Felix Sang Naga Hitam

Felix Sang Naga Hitam
Pacarku Cewek Paling Sempurna Bab 2


__ADS_3

Arimby menyebutku orang aneh saat pertama kali bertemu, tetapi aku tidak menghiraukan omongannya karena aku sudah terbiasa disebut aneh oleh banyak orang sebelumnya.


Lalu Arimby berkata kepadaku.


“Hey Feran kenapa kamu sangat percaya diri dengan keanehanmu ini?”


“Yak karena aku tidak memperdulikan omongan orang lain, dan aku merasa bangga dengan diriku ini”


“Hey emang apa yang kamu banggakan dari dirimu?”


“Sesuatu yang aku banggakan dalam diriku yaitu, aku memiliki kemampuan berimajinasi yang sangat baik”


“Eh serius kamu bangga dengan hal itu?”


“Ya aku sangat serius”


“Emang kegunaan imajinasimu itu untuk apa?”


“Kemampuan berimajinasiku ini sangat berguna untuk mempalajari pelajaran sekolah”


“Hah serius? Coba beri aku contoh, soalnya aku sungguh tidak dimengerti dengan perkataanmu”


“Okey aku akan beri contoh, coba kamu beri aku rumus matematika yang kau anggap paling sulit untuk diingat”


“Okey baiklah, sebentar aku cari buku matematika dulu”


Kemudian Arimby langsung mencari buku matematika di rak buku perpustakaan, akhirnya dia berhasil menemukannya dan langsung mencari rumus matematika yang sangat sulit.


Arimby duduk disebelahku sambil terus mencari rumus matematika di buku itu.


Setelah beberapa menit mencari rumus, akhirnya Arimby berhasil menemukan rumusnya dan langsung menunjukannya kepadaku sambil berkata.


“Nih coba kamu hafalkan rumus matematika ini”


“Okey baiklah, beri aku satu menit untuk menghafal rumus ini”


“Hah satu menit? Mana mungkin kamu bisa menghafalnya dalam waktu secepat itu”


Arimby seperti tidak percaya dan meremehkan kemampuanku untuk menghafal rumus ini, kemudian aku berkata kepadanya.


“Bagaimana kalau kita bertaruh?”


“Bertaruh bagaimana maksdumu?”


“Jika aku berhasil menghafal rumus ini, kamu harus memberikan coklat kepadaku, dan jika aku gagal menghafal rumus ini, aku akan memberikan kamu coklat”


“Okey baiklah, ya sudah hafalkan mulai sekarang, aku beri waktu satu menit sesuai dengan permintaan kamu”


Aku langsung mencoba menghafakan rumus matematika ini dengan kemampuan imajinasiku ini.

__ADS_1


Memang terlihat sulit sih rumus ini, tetapi aku yakin pasti bisa menghafal rumus ini.


Tak butuh waktu lama akhirnya aku dapat mengingat semua rumus ini, dan aku langsung memberikan buku matematika ini kepada Arimby.


Kemudian aku langsung menyebutkan rumus yang telah kuhafal, dan Arimby langsung takjub dengan kemampuanku ini karena bisa mengingat rumus itu dengan benar dan tanpa kesalahan sedikitpun.


Arimby kemudian berkata kepadaku.


“Kau itu memang aneh ya, sungguh manusia teraneh yang pernah aku temui, karena kamu bisa menghafal rumus sesulit ini dalam waktu kurang dari satu menit sajah”


“Haha akhirnya kamu mengakui tentang kemampuanku ini”


“Ya aku akui kalau kamu itu memang hebat, baiklah aku mau ke kantin dulu untuk membeli coklat karena udah kalah taruhan”


“Hey tak perlu membeli coklat, cukup beli makanan yang menjadi kesukaanmu sajah”


“Eh kenapa kamu menginginkan makanan kesukaanku?”


“Ya sudah nurut sajah, pokoknya aku menginginkan kamu membeli makanan kesukaanmu sajah”


“Okey baiklah”


Kemudian Arimby langsung menuju kantin untuk membeli makanan kesukaanya, dan setelah beberapa menit akhirnya dia kembali lagi kesini.


Arimby langsung memberikan sebuah roti dan sambil berkata kepadaku.


“Nih makanan kesukaanku, selamat ya kamu berhasil menang taruhan”


“Eh serius?”


“Ya aku serius”


“Baiklah kalau begituh”


Kemudian Arimby langsung duduk disampingku sambil memakan roti yang telah dibelinya, kemudian Arimby berkata kepadaku.


“Kau memang aneh ya Feran, kau yang menang taruhan tapi malah aku yang dapat hadiahnya”


“Soalnya aku tidak suka bertaruh dengan seorang wanita, dan aku juga sudah tahu kalau aku pasti akan memenangkan taruhan ini”


“Oh begituh ya, jujur aku sangat bingung dengan cara berfikir kamu”


“Haha tak perlu bingung, sebenarnya aku juga bingung denganmu Arimby”


“Kenapa kamu bingung padaku Feran?”


“Dimata banyak orang, kamu pasti dianggap cewek paling sempurna karena kamu memiliki wajah yang cantik dan juga memiliki otak yang sangat pintar”


“Ye memang benar sekali, aku selalu dianggap begitu oleh orang-orang disekitarku, terus apa yang kamu bingungkan dari itu?”

__ADS_1


“Aku bingung kenapa kamu seperti terlihat tidak mempunyai teman dan sudah terbiasa dengan kesendirian”


“Hey kamu tahu darimana kalau aku itu suka menyendiri?”


“Ya itu sangat terlihat jelas saat pertama kali aku melihat kamu disini, dan tatapan matamu itu seperti tatapan milikku, penuh dengan kekosongan karena sudah terbiasa menyendiri”


“Ya benar sekali apa yang dikatakan olehmu Feran”


“Lantas apa yang membuatmu menjadi penyendiri, padahal kan kamu itu bisa dibilang cewek yang paling sempurna dan pasti banyak orang yang ingin menjadi teman dekatmu”


“Jadi begini, karena aku selalu dianggap cewek paling sempurna oleh orang-orang disekitarku, itu malah membuat para cewek disekitarku menjadi iri padaku, dan hal itu membuatku sulit untuk berteman dengan cewek manapun”


“Jadi begitu ya? Aku baru sadar ternyata kesempurnaan yang dimiliki olehmu malah membuatmu dibenci oleh orang-orang disekitarmu”


“Ya begitulah, tetapi aku sudah terbiasa dengan hal itu”


“Haha begituh ya, jadi pada intinya kita itu sama-sama dijauhi oleh orang-orang disekitar, aku dijauhi karena keanehanku dan kamu dijauhi karena kesempurnaanmu”


“Benar sekali, meskipun terdengar aneh tetapi memang itulah realita yang ada”


“Pasti banyak cowok-cowok yang naksir kamu ya Arimby?”


“Ya begitulah, hampir setiap hari aku mendapatkan surat cinta dari laki-laki, dan hal itu membuat cewek-cewek di kelasku menjadi iri kepadaku”


“Hehe begituh ya, pasti kamu sangat risih dengan hal itu ya?”


“Ya aku sangat risih, dan aku langsung membuang semua surat cinta yang aku dapatkan ke tong sampah”


“Haha keputusan yang bagus, aku juga mungkin akan melakukan hal yang sama jika aku menjadi dirimu”


“Syukurlah kamu mengerti dengan keadaanku Feran”


“Ya aku sangat paham dengan keadaanmu yang tersiksa dengan kelebihanmu ini yang membuat orang-orang disekitarmu jadi iri kepadamu”


“Ya benar sekali, aku sangat tersiksa dengan hal ini, menurutmu aku harus gimana Feran?”


“Ya menurutku, kamu tak perlu melakukan apa-apa, cukup syukuri sajah dengan yang kamu miliki dan jangan dengarkan omongan orang lain yang membuat hidupmu jadi menderita”


“Aku sudah mencobanya, tapi tetap sajah aku selalu kepikiran dengan orang-orang yang selalu iri kepadaku, padahal kan aku tidak bermaksud untuk membuat mereka iri kepadaku”


“Ya aku paham maksudmu, pasti sulit ya untuk tidak memperdulikan orang-orang itu”


“Ya benar sekali Feran, tapi kamu kok bisa tidak peduli dengan perkataan orang lain yang menyebutmu aneh? Apa kamu gak sakit hati mendengar omongan mereka?”


“Sejujurnya aku merasa kesal dan sakit hati saat mereka menyebutku aneh, tetapi aku membulatkan tekad untuk tidak memperdulikan omongan mereka dan akan terus hidup sesuai dengan gayaku”


“Jujur aku gak bisa sekuat kamu Feran”


“Kamu gak perlu menjadi kuat, kamu cuma perlu ingat satu hal, sebanyak-banyaknya kita melakukan kebaikan pada orang lain, jika kita pernah melakukan satu kali kesalahan, maka kesalahan itu yang akan selalu diingat, jadi pada intinya sia-sia sajah jika kita ingin selalu terlihat baik dimata banyak orang, karena tetap sajah mereka akan menemukan kejelekan kita walau sekecil apapun”

__ADS_1


“Wah kata-katamu sungguh bijak sekali ya, makasih Feran udah mau mengerti dengan keadaanku dan udah memberi nasihat untukku, aku bersyukur sekali bisa mengenalmu, setelah mendengar perkataanmu tadi aku menjadi tersadar apa yang aku khawatirkan ini ternyata sia-sia, aku akan mencoba untuk percaya diri dan tidak akan memperdulikan perkataan orang lain lagi, makasih ya Feran”


“Sebenarnya kamu tak perlu berterimakasih, aku hanyak menceritakan pengalaman hidupku sajah, anggap sajah hanya sekedar berbagi pengalaman”


__ADS_2