Felix Sang Naga Hitam

Felix Sang Naga Hitam
Cara Pandang Yang Salah Bab 14


__ADS_3

Jam istirahat telah selesai dan Eli langsung keluar dari kelasku ini untuk memuju ke kelasnya, dan beberapa saat kemudian ada seorang guru datang ke kelasku ini dan bersiap-siap untuk mengajar.


Semua murdi di kelas 1F ini langsung duduk di tempat kursinya masing-masing saat guru telah datang ke kelas ini, dan suasana di kelas ini menjadi hening ketika guru tersebut sedangn mengajar.


Beberapa jam berlalu dan akhirnya jam pelajaran telah selesai, dan kini telah tiba jam pulang sekolah, lalu aku memutuskan untuk langsung pulang saja karena saat ini aku sudah tidak memiliki eskul lagi semenjak Eli bergabung menjadi OSIS dan bubarnya eskul konsultan.


Sebenarnya aku berharap eskul itu terus ada karena di ruang itu aku sangat nyaman berada disana, dan di tambah lagi aku bisa membaca novel dengan di temani Eli saat di ruangan itu.


Kenangan aku bersama Eli di ruangan itu sangat indah saat aku ingat kembali, dan walaupun aku hanya beberapa hari saja berada di ruangan itu bersama Eli, tetapi entah kenapa waktu yang sudah di lewati itu terasa sangat berharga.


Sebenarnya aku memikirkan penawaran Eli yang menginginkanku bergabung menjadi OSIS, tetapi aku sangat malas menjadi OSIS karena pastinya harus sering melakukan banyak kegiatan yang melelahkan di sekolah ini, sehingga waktu luangku untuk membaca novel menjadi terganggu.


Apalagi jika aku menjadi OSIS, maka aku akan selalu berhubungan dengan banyak orang, dan aku itu paling malas berhubungan dengan banyak orang karena hal itu pasti akan menambah masalah dalam hidupku.


Aku berpikir jika aku memiliki banyak teman atau kenalan, maka masalah dalam hidupku juga akan bertambah, sehingga aku memutuskan untuk berteman dengan orang yang tak akan menyebabkan masalah untukku seperti Eli.


Aku berharap bisa selalu berteman dekat dengan Eli, karena saat aku berada di dekatnya, aku merasa nyaman dan tak memiliki keraguan apapun saat aku berada di dekatnya, dan sangat berbeda sekali saat aku berada di dekat Lisa, aku menjadi selalu gelisah karena Lisa pasti akan menyebabkan masalah untukku jika aku selalu berada di dekatnya.


Aku pulang ke rumahku dengan wajah yang sedikit murung, karena mungkin aku tidak bisa bersama lagi dengan Eli di ruangan itu.


Baiklah aku akan mencoba melupakan tentang Eli, dan hal yang percuma saja jika aku berharap bisa terus bersama dengan Eli, karena pastinya Eli lebih suka dekat dengan cowok yang pintar atau tampan, dan tidak seperti diriku ini yang tidak memiliki apapun dan bahkan selalu terlihat murung.


Entah apa yang aku rasakan saat ini, aku seperti baru saja kehilangan sebagian dari hidupku ketika aku menyadari kalau eskul konsultan sudah tidak ada, dan aku juga bingung kenapa aku merasa sedih seperti ini.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian akhirnya aku telah sampai di rumahku dan telah sampai di kamarku, lalu aku memutuskan untuk tiduran saja selama seharian di kamarku ini dan aku juga memutuskan untuk membaca novel di kamarku ini ketika aku sudah bosan tidur.


Esok hari telah tiba dan kini aku bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah, seperti biasa kali ini aku berangkat sekolah dengan berjalan kaki, karena jarak antara sekolahku dengan rumahku sangat dekat sehinga dapat di tempuh dengan berjalan kaki saja.


Beberapa saat kemudian akhirnya aku telah sampai si sekolahku ini yang bernama SMA 5, lalu saat aku sudah melewati gerbang, tiba-tiba ada suara perempuan yang memanggilku dari belakang, dan perempuan itu ternyata Eli.


“Eh Devan tunggu sebentar” ucap Eli dan aku langsung mengehentikan langkah kakiku.


“Eh ada apa Eli?” tanyaku dengan heran.


“Kamu kemarin langsung pulang ya?” tanya Eli.


“Eh iya aku langsung pulang, emang kenapa?” tanyaku dengan heran.


“Eh ngapain aku kemarin harus ada disana? bukannya saat itu aku di larang berada di ruang itu lagi oleh Lisa si ketua OSIS” ucapku.


“Ya mungkin waktu itu Lisa sedang marah kepadamu, tapi kamu boleh kok membaca novel di ruang itu lagi” ucap Eli.


“Eh kenapa kamu malah nyuruh aku untuk membaca novel di ruang itu lagi?” tanyaku dengan heran.


“Ya memang eskul konsultan telah tiada, dan ruangan eskul itu telah berubah jadi ruanga penyimpanan peralatan OSIS, tapi kata Lisa kamu boleh baca novel disitu lagi kalau kamu mau” ucap Eli.


“Oh begituh ya, okey deh terimakasih atas kabar yang telah kamu berikan ya” ucapku.

__ADS_1


“Iyah sama-sama, dan Lisa juga menitipkan pesan untukmu, katanya Lisa ingin meminta maaf kepadamu karena telah mengganggu hidupmu” ucap Eli.


“Eh beneran Lisa berkata seperti itu?” tanyaku dengan heran.


“Iyah dia berbicara seperti itu kepadaku, dan sepertinya Lisa tak ingin kamu marah kepadanya, tolong maafkan temanku itu ya” ucap Eli.


“Ya baiklah aku akan memaafkannya, asalkan Lisa mau berjanji tidak akan membuat hidupku risih lagi” ucapku.


Kemudian aku dan Eli langsung berpisah karena akan menuju kelas masing-masing, dan beberapa saat kemudian akhirnya jam pelajaran sekolah telah mulai dan aku memutuskan untuk segera masuk ke kelasku karena takut ada guru yang sudah datang.


Akhirnya aku telah sampai di kelasku dan langsung duduk di kursiku yang letaknya paling belakang, dan beberapa saat kemudian akhirnya guru tiba ke kelasku ini dan akan segera mengajar, dan semua murid di kelasku ini langsung di kursinya masing-masing.


Saar aku sedang memperhatikan guru yang sedang mengajar, aku merasakan si ketua kelas 1F yang bernama Lisa selalu melihat ke arahku, entah apa maksud dari perempuan itu yang melihat ke arahku daritadi, apa dia naksir kepadaku atau dia masih merasa bersalah kepadaku.


Aku memutuskan untuk mengabaikan Lisa yang selalu memperhatikanku, dan aku terus fokus memperhatikan guru yang sedang mengajar itu.


Beberapa jam kemudian jam istirahat telah tiba dan aku memutuskan untuk pergi ke ruangan penyimpanan peratalatan OSIS untuk membaca novel disana, karena jika aku membaca novel di kelas ini tidak akan bisa fokus karena mendengar banyak murid yang berisik disini.


Aku berjalan ke arah ruang penyimpanan peralatan OSIS, ruangan itu adalah ruangan yang dulunya menjadi tempat ruang eskul konsultan, dan aku langsung melangkahkan kakiku menuju ke arah ruangan itu.


Saat aku berjalan ke ruangan penyimpanan, aku merasakan ada seseorang yang mengikutiku dari belakang, dan saat aku menoleh sedikit ke belakang, ternyata yang mengikutiku adalah Lisa si ketua OSIS yang baru di SMA 5 ini.


Aku bingung kenapa Lisa mengikutiku dari belakang, atau dia hanya kebetulan saja berjalan di belakangku karena ada tempat yang ingin dia tuju.

__ADS_1


__ADS_2