
Beberapa saat kemudian akjhirnya tibalah jam istirahat, dan aku memutuskan untuk berdiam diri saja di kelas karena aku sedang malas kemana-kemana.
Kemudian saat aku sedang duduk sendirian di kursiku, tiba-tiba si ketua kelas 1F yang bernama Lisa datang menhampiriku.
“Eh Devan kamu sendirian ajah?” tanya si ketua kelas itu.
“Ya aku memang selalu sendirian, kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu Lisa?” tanyaku dengan heran.
“Kamu kenapa sih selalu sendirian Devan? aku heran sama kamu” tanya Lisa dengan heran.
“Aku selalu ingin sendirian karena itu adalah prinsip hidupku, dan tolong kamu jangan ganggu aku lagi kalau hanya sekedar untuk basa basi” ucapku.
“Wah baru kali ini aku di usir oleh seorang cowok, padahal biasanya banyak cowok yang selalu ngejar-ngejar aku, harusnya kamu merasa beruntung saat aku mencoba mendekatimu” ucap Lisa.
“Maaf aku bukan seperti cowok yang lainnya, dan aku juga tidak tertarik denganmu walau memang kamu itu cantik” ucapku.
“Kenapa sih kamu gak suka aku mendekatimu Devan? padahal kan aku ingin menjadi temanmu saja” ucap Lisa.
“Apa kamu yakin ingin berteman dengan orang sepertiku? bukannya aku itu seperti orang yang aneh ya di matamu?” tanyaku dengan kesal.
“Ya pada awalnya kamu memang seperti orang yang aneh, dan sampai ini aku juga masih menganggapmu orang aneh” ucap Lisa.
“Lalu kenapa kamu terus mendekatiku kalau kamu sudah tau kalau aku adalah orang yang aneh?” tanyaku dengan kesal.
“Karena aku belum pernah dekat dengan orang aneh, makannya aku ingin sekali dekat denganmu Devan” ucap Lisa.
“Maaf aku gak bisa dekat denganmu kalau kamu hanya sekedar penasaran saja denganku, karena aku bukanlah orang yang bisa semudah itu dekat dengan seseorang” ucapku.
“Wah kamu ternyata sulit sekali untuk di dekati ya? baiklah aku menjadi semakin tertarik kepadamu Devan” ucap Lisa.
__ADS_1
“Tolong jangan tertarik kepadaku, karena aku tau kamu cuma ingin mempermainkanku saja” ucapku.
“Hey kamu kenapa sih sulit di dekati? apa kamu membenciku?” tanya Lisa.
“Ya aku membencimu Lisa, jadi jangan pernah dekati aku lagi” ucapku dengan kesal.
Lalu Lisa langsung pergi meninggalkanku dengan wajah yang kesal, dan aku akhirnya merasa lega ketika Lisa telah menjauhiku.
Tetapi entah kenapa aku merasa bersalah kepada Lisa yang mengatakan kalau aku membenci Lisa, pasti saat ini Lisa membenciku karena perkataanku tadi, tetapi aku memutuskan untuk membiarkan Lisa seperti itu agar dia tidak mengganggu hidupku lagi.
Beberapa saat kemudian akhirnya jam istirahat telah usai, dan semua murid di kelasku sudah berada masuk ke kelas 1F ini dan duduk di kursinya masing-masing.
Kemudian tiba-tiba datanglah seorang guru yang mengajar di kelasku ini, suasana di kelasku ini menjadi hening ketika guru itu mulai mengajar.
Beberapa jam berlalu dan akhirnya jam pulang sekolah telah tiba, dan murid-murid di kelasku ini sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumahnya masing-masing.
Kemudian aku langsung memutuskan untuk pergi ke ruang eskul konsultan untuk menenangkan diriku disana, karena disana adalah ruangan favoritku setelah kamar tidurku.
Aku langsung tau kalau saat ini pasti Lisa sedang marah kepadaku, dan mungkin aku merasa tidak apa-apa ketika Lisa marah kepadaku, dan aku juga merasa risih ketika Lisa selalu mendekatiku, sehingga dengan cara membuatnya marah pasti aku tidak akan risih lagi oleh kehadiran Lisa.
Kini Lisa telah menjadi ketua OSIS, dan sebenarnya akulah yang meminta dia menjadi ketua OSIS, dan sebelumnya aku sudah berjanji kepada Lisa kalau aku akan membantu pekerjaan OSIS nya jika ada masalah, tetapi untuk saat ini sepertinya Lisa tidak akan meminta bantuanku lagi karena saat ini Lisa sedang marah kepadaku.
Ketika ada satu orang cewek marah kepadaku, pasti hal itu tidak akan berpengaruh di dalam hidupku, karena aku sudah lama terbiasa menyendiri, dan punya teman atau punya musuh sekalipun tidak akan mempengaruhi kehidupanku.
Kini aku telah sampai di ruang eskul konsultan, dan ternyata ruangan ini masih sepi seperti biasanya, dan juga Eli belum datang di ruangan ini.
Aku berpikir mungkin saja Eli masih berada di kelasnya atau sedang ada urusan lain dulu, sehingga dia tidak bisa langsung datang ke ruangan ini.
Aku memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan Eli yang belum datang ke ruangan ini, dan aku memutuskan untuk membaca novelku yang bergenre fantasi saja di ruangan ini.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian ketika aku sedang membaca novel di ruangan ini, tiba-tiba Eli datang ke ruangan ini dengan wajah yang murung.
“Eh Eli kamu kenapa murung?” tanyaku dengan heran.
“Sepertinya eskul ini akan segera di bubarkan, karena aku di minta oleh Ayahku untuk bergabung menjadi OSIS waktu barusan” ucap Eli.
“Eh kenapa tiba-tiba Ayahmu meminta kamu menjadi OSIS?” tanyaku dengan heran.
“Aku juga kurang tau, tapi sepertinya Ayahku di bujuk oleh Kak Utari dan Lisa untuk mengajakku ke dalam struktur OSIS, dan akhirnya aku terpaksa mengikuti keinginan Ayahku yang menginginkan aku menjadi OSIS juga” ucap Eli.
“Oh begituh ya, kalau eskul ini di bubarkan, baiklah tak masalah buatku jika harus di bubarkan” ucapku.
“Oh syukurlah, aku pikir kamu akan marah” ucap Eli.
“Aku tak mungkin marah soal itu, lagian dengan kemampuanmu yang hebat itu akan lebih bermanfaat untuk OSIS dan untuk sekolah ini juga” ucapku.
“Terimakasih ya Devan telah mendukungku” ucap Eli.
Kemudian Eli langsung pergi meninggalkan ruangan ini, dan sepertinya Eli akan pergi menuju ruang OSIS untuk ikut rapat OSIS.
Ya menurutku dengan kemampuan yang Eli miliki, pasti dia bisa sangat membantu OSIS, sehingga pasti OSIS bisa berjalan dengan baik.
Dengan bubarnya eskul konsultan ini, akan membuatku menjadi tak memiliki eskul lagi, dan sepertinya ruangan ini akan selalu sepi tanpa kehadiranku dan juga Eli.
Entah apa yang di lakukan dengan ruangan ini jika eskul konsultan di bubarkan, apakah ruangan ini akan selalu sepi atau akan di gunakan untuk keperluan lain.
Kemudian aku memutuskan untuk terus duduk di ruangan ini sambil membaca novel, dan mungkin saja aku akan menjadi penghuni ruangan ini agar ruangan ini tidak selalu sepi.
Aku sedikit sedih dengan bubarnya eskul konsultan, dan walaupun aku hanya sebentar saja di eskul ini, tetapi entah kenapa rasanya seperti waktu yang sangat berharga saat aku berada di eskul ini.
__ADS_1
Mungkin penyebab waktu itu bisa berharga mungkin karena aku selalu bersama Eli di ruangan ini, dan Eli adalah orang yang memiliki pemikiran yang sama denganku, yaitu benci dengan lingkungan pertemanan yang luas.