
Saat Felix sedang melakukan perjalanan pulang menuju rumahnya dengan sepeda motor matic nya, Felix mendapat telepon dari Devan.
“Halo Devan ada apa?” tanya Felix ketika dia mengangkat telepon dari Devan.
“Lu lagi sibuk gak Felix? ada hal penting yang harus gue kasih tau, ini tentang Naga Hitam” ucap Devan.
“Emang ada hal penting apa yang mau lu omongin Devan?” tanya Felix dengan heran.
“Lu masih inget sama gangster Laskar Petir gak Devan?” tanya Devan.
“Ya gue inget, emang ada masalah apa? apa mereka cari masalah sama kita?” tanya Felix.
“Ya mereka ingin merebut sebagian wilayah kekuasaan Naga Hitam” ucap Devan.
Laskar Petir adalah salah satu gangster kuat yang sama kuatnya seperti Naga Hitam, tetapi gangster Laskar Petir sangat berbanding terbalik dengan Naga Hitam, Laskar Petir dikenal suka melakukan keonaran dan pemalakan di wilayah kekuasaannya, dan bisa dibilang gangster itu adalah musuh bebuyutan Naga Hitam.
“Wah gitu ya, lalu gimana rencana kita buat hadapin mereka?” tanya Felix.
“Gue dapat pesan langsung dari pemimpin mereka yang bernama Alex, dia berkata jika kita tak ingin menyerahkan wilayah kekuasaan kita, maka mereka akan mengajak berperang nanti malem” ucap Devan.
Alex adalah pemimpin gangster Laskar Petir, dia dikenal sangat kuat dan suka melakukan hal semena-mena di wilayah kekuasaanya, dan Felix pernah mendengar kabar bahwa Alex adalah anak dari salah satu penjabat di kota ini, sehingga dia bisa mendapatkan perlindungan hukum ketika dia dituntut atas perbuatan onarnya.
__ADS_1
“Okey nanti gue langsung ke markas besar secepatnya” ucap Felix.
Setelah itu Felix langsung menutup teleponnya dan melanjutkan perjalanannya ke rumahnya, 20 menit berlalu dan Felix akhirnya sampai di rumahnya, dia langsung makan dengan cepat, setelah itu dia langsung mandi dengan cepat juga, setelah selesai mandi dia langsung bersiap-siap pergi ke markas besar Naga Hitam mengenakan jaket hitam sebagai ciri khas anggota Naga Hitam.
Sebelum berangkat menuju markas besar, Felix menelepom Clara terlebih dahulu karena ada urusan penting yang ingin dibicarakan padanya.
“Halo Felix ada apa?” tanya Clara saat mengangkat telepon dari Felix.
“Gue cuma mau ngasih tau, gue besok pagi kayaknya ga bisa jemput lu Clara, karena malam ini gue ada urusan mendadak dan takutnya besok gue gak sekolah” ucap Felix.
Felix sengaja berbicara seperti itu kepada Clara karena takutnya besok Felix tidak bisa sekolah karena malam ini akan bertarung melawan gangster Laskar Petir, dan agar tidak membuat Clara menunggu untuk dijemput juga jika akhirnya besok Felix tidak bisa bersekolah.
“Hah emang ada urusan apa lu Felix? kok besok lu gak sekolah?” tanya Clara dengan heran.
Felix terpaksa berbohong seperti itu agar Clara bisa menerima alasan Felix, karena jika Felix jujur malam ini akan berperang melawan gangster Laskar Petir, maka kemungkinan akan membuat Clara membenci Felix.
“Oh gituh, okey deh semoga cepat sembuh ya buat sodaramu Felix” ucap Clara.
Setelah itu Felix langsung mematikan teleponnya dan langsung berangkat menuju markas besar Naga Hitam, 30 menit berlalu dan Felix akhirnya bisa sampai disana, ternyata disana sudah banyak anggota Naga Hitam yang berkumpul, kadatangan Felix disambut meriah oleh anggota yang lain karena memang Felix dikenal memiliki kekuatan bertarung yang luar biasa walaupun masih kelas 2 SMA.
Felix melihat Arnold juga yang hadir disini juga, Arnold adalah lawan Felix waktu siang tadi yang berhasil dibuat babak belur oleh Felix.
__ADS_1
“Hey lu datang juga kesini Arnold? gue kira lu gak bakal datang gara-gara lu udah babak belur sama gue waktu siang tadi” ucap Felix kepada Arnold.
“Hehe iya gue sebenarnya gak akan datang, tapi setelah dipikir-pikir lagi gue mendingan datang aja, soalnya kita udah lama gak berperang dengan gangster lain, jadi gue ingin ngerasain lagi keseruan itu” ucap Arnold.
“Dasar bego! kita disini bukan untuk bersenang-senang! tapi untuk melindungin wilayah kekuasaan Naga Hitam! kalau lu masih berpikir bahwa berperang itu menyenangkan! lebih baik lu keluar dari Naga Hitam dan gabung ke gangster lain saja!” ucap Felix dengan kesal.
“Hehe sori Felix gue salah ngomong, gua udah nyaman disini karena gangster ini merupakan gangster yang sangat kuat, baik dan tidak melakukan keonaran seperti gangster yang lain” ucap Arnold.
“Ya sudah lu harus inget baik-baik tentang hal itu ya Arnold, dan juga jangan terlalu maksain buat bertarung, karena lu itu masih lemah jika harus bertarung melawan para gangster” ucap Felix.
“Okey siap Felix, gue akui memang gue ini masih lemah dan hanya unggul bertarung melawan sesama murid SMA saja, tapi gue akan berjuang terus agar jadi kuat dan bisa mengalahkan lu Felix” ucap Arnold.
“Ya mungkin lu butuh latihan 1000 tahun lagi untuk ngalahin gue Arnold” ucap Felix dan langsung meninggalkan Arnold setelah berbincang singkat seperti itu.
Di sisi lain, Clara sedang sendirian di kamarnya, dia kebingungan dengan alesan Felix yang tidak bisa menjemputnya besok pagi nanti. Clara bertanya-tanya dalam hati.
“Kenapa ya Felix gak bisa jemput gue? apa benar ya alesannya karena sodaranya sakit? tapi kok sepertinya ada yang disembunyikan dari si Felix? apa jangan-jangan Felix gak suka sama gue jadinya dia gak mau jemput gue lagi? apa jangan-jangan dia benci gue gara-gara dia gak suka cara mengajar gue yang bikin dia cape? apa jangan-jangan dia udah punya pacar jadinya dia gak mua jemput gue lagi?”
Banyak pertanyaan yang bermunculan dipikiran Clara saat ini tentang kecurigaannya terhadap Felix.
“Eh kenapa gue malah curiga ke si Felix ya? dia kan bukan siapa-siapanya gue, kenapa gue cemburu ya kalau si Felix tiba-tiba punya cewek? eh apa gue suka sama dia ya? masa sih gue suka sama si Felix? tapi emang benar sih gue suka sama si Felix karena dia udah bikin hidup gue nyaman di sekolah, tapi kenapa gue tiba-tiba ngerasa pengen deket terus sama si Felix ya? kan gue itu paling susah dekat sama cowok, dan gue juga paling benci sama cowok berandalan, tapi kok gue malah suka sama si Felix ya? padahal kan dia anak gangster dan pastinya anak berandalan” ucap Clara dalam hati dengan berbagai keresahan dan kebingungannya.
__ADS_1
Malam ini akhirnya Clara kesulitan untuk tidur karena dipikirannya sedang bermunculan pertanyaan-pertanyaan dan banyaknya keresahan terhadap Felix, mungkin ini adalah kali pertama Clara yang meresahkan seorang cowok, dan mungkin saja Clara sedang merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya.
Di sisi lain Felix bersama anggota Naga Hitam yang di pimpin oleh Devan sedang berangkat menuju titik tempur antara Naga Hitam dan Laskar Petir dengan sepeda motornya masing-masing, titik tempur itu berupa lahan kosong yang jauh dari wilayah penduduk, tempat itu biasa digunakan untuk arena berperang antar gangster-gangster, ada juga gangster dari kelompok lain yang ikut hadir untuk menyaksikan pertarungan itu, dan lahan kosong yang digunakan untuk arena petarungan itu dinamakan “Arena Kematian”.