
Di sore hari ini, ada perempuan cantik yang sedang bersedih di tepi pantai ini, perempuan itu bernama Livy.
Livy adalah gadis cantik berusia 22 tahun yang saat ini berpropesi sebagai selegram, dia sedang bersedih di tepi pantai karena mantan kekasihnya telah meninggal dunia, dia pergi ke pantai ini sendirian karena disini banyak kenangan indah bersama mantan kekasihnya itu.
Air mata Livy terus keluar sambil melihat ombak di tepi pantai ini, dan saat air matanya keluar, dia langsung menghapus air matanya itu menggunakan sapu tangannya.
Saat Livy sedang menghapus air matanya dengan sapu tangannya, tiba-tiba angin berhembus kencang yang mengakibatkan sapu tangan Livy terhempas dari tangannya dan terjatuh.
Sapu tangan Livy terjatuh di dekat seorang laki-laki asing yang tak di kenalnya, laki-laki asing itu bernama Rizan.
Rizan adalah seroang laki-laki yang memiliki wajah tampan berusia 26 tahun, dan dia juga berpropesi sebagai pengusaha muda dan sukses, kebetulan juga saat ini dia sedang berada di pantai sendirian juga sama seperti Livy.
Rizan langsung mengambil sapu tangan Livy yang terjatuh di dekatnya itu, lalu Rizan langsung berjalan ke arah Livy untuk memberikan sapu tangannya itu.
“Ini sapu tangan milikmu ya?” tanya Rizan pada Livy sambil memberikan sapu tangan.
“Oh iya terimakasih ya” jawab Livy sambil menerima sapu tangan dari Rizan.
Saat Rizan memberikan sapu tangan pada Livy, dia langsung tau kalau saat ini Livy sedang bersedih karena tergambarkan saat menatap matanya, kemudian Rizan langsung memutuskan untuk pergi meninggalkan Livy karena dia tak ingin menganggu wanita yang sedang bersedih itu.
Livy yang melihat Rizan yang meninggalkan Livy tanpa basa basi langsung merasa heran, karena biasanya seorang laki-laki yang pertama kali bertemu dengan Livy pasti akan mengajaknya berkenalan dan selalu mengajaknya bicara.
Livy berpikir mungkin Rizan tidak tertarik kepada Livy sehingga Rizan memutuskan untuk langsung pergi meninggalkan Livy setelah memberikan sapu tangan yang terjatuh itu, dan Livy juga berpikir mungkin Rizan sudah memiliki seorang kekasih sehingga dia tak ingin mengajak Livy berkenalan.
Kemudian Livy memutuskan untuk pergi dari pantai ini karena langit sudah semakin gelap, dia berencana untuk pergi ke sebuah cafe di dekat pantai sebelum pulang ke apartemennya.
Saat sedang berjalan menuju cafe, Livy terpikirkan laki-laki yang langsung pergi meninggalkan Livy saat setelah memberikan sapu tangan yang terjatuh, laki-laki itu memiliki wajah yang tampan, dan mungkin saja Livy akan terbuka pada laki-laki itu jika laki-laki itu mau mengajak Livy berkenalan.
Akhirnya Livy telah sampai di sebuah cafe dan dia langsung kaget karena melihat ada laki-laki yang baru di temuinya di pantai waktu tadi berada disini juga, Livy melihat Rizan sedang duduk sendirian di cafe ini.
Livy memutuskan untuk menghampiri Rizan yang sedang duduk sendirian di cafe ini, karena memang Livy masih penasaran dengan Rizan itu laki-laki yang seperti apa.
“Eh kamu disini juga?” tanya Livy saat sudah berada di dekat Rizan.
__ADS_1
“Eh kamu perempuan yang waktu di pantai tadi ya?” tanya balik Rizan.
“Iya betul sekali, perkenalkan aku Livy” jawab Livy.
“Oh namamu Livy, kalau namaku Rizan” ucap Rizan.
“Oh namamu Rizan ya, kamu sendirian ajah?” tanya Livy.
“Iyah aku sedang sendirian” jawab Rizan.
“Oh begituh, kalau tak keberatan boleh aku duduk disini juga?” tanya Livy.
“Oh tentu saja boleh” ucap Rizan.
Kemudian Livy langsung duduk di sebuah kursi yang berhadapan dengan Rizan. kemudian Rizan memanggil pelayan dan memesan jus jeruk dua gelas.
“Eh kenapa kamu pesan minuman dua gelas? apa kamu sedang haus?” tanya Livy dengan heran.
“Eh begituh ya, termakasih ya” ucap Livy.
“Iyah sama-sama” jawab Rizan.
Beberapa saat kemudian pelayan datang dan membawa jus jeruk dua gelas yang di pesan oleh Rizan waktu tadi, pelayan itu langsung menaruh minuman itu di atas meja.
Kemudian Rizan dan Livy langsung meminum jus jeruk itu secara perlahan, sesekali mereka saling memandang satu sama lain, Rizan suka dengan kecantikan Livy, dan Livy juga suka dengan ketampanan Rizan.
“Aku ingin bertanya boleh? tapi jika kamu tak ingin menjawab pertanyaanku juga taka pa-apa” ucap Rizan.
“Eh memang kamu ingin bertanya apa?” tanya Livy dengan heran.
“Tadi aku tak sengaja melihat kamu sedang sendirian di tepi pantai sambil bersedih, kalau boleh tau alasan kamu bersedih kenapa?” tanya Rizan.
“Em baiklah sebaiknya aku jujur saja, karena mungkin akan membuatku sedikit lega, alesan aku bersedih karena aku mantan kekasihku telah meninggal dunia, dan di pantai itu banyak sekali kenangan indah bersamanya” jawab Livy.
__ADS_1
“Oh begituh ya, maaf aku bertanya seperti itu, pasti aku telah membuatmu terusik ya karena aku ingin tau masalah pribadimu” ucap Rizan.
“Tidak juga kok, lagian saat aku menceritakan kisah sedihku kepadamu membuatku jadi sedikit tenang” ucap Livy.
“Oh syukurlah kalau begituh, semoga mantan kekasih yang telah meninggal itu telah tenang di surga ya” ucap Rizan.
“Iyah terimakasih ya Rizan” ucap Livy.
“Eh Livy kalau tak keberatan bolehkan aku meminta nomor HP mu?” tanya Rizan.
“Oh kamu ingin minta nomor HP ku? iyah boleh sih tapi jangan sampai kamu menyebarkan nomor HP ku ke orang lain ya” jawab Livy.
“Okey deh terimakasih, tenang saja aku tak akan menyebarkan nomor HP mu” ucap Rizan.
Kemudian mereka saling bertukar nomor HP, setelah itu Livy memutuskan untuk pulang.
“Eh aku pulang duluan ya, terimakasih untuk traktirannya” ucap Livy.
“Iyah sama-sama, emang kamu pulang menggunakan apa?” tanya Rizan.
“Paling aku pakai jasa ojol untuk pulang” ucap Livy.
“Oh begituh, kalau tak keberatan kamu pulang bareng ajah denganku menggunakan mobilku, karena kebetulan juga saat ini aku mau pulang” ucap Rizan.
“Eh jarak tempat tinggalku lumayan jauh, dan aku takut malah merepotkanmu” ucap Livy.
“Tenang ajah tak masalah, anggap ajah ini sebagai hadiah untukmu karena kamu telah mau menemaniku di cafe ini” ucap Rizan.
“Eh begituh ya, baiklah kalau begituh” ucap Livy.
Akhirnya mereka pergi ke tempat parkir untuk mengambil mobil milik Rizan, setelah sampai parkiran, Rizan dan Livy langsung memasuki mobil dan Rizan langsung melajukan mobilnya ke arah sebuah apartemen yang menjadi tempat tinggal Livy.
Livy biasanya langsung menolak laki-laki yang ingin mengantarnya pulang, apalagi laki-laki yang baru di temui, tapi entah kenapa Livy mau menerima ajakan Rizan yang ingin mengantarnya pulang.
__ADS_1