam dekapannya, dan kini tubuh mereka saling berhadapan.
Rianti menatap mata suaminya yang telah berubah menjadi mesum mode on.
"Lepasin dong Mas, katanya tadi habis makan bisa langsung lanjut tidur." Rianti mencoba melepaskan diri dari pelukan sang suami.
__ADS_1
"Itu kan tadi. Sekarang udah beda ... masa kamu tega pergi tidur sedangkan si imin udah bangun begini," ucap Ardi yang terdengar ambigu namun Rianti tau arah pembicaraannya itu.
"Kok minta terus sih Maaas ... gak capek apa?"
Rianti mencoba mendorong wajah Ardi yang hendak menciumnya.
Ardi mendadak menghentikan gerakannya. Ia pandang wajah cantik istrinya dan kemudian kembali tersenyum.
"Kalau gak sama kamu, terus Mas harus minta sama siapa? Masa iya sama istrinya tetangga."
Ardi berpura-pura memasang wajah cemberut dan melepaskan pelukannya hendak berjalan keluar kamar.
Rianti terlihat panik dan langsung memeluk tubuh Ardi dari belakang.
"Jangan kemana-mana? Aku gak rela Mas sama istri tetangga," ucap Rianti polos.
Ardi yang dipeluk dari belakang terlihat tersenyum puas, karena berhasil menipu istrinya yang lugu.
Ia membalik tubuhnya hingga berhadapan dengan sang istri. Menatap mata Rianti yang begitu teduh.
"Mas tidak akan ke mana-mana. Bagaimana bisa Mas berpaling ke istri tetangga sedanggan istri sendiri begitu menggoda."
Rianti tersenyum lega mendengar ucapan Ardi, dan saat itulah Ardi memulai aksinya.
"Berdekatan denganmu membuatku jadi bodoh. Rasanya percuma menimba ilmu bertahun-tahun namun ujungnya harus tunduk di bawah cintamu, hanya menjadi budak cintamu."
"Iya Mas, terima kasih telah mencintaiku dan juga menyayangiku. Aku bahagia hidup bersamamu dan berharap kita bisa bahagia seperti ini untuk selamanya."
Ardi menggendong tubuh kecil Rianti dan merebahkannya perlahan ke atas kasur. Perlahan ia membuka celana dan baju kaos oblong miliknya dan membuangnya ke sembarang arah. Rianti yang berada di bawah Ardi menjadi bersemu merah saat melihat tubuh atletis suaminya itu tanpa penghalang. Ardi menjadi heran melihat ekspresi Rianti.
"Kenapa sayang?"
Rianti hanya tersenyum dan mencoba meraba dada bidang dan perut rata Ardi.
"Sentuhlah sayang, semua ini milikmu. Aku hanya padamu," ucap Ardi seraya mengedipkan mata.
Rianti mengerucutkan bibir dan memicingkan matanya.
"Dasar gombal." Lalu tersenyum senang.
"Kau begitu menggemaskan sayang."
***
jangan lupa like ans komen dong. heheh
__ADS_1