
“Apa-apaan ini? dimana harga diri lu Arnold?” ucap Felix kepada Arnold yang tiba-tiba bersujud dihadapan Felix ketika akan menjadi lawan berduelnya Felix.
Ternyata murid terkuat di SMA 3 itu bernama Arnold, dia adalah murid kelas 3 di SMA 3, Felix dan Arnold sudah saling kenal sebelumnya karena Arnold adalah anggota gangster Naga Hitam juga sama seperti Felix, jabatan Arnold di Naga Hitam hanya sebagai anggota biasa saja, sedangkan Felix memiliki jabatan sebagai salah satu petinggi Naga Hitam.
Arnold sangat takut terhadap Felix karena Felix adalah atasan Arnold di Naga Hitam, dan Arnold juga sudah mengetahui kekuatan bertarung Felix yang sangat luar biasa itu, Felix dapat mengalahkan 10 orang gangster sendirian, sedangkan Arnold tidak mungkin bisa, karena untuk mengalahkan 1 orang gangster saja, Arnold sangat sulit untuk melakukannya.
Dengan menyadari perbandingan kekuatan yang jauh itu, Arnold lebih baik bersujud dihadapan Felix dibandingkan harus melawan Felix, karena jika Arnold melawan Felix, sama saja seperti dia melakukan bunuh diri.
Kekuatan Arnold saat ini hanya unggul dalam berduel melawan sesama murid SMA saja, oleh karena itu Arnold dapat memenangkan duel melawan 5 orang terkuat dari masing-masih sekolah.
Ketika Arnold sedang bersujud dihadapan Felix, Felix berkata dengan kesal “Hey Arnold! cepat bangun! jangan lakukan hal bodoh seperti itu!”, kemudian Arnold terbangun dari sujudnya dengan wajah yang memancarkan ekspresi panik.
Setelah itu Felix langsung menghampiri Arnold dan langsung memegang kerah seragam sekolahnya Arnold dengan kedua tangan Felix, kemudian Felix berkata “sekolah lu yang udah nantang sekolah gue duluan, jadi lu harus tanggung jawab dan berduel lawan gue!”.
“Sori Felix, gue gak akan mungkin menang kalau gue harus melawan lu, dan gue juga gak tau kalau lu yang akan jadi lawan gue saat ini” ucap Arnold dengan wajah gelisah.
“Terus lu mau apa? mau nyerah sebelum bertarung? ingat ya! lu itu anggota Naga Hitam! dan gue gak mau ada anggota yang pengecut seperti lu itu!” ucap Felix dengan marah.
Kemudian Felix melepaskan tangannya dari kerah baju Arnold, lalu Felix mendorong Arnold dengan kedua tangannya sehingga Arnold berjalan mundur ke belakang, kemudian Felix berkata “ayok cepat sekarang kita bertarung! walaupun lu kalah, setidaknya lu punya harga diri!”
__ADS_1
Lalu Arnold terdiam sejenak setelah mendengar perkataan Felix itu, kemudian Arnold berkata “Maaf gue jadi selemah ini Felix, gue bodoh sekali telah mempermalukan diri gue sendiri, baiklah gue akan bertarung melawan lu meskipun gue tau gue bakal kalah”
Setelah berbicara seperti itu, Arnold langsung menyerang Felix dengan beberapa pukulan dan tendangan, tetapi semua serangan itu bisa mudah dihindari oleh Felix, saat Arnold lengah, Felix langsung meninju perut Arnold lalu meninju lagi muka Arnold hingga Arnold terpental dan terjatuh.
Saat Arnold mencoba untuk bangun, Felix langsung menendang dada Arnold hingga membuat Arnold terpental ke belakang, Arnold mencoba bangun lagi dan di tendang lagi oleh Felix hingga terpental lagi, orang-orang yang menyaksikan pertarungan itu sangat heran kenapa Arnold bisa selemah ini dihadapan Felix, dan Arnold juga sungguh dibuat tak berdaya oleh Felix saat ini.
Arnold sudah beberapa kali dibuat terjatuh dan terpental oleh serangan Felix hingga dia tak sanggup berdiri lagi, dan saat Arnold sudah tak sanggup berdiri lagi, berarti sudah menandakan kalau Felix lah yang memenangi duel ini dengan mudah, kemudian Felix menghampiri Arnold dan berkata “gue akui kalau lu itu memang kuat, karena kalau murid SMA biasa tidak akan sanggup bangun lagi setelah menerima serangan pertama gue, tapi ingat! jangan jadi pengecut seperti tadi lagi! kalau lu menyerah sebelum bertarung seperti tadi lagi, gue akan mengeluarkan lu dari Naga Hitam!”.
“Iyah Felix, gue janji gak akan jadi pengecut seperti tadi, lu memang kuat Felix, gue kalah telak sama lu, tapi gue senang bisa bertarung melawan lu” ucap Arnold dengan wajah tak berdaya nya.
Kemudian Felix langsung membangunkan Arnold dan mereka saling berjabat tangan agar tidak ada rasa dendam di kemudian hari, setelah itu Felix langsung menghampiri Clara yang sedang berada di dekat Rey dan teman-temannya.
Rey berkata kepada Felix dengan wajah gembira “Felix lu hebat banget, gak nyangka lu bisa menang telak lawan murid terkuat dari SMA 3, kalau gue yang turun tangan, pasti gue bakal susah payah untuk memenangi pertarungan tadi”
“Hehe benar juga ya, kalau gue yang turun tangan, pasti gue yang akan kalah” ucap Rey.
“Tepatin janji lu Rey! jangan sampai ada murid kelas 3 yang berani menggoda Clara lagi!” ucap Felix.
“Okey siap Felix, gue akan tepatin janji itu, tenang saja mulai besok Clara akan hidup damai di sekolah tanpa ada gangguan dan godaan dari murid kelas 3 lagi” ucap Rey.
__ADS_1
Kemudain Felix dan Clara langsung pergi meninggalkan Rey dan teman-temannya menggunakan sepeda motor matic Felix, saat di perjalanan, Clara berkata kepada Felix “Eh Felix lu terluka gak?”.
“Lu gak perlu khawatirin gue Clara, harusnya lu lebih khawatirin lawan gue yang tadi” ucap Felix.
“Hah ngapain gue harus khawatirin dia? kenal juga engga sama dia, eh tapi makasih ya Felix udah mau bertarung demi gue agar gue gak diganggu sama para murid kelas 3 lagi, gue senang lu peduli sama gue” ucap Clara dengan tersenyum.
“Ya gak masalah Clara, gue juga senang bisa sedikit membantu lu, dan gue juga senang karena gue punya alasan yang kuat untuk bertarung, biasanya gue selalu berkelahi ketika ada orang yang ganggu gue atau ketika ada orang bikin gue marah saja” ucap Felix.
“Oh gituh ya, makasih ya Felix, eh terus sekarang mau langsung ke rumah gue?” tanya Clara.
“Iyah Clara, tapi sebelum itu gue mau nepatin janji gue yang mau teraktir lu ice cream” ucap Felix.
Setelah itu Clara dan Felix pergi ke minimarket untuk membeli ice cream, Clara membeli ice cream rasa vanila, sedangkan Felix membeli ice cream rasa coklat, setelah Felix dan Clara membeli ice cream, kemudian mereka langsung melanjutkan perjalanan lagi ke rumah Clara untuk belajar bareng dengan sepeda motor Felix sambil memakan ice cream nya masing-masing.
“Eh makasih ya Felix udah mau teraktir gue ice cream” ucap Clara.
“Oh ya sama-sama Clara, gue juga mau ucapin makasih karena lu mau bantuin gue belajar, padahal gue cuma iseng aja mintanya waktu itu haha” ucap Felix sambil tertawa kecil.
“Jadi lu cuma iseng aja? dasar lu Felix! gue kira lu serius minta tolongnya” ucap Clara.
__ADS_1
“Haha iyah maaf, gue kira lu bakal nolak pas gue minta itu, eh taunya lu mau nerima permintaan gue, tapi makasih ya Clara” ucap Felix sambil tersenyum.
“Iya nanti aja bilang makasih nya, kan gue belum bantuin lu belajar” ucap Clara.