
Aku mulai berfikir sejenak kenapa pemilihan ketua OSIS dilakukan seperti ini, kemudian aku bertanya kepada Lisa.
“Eh Lisa menurutmu kenapa pemilihan ketua OSIS dilakukan seperti ini?”
“Aku kurang tahu sih, mungkin karena waktu yang sangat sedikit jadi terpaksa melakukan pemilihan Ketua OSIS seperti ini”
“Menurutku bukan karena itu”
“Lalu menurutmu gimana Dev?”
“Itu cuma alesan Kak Utari sajah sih menurutku, padahal kan pemilihan ketua OSIS cuma memakan waktu beberapa hari sajah, sedangkan ujian sekolah kelas 3 masih dilakukan 2 bulan lagi”
“Oh iya sih, ada benarnya juga perkataanmu tadi Dev, kamu ternyata hebat ya Dev bisa menyadari hal itu, aku bahkan sampai tak kepikiran”
Lisa memujiku dengan senyuman yang sangat manis karena aku dianggap mampu menyadari keanehan yang terjadi pada pemilihan Ketua OSIS kali ini, lalu aku berkata kepada Lisa.
“Ya karena aku sudah terbiasa menyendiri, jadi kebiasaanku ini hanya sebagai pengamat lingkungan sekitar saja, oleh karena itu aku jadi terlatih sangat peka dengan keadaan sekitar”
“Hehe gituh ya, aku salut pokonya dengan cara berfikir kamu Dev”
Lalu tiba-tiba Lisa mulai mendekatkan tubuhnya kepadaku dan berkata.
“Hey Dev, menurutmu aku cantik gak?”
Lisa bertanya seperti itu dengan nada yang sangat lembut sehingga membuatku menjadi tak karuan.
Kenapa Lisa melakukan hal ini padaku?
Apa dia benar-benar menyukaiku?
Apa mungkin cuma ingin menggodaku saja?
Aku sangat bingung dengan hal ini, aku juga bingung harus menjawab apa dengan pertanyaan Lisa barusan.
Jika aku jawab dia cantik maka berarti dia berhasil menggodaku dan dia menganggap bahwa aku berhasil terjebak oleh rayuannya.
Dan jika aku jawab dia tidak cantik pasti nantinya membuat Lisa sangat marah, sehingga bakal terjadi keributan yang tak berarti lagi seperti kemarin.
Jujur aku sangat bingung harus jawab apa, kemudian saat aku sedang berfikir, Lisa berkata.
“Eh kok malah bengong sih? Jawab dong Dev aku cantik apa engga?”
“Eh iya maaf”
Aku menjadi salah tingkah dibuatnya, karena baru kali ini aku ditanya seperti itu oleh seorang wanita.
__ADS_1
Saat aku kebingungan menjawab pertanyaan Lisa, untunglah Utari datang ke ruangan ini.
“Hayo kalian lagi ngapain dekat-dekatan?”
Lalu Lisa langsung menjauhkan tubuhnya dariku dan aku juga langsung menjauhi Lisa.
Aku sangat kaget dengan kedatangan Utari yang tiba-tiba datang, tetapi untunglah hal itu membuatku jadi tak perlu menjawab pertanyaan Lisa yang sangat membingungkan bagiku.
Lalu Lisa berkata kepada Utari.
“Eh gak lagi ngapa-ngapain Kak, ini kami lagi bikin pidato buat di ruang OSIS nanti”
“Oh gituh ya, ya sudah kamu udah siap belum Lisa?”
“Sudah sih Kak, tapi gimana ya? Aku masih ragu Kak buat jadi Ketua OSIS”
“Udah gak usah ragu, nanti kamu jadiin ajah si Eli jadi Wakil Ketua OSIS biar kamu terbantu, pasti dia mau kok, kan dia teman dekat kamu”
“Oh iya sih kalau ada Eli pasti aku jadi terbantu, soalnya dia kan anak yang pintar, mudah-mudahan dia mau diajak jadi Wakil Ketua OSIS”
“Iyah pasti dia mau kalau kamu yang mengajaknya, ya sudah yuk sekarang ke ruangan OSIS”
“Oh okey deh Kak”
Lalu kami bertiga langsung berjalan ke ruangan OSIS, saat sedang diperjalanan, aku bertanya kepada Utari.
“Oh iya mau nanya apa Dev?”
“Kenapa pemilihan Ketua OSIS dilakukan seperti ini? Biasanya kan dipilih berdasarkan suara dari seluruh siswa di sekolah”
“Kan sebelumnya aku sudah bilang, sebentar lagi kan kelas 3 mau ujian, jadi gak ada waktu lagi buat ngadain pemilihan Ketua OSIS yang seperti itu”
“Kan ujian kelas 3 masih 2 bulan lagi, sedangkan pemilihan Ketua OSIS paling hanya memerlukan waktu beberapa hari saja dan tidak akan memakan waktu berbulan-bulan”
“Hehe emang benar sih, ya sudah ternyata kamu sangat kritis sekali ya orangnya, baiklah akan aku beri tahu alesan, tapi janji ya jangan kasih tahu siapapun”
“Okey baiklah”
Lalu aku dan Lisa mulai mendengar jawaban dari Utari karena sangat penasaran.
“Sebenarnya ini juga permintaan dari pihak sekolah sih, karena takut kejadian seperti tahun kemarin terulang lagi”
Lalu Lisa berkata.
“Oh iya aku inget, aku pernah dengar dari kakak kelas katanya tahun kemarin terjadi kerusuhan ya saat pemilihan Ketua OSIS”
__ADS_1
“Ya benar sekali, ketika aku berhasil terpilih jadi Ketua OSIS, ada beberapa siswa yang tidak setuju dengan hasil pemilihan itu, dan kemudian siswa-siswa itu melakukan kerusuhan dan keonaran di sekolah ini sehingga merusak beberapa fasilitas sekolah”
Lalu aku menjadi mengerti dan paham betul dengan alesan pemilihan Ketua OSIS yang dilakukan seperti ini, tetapi tetap sajah ada sesuatu yang menjanggal dalam pikiranku, untuk memastikannya aku langsung berkata kepada Utari.
“Memang masuk akal sih jika pemilihan Ketua OSIS dilakukan seperti ini, tetapi apakah Kak Utari sudah yakin jika Lisa menjadi Ketua OSIS bakal tidak akan terjadi lagi keributan seperti tahun kemarin?”
“Ya aku juga gak menjamin sih, tetapi aku yakin tidak akan terjadi keributan besar seperti tahun kemarin, paling hanya muncul ujaran protes sajah dari beberapa siswa dengan keputusan yang seperti ini”
“Seharusnya orang-orang yang melakukan kerusuhan seperti itu dihukum mati”
Utari dan Lisa langsung terkejut dengan perkataanku, lalu Utari berkata.
“Wah kamu lucu juga ya bercandanya Devan”
“Tidak bercanda, aku serius, jika aku memiliki kuasa untuk itu, aku akan menghukum mati mereka”
“Eh begituh ya, kamu sadis juga ya ternyata”
Lalu Lisa memotong perkataan Utari.
“Eh Devan gak sadis kok orangnya, dia baik orangnya, benar kan Devan?”
Lalu aku menjawab.
“Orang jahat bisa terlihat baik jika kita melihatnya dari sisi tertentu”
Kemudian Utari tertawa mendengar perkataanku.
“Hahaha ternyata cara berfikirmu rumit juga ya Devan, tetapi aku percaya kalau kamu itu orang yang dapat dipercaya”
“Menurutku itu tidak rumit, aku hanya berbicara secara logis dengan realita yang ada saja”
“Oh ya aku paham maksudmu, dan aku pikir kamu bakal cocok jika menjadi anggota OSIS juga, karena kamu itu sangat kritis orangnya”
“Menurutku aku tidak cocok, mungkin aku hanya akan menghambat pekerjaan OSIS sajah karena sikapku yang seperti ini”
Lalu Lisa berkata kepadaku.
“Eh kamu kan udah janji bakal jadi anggota OSIS, pokoknya kamu harus mau dan gak boleh protes”
“Eh emm baik lah”
Aku terpaksa menyetujui permintaan Lisa karena jika aku menolaknya maka akan terjadi keributan yang tak berarti lagi.
Aku sebenarnya males jika harus menjadi anggota OSIS karena pasti aku akan disibukkan dengan berbagai macam kegiatan di sekolah.
__ADS_1
Baiklah mungkin sekarang bukanlah saat yang tepat untuk menolak ajakan Lisa, tetapi mungkin kedepannya aku akan memikirkan berbagai macam hal agar aku bisa keluar dari anggota OSIS.