
“Hey Alex gue pulung dulu ya” ucap Felix.
“Okey deh makasih ya, bengkel gue jadi terbantu gara-gara lu kerja disini” ucap Alex.
“Harusnya gue yang bilang terimakasih, karena lu udah izinin gue kerja disini” ucap Felix.
“Oh okey deh terserah lu Felix, oh iya nih bayaran buat lu” ucap Alex sambil memberikan sejumlah uang pada Felix.
“Oh makasih ya Alex, gue terima uangnya, ya udah besok sore gue kesini lagi ya” ucap Felix.
“Okey di tunggu ya Felix” ucap Alex.
Kemudian Felix langsung pergi dari bengkel Alex menuju ke arah rumahnya menggunakan sepeda motornya, dia sangat senang sekali karena bisa bekerja di bengkel Alex, sehingga dia tak perlu repot-repot lagi untuk mencari kerja.
Saat perjalanan pulang, Felix terpikirkan sesuatu, karena dia merasa ada satu hal yang harus di lakukan sebelum dia pulang, yaitu dia akan bertemu Devan si ketua gangster Naga Hitam untuk memberitahunya karena Felix saat ini belum bilang ke Devan kalau dia mau keluar dari Naga Hitam.
Kemudian Felix langsung menghentikan motornya dan mencoba menelepon Devan.
“Halo Felix ada apa?” tanya Devan kepada Felix saat mengangkat telepon.
“Lu ada dimana Devan sekarang?” tanya Felix.
“Gue lagi di markas besar, emang ada apa?” tanya Devan dengan heran.
“Ada sesuatu yang ingin gue bicarain” ucap Felix.
“Oh ya udah bicara di telepon ajah Felix” ucap Devan.
“Gue rasa bagusnya gue bicara langsung sama lu Devan” ucap Felix.
“Oh begituh, okey deh gue tunggu di markas ya, tapi jangan lewat sampe jam 10, soalnya gue dengan anggota lainnya mau mulai patroli jam 10 malam” ucap Devan.
__ADS_1
“Okey gue akan kesana segera” ucap Felix.
Kemudian Felix langsung menutup teleponnya dan langsung melajukan motornya ke arah markas besar Naga Hitam untuk bertemu Devan, dia sebenarnya agak bimbang untuk mengatakan kalau dia akan keluar dari Naga Hitam ke Devan, tetapi Felix harus tetap mengatakannya, karena Felix rasa sudah cukup memperjuangkan Naga Hitam, dan saat ini dia ingin memperjuangkan kekasihnya yang bernama Clara.
Felix melakukan perjalanan menuju markas besar Naga Hitam dengan jantung yang berdebar kencang, karena mungkin jika dia jadi keluar dari Naga Hitam, maka kehidupannyapun akan ikut berubah juga.
Entah apa yang akan Felix alami setelah keluar dari Naga Hitam, mungkin akan bernasib baik atau bernasib buruk setelah keluar dari Naga Hitam, tetapi mungkin ini adalah pilihan terbaiknya untuk menjaga hubungan dia dengan Clara agar selalu baik-baik saja.
Karena Felix tak ingin membuat Clara menangis lagi dengan berbagai masalah yang datang jika Felix masih menjadi anggota gangster, Felix berharap kalau keputusan yang di ambil ini adalah keputusan yang tepat bagi hidupnya.
Walaupun Naga Hitam itu adalah bukan gangster jahat, tetapi di mata masyarakat umum selalu memandang kalau Naga Hitam adalah sebuah gangster yang menyeramkan dan jahat, tetapi itu hanyalah rumor yang beredar di tengah masyarakat, tetapi memang rumor itu tidak bisa di salahkan karena memang sejak dulu sebuah gangster selalu bikin onar dan kekacauan.
Akhirnya Felix telah sampai di markas besar Naga Hitam, dia langsung memarkirkan motornya dan langsung melangkahkan kakinya menuju Devan.
Kebetulan disitu ada Devan yang sedang duduk, dan sepertinya dia sudah menantikan kehadiran dari Felix dengan menunggu sambil duduk di sebuah kursi.
“Eh Devan gue ingin bicara hal penting sama lu” ucap Felix.
“Memang ada sedikit sangkut pautnya dengan Clara, tetapi bukan karena itu gue ingin bicara serius sama lu” ucap Felix.
“Oh begituh, ya sudah langsung ke intinya saja” ucap Devan.
“Sebenarnya gue udah lama mikirin tentang ini, kalau gue saat ini ingin memutuskan untuk keluar dari Naga Hitam” ucap Felix.
“Oh soal itu, iyah gue juga menduga kalau lu pasti bakal keluar dari Naga Hitam, kalau boleh tau alasan lu mau keluar karena apa? karena lu di suruh sama Ibunya Clara?” tanya Devan.
“Memang Ibunya Clara itu tidak menyukasi seorang gangster, tetapi bukan karena itu gue mau keluar dari Naga Hitam” ucap Felix.
“Lalu karena apa?” tanya Devan dengan penasaran.
“Alasan terkuat saat ini yang membuat gue ingin keluar dari Naga Hitam yaitu karena gue rasa udah cukup memperjuangkan Naga Hitam, karena saat ini Naga Hitam sudah menjadi gangster terkuat di kota ini, dan saat ini gue ingin memperjuangkan hubungan gue dengan Clara” ucap Felix.
__ADS_1
“Oh begituh, okey gue paham alasan lu yang ingin keluar dari Naga Hitam, dan menurut gue itu adalah pilihan yang tepat bagi lu Felix” ucap Devan.
“Terimakasih Devan, gue harap lu gak akan bermusuhan dengan gue karena gue udah keluar dari Naga Hitam” ucap Felix.
“Tenang saja Felix, gue gak akan memusuhi lu gara-gara keputusan lu ini, karena lu adalah teman gue dari kecil dan sudah banyak jasanya dalam memperbesar nama Naga Hitam” ucap Devan.
“Syukur kalau begitu, gue harap Naga Hitam akan selalu berjaya di kota ini” ucap Felix.
“Sebenarnya ada satu hal yang ingin gue kasih tau sama lu, ini tentang Naga Hitam” ucap Devan.
“Sesuatu apa itu Devan?” tanya Felix dengan penasaran.
“Semenjak bergabungnya Laskar Petir ke Naga Hitam, membuat Naga Hitam semakin banyak anggotanya dan semakin luas wilayah kekuasaannya, tetapi ada masalah besar dengan hal ini” ucap Devan.
“Masalah besar apa maksud lu Devan?” tanya Felix dengan penasaran.
“Banyak permasalahan yang bermunculan semenjak bergabungnya Laskar Petir ke Naga Hitam, tetapi masalah terbesarnya yaitu timbulnya perpecehan di dalam Naga Hitam” ucap Devan.
“Oh begitu ya, lalu apa rencana yang lu lakuin buat mengatasai permasalahan ini?” tanya Felix.
“Sebenarnya gue bingung harus berbuat apa, tetapi gue mencoba mengatasi perpecehan itu dengan membagi Naga Hitam menjadi beberapa sektor, dan setiap sektor ada pemimpinnya masing-masing” ucap Devan.
“Oh begitu, apakah rencana pembegaian sektor itu sudah lu jalankan?” tanya Felix.
“Mungkin baru 10% saja berjalannya, tadinya gue ingin minta lu buat jadi pemimpin di salah satu sektor, tetapi karena lu udah mau keluar dari Naga Hitam jadinya gue gak bisa minta bantuan lu lagi” ucap Devan.
“Maafin gue ya Devan, gue keluar disaat Naga Hitam sedang mengalami permasalahan besar seperti ini” ucap Felix.
“Ya gak apa-apa Felix, lagian sekarang lu masih sekolah, dan sangat beresiko juga buat perjalanan sekolah lu jika lu jadi salah satu pemimpin salah satu sektor Naga Hitam”.
“Terimakasih Devan atas pengertian lu, dan gue janji akan datang membantu lu jika Naga Hitam sedang membutuhkan gue” ucap Felix.
__ADS_1