
Felix memberikan alamat rumah Vina kepada Clara, setelah Clara berhasil mengetahui alamat rumah Vina, Clara langsung pergi ke rumah Vina menggunakan jasa ojol.
Setelah Clara pargi dari ruangan Felix yang sedang di rawat menuju ke rumah Vina, tiba-tiba ada perawat yang datang ke ruangan ini dan memperbolehkan Felix untuk pulang ke rumah karena kondisi tubuhnya sudah membaik.
Felix langsung menuju ruang kamar Devan dulu sebelum pulang ke rumahnya karena ingin melihat kondisi Devan dulu, saat Felix telah sampai di ruangan Devan, ternyata Devan sudah tida ada disana dan kata perawat yang disana Devan sudah keluar dari rumah sakit waktu pagi tadi.
Kemudian Felix menelepon Devan untuk mengetahui dia sedang berada dimana saat ini.
“Halo Devan lu ada dimana?” ucap Felix saat Devan mengangkat telepon dari Felix.
“Eh sori gue tadi gak ngabarin lu dulu kalau gue langsung pergi dari rumah sakit waktu pagi tadi setelah gue ke kamar lu saat melihat lu sedang di suapin oleh pacar lu” ucap Devan.
“Oh begituh, emang lu sekarang ada dimana saat ini?” tanya Felix.
“Gue ada di kantor polisi saat ini, sedang membuat laporan dan menyelesaikan masalah Naga Hitam sedikit demi sedikit” ucap Devan.
“Oh begituh, okey gue juga langsung ke kantor polisi ya” ucap Felix.
“Eh lu gak perlu kesini, sebaiknya lu langsung pergi ke markas besar Naga Hitam ajah, soalnya gue habis membuat laporan di kantor polisi, gue juga langsung pergi ke markas besar Naga Hitam bersama para petinggi Naga Hitam lainnya untuk mendiskusikan langkah Naga Hitam kedepannya mau bagaimana” ucap Devan.
“Oh okey deh gue akan langsung pergi ke markas Naga Hitam ajah kalau begituh” ucap Felix.
“Okey deh, eh motor lu ada di tempat parkir rumah sakit ya, tadi gue nyuruh orang buat nganterin motor lu ke parkiran rumah sakit, dan kuncinya ada di security” ucap Devan.
“Okey makasih Devan” ucap Felix dan langsung menutup teleponnya.
__ADS_1
Felix langsung pergi ke security untuk mengambil kunci motor, lalu setelah itu dia langsung pergi ke tempat parkir untuk mengambil motornya, setelah mengambil motornya, Felix langsung pergi menuju markas besar Naga Hitam dengan sepeda motor maticnya.
Dalam perjalanan menuju markas besar Naga Hitam, Felix masih merasakan pusing di kepalanya, mungkin karena kondisi tubuhnya saat ini belum sembuh total, tetapi Felix terus menahan rasa pusingnya itu dan terus melanjutkan perjalanannya menuju markas besar Naga Hitam menggunakan sepeda motor maticnya.
Akhirnya Felix sudah sampai di markas besar Naga Hitam, dan dia melihat disana sudah ada Devan dan para petinggi Naga Hitam lainnya yang sudah berkumpul disini.
“Wah akhirnya datang juga lu Felix” ucap Devan.
“Ya sori gue telat, soalnya gue gak bisa bawa motor gue dengan ngebut karena kepala gue masih pusing” ucap Felix.
“Okey gak apa-apa santai, kita juga disini baru juga sampai” ucap Devan.
Lalu setelah para petinggi Naga Hitam berkumpul semua disni, kemudian Devan memberi pengumuman kalau Naga Hitam sebaiknya di bubarkan saja, dan mungkin akan kembali hidup lagi setelah cap buruk masyarakat di kota ini terhadap Naga Hitam sudah menghilang.
Pada awalnya semua para petiggi Naga Hitam tidak setuju dengan keputusan Devan yang akan membubarkan Naga Hitam ini, tetapi akhirnya mereka semua bisa menerima keputusan Devan karena memang ini adalah keputusan terbaik bagi Naga Hitam.
Felix berjalan ke arah Devan yang sedang memasang wajah sedihnya.
“Hey Devan gue rasa keputusan lu membubarkan Naga Hitam adalah pilihan terbaik, dan gue salut sama lu karena lu adalah sosok pemimpim yang hebar karena berani mengambil keputusan yang besar ini” ucap Felix.
“Ya terimakasih Felix, ucapan lu sedikit bisa mengurangi rasa sedih gue” ucap Devan.
“Syukurlah kalau ucapan gue bisa sedikir mengurangi rasa sedih lu, lalu setelah ini kau mau melakukan apa?” tanya Felix.
“Sebenarnya pihak kepolisian mengajak gue untuk bekerja sebagai intel di kepolisian, ya mungkin gue akan mencoba pekerjaan itu” ucap Felix.
__ADS_1
“Ya gue rasa dengan kemampuan lu pasti bisa dengan mudah melakukan pekerjaan itu” ucap Felix.
“Terimakasih Felix, gue harap lu suatu bisa menjadi pemimpin Naga Hitam dan mengembalikan kejayaan Naga Hitam seperti dulu lagi” ucap Devan.
“Iya gue janji akan melaksanakan keinginan lu Devan” ucap Felix.
Setelah itu Felix langsung pergi dari markas besar Naga Hitam dan akan langsung pulang ke rumahnya, saat Felix akan mengambil motornya, tiba-tiba Alex datang kesini bersama para anggota gangster Laskar Petir.
“Woi Alex kenapa lu kesini?” tanya Felix dengan heran.
“Jadi Devan belum memberitahu lu ya? saat ini markas besar Naga Hitam akan di ambil alih oleh gangster Laskar Petir” ucap Alex.
“Eh bukannya lu udah pensiun jadi ketua gangster?” tanya Felix dengan heran.
“Ya pada awalnya gue berpikir akan pensiun, tetapi setelah mendengar kabar bahwa Naga Hitam akan di bubarkan, maka gue memutuskan untuk menjadi ketua gangster Laskar Petir lagi, dan gue jadi ketua gangster lagi karena ini permintaan dari anak buah gue” ucap Alex.
“Lalu setelah lu jadi ketua gangster lagi, apa lu akan membuat onar lagi seperti dulu saat lu jadi ketua gangster Laskar Petir?” tanya Felix.
“Tenang ajah Felix gue gak akan seperti dulu lagi, dan gue terpaksa jadi ketua gangster lagi agar para anak buah gue tidak melakukan kerusahan dan keonaran di kota ini lagi” ucap Alex.
Felix langsung menduga bahwa bergabungnya Laskar Petir ke Naga Hitam dan terjadi kerusuhan dimana-mana itu seperti sudah di rencanakan sebelumnya, tetapi Felix tidak akan memperkeruh keadaan ini.
“Kalau lu jadi ketua gangster lagi, lalu gimana nasib usaha bengkel lu?” tanya Felix.
“Bengkel gue sudah hancur oleh para anak buah gue yang menginginkan gue kembali lagi jadi ketua gangster lagi, kalau lu mau ambil bengkel itu juga boleh, atau lu mau bergabung menjadi anggota Laskar Petir juga boleh” ucap Alex.
__ADS_1
“Entahlah gue gak tau saat ini mau apa, lebih baik gue pergi ajah, tapi gue harap Laskar Petir bisa menjadi gangster baik seperti Naga Hitam” ucap Felix.