
Setelah pulang sekolah, kini Felix langsung pergi ke markas besar Naga Hitam untuk menjalani rutinitasnya sebagai seorang gangster, Felix masih tidak menyangka kalau saat ini harus menjauhi Clara, Felix tetap masih ingin selalu berada di dekat Clara, tetapi keadaan yang tidak memungkinkan, atau ini adalah sebuah takdir bahwa memang Clara dan Felix tidak ditakdirkan untuk bersama.
Felix akhirnya sampai di markas besar Naga Hitam, Felix langsung di sambut meriah oleh anggota Naga Hitam yang hadir disana karena Felix dianggap sebagai pahlawan Naga Hitam karena berhasil mengalahkan ketua gangster Laskar Petir yang bernama Alex itu.
Felix langsung duduk di sebuah kursi dan menghiraukan para anggota Naga Hitam yang menyambutnya itu, lalu Devan menghampiri Felix yang sedang duduk di kursi.
“Hey Felix, gimana kondisi tubuh lu? apa lu udah sembuh?” tanya Devan.
“Ya gue udah sembuh, makasih ya udah khawatir sama gue” ucap Felix.
“Tentu saja gue khawatir sama lu, karena lu adalah orang yang berharga di Naga Hitam ini” ucap Devan.
“Ya makasih buat pujian lu Devan” ucap Felix dengan wajah datar.
Lalu Devan merasa aneh dengan sikap Felix yang seperti itu, dan Devan sudah tau kalau Felix saat ini sedang mengalami masalah, karena sangat terlihat dari raut wajahnya.
“Hey Felix lu lagi ada masalah ya?’ tanya Devan.
“Masalah? gak ada kok, gue lagi baik-baik aja saat ini” ucap Felix.
“Udah jangan bohongin gue, gue tau kalau lu saat ini lagi ada masalah, karena gue udah kenal lu sangat lama” ucap Devan yang memaksa Felix untuk jujur.
“Okey baiklah gue akan jujur, meskipun gue gak yakin lu akan bisa bantu masalah gue” ucap Felix.
“Tenang aja, walau gue gak bisa bantu lu, tapi gue akan selalu siap buat dengar masalah lu” ucap Devan.
__ADS_1
Akhirnya Felix terpaksa jujur kepada Devan tentang masalahnya, karena mungkin dengan menceritakan masalahnya akan membuat Felix sedikit lebih tenang.
“Gue sebenarnya lagi ada masalah dengan Clara, gue terpaksa harus menjauhi Clara demi kabaikannya” ucap Felix kepada Devan.
“Eh kenapa lu harus menjauhinya? lu benci sama dia?” tanya Devan.
“Karena gue takut kalau Clara terlibat masalah jika terus dekat sama gue, karena gue adalah seorang gangster yang pastinya memiliki banyak musuh, dan gue gak mau Clara terlibat dalam masalah gue ini” ucap Felix.
“Oh begituh ya, gue paham maksud lu, tapi gue yakin lu pasti gak mau jauh dari Clara” ucap Devan.
“Ya gue selalu ingin dekat dengan Clara, tapi gue juga gak mau melibatkan masalah untuk Clara” ucap Felix.
“Lu gak perlu jauhin Clara, karena gue bersama seluruh anggota gangster berjanji akan selalu melindungi Clara” ucap Devan.
“Ya sebenarnya tanpa bantuan kalian juga gue mampu ngelindungi Clara sendirian, tetapi tetap saja kita tak bisa selalu melindungi Clara sepanjang waktu, lagian juga ini perintah dari Ibunya Clara yang nyuruh gue buat jauhin Clara” ucap Felix.
“Eh kenapa Ibunya Clara menyuruh lu buat jauhin Clara?” tanya Devan.
“Karena Ibunya Clara sudah tau kalau gue adalah seorang gangster, oleh karena itu Ibunya menyuruh gue untuk menjauhi Clara demi kebaikannya” ucap Felix.
“Eh Ibunya Clara bisa tau lu seorang gangster dari siapa? apa lu yang cerita sendiri?” tanya Devan,
“Ibunya Clara tau dari Alex si ketua Laskar Petir yang jadi lawan duel gue waktu kemarin malam” ucap Felix.
“Hah dari Alex? emang apa hubungan dia dengan Clara? apa dia pacarnya?” tanya Devan dengan heran.
__ADS_1
“Bukan pacar, tapi Alex adalah kakaknya Clara, dan sepertinya Alex tak ada maksud sengaja untuk membuat gue dengan Clara jadi jauh, Alex hanya menceritakan kejadian semalam saja kepada keluarganya ketika dia pensiun jadi ketua gangster dan kembali pulang ke rumahnya” ucap Felix.
Devan akhirnya mengerti alasan Ibunya Clara tau tentang Felix yang seorang gangster ini.
“Okey gue paham, pasti Alex tak ada maksud membuat lu jauh dari Clara, karena Alex juga pasti percaya kalau lu adalah orang baik dan mampu melindungi Clara” ucap Devan.
“Ya benar sekali perkataan lu, ini semua bukan salah Alex, tapi ini hanya rasa khawatir seorang Ibu pada anaknya yang takut kalau anak kesayangan dekat dengan seorang gangster” ucap Felix.
Kemudian Devan terdiam mendengar penjelasan dari Felix, kini Devan mulai mengerti alasan sebenarnya Felix yang harus menjauhi Clara.
“Okey gue udah paham tentang masalah lu, tapi gue salut sama lu Felix, lu bisa nahan rasa egois lu demi rasa khawatir Ibunya Clara” ucap Devan.
“Ya gue terpaksa melakukan ini, karena gue gak mau buat Ibunya Clara jadi khawatir, dan gue juga udah janji sama Ibunya Clara akan menjauhi Clara mulai sekarang” ucap Felix.
Devan akhirnya merasa kasihan kepada Felix yang harus menjauhi Clara, karena Devan juga sudah tau kalau Felix sangat sayang kepada Clara.
“Lalu kenapa lu gak keluar dari Naga Hitam saja Felix? kalau lu bukan seorang gangster lagi, pasti Ibunya Clara gak akan khawatir lagi kalau lu mendekati anaknya lagi” ucap Devan.
“Mana mungkin gue keluar Naga Hitam, karena gue dan lu udah sama-sama berjuang demi membesarkan Naga Hitam ini, dan gue juga gak mau meninggalkan sesuatu yang udah gue perjuangin selama ini” ucap Felix,
“Okey gue salut sama lu Felix, gue pikir lu akan keluar dari Naga Hitam demi hubungan lu dengan Clara, ternyata gue salah besar” ucap Devan.
“Ya lagian juga gue gak menjamin kalau Ibunya Clara mau menerima gue lagi setelah gue keluar dari Naga Hitam, karena rasa khawatir Ibunya Clara pasti masih ada terhadap gue” ucap Felix.
“Ya benar sekali perkataan lu Felix, gue salut dengan cara berfikir lu yang dewasa seperti ini, tapi percayalah setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, seperti masalah waktu kemarin malam saat kita berperang, gue pikir kita akan kalah melawan Laskar Petir, tetapi dengan kekuatan lu yang gak ada habisnya, lu dapat mengalahkan ketua Laskar Petir dalam duel, jadi gue sangat percaya kalau lu pasti bisa menyelesaikan masalah yang lu hadapi saat ini” ucap Devan.
__ADS_1
Kemudian Felix langsung terdiam mendengar perkataan Devan yang seperti itu, Felix langsung yakin bahwa dia dapat menyelesaikan masalah ini, Felix harus berusaha agar dia bisa dekat lagi dengan Clara seperti dulu tanpa membuat Ibunya Clara khawatir.
Felix berjanji akan memikirkan segala cara agar dapat menyelesaikan masalah ini, karena Felix sangat sayang kepada Clara, dan bagaimanapun situasinya, Felix selalu ingin dekat dengan Clara dan bersedia melakukan apapun demi bisa selalu bersama dengan Clara.