Felix Sang Naga Hitam

Felix Sang Naga Hitam
Bab 38 Keputusan Besar


__ADS_3

“Ya udah gue pulang dulu ya Devan” ucap Felix.


“Okey deh Felix, makasih ya udah pernah berjuang bersama gue buat ngebesarin nama Naga Hitam ini” ucap Devan.


“Ya sebenarnya gue juga masih ingin berada disini, tetapi karena kondisi saat ini yang mengharuskan gue harus meninggalkan Naga Hitam, tapi gue berjanji suatu saat akan kembali lagi ke Naga Hitam jika situasinya sudah memungkinkan lagi” ucap Felix.


“Okey di tunggu kehadiran lu lagi ya disini” ucap Devan.


“Ya Devan, dan semoga perpecahan di Naga Hitam bisa di selesaikan, gue percaya sama lu kalau lu pasti bisa menangani masalah ini, karena lu adalah pemimpin yang hebat yang pernah gue kenal” ucap Felix.


Setelah itu Felix langsung pergi meninggalkan markas Naga Hitam, sebenarnya Felix agak kecewa harus meninggalkan Naga Hitam, karena Naga Hitam adalah suatu hal yang sudah di perjuangkan sudah lama oleh Felix.


“Ternyata meninggalkan sesuatu yang udah gue perjuangin selama ini sangat sulit di lakukan. karena jujur gue ingin sekali masih berada di Naga Hitam dan membantu mengatasi perpecahan di Naga Hitam ini, semoga saja Naga Hitam bisa baik-baik saja setelah gue pergi” guman Felix dalam hati ketika melakukan perjalanan pulang menuju rumahnya menggunakan sepeda motornya.


Akhirnya Felix telah sampai di rumahnya, lalu Felix langsung menceritakan kejadian yang telah di alaminya selama seharian ini.


“Bu aku ingin bicara” ucap Felix pada Ibunya.


“Oh iya mau bicara apa Felix?” tanya Ibunya Felix.


“Sebenarnya hari ini aku sudah keluar dari Naga Hitam” ucap Felix.


“Oh begituh, jika itu sudah keputusan kamu, kamu harus yakin dengan keputusan itu dan jangan ada penyeselan ya” ucap Ibunya Felix.


“Iyah Bu, aku udah memikirkannya matang-matang sebelum aku memutuskan keluar dari Naga Hitam” ucap Felix.


“Lalu alasan kamu keluar dari Naga Hitam itu kenapa? apa terjadi sesuatu?” tanya Ibunya Felix.

__ADS_1


“Sebenarnya alasan yang kuat aku keluar dari Naga Hitam agar hubungan aku dan Clara bisa baik-baik saja, soalnya semenjak aku masih seorang gangster, selalu ajah ada masalah dalam hubungan kami, dan aku rasa udah cukup memperjuangkan Naga Hitam, dan yang ingiin aku perjuangkan saat ini yaitu hubungan aku dengan Clara” ucap Felix.


“Ibu salut padamu Felix, ternyata kamu bisa berpikir dewasa dan dapat mengambil keputusan yang besar, semoga kamu akan jadi orang hebat kalau sudah dewasa nanti dan akan menjadi anak kebanggaan Ibu” ucap Ibunya Felix.


“Makasih ya Bu, oh iya hari mulai saat ini aku bakal kerja di bengkel kakaknya Clara yang bernama Alex” ucap Felix.


“Eh kenapa kamu bekerja Felix? uang pensiuanan Ayahmu masih cukup untuk membiayai hidup kita dan sekolah kamu” ucap Ibunya Felix.


“Aku sengaja bekerja agar aku bisa mandiri dan tidak membebankan Ibu lagi, tolong perbolehkan aku bekerja ya Bu” ucap Felix.


“Ya udah Ibu izinkan, tapi kamu harus fokus salam sekolahmu ya Felix” ucap Ibunya Felix.


“Iyah tenang saja kalau masalah sekolah, pasti aku bisa atasi, karena setiap pulang sekolah aku belajar bersama di rumah Clara” ucap Felix.


“Oh begitu, Ibu senang mendengarnya, lalu jadwal kerjamu bagaimana?” tanya Ibunya Felix.


“Jadwal kerjaku mulai dari sore hingga jam 8 malam, jadi mungkin aku akan pulang ke rumah selalu malam Bu” ucap Felix.


“Tenang saja Bu, aku tidak akan mudah sakit, karena aku selalu menjaga tubuhku dengan berolahraga setiap hari” ucap Felix.


Ya memang Felix selalu melakukan jogging setiap pagi sebelum berangkat sekolah, oleh karena itu Felix selalu terlihat bugar dan jarang sekali sakit.


“Ya udah jaga kesehatan kamu ya Felix, Ibu bangga punya anak seperti kamu” ucap Ibunya Felix.


“Terimakasih Bu, aku juga bahagia mempunyai Ibu yang selalu mendukungku, ya udah aku ke kamar dulu ya, soalnya sudah ngantuk” ucap Felix sambil berjalan ke kamarnya.


Akhirnya Felix sudah sampai di kamarnya dan langsung membaringkan tubuhnya di kasur, hari ini Felix merasakan lelah di bandingkan hari-hari sebelumnya karena tadi habis bekerja di bengkel Alex.

__ADS_1


Felix harus tetap menjaga kondisi tubuhnya agar dia bisa selalu bekerja di bengkel, karena kerja di bengkel memerlukan kekuatan fisik yang besar dan pekerjaanya itu sangat menguras stamina.


Untunglah Felix memiliki stamina yang luar biasa, jadinya dia tidak gampang lelah saat bekerja di bengkel, dan mungkin jika orang biasa yang baru pertama kali bekerja di bengkel, pasti orang itu langsung sakit karena tenaga dan staminya terkuras habis.


Di malam ini Felix langsung tertidur di kamarnya, dan tak butuh waktu yang lama juga untuk bisa langsung tidur di kamarnya saat beberapa menit saja memejamkan mata.


Jam 5 pagi telah tiba dan Felix sudah terbangun dari tidurnya, lalu dia memutuskan untuk jogging di pagi ini untuk menjaga kebugaran tubuhnya, karena jika sehari saja Felix tidak melakukan jogging, maka tubuhnya seperti merasa tidak enak saja.


Felix langsung melakukan jogging di pagi ini mengitari lingkungan sekitar rumahnya, dan hal ini biasa di lakukan oleh Felix saat melakukan jogging, dia biasa melakukan jogging dari jam 5 sampai jam 6 pagi.


Saat melakukan jogging, Felix masih tidak menyangka kalau saat ini dia telah keluar dari Naga Hitam, banyak kenangan yang telah di alami bersama Naga Hitam dari mulai pertarungan dan perdebatan yang terjadi disana.


Intinya Felix masih belum terima kalau saat ini telah keluar dari Naga Hitam, tetapi Felix boleh menyesal dengan keputusannya ini, karena ini juga demi kebaikan hubungan dia dengan Clara.


Saat teringat Clara, Felix langsung meneleponnya untuk mengajak berangkat sekolah bareng.


“Halo Felix ada apa?” tanya Clara dengan suara mengantuk saat mengangkat telepon dari Felix.


“Oh sori gue nelepon pagi-pagi begini, gue cuma mau ngajak lu berangkat sekolah bareng” ucap Clara,


“Oh gituh, ya udah nanti lu jemput gue ajah seperti biasa ya” ucap Clara.


“Okey deh, ya udah lu lanjutin tidur lu ajah Clara, karena ini masih jam setengah 6 pagi” ucap Felix.


“Ngapain gue tidur lagi? udah tanggung bangun soalnya, eh tapi makasih ya udah nelepon gue pagi-pagi begini, jadinya gue bisa bangun pagi dan belajar sebentar” ucap Clara.


“Oh begituh, ternyata lu hobi belajar ya” ucap Felix.

__ADS_1


“Bukan hobi, tapi itu memang kewajiban kita sebagai murid SMA, eh lu sekarang lagi ada dimana? kok sepertinya banyak suara-suara di sekitar lu?” tanya Clara dengan heran.


Ya memang saat ini Felix sedang melakukan jogging di luar rumahnya, sehingga banyak suara-suara yang bermunculan di sekitarnya.


__ADS_2