
Hari sudah semakin malam dan Felix memutuskan untuk pulang duluan karena besok harus sekolah.
“Devan gue pulang duluan ya, soalnya gue besok harus sekolah” ucap Felix.
“Okey deh Felix lu boleh pulang duluan, nih bayaran buat lu” ucap Devan sambil memberikan uang pada Felix.
“Terimakasih Devan, ya udah gue pulang duluan” ucap Felix.
Setelah menerima bayaran dari Devan, Felix langsung pulang ke rumahnya dengan sepeda motor matic nya, setelah pulang ke rumahnya, Felix berencana akan memberikan sebagian uamgnya pada Ibunya.
Akhirnya Felix sampai ke rumahnya, dan setelah masuk ke rumahnya, Felix melihat Ibunya sedang menonton TV, Felix langsung salam kepada Ibunya dan memberikan uang, setelah itu Felix langsung pergi ke kamarnya karena sudah merasa ngantuk.
Saat Felix sudah sampai kamarnya, Felix langsung mebereskan tempat tidurnya karena tempat tidurnya berantakan, setelah itu Felix langsung tertidur lelap karena memang sudah sangat ngantuk.
Pagi hari telah tiba dan kini Felix sudah bangun dari tidurnya, Felix langsung mandi dan sarapan dengan cepat karena saat ini dia harus segera menjemput Clara sebelum pergi ke sekolah, setelah mandi, sarapan dan memakai seragam sekolah, Felix langsung berangkat menuju rumah Clara dengan motornya.
Dalam perjalanan menuju rumah Clara, Felix merasa bahagia sekali karena saat ini dia akan pergi ke sekolah dengan wanita yang disayanginya, begitu juga dengan Clara, Clara senang karena saat ini dia dijemput oleh laki-laki yang disukainya dan menjadi pelindungnya di sekolah.
Akhirnya Felix sampai di rumah Clara dan melihat Clara sedang menunggu di depan ruamhnya, Clara langsung menghampiri Felix dengan tergesa-gesa.
“Ayok Felix cepat berangkat” ucap Clara setelah menaiki motor Felix.
“Kenapa lu buru-buru? jam masuk sekolah kan masih lama” ucap Felix sambil melajukan motornya.
“Gue soalnya bilang sama Ibu gue kalau gue berangkat sekolah bareng Lisa, dan gue takut Ibu gue tau kalau gue berangkat sekolah bareng lu” ucap Clara.
“Oh gituh ya, okey deh gue paham, memang Ibu lu ngelarang gue buat jemput lu ya?” tanya Felix.
“Ibu gue gak pernah bilang gitu sih, cuma waktu gue bicarain lu pas lagi ngobrol sama Ibu gue, Ibu gue seperti tidak suka dan langsung mengabaikan gue” ucap Clara.
“Oh begitu ya, gue sebenarnya gak ingin hubungan kita seperti ini terus yang harus sembunyi-sembunyi dari Ibu lu” ucap Felix.
__ADS_1
“Gue juga pengennya gitu, tapi gue bingung harus berbuat apa” ucap Clara.
“Ya sudah pulang sekolah nanti gue mau bicara sama Ibu lu” ucap Felix.
“Eh serius lu Felix? emang mau bicara apa sama Ibu gue?” tanya Clara dengan heran.
“Gue mau bicara soal hubungan kita ke Ibu lu agar kita tak perlu sembunyi-sembunyi lagi” ucap Felix.
“Tapi lu yakin Felix mau bicara sama Ibu gue? gue malah takut Ibu gue akan marah sama lu” ucap Clara.
“Tenang saja Clara, gue akan buat Ibu lu marah, percaya sama gue ya” ucap Felix.
“Iyah Felix gue akan percaya sama lu” ucap Clara.
“Kalau Ibu lu udah gak khawatir lagi dengan kedekatan kita, lu harus janji bakal jawab pertanyaan gue yang meminta lu buat jadi pacar gue” ucap Felix.
“Ya Felix gue akan jawab pertanyaan itu dengan jujur dari hati terdalam gue” ucap Clara.
“Felix kenapa lu berusaha keras biar selalu dekat dengan gue? padahal gue cuma teman lu, dan gue juga belum jawab permintaan lu yang ingin gue jadi pacar lu” ucap Clara.
“Sebelum ada kehadiran lu, gue selalu sendirian dan hidup dengan kehampaan, tapi semenjak kehadiran lu dan lu mau nerima gue apa adanya, hidup gue jadi gak hampa lagi, dan lu juga orang yang membantu gue belajar, makannya lu adalah orang yang berarti bagi hidup gue” ucap Felix.
“Gue jadi terharu mendengarnya, terimakasih ya Felix udah ngomong gitu” ucap Clara.
Kemudian Felix dan Clara langsung masuk ke kelas, Felix langsung duduk di kursinya dan Clara juga duduk di kursinya, saat Clara sedang duduk, Lisa teman sebangkunya Clara berkata.
“Clara lu bareng lagi sama si Felix? lu udah pacaran sama dia ya?” tanya Lisa.
“Lu ngomong apa sih Lisa? gue sama Felix cuma teman saja” ucap Clara.
“Gue kira kalian udah pacaran, soalnya lu khawatir banget waktu kemarin yang bilang kalau Felix tiba-tiba menjauhi lu, karena kalau cuma sebatas teman saja, lu gak mungkin khawatir kayak gitu” ucap Lisa.
__ADS_1
“Sudah deh mending bahas yang lain aja” ucap Clara.
Clara memutuskan untuk menghentikan obrolan ini, karena Clara tak ingin Lisa tau kalau hubungan Clara dengan Felix tak direstui oleh Ibunya Clara.
Jam pelajaran telah dimulai dan seorang guru masuk ke kelas ini untuk mengajar, Clara selalu memperhatikan setiap guru yang mengajar di kelasnya dengan baik, karena Clara ingin menjaga nilainya agar bisa selalu rangking 1 dan mempertahankan beasiswanya.
Jam istirhat telah tiba, dan Clara berencana akan pergi ke kantin bersama Lisa, Clara juga melihat Felix yang tertidur di mejanya, Clara memutuskan untuk tidak menganggu tidur Felix karena Felix sangat terlihat lelah.
Clara pergi bersama Lisa ke kantin untuk jajan cemilan dan lainnya, saat perjalanan menuju kantin, Lisa berkata pada Clara.
“Clara lu sibuk gak pulang sekolah? kalau gak sibuk gue mau ngajak lu nonton, soalnya ada film baru di bioskop” ucap Lisa.
“Duh sori Lisa kayaknya gue gak bisa, sebenarnya gue ingin nonton bareng lu, tapi gue udah ada janji sama si Felix” ucap Clara.
“Akhir-akhir lu sibuk mulu sama si Felix, sampe gak ada waktu buat gue, tapi gak apa-apa deh” ucap Lisa.
“Maafin gue ya Lisa, gue janji kalau gue gak sibuk, gue bakal nonton sama lu” ucap Clara.
“Harusnya gue yang minta maaf karena gue udah ganggu lu yang mau PDKT sama si Felix” ucap Lisa.
“Lu ngomong apaan sih Lisa? suka ngaco kalau ngomong” ucap Clara dengan nada kesal.
“Udah ngaku ajah Clara, lu saat ini pasti lagi PDKT sama si Felix, jujur aja sama gue” ucap Lisa.
“Okey deh terserah lu Lisa, yang penting lu bahagia” ucap Clara dengan kesal.
Kemudian Lisa dan Clara melanjutkan langkah kakinya menuju kantin, mereka langsung membeli cemilan dan minuman, disana juga sudah ada beberapa cowok yang sedang nongkrong di kantin, para cowok itu sebelumnya selalu menggoda Clara, tetapi kali ini mereka tak berani menggoda Clara lagi dan hal itu membuat Lisa heran.
“Eh kenapa cowok-cowok itu diam saja ya? biasanya mereka selalu menggoda kita kalau kita berjalan melewati mereka” ucap Lisa.
“Mungkin karena gue dekat sama si Felix, makannya mereka gak berani lagi godain gue” ucap Clara.
__ADS_1
Sebenarnya cowok-cowok di sekolah ini tak berani lagi menggoda Clara karena sudah diancam oleh Rey, Rey adalah ketua geng di sekolah ini yang sudah berjanji pada Felix untuk membuat semua cowok di sekolah ini tidak ada yang berani menggoda Clara lagi.